Yoongi selalu sebal jika Jimin sedang menari.
Menurutnya Jimin akan berubah menjadi seratus kali lipat lebih menyebalkan dari biasanya ketika ia sedang menari.
.
Ugh, sangat menyebalkan.
.
Karena ketika Jimin menari, ia akan melupakan banyak hal.
Melupakan kalau sebenarnya tanpa sadar ia menggoda banyak orang...
Melupakan makan...
Melupakan waktu...
Melupakan bahwa ia sendiri juga butuh istirahat...
Dan juga...
Terkadang melupakan Yoongi.
.
Bagaimana Yoongi tidak kesal dibuatnya?
.
.
Berbeda dengan Jimin.
Jimin senang sekali melihat Yoongi menari.
Karena menurutnya, ketika Yoongi menari, ia terlihat sangat berbeda. Dan hal itu membuat Jimin mengagumi sisi lain dari semangat seorang Min Yoongi.
Karena for your information, Yoongi itu tidak menyukai hal-hal melelahkan seperti menari.
Tetapi kenyataan mengharuskannya untuk menari karena ia adalah seorang anggota boyband yang memang sudah seharusnya bisa melakukan dance.
.
Dan Jimin melihat bagaimana perjuangan Yoongi dalam hal melawan keinginannya yang tidak suka hal-hal tentang tarian untuk sedikit demi sedikit menyukainya dan mulai menikmatinya dengan tulus.
.
Ah, betapa Jimin mengagumi 'Hyung' tersayangnya itu.
.
.
.
.
Jimin | Yoongi | Boy's Love | Most of Slice of Life | Ficlet collection | other member's appear
.
Do not plagiarize!
.
Enjoy!
.
.
.
.
Yoongi mengusap kedua matanya dengan lengan seraya melangkah keluar dari kamarnya menuju dapur.
Sebelum kakinya melangkah lebih lanjut, Yoongi berhenti sebentar untuk mendongak dan menatap jam dinding.
Pukul 01.30 malam...
.
Yoongi merasa haus. Ia terbangun dari tidurnya dan beranjak menuju dapur untuk melepas rasa hausnya.
Namun betapa terkejutnya Yoongi ketika ia baru saja melewati pintu dapur dan mendapati seorang Park Jimin sedang menari disana.
.
Sesaat kemudian Yoongi memutar kedua bola matanya malas. Ia melanjutkan langkahnya mendekati kulkas untuk melanjutkan niatnya yang memang ingin minum sedari tadi.
.
.
Jimin sempat menghentikan gerakan tubuhnya yang sedang menari itu ketika melihat seseorang memasuki dapur. Tetapi Jimin kemudian melanjutkan tariannya itu yang hanya diiringi gumaman pelannya sebagai tempo.
.
Yoongi meletakkan botol air yang baru saja ditenggaknya keatas meja. Ia kemudian menatap datar Jimin.
"Demi Tuhan, Park Jimin. Bisakah kau hanya menari di ruang latihan dan di atas panggung saja? Bukan dimana pun?"
Jimin menghentikan gerakannya. Ia kemudian tertawa canggung mendengar keluhan Yoongi yang sepertinya sudah Jimin dengar berulang-ulang.
"Memang kenapa sih, Hyung?" Jimin kembali menggerakkan kedua tangan dan kakinya secara perlahan memberi gerakan tari yang halus.
"Aku sebal melihatnya." Dengus Yoongi.
Jimin kembali menghentikan gerakannya. "Kalau begitu menarilah, maka aku akan diam dan melihatmu menari, Hyung."
Yoongi mengangkat sebelah alisnya mendengar jawaban Jimin. "Apaan sih. Berhenti bergerak dan cepat sana, tidur!"
Jimin cemberut, ia melipat kedua lengannya. "Aku belum mengantuk, Hyung. Aku mau latihan disini saja."
Yoongi kembali memutar kedua bola matanya malas. Ia menunjuk Jimin. "Kalau begitu jangan terus-terusan menari—"
Jimin buru-buru menggeleng dan mempertemukan ujung jari telunjuknya dengan jari Yoongi yang menunjuk ke arahnya. "Kalau begitu Hyung harus menari untuk menghentikanku."
Yoongi mengerang. Aish, bocah satu ini memang selalu merepotkannya. Tidak pagi, siang, tengah malam—huh.
"Tidak mau, Jimin. Aku—"
"Aku berjanji akan pergi tidur setelahnya. Kumohon, hyung~ ya? Ya?" Jimin menatap melas kearah Yoongi. Ia semakin mendekat kearah Yoongi dan mengerucutkan bibirnya dengan tatapan melasnya yang dibuat selucu mungkin.
Yang hanya dibalas oleh helaan napas malas Yoongi.
.
Yoongi agak berjengit, ia berusaha menjauh dari Jimin—bahkan mengelilingi dapur dan meja makan, namun Jimin tetap mengikutinya seperti anak kucing.
.
Yoongi berhenti. Berbalik dan menatap garang Jimin. "YAK—"
Yoongi yang berniat mengumpati Jimin mendadak terdiam, rona merah manis mulai menjalari kedua pipinya ketika Jimin dengan sengaja mendekatkan wajahnya kearah Yoongi di sudut bibirnya. Berbisik disana.
.
"Jangan berisik, Hyung. Member yang lain sedang tidur..." Bisik Jimin dengan nada suara rendahnya yang menggelitk dan menggetarkan Yoongi. Bibirnya ketika berbisik dengan sengaja menyentuh sudut dan sebagian bibir Yoongi dengan sensual.
.
Yoongi terdiam sejenak sebelum akhirnya sadar dan mendorong Jimin di dadanya. "Me-menjauh! I-iya aku nari nih."
Yoongi mendengus kasar. Masih ada sisa rona di pipinya.
.
Oh. Siapapun tolong ingatkan Yoongi bahwa ini terakhir kalinya ia mau mengalah untuk Jimin. Lain kali tidak ada lagi ia yang harus mengalah.
Ingatkan itu.
.
Jimin terkekeh senang menatap Yoongi. Menggemaskan sekali Hyung-nya itu.
.
"Mainkan lagunya, em..." Yoongi berpikir. "Fantastic baby."
Jimin menaikkan sebelah alisnya. "Huh? BigBang-sunbaenim?"
Yoongi mengangguk.
"Oke, aku setel." Jimin mengeluarkan ponsel dan earphonenya dan mulai mencari lagu sunbae favoritnya itu untuk ia mainkan dan memberinya kepada Yoongi.
Setelahnya Jimin menarik salah satu kursi meja makan dan duduk disana berhadapan dengan Yoongi yang berdiri.
.
.
.
"Lho, kok diem aja?" Jimin menatap bingung Yoongi yang balas menatap datar padanya. Sedangkan ponsel Jimin masih dalam genggaman Yoongi dengan sebelah earphonenya yang telah menggantung di telinga Yoongi.
Yoongi cemberut. Ia memasukkan ponsel Jimin ke kantung depan hoodienya kemudian ia berbalik.
Satu...
Dua...
.
.
.
"Dance!" Pekik pelan Yoongi tiba-tiba dan membalikkan tubuhnya kembali ke arah Jimin. Membuat Jimin berjengit kaget di kursinya dengan tindakan tiba-tiba Yoongi itu.
Yoongi tak peduli dengan reaksi Jimin dan dengan gaya absurdnya dia mulai menarikan lagu Fantastic Baby itu.
.
Jimin berangsur-angsur menatap Yoongi dan memberinya facepalm karena tariannya itu. Jimin menggeleng dan menyuruh Yoongi untuk berhenti.
"Berhenti, Hyung. Apa-apaan dance seperti itu."
Yoongi berhenti, mematikan musiknya dari ponsel Jimin dan menatapnya dengan cemberut. "Oke, selesai. Kalau begitu—"
"Eh—eh nanti dulu, Hyung!" Potong Jimin dengan cepat. Buru-buru ia berpikir. "Narikan lagu kita saja, Hyung. Umm—"
"Tadi 'kan sudah. Aku tidak mau—"
"Sekali lagi ya, Hyung? Johayo. Lagu Johayo." Jimin kembali dengan tatapan mengemisnya. Yang hanya Yoongi balas dengan tatapan malasnya.
"Tidak."
"Please?"
"Tidak mau."
"Hanya di bagian reff?"
"Nggak, Jimin."
"Huft," Jimin menghela napas. Ia kemudian berdiri dan menghampiri Yoongi.
.
.
Jimin meraih sebelah kanan earphonenya untuk ia pasangkan sendiri ke telinganya dan membiarkan sebelahnya lagi tetap menggantung di telinga Yoongi.
Selanjutnya Jimin meraih ponselnya sendiri di tangan Yoongi. Mencari sebuah lagu dan memainkannya.
.
.
Yoongi mengernyit bingung ketika Jimin menghampirinya, memakai juga earphone berdua bersamanya... Ugh, Yoongi mulai gugup.
Tetapi Yoongi semakin mengernyit bingung ketika ia mendengar melalui sebelah earphone yang dipakainya itu menyuarakan lagu dari Sunbae favorit Jimin.
.
Taeyang - Eyes, Nose, Lips.
.
Bukan lagunya yang aneh yang Yoongi pikirkan. Tetapi Jimin yang menyetel lagu ballad itu untuk di dengarkan bersama. Maksudnya apa sih?
Terkadang Yoongi sulit mengerti jalan pikiran Jimin.
.
"Kenapa?" Yoongi mengangkat sebelah alisnya. Namun sesaat kemudian ia berjengit karena Jimin tiba-tiba meraih pinggangnya dan melingkarkan lengannya dengan protektif disana.
"E-eh Jimin..."
"Ssst Hyung, aku menyukai lagu ini." Jimin semakin merengkuh pinggang Yoongi untuk mendekat padanya. Ia juga menempelkan dahinya dengan dahi Yoongi. Dan Jimin menatap Yoongi dengan tatapan lembutnya dan ia juga tersenyum kearah Yoongi.
"Kau tak mau menari lagi, jadi aku ingin mendengarkan lagu ini bersamamu agar aku mengantuk."
.
Perasaan Yoongi menghangat dan ia mulai merasa nyaman dengan rengkuhan Jimin di pinggangnya dan juga merasakan nafasnya beradu lembut dengan nafas Jimin karena Jimin menempelkan dahinya di dahi Yoongi yang membuat kedua wajahnya begitu dekat.
Yoongi tersenyum. Ia baru saja menyadari kalau sedari tadi itu Jimin hanya berusaha menarik perhatian Yoongi agar membuat dirinya sendiri segera mengantuk.
.
Yoongi dengan perlahan merambatkan kedua lengannya untuk menggantung dan melingkar di leher Jimin dan mengusap rambut belakang pemuda itu dengan gerakan teratur yang lembut.
Ia juga memejamkan kedua matanya melihat Jimin melakukan hal yang sama.
.
Jimin semakin mengeratkan rengkuhannya hingga tubuh mereka berdua saling menempel dan mulai memejamkan kedua matanya ketika lengan Yoongi mulai melingkari lehernya.
.
Untuk entah beberapa saat lamanya mereka dalam posisi seperti itu. Menikmati alunan lagu yang mereka dengarkan dan juga deru nafas masing-masing. Menikmati kehangatan yang mereka ciptakan sendiri.
.
"Hyung?"
Jimin memanggil. Tanpa merubah posisinya sedikitpun dan tetap memejamkan kedua matanya.
"Hm?" Yoongi menyahut dengan gumaman, sama seperti Jimin, ia juga tetap memejamkan kedua matanya.
"Apa kau mengantuk?" Jimin bertanya pelan.
"Uhum." Yoongi kembali menjawabnya dengan gumaman.
Jimin terkekeh pelan dibuatnya. Ia kemudian menggesekkan hidungnya dengan hidung Yoongi dengan gemas.
.
.
.
.
Hoseok berhenti di ambang pintu dapur dengan kedua mata setengah terpejam begitu menyadari bahwa di dapur ada dua makhluk saling mencintai yang sangat Hoseok kenal.
Namun Hoseok hanya mengangkat bahunya dan ia melanjutkan langkahnya menuju kulkas. Mengambil kotak jus jeruk untuk ia tenggak. Haus sekali rasanya.
.
Sruuut.
.
Suara seruputan Hoseok dari sedotan untuk meminum jusnya itu memenuhi ruang dapur.
Tetapi hal itu tak membuat Jimin dan Yoongi bergeming dari posisi mereka.
.
Hoseok mengernyit bingung menatap sejoli itu. Dan ia bergumam.
"Apa mereka itu tidur sambil berdiri?"
.
.
.
.
End.
.
.
.
.
Nb:
Lagi hehe.
Aduuuh gimana guys concept photo trailer BTS?
Min Yoongi ganteng ya?!
Pokoknya comeback kali ini bikin speechless banget. Mana counting time mulu lagi ;_;
.
Haha yasudahlah .-. Terimakasih ya sudah mau membaca sampai sini. Kritik, saran, dan sumbangan idenya tetep ditunggu lho.
Review, please?
.
