Jimin mengerang frustasi.

Apa yang kini dilihat Jimin di hadapannya semuanya memang scripted. Sudah ada skenarionya. Sudah terencana. Dan memang harus begitu adanya.

Tetapi Jimin tak bisa menerimanya begitu saja.

.

Yoongi sedang bersama Jungkook untuk photoshoot mereka. Mereka berdiri saling berhadapan. Satu lengan Yoongi berada di bahu Jungkook dan mereka saling menatap serius.

.

.

.

.

Jimin | Yoongi | Boy's Love | Most of Slice of Life | Ficlet collection | other member's appear

.

Do not plagiarize!

.

Enjoy!

.

.

.

.

Cut!

.

Jungkook segera tertawa ketika photoshootnya dengan Yoongi selesai. Yoongi yang melihat si Maknae tertawa dengan lucunya itu jadi ikut tertawa juga dibuatnya.

"Khkh~ aku canggung, Hyung. Kurasa Jimin-hyung menatapku sangat tak suka kali ini hahaha." Jungkook tertawa ketika ia menoleh dan langsung dihadiahi tatapan tajam dari Jimin.

Yoongi terkekeh. Lengannya yang masih berada di bahu Jungkook, meremas bahu lebar itu dengan hangat. "Tak usah kau pedulikan. Dia itu harus diberi pelajaran lebih."

Jungkook mengerjap. Menelengkan kepalanya dan menatap Yoongi penuh tanya. "Pelajaran?"

Yoongi segera mengibaskan tangannya untuk membuat Jungkook berhenti menatapnya seperti itu.

"Sudahlah. Hari masih terlampau dingin. Pakai mantelmu." Yoongi segera merangkul bahu Maknae kesayangan BTS itu dan mengajaknya pergi.

Jungkook hanya mengangguk, masih penasaran juga sebenarnya. Tetapi ia hanya mengangkat bahunya mencoba untuk tak terlalu peduli. Lagipula itu 'kan bukan urusannya.

.

.

Sedangkan Jimin mendengus melihat keakraban antara kekasihnya dan Maknae itu.

.

.

.

.

Photoshoot telah selesai. Keesokan harinya mereka mulai shooting Music Video untuk title track mereka yang berjudul Boy in Luv.

.

Jimin tersenyum di kursinya selagi ia menunggu untuk stylist-hyung menata rambutnya. Ia tak sabar untuk menunggu individual shooting mereka. Karena itu pasti akan lebih menyenangkan. Bersama seorang model yang Bighit undang. Namanya Go Sohyun.

.

.

Sebelumnya, mereka menyelesainya dance version terlebih dahulu dan individual part yang mereka nyanyikan.

.

Hoseok berbinar, ia menghampiri Yoongi dengan tatapan takjub setelah penampilan individualnya bersama member yang lainnya.

"Aktingmu bagus sekali, Hyung! Aku suka sekali ketika kau mendorong Jimin dengan keras! Untuk anak itu tidak menangis, hahaha." Puji Hoseok, sekaligus mengejek Jimin yang sedang cemberut memicingkan matanya kearah mereka berdua.

"Kau tahu, itu adalah aku." Yoongi terkekeh bangga. Hoseok ikut tertawa jadinya.

"Kutunggu aktingmu yang selanjutnya, Hyung. Bersama model dari Esteem itu." Hoseok menaikturunkan alisnya dengan jenaka.

Yoongi menepuk bahu rekannya yang selalu membuat lagu bersamanya itu. "Lihat saja nanti." Kekehnya.

Hoseok mengacungkan jempolnya. Ia kemudian meninggalkan Yoongi untuk merapikan riasannya kembali sebelum memulai shoot yang berikutnya.

.

Yoongi menghela napas dan berbalik untuk meminta air mineral. Tetapi begitu ia berbalik, Jimin langsung menghadang tepat di hadapannya. Membuat Yoongi terkaget karena wajah mereka terlampau dekat. Bahkan hampir bersentuhan.

"Menyingkirlah." Ucap Yoongi dingin. Ia melangkah ke belakang untuk menjauhkan dirinya dari Jimin.

"Hyung." Jimin menghela napas. "Ini sudah lebih dari seminggu kau menjauhiku. Maafkan aku, Hyung."

Yoongi berdecih. "Menyingkir."

"Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu memaafkanku? Demi Tuhan hari itu hanya liburan sehari, Hyung!" Jimin menahan lengan atas Yoongi ketika kekasihnya itu akan beranjak dari sana.

Yoongi menunduk mendengar perkataan Jimin. Ia menatap ujung sepatunya dengan kosong.

.

Apa Jimin bilang? Hanya? Seharusnya Jimin tahu kalau libur adalah hal yang paling Yoongi tunggu selalu. Hari dimana ia bebas bekerja. Yang juga kebetulan hari itu adalah anniversary mereka yang setengah tahun, dan juga inginnya Yoongi merayakan hari ulangtahun Jimin yang belum sempat mereka rayakan berdua dengannya. Walaupun itu terlambat.

Tetapi apa?

Rencana itu hancur begitu saja.

Yoongi sakit hati tentu saja. Hal 'lupa' dan 'tak peka' seperti ini sering Jimin lakukan.

Dan yang lelaki lebih muda darinya itu lakukan adalah hanya mengucapkan maaf. Ya, sekedar maaf. Setelahnya Yoongi memaafkannya dan Jimin mengulang kesalahannya.

.

.

"Yoongi-hyung?"

.

"Min Yoongi? Kau melamun?"

.

Yoongi menggeleng pelan untuk menyadarkannya dari lamunannya. Ia kembali berdesis dingin.

"Lepaskan."

Jimin kembali menghela napas. "Jadi, kau ingin yang bagaimana, Hyung? Aku minta maaf, sungguh—"

"Kita putus." Ucap Yoongi spontan. Ia masih setia menunduk untuk menatap sepatunya yang jauh lebih menarik ketimbang Jimin.

Jimin yang kini membeku. Terdiam tanpa kata.

Jimin tak perlu meminta Yoongi untuk mengulang ucapannya. Ia dapat mendengar perkataan itu dengan jelas.

.

Jimin terdiam beberapa saat sebelum akhirnya melonggarkan pegangannya di lengan Yoongi. Ia menghela napas kecewa.

"Baiklah."

Jimin tersenyum dengan gurat kesedihan disana. Ia menatap Yoongi yang masih menunduk tak mau menatapnya kemudian beranjak pergi dari hadapan Yoongi.

.

.

Yoongi segera menengadah begitu Jimin pergi menjauh.

Hanya... Baiklah?

Jimin tak mencoba membantahnya begitu?

.

Yoongi menghembuskan napas kecewa. Jalinan manis yang ia dan Jimin untai, selesai begitu saja?

.

Entahlah.

.

.

.

.

Semua member dan kru menatap takjub Yoongi yang sedang melakukan one take shoot nya bersama model bernama Go Sohyun itu.

Yoongi berakting begitu alami. Sangat natural. Ia benar-benar terlihat seperti anak sekolah berandalan ketika beradu akting dengan wanita itu untuk menyatakan confess-nya. Seolah Yoongi mengeluarkan semua emosinya kepada wanita itu.

.

Well, pada kenyataannya Yoongi memang mengeluarkan seluruh emosinya disana. Membayangkan bahwa model wanita di hadapannya itu adalah Park Jimin. Kekasih—oh! Apakah sekarang ia mantan kekasihnya?

Memikirkan hal itu membuat Yoongi semakin kesal kepada lelaki libra itu.

.

.

"Wohoo!"

"Kau keren, Hyung!"

"Kau harus battle akting dengan Jin-hyung!"

"Daebak, Hyung!"

.

Member lain segera memberikan cheer untuk Yoongi setelah ia menyelesaikan aktingnya.

Yoongi terkekeh. "Karena itu adalah Min Sugaaa!"

.

Di sisi lain, Jimin tersenyum kecil melihatnya.

Kini scene terakhir gilirannya bersama Jungkook dan Jin untuk confess di ruangan kelas gelap dengan minim cahaya. Membawa setangkai bunga untuk berakting menyatakan cinta bersama gadis tersebut.

.

Membuat Yoongi merasakan perasaan absurd yang tak bisa ia jelaskan dengan kata-kata melihat Jimin yang membawa setangkai bunga mawar merah. Menatap dan tersenyum begitu tulus di hadapan orang lain. Bukan dirinya.

.

Dan yang Yoongi rasakan...,

Untuk pertamakali dalam hidupnya ia mengetahui kalau dirinya tak bisa merelakan sesuatu. Rela akan Jimin.

.

Dan ia begitu kesal karenanya.

.

.

.

.

Continued to next ficlet...

.

.

.

.

Nb:

Okai. Masih ada satu part lagi buat ini. Semoga sabtu bisa selesai. Kalau mulai bosen, ayo kita mengobrol? Hehee~

Terima kasih sudah membaca sampai sini. Kritik, saran dan masukannya selalu diterima.

.

Review, pleaseee? :3