Jimin tak suka penampilan Yoongi untuk album pertama mereka.
Pokoknya Jimin tak suka.
Sangat tidak suka.
Apalagi dengan rambut barunya yang kini berwarna merah itu.
.
.
.
.
Jimin | Yoongi | Boy's Love | Most of Slice of Life | Ficlet collection | other member's appear
.
Do not plagiarize!
.
Enjoy!
.
.
.
.
Yoongi menatap rusuh kekasihnya yang sedang menatapinya dengan tatapan intens yang tak bisa dijelaskan. Entah itu marah, sebal, gemas, atau apalah itu Yoongi tidak mengerti Jimin kenapa.
Maka di tanyalah Jimin yang masih berlatih menari itu.
.
"Bodoh, berhenti menatapiku seperti itu, oke? Aku bukan buronan." Yoongi berkata sambil membawa handuk kecil yang sedang bertengger di lehernya itu untuk ia usapkan di wajahnya yang berkeringat. Huh, latihan itu melelahkan.
.
Jimin malah merengut. Ia berhenti menggerakkan tubuhnya ketika musik yang mengalun dari tape disana berhenti.
"Rambutmu, Hyung."
Yoongi segera melemparkan selembar handuk dan botol air mineral kearah Jimin yang duduk di lantai tak jauh darinya dan saat itu juga memutarkan bola matanya ketika mendengar jawaban Jimin. Jawaban yang sering diterimanya akhir-akhir ini.
"Masih rambutku? Memang kenapa sih?!"
"Aku tak suka warna rambutmu." Keluh Jimin. Ia menenggak air mineral di genggamannya dengan cepat.
Yoongi semakin menyipitkan kedua matanya kearah Jimin, menatapnya ingin tahu. "Sebelumnya, kau suka dengan warna rambut Jungkook yang seperti ini."
Jimin mengerang. "Aish, itu beda, Hyung."
Yoongi memutar malas kembali matanya. Ia meraih ponsel yang berada tak jauh darinya hanya untuk mengeceknya. "Aku juga sebal dengan penampilanmu yang sekarang." Gerutunya pelan.
Tetapi tak disangka Jimin mendengar gerutuannya dengan jelas dan itu membuatnya tertawa.
"Kenapa? Aku jadi terlihat semakin tampan ya, Hyung?" Pujinya narsis. "Dan oh! Fans banyak yang menyukainya. Mereka bilang aku terlihat semakin seksi dengan penampilan begini." Puji Jimin dengan narsis sekali lagi.
.
Well, sayangnya itu semua kenyataan. Yoongi sangat menyadari itu. Ia akui Jimin terlihat semakin dewasa di album mereka yang terbaru ini. Rambutnya yang pendek diatas telinga membuat garis wajahnya terlihat semakin tegas. Warnanya yang cokelat keemasan sangat serasi dengan kontur warna kulitnya dan entah kenapa membuat mata sipit penuh garis eye smile itu terlihat semakin menawan. Oh! Jangan lupakan otot tangannya yang selalu terekspos itu.
Ukh, Yoongi jadi ngiri 'kan.
.
Tetapi ada yang Jimin bingung dari Yoongi. Semenjak ia diputuskan untuk mengganti warna rambutnya dengan warna merah, Yoongi sangat senang sekali.
Tentu saja sangat senang, hal itu sedikit banyak membuatnya terlihat manly. Umm, maksudnya terlihat semakin manly. Dan itu bagus, man!
Tetapi Jimin terlihat sangat tidak menyukainya.
.
Yoongi jadi bingung, padahal promo yang kemarin, Jungkook juga mewarnai rambutnya dengan warna merah marun yang sama. Jimin bahkan sampai betah sekali dekat-dekat dengannya dan membuat Yoongi cemburu—ekhem.
Tetapi giliran kekasihnya sendiri apa? Terang-terangan Jimin bilang tidak suka seperti tadi.
Menyebalkan.
.
Yoongi mendengus mendengar perkataan Jimin. Semua narsisnya itu kenyataan. Fans memang jadi semakin banyak yang meliriknya. Ukh, itu juga membuat Yoongi sedikit iri.
"Lalu? Aku juga punya banyak fans yang menyukai rambut baruku."
Jimin kembali merengut mendengarnya. "Tetapi aku tak suka, Hyung!"
"Tch, Jungkook yang seperti ini kemarin kau puji-puji terus." Yoongi mendengus lagi. "Bilang saja kalau aku jelek, iya 'kan?"
Jimin menghela napas dan menggelengkan kepalanya. Ia mendekati Yoongi dan duduk di belakangnya. Yoongi sedari tadi berbicara dengan Jimin masih dengan ponsel di tangannya dan ia menghadap cermin besar di ruang practice room itu.
.
Jimin semakin mendekatkan tubuhnya di belakang Yoongi. Ia kemudian dengan perlahan menyisipkan kedua tangannya di sisi tubuh Yoongi kemudian dengan posesif memeluk perut Yoongi dan sedikit menariknya ke belakang. Membuat punggung Yoongi kini bertemu dengan dada Jimin.
Yoongi yang merasakan kontak tiba-tiba tersebut mengangkat wajahnya dari menunduk menatap ponsel itu untuk menatap cermin di hadapannya dan ia kini bisa melihat Jimin yang sedang memeluknya dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu Yoongi.
Yoongi dapat melihat itu semua dari cermin di hadapannya. Yoongi juga dapat melihat bagaimana Jimin tersenyum nakal menatapnya dari cermin tersebut. Yang entah kenapa lama-kelamaan membuat pipi Yoongi memanas. Apalagi ketika Jimin mulai bermain disana.
.
Jimin menelusupkan wajahnya di ceruk leher Yoongi. Ia selalu suka Yoongi yang baru selesai latihan dengan memakai kaus tipis seperti ini. Dan Jimin menghirup wanginya disana.
"Kau harus tahu, Hyung." Jimin berbisik di leher Yoongi. Ia memejamkan kedua matanya dan mengendusi leher Yoongi dengan menggesekkan hidungnya disana.
Yoongi yang melihat kelakuan Jimin di cermin itu hanya bisa mendongak dan menutup bibirnya rapat-rapat juga memegang erat lengan Jimin di perutnya. Fokusnya kini berada di lehernya, ia dapat merasakan bibir Jimin yang bergerak-gerak diatas kulit lehernya ketika lelaki itu berbicara.
Hal itu membuatnya meremang, tetapi Yoongi tak bisa menolaknya dan hanya diam sembari mendengarkan penuturan kekasih bodohnya itu.
.
"Dengan rambut seperti ini...," Jimin menaikkan kepalanya untuk menghirup rambut merah marun Yoongi dengan dalam yang beraroma seperti anak kecil itu. Kemudian kembali mengendusi lehernya.
"Kau terlihat seperti pancake setengah matang yang di lumuri sirup stroberi dan membuatku ingin memakannya seperti ini—"
.
Krauk.
.
Jimin tiba-tiba menggigit leher Yoongi dengan gemas seolah benar-benar memakannya.
Dan Yoongi segera membulatkan kedua matanya. Lengannya yang sedang menggenggam lengan Jimin di perutnya segera ia gunakan untuk mencubitnya dengan keras.
Sampai Jimin mohon ampun karena kesakitan dengan cubitan tersebut.
.
"Jimin penggombal bodoh! Aku bukan makanan!"
.
.
.
.
End.
Let's find another ficlet...
.
.
.
.
Nb:
Haai xD ceritanya ini dilatarbelakangi oleh penampilan yoonmin di Danger, seperti masukannya N-Yera48 dan Widia Prayudi heheheh. Anggap aja begitu ya ._.
Oke, terima kasih sudah membaca sampai sini, sama review yang kemaren-kemaren :'D . Kritik, saran dan masukannya masih setia di terima.
Review, please? :3
.
