Percayalah.

Memakai hanbok di musim panas itu bukan sesuatu yang menyenangkan menurut Yoongi.

Oke, Yoongi bukannya tak menghormati, tetapi memakai hanbok untuk merayakan chuseok itu saat ini bukanlah suatu kewajiban.

Oh, ayolah, man. Ini bukan jaman dinasti Joseon.

.

Tetapi Yoongi harus memakai pakaian tradisional itu sekarang. Bersama member yang lainnya juga sih.

.

Haah, membosankan. Yang pasti Yoongi cemberut saat ini.

.

.

.

.

Jimin | Yoongi | Boy's Love | Most of Slice of Life | Ficlet collection | other member's appear

.

Do not plagiarize!

.

Enjoy!

.

.

.

.

Yoongi baru saja selesai dipolesi make-up dan ia menghampiri Jimin di sudut ruangan untuk duduk di sampingnya sambil menggerutu pelan. Ia kemudian menyodorkan sebuah kipas lebar bergambar hello kitty kearah Jimin sesaat sebelum ia mendudukkan dirinya di sebelah lelaki kelahiran 95 itu.

"Kipasin!"

.

Jimin menaikkan sebelah alisnya menatap Yoongi yang sepertinya sedang sebal itu. Ia sedang memainkan ponselnya karena ia sudah rapi saat ini, berpakaian hanbok biru putih sama seperti Yoongi. Namun kemudian Yoongi menghampirinya dan menyodorkan sebuah kipas di depan wajahnya.

"Kenapa, hm?" Jimin meraih kipas Hello Kitty tersebut dari tangan Yoongi dan mulai mengipasi kekasih putihnya itu.

.

"Gerah!" Yoongi melipat kedua tangannya di depan dada dan ia memejamkan kedua matanya. Merasakan angin dari Jimin yang mengipasinya sembari ia menarik nafas perlahan. Mencoba untuk menstabilkan moodnya yang menurun hanya karena satu stel baju yang kini dipakainya.

"Hyung?"

"Jangan ajak aku bicara." Yoongi merespon datar.

Jimin memanyunkan bibirnya. Masih dengan mengipasi Yoongi, Jimin menatap kekasihnya itu dengan lekat dari ujung kepala hingga ke ujung kakinya.

Kemudian ia tersenyum iseng.

.

"Hyung."

Yoongi hanya berdecak meresponnya.

"Kau lucu, Hyung."

Yoongi menaikkan sebelah alisnya mendengar perkataan Jimin. Tetapi ia masih memejamkan kedua matanya. 'Lucu? Apanya.'

"Kau lucu memakai hanbok kali ini, Hyung."

Yoongi masih memejamkan kedua matanya. Ia mulai tak mempedulikan kekasih cerewetnya itu.

"Kau lucu. Kau jadi terlihat semakin mungil seperti kue mochi yang—"

.

Plak.

.

Yoongi melayangkan sebelah tangannya untuk menghantam wajah Jimin tepat di mulutnya. Membuat lelaki bermata sipit itu bungkam seketika.

"Sekali lagi kau membicarakan aku tentang makanan akan kurobek mulutmu."

.

Jimin meringis. Galak banget sih, pikirnya. Ancamannya tadi juga sadis.

.

Jimin segera mengecup cepat punggung tangan Yoongi yang baru saja menghamtamnya itu kemudian kembali mengipasinya.

Sedangkan Yoongi tak mempedulikannya dan masih setia memejamkan kedua matanya.

.

"Yang cepat dong kipasinnya!"

.

.

.

.

Sebelum recording bersama starcast, Bangtan dan kru lainnya mengadakan photoshoot untuk staff diary mereka di sebuah taman wisata di Seoul, seperti tempat mereka melakukan shoot untuk Rookie King. Ada bangunan tradisionalnya juga.

.

Taehyung berlari kesana-kemari dengan riang bersama Jin di sampingnya. Mengajaknya untuk berpose bersama dan bermain disana. Sesekali mereka mengajak leader mereka Kim Namjoon yang tampaknya seperti ogah-ogahan untuk bermain bersama mereka, namun pada akhirnya ia menikmati juga.

.

Kalau Jimin, bocah sopran itu ada bersama Jungkook, mengajaknya bercanda dan terus memuji Jungkook bahwa golden maknae itu terlihat imut sekali seperti anak kecil karena memakai hanbok biru putih itu. Belum lagi penutup kepalanya yang membuatnya terlihat menggemaskan. Dan juga caranya tertawa dengan gigi bunny nya itu. Jimin sampai terus tertawa senang menggodanya.

.

Sedangkan Yoongi menggerutu entah apa di posisinya berdiri kini dan menatapi Jimin dan Jungkook yang berada tak jauh dari Yoongi yang sedang bercengkerama dan juga tertawa bersama.

.

"Huh, nyebelin." Gumam Yoongi gusar.

Ia baru saja ingin berbalik untuk meminta air, namun Hoseok sudah berada di hadapannya dan mengagetkannya.

.

"Tada!" Seru Hoseok menepuk kedua pundak Yoongi.

Yoongi berjengit, ia mengusap dadanya pelan. "Yak! Kau mengagetkanku!"

Hoseok tertawa lebar. Ia kemudian meraih lengan Yoongi dan menariknya dan membawanya sedikit berlari.

"Aku ingin melihat bunga-bunga kertas disana. Temani aku ya, Hyung!"

Dengan pandangan berbinar, Hoseok terus menarik lengan Yoongi untuk menghampiri bunga-bunga yang tumbuh ke atas di balik dinding semen yang tak begitu jauh dari tempat mereka berada.

.

.

Jimin menghela napas melihat Yoongi yang dibawa pergi oleh Hoseok.

.

.

.

.

Jimin menghampiri Yoongi yang sedang berada di gendongan Hoseok dalam posisi piggy back. Padahal photographer noona sudah selesai untuk photoshootnya, namun kelihatannya Yoongi seperti tak mau turun dari sana.

.

.

"Hyung... Turun dong!"

Hoseok cemberut dan sedikit membungkuk. Ia kelelahan karena Yoongi memintanya untuk menggendongnya. Hoseok pikir Yoongi hanya meminta untuk menggendongnya saat photoshoot saja, eh ternyata Yoongi malah tak mau turun.

.

"Aku lelah~" Yoongi mengeluh. Ia mengeratkan pegangannya di leher Hoseok.

Hoseok masih cemberut. Ia menggerutu dalam hati, bisa dihajar ia kalau menyuarakannya. 'Apanya yang lelah? Daritadi gak ngapa-ngapain.'

Namun ketika melihat Jimin menghampirinya, Hoseok segera tersenyum cerah.

.

Yoongi merengut menatap Jimin di hadapannya bersama Hoseok.

"Hyung, turunlah, kasihan Hobi-hyung pasti pegal." Jimin berucap dan mengisyaratkan tangannya untuk menyuruh Yoongi turun.

Hoseok mengangguk-angguk mendengarnya.

Tetapi Yoongi mendelik ke arah Jimin. "Aku tak mau turun."

.

Jimin menghela napas, ia kemudian berdiri di samping Hoseok dan menundukkan tubuhnya.

"Naiklah ke punggungku, Hyung." Tawar Jimin.

Yoongi menatap punggung Jimin sejenak. Ia membayangkan hangatnya punggung itu jika ia memeluknya dari belakang.

.

"Hyung, ayo cepat. Kalau kau tetap disana hanya akan membuat Hobi-hyung semakin kurus!" Jimin berucap kembali untuk menyadarkan Yoongi dari lamunan sejenaknya.

Sedangkan Hoseok hanya memutar malas kedua matanya mendengar alasan Jimin yang mengatakan bahwa ia kurus.

.

"Mm~ iya deh." Yoongi mengiyakan.

Kemudian dengan santainya Yoongi berpindah dari punggung Hoseok ke punggung Jimin tanpa menginjakkan seujung jaripun ke tanah.

.

Setelah Yoongi berpindah ke punggung Jimin, Hoseok segera meregangkan kedua tangannya keatas untuk mengurangi rasa pegal di punggungnya. Sebelum ia meninggalkan Jimin dan Yoongi untuk kembali ke van mereka, Hoseok menggoda Jimin.

"Jangan sampai kau bertambah pendek setelah ini ya, Park. Bye Yoongi-hyung~"

Dan Hoseok pun berlari meninggalkan mereka berdua sambil tertawa mendengar keluhan kesal Jimin.

"YAAK! Aku tidak pendek!"

Namun Yoongi segera memukul pelan kepala kekasihnya itu untuk membuatnya berhenti teriak seperti itu.

.

Jimin membenarkan letak posisi Yoongi di punggungnya dan menahan kedua kakinya di samping pinggang Jimin. Kemudian mulai berjalan perlahan kembali ke tempat dimana mobil van mereka di parkir untuk kembali ke gedung Bighit.

.

Yoongi perlahan melingkarkan kedua lengannya di bahu Jimin. Kemudian mengerat hingga ke lehernya, namun tak mencekiknya.

Yoongi tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu kanan Jimin.

.

"Kau cemburu pada Hoseok tadi?" Tanya Yoongi pelan, hampir berbisik karena ia dekat dengan telinga Jimin.

Jimin mengeratkan pegangannya pada kaki Yoongi dan tetap berjalan tenang.

"Iya, aku selalu cemburu, bahkan pada makananmu saja aku cemburu." Keluh Jimin.

Yoongi terkekeh mendengarnya. 'Dasar bocah.' Gumamnya dalam hati.

"Kau menyebalkan."

"Huh, aku juga menyayangimu, Yoongi-hyung."

Yoongi memutarkan mata dengan bosan. "Dasar gak nyambung!"

Jimin terkekeh dibuatnya. Kekehannya berangsur berubah menjadi sebuah tawa dengan eyesmilenya yang terbentuk dengan menawan.

Yoongi yang melihat Jimin tersenyum seperti itu dari posisinya yang bersandar di bahu Jimin, jadi ikut tersenyum juga.

Yoongi perlahan mengangkat kepalanya untuk mendaratkan sebuah kecupan singkat di pipi Jimin.

.

"Eh..."

Jimin yang merasakan kecupan tiba-tiba itu seketika merona.

Yoongi yang melihat itu kembali tersenyum dan bersandar di bahu Jimin.

.

Jimin seketika menghentikan langkahnya. Ia menunduk dalam untuk mengecup lama lengan Yoongi yang melingkari lehernya.

.

Yoongi jadi tersipu juga di buatnya. Ia kemudian memejamkan kedua matanya merasakan Jimin mulai kembali berjalan dan ucapan singkatnya malah menggoda Yoongi untuk benar-benar tertidur.

.

"Aku menyayangimu, selalu, Yoongi-hyung."

.

.

.

.

End.

Let's find another ficlet!

.

.

.

.

Nb:

Hai haaai.

Ini seperti masukannya soo-iceu alias suyanq. Nah anggap aja begitu ya ;-;

Umm,

Terima kasih reviewnya yang kemarin dan sudah membaca sampai sini. Kritik, saran dan masukannya siap di terima.

Review, please? :3

.