Jimin itu bocah.

Kalau permintaannya tak dituruti ia akan semakin menyebalkan.

Dan terus memaksa siapapun untuk menuruti pendapatnya.

Yeah, begitulah, Yoongi sampai sebal dibuatnya.

Tetapi ada sisi lain yang membuat Yoongi semakin menyukai Jimin karena kelakuannya itu. Dan Yoongi senang menghancurkan pertahanan Jimin dari kelakuan itu sendiri.

Yaitu dengan memaksanya.

.

.

.

.

Jimin | Yoongi | Boy's Love | Most of Slice of Life | Ficlet collection | other member's appear

.

Do not plagiarize!

.

Enjoy!

.

.

.

.

Hei, hari masih musim panas.

Sebenarnya tidak juga sih. Atau lebih tepatnya, sekarang itu sedang masa peralihan musim. Dari musim panas ke musim gugur. Dan sekarang seharusnya masih musim panas.

.

Oke, lupakan tentang musim. Saat ini Yoongi sedang memaksa Jimin untuk membelikannya sebatang es krim.

Dan Jimin balik memaksa Yoongi untuk tidak memintanya membelikan es krim.

.

"Dengar, Hyung. Kemarin kau mengeluh kau sedang dalam gejala flu. Kenapa sekarang minta es krim?!"

"Itu 'kan kemarin. Sekarang nggak!"

.

Oke, ini adalah salah Jimin. Beberapa menit yang lalu, ketika Yoongi masih tertidur didalam van mereka menuju dorm, Jimin tak sengaja melihat kedai es krim yang dilewati mereka, dan Jimin meminta mereka untuk berhenti disana.

Sontak semuanya bergegas turun untuk mencicipi es krim disana.

Oh, di siang hari musim panas begini, siapa yang tidak menyukai es krim?

.

Tetapi ketika mereka akan kembali ke dalam van untuk melanjutkan perjalanan, tiba-tiba saja seorang Min Yoongi keluar dari dalam van dan berdiri menghadap mereka semua dengan kedua tangan disilangkan di depan dada.

Yoongi memakai sunglass hitam yang menggantung diatas hidungnya dan membuat hidung mancung kecilnya itu hanya terlihat sebagian. Dan juga Yoongi memakai snapbacknya yang di tarik kebelakang, memperlihatkan dahi putihnya yang terlihat berkilau karena tertimpa cahaya matahari.

Salah satu tangan Yoongi terangkat dan menunjuk Jimin. Mengarahkan telunjuknya ke dada Jimin. Menunjuknya penuh angkuh.

.

.

"Kenapa aku gak diajak?!"

"Hyung, nanti kalau kau benar-benar flu bagaimana?"

"Aku tak peduli! Aku mau es krim!"

"Tapi hyung—"

.

Deheman sang Manajer menghentikan argumen Jimin. Ia kemudian bertanya pada Yoongi.

"Kau mau es krim?"

Yoongi kembali melipat kedua tangannya. "Tentu saja."

Manajer-hyung menghela napas, ia tahu Yoongi itu anak yang keras kepala.

"Baiklah, kalian berdua akan aku tinggal bersama member lainnya untuk pulang ke dorm. Dan kalian kutinggal disini. Aku harus menghadiri pertemuan manajer di Bighit." Jelasnya.

.

Yoongi menganggukkan kepala.

Tetapi Jimin menggelengkan kepalanya dengan cepat.

Yang membuat Yoongi harus memukul belakang lehernya dan membuat Jimin mengaduh.

"Yasudah. Hati-hati ya. Jangan sampai dikejar sasaeng."

.

Dan sisa member lainnya segera kembali pulang ke dorm bersama manajer mereka.

Taehyung sampai merengek karenanya ingin es krim satu porsi lagi katanya. Yang langsung segera saja Jin menyeretnya untuk naik ke dalam van.

.

.

.

.

Jimin cemberut melihat kepergian van hitam tersebut.

Tetapi sesaat kemudian ia menyeringai jahil dan mendekatkan wajahnya pada Yoongi.

Yoongi segera siaga dengan tingkah Jimin itu dengan mengangkat kedua tangannya, siap memukul Jimin kapan saja.

.

"A-apa?!" Bentak Yoongi, tapi agak gugup juga dengan melihat Jimin tersenyum jahil seperti itu.

Jimin menggoda, menaik-naikkan sebelah alisnya dan memberi kedipan di balik kacamata hitam yang juga dipakainya sama seperti milik Yoongi.

"Kau sengaja ya, Hyung? Kalau ingin kencan bilang saja langsung padaku." Goda Jimin.

Yoongi segera memutar bola matanya kemudian memukul keras pundak Jimin dan membuat kekasihnya itu meringis.

.

Yoongi membenarkan letak kacamatanya kemudian berjalan meninggalkan Jimin menuju kedai es krim tak jauh dari mereka.

"Kau harus membayar semua yang aku makan!" Bentaknya.

Jimin hanya mengusap bahunya sambil meringis.

.

.

Yoongi berbinar di balik kacamata hitamnya menatap hidangan dessert khusus es krim di hadapannya. Ia bergumam senang menatapnya.

Jimin yang duduk berhadapan dengan Yoongi sampai gemas sendiri menatap raut wajah Yoongi yang terlihat begitu senangnya. Seandainya bukan di tempat umum, Jimin sudah akan mencubit pipi putih Yoongi yang merona manis itu.

.

Saat ini ada dua hidangan di hadapan Yoongi. Yang pertama ada double pancake dengan tiga scoop es krim vanila diatasnya dan lumuran sirup kental melon. Yang kedua ada es krim jagung khas Korea yang wafflenya terbuat dari tepung beras dan di dalamnya terdapat es krim vanila dengan potongan-potongan kecil cokelat dan juga jagung manis yang gurih.

Ah, Yoongi lebih memilih memakan hidangan pertama tadi lebih dulu.

.

Yoongi memegang pisau dan garpunya untuk memotong lapisan pancake dan es krimnya sekaligus, selanjutnya ia mengolesi potongan pancake di garpunya dengan sirup melon yang membanjiri piringnya. Dan menyuapkannya pada mulutnya sendiri.

"Enaaak~"

.

Jimin terkekeh menatapnya. Ia mengambil beberapa lembar tisu untuk diusapkan di sekitar dahi Yoongi hingga ke pelipisnya.

"Cuaca sedang panas, kau sampai berkeringat begini tetapi tetap melahap es krim. Aku tak bertanggung jawab kalau kau demam nanti malam."

Jimin berbicara sok menasihati, ia masih sibuk mengelapi dahi Yoongi dan pelipisnya. Ia juga mengambil lembaran tisu lain untuk mengelap sudut bibir Yoongi yang sudah terdapat noda es krim disana.

.

Yoongi tak peduli dengan Jimin. Ia hanya peduli dengan es krimnya. Jadi, Yoongi hanya fokus untuk memakannya sekhidmat mungkin.

"Singkirkan tanganmu, atau es krimmu aku yang makan!"

Jimin hanya menggeleng mendengar Yoongi, ia kemudian segera menikmati ssubak ba yang dipesannya. Es krim serba semangka kesukaan Jimin.

.

"Aku diabaikan deh gara-gara es krim."

.

Mendengar keluhan Jimin, Yoongi hanya menatapnya malas sambil mengunyah potongan pancake didalam mulutnya.

.

.

.

.

Jimin baru saja selesai membayar semua es krim yang dimakan olehnya dan Yoongi di kasir. Ia juga menambahkannya dengan membeli satu buah ssang ssang bar. Satu es krim yang bisa di bagi dua yang biasa di beli oleh sepasang kekasih.

Jimin berpikir untuk membuat suasana romantis dengan es krim coklat-vanila tersebut.

.

Yoongi sedang menunggu di luar kedai. Dan ia segera saja tersenyum senang melihat Jimin menghampirinya dan kemudian mengambil es krim di tangan Jimin.

"Yeah, ssang ssang bar!"

Dan Yoongi berlalu begitu saja dengan es krim ditangannya.

.

Jimin buru-buru menyamai langkahnya dengan Yoongi. "Hyung, aku beli es krimnya untuk kita berdua." Keluhnya.

Yoongi menghentikan langkahnya. Kemudian menatap es krim di tangannya sejenak.

Kemudian dengan tak rela Yoongi memoteknya menjadi dua bagian.

.

Sebelum Yoongi memberikan potongan es krim rasa vanila itu kepada Jimin, Yoongi menggigit ujung es krim tersebut dengan gigitan besar.

Dan dengan tanpa rasa bersalahnya, Yoongi memberikan potongan es krim yang sudah ia gigit itu untuk diberikan pada Jimin. "Nih,"

Jimin menerimanya dan menatap es krim yang sudah digigit itu dengan tatapan datar. "Yah! Kenapa harus digigit duluan sih."

Yoongi hanya menjulurkan lidahnya kepada Jimin, mengejek.

Ia kemudian menikmati potongan ssang ssang bar cokelat ditangannya. Mengemutnya dengan bahagia dan melangkah senang di jalanan kota. Tak peduli pada Jimin ataupun dengan panasnya sinar matahari diatas sana. Merasakan manis dan dinginnya es krim meleleh di mulutmu dapat melupakan panasnya sinar matahari saat ini. Begitu pikir Yoongi.

.

Jimin menggerutu. Tetapi ia punya ide bagus untuk mengerjai kekasihnya itu.

Jimin berjalan di belakang Yoongi dan terus mengemuti es krimnya. Dan ketika Yoongi lengah, Jimin buru-buru melangkah menyamai Yoongi untuk mencium pipinya dengan cepat.

Setelahnya Jimin tertawa senang dan melangkah cepat di depan Yoongi.

.

Yoongi membulatkan kedua matanya kaget dengan tindakan tiba-tiba itu. Ia meraba pipinya sejenak dan melangkah untuk mengejar Jimin.

.

"Yak! Lengket! Menjijikkan!"

.

.

.

.

End.

Let's find another ficlet...

.

.

.

.

Nb:

Haaai. ini seperti permintaannya Ryuzaki Miki. Katanya pengen tentang es krim dan yah, begitulah jadinya... ._.

Aduh aduh galau nih konser, aduh baby jungkook help mama~~(?) ;_;

.

Buat 454 (yang katanya merupakan kode rahasia masa lampau) nanti saya bikinin kok, cuman lagi ngantri aja dulu hehee. Chap besok yaa~ :"

.

Ah ya, terimakasih reviewnya yang kemarin :'D dan sudah membaca sampai sini, ayo dong kritik, saran, dan masukannya, ficlet ini masih ada sampe Z nih lol.

Review, please? :3

.