Semua gara-gara Taehyung.

Ya, Yoongi yakin itu.

.

Di acara Rookie King episode 5 ketika Taehyung (lagi-lagi) menjadi King di permainan itu, Yoongi berniat mengerjainya dengan terus memprovokasinya agar Taehyung meminum ice-blended beracun entah apa itu yang dijadikan hukuman untuk Jungkook.

.

Yoongi kala itu menyendokkannya dan menyodorkannya pada mulut Taehyung dan membuat member lain juga mendesaknya untuk memakan ice tersebut.

.

Tetapi tak disangka, Taehyung balas dendam karena hal itu dan membuat Yoongi di stage terakhir permainan setan itu menjadi tumbalnya—untuk kesekian kalinya.

.

Yoongi mendapatkan skull card.

Hukumannya; What do you want to order?

.

Memakai pakaian pelayan wanita. Maid dress.

.

.

.

.

Jimin | Yoongi | Boy's Love | Most of Slice of Life | Ficlet collection | other member's appear

.

Do not plagiarize!

.

Enjoy!

.

.

.

.

Yoongi membasuh wajahnya dengan air yang ditampungnya dalam telapak tangannya. Setelahnya ia memegang erat sisi wastafel dengan kedua lengannya.

Yoongi menatap wajahnya sendiri dengan kesal pada cermin dihadapannya. Ada rona merah tak mau pudar di kedua pipi putihnya.

.

Masih teringat di benak Yoongi ketika Maknae mereka mengatakan;

Hyung, kau cantik sekali. Aku jadi ingin memilikimu sebagai pacarku.

.

Oh hell—semua orang tau Jungkook itu Maknae menyebalkan, apalagi dia mengatakannya dengan pandangan polosnya itu yang membuat orang-orang seolah terhipnotis karenanya.

.

Uh, Yoongi langsung saja melarikan diri ke toilet setelah misinya berhasil untuk membagikan roti kepada seluruh pengunjung sebuah cafe yang mereka tempati untuk acara Rookie King tersebut.

.

Ugh, memalukan sekali.

Sangat memalukan!

.

Yoongi kembali menunduk untuk membasuh wajahnya kembali dengan air yang mengalir dari wastafel tersebut. Mencoba meredamkan emosinya sendirian.

.

Sampai Yoongi sama sekali tak menyadari kalau ada seseorang memasuki toilet tersebut dan menatap intens pada Yoongi yang masih membungkuk menghadap wastafel tersebut.

Berjalan perlahan menghampirinya.

.

.

Jimin berjalan ke arah toilet. Ingin menghampiri Yoongi yang sudah sepuluh menit disana tidak kunjung keluar.

Jimin tentu saja khawatir pada pacar kesayangannya itu.

Kalau terjadi apa-apa bagaimana.

Apalagi makhluk semanis gula itu masih memakai pakaian minim yang—ekhem.

.

.

Jimin membuka pintu bertuliskan restroom itu dengan pelan.

Dan ia terpaku disana selama beberapa detik dengan mulut terbuka.

.

Oh man.

Yoongi sedang membungkuk hampir 90 derajat disana.

Dan yang Jimin lihat dengan mata sipitnya adalah,

Sepasang kaki jenjang dengan kulit sewarna susu milik Yoongi itu terpampang jelas di mata Jimin. Betisnya yang kurus, lipatan lututnya yang seksi, kemudian pahanya yang terlihat begitu mulus, dan—oh. Yoongi yang membungkuk membuat rok belakangnya terangkat tinggi dan sangat menggoda pemandangan Jimin.

Kalau Jimin lebih dekat, mungkin Jimin dapat melihat dalamannya—ekhem lagi.

.

Untung baru Jimin yang melihatnya. Kalau orang lain bagaimana?!

Jimin jadi heboh sendiri 'kan memikirkannya.

.

Maka dari itu, Jimin perlahan dan tanpa suara menghampiri Yoongi.

.

.

Jimin sudah berdiri tepat di belakang Yoongi, namun Yoongi masih sibuk dengan air keran yang mengalir dan sama sekali tak menyadari kehadiran Jimin disana.

Jimin tersenyum iseng. Sebut saja menyeringai. Ia sedikit membungkuk, megulurkan lengan kirinya ke bawah ke arah paha Yoongi yang terpampang jelas untuknya disana.

.

Ketika salah satu ujung jari jimin menyentuh kulit paha mulus itu, Yoongi segera tersadar dan dengan refleks ia menegakkan tubuhnya.

Membuat hidung Jimin berbenturan keras dengan belakang kepala Yoongi.

.

"YAAK."

Duk!

"Ouch."

.

Karena tak memprediksikan Yoongi akan sekaget itu, Jimin refleks menaikkan lengannya dan tanpa sadar mendarat di bokong Yoongi.

Yang membuat Yoongi kembali berteriak dan membalikkan tubuhnya serta mendorong keras Jimin agar menjauh darinya.

.

"Hya! Ngapain pegang-pegang disitu?!"

.

Jimin kembali mengerang. Ia meringis menatap Yoongi.

"Santai saja, Hyung. Aku hanya memegangnya kok." Jimin berucap santai setelahnya. Menatap telapak tangannya sendiri yang barusan mendarat diatas bokong Yoongi.

.

Sedangkan Yoongi dapat merasakan kedua pipinya semakin memanas menatap Jimin.

"Yak! Bodoh! Kalau datang bilang-bilang!" Gerutu Yoongi tak terima.

"Hehehe." Jimin hanya nyengir. "Habis kau manis sekali sih pakai pakaian maid itu. Aku senang melihatnya."

.

Yoongi mengalihkan pandangannya, tak ingin dilihat Jimin karena tetap merona.

"Dasar gak nyambung. Dan gak usah bicara aneh—hei HEI NGAPAIN?!"

Yoongi meninggikan kalimatnya ketika Jimin tiba-tiba memeluk pinggangnya dan mengangkat tubuhnya keatas sisi wastafel yang kering.

Sedangkan Jimin tetap tersenyum senang dan menahan Yoongi di pinggangnya agar lelaki manis itu tak turun dari sana.

"Yak! Park Jimin menyingkir atau—"

.

Yoongi menahan napasnya ketika mendadak Jimin mengistirahatkan kedua telapak tangannya di atas paha Yoongi sedangkan tubuhnya sendiri condong ke depan dan wajahnya mendekat kearah Yoongi.

.

"Seksi Suga."

Jimin berucap berbisik didepan bibir Yoongi.

Melihat reaksi Yoongi yang hanya terdiam dan memerah membuat Jimin semakin menyeringai.

"Hyung tau tidak?" Jimin masih dengan nada berbisiknya. "Kau terlihat indah seperti seorang putri untukku daripada seorang pelayan."

.

Yoongi yang mendengar itu menggigit bibir bawahnya. Hanya Jimin yang memujinya seperti itu. Dan itu membuat Yoongi bergetar sekaligus gugup karena malu.

Apalagi kini Jimin mulai menyentuhkan bibirnya di pipi Yoongi.

.

Jimin memejamkan perlahan kedua matanya kemudian mendaratkan bibirnya di pipi Yoongi. Mengecupinya dalam, sesekali memainkan lidahnya di pipi mulus itu.

"Princess. My princess."

Jimin berbisik seduktif, kedua tangannya juga mulai nakal untuk menyingkap rok maid hitam milik Yoongi. Mengelus-elus paha Yoongi disana.

Yoongi mendesah tertahan. Ia menggerakkan kepalanya untuk bertemu dengan bibir Jimin, namun Jimin tetap mempertahankan bibirnya di pipi Yoongi. Menggodanya.

.

"Princess..." Jimin terus menggumamkan panggilan baru tersebut. Membuat Yoongi kembali bergetar. Karena sungguh, Jimin menggumamkan nama itu seperti desahan. Bagaimana Yoongi tak dibuat frustasi karenanya.

"Princess... Tak mau bangun, eoh?"

Yoongi mengernyit.

Bangun?

Apanya yang bangun?

.

Tetapi sesaat kemudian Yoongi tersentak kaget karena Jimin meremas pahanya dengan keras.

Yoongi segera memejamkan erat kedua matanya.

.

.

.

.

"Princess? Princess? Hei apa yang kau pikirkan?"

Jimin mengibaskan sebelah tangannya di depan wajah Yoongi yang melamun cukup lama itu.

Melamun, hei.

.

Yoongi mengerjapkan kedua matanya. Ia menemukan Jimin dengan wajah bingung berdiri di hadapannya.

.

Yoongi dapat merasakan wajahnya berangsur-angsur mulai merona.

Ia baru tersadar,

Barusan Yoongi melamun, eh?

Dan apa lamunannya tadi?

Heol.

.

"Princess, kenapa kau mendadak terdiam sih. Aku 'kan—"

.

"Berhenti! Jangan panggil aku begitu!" Yoongi berteriak dan menggelengkan kepalanya.

Yoongi menghentakkan kakinya untuk menginjak sebelah kaki Jimin dan segera berlari keluar dari toilet tersebut. Meninggalkan Jimin yang sedang meringis kesakitan disana.

.

"Haish, kenapa aku diinjak sih." Jimin meringis. Ia menghampiri wastafel dimana tempat Yoongi membasuh wajahnya tadi.

Jimin menemukan bando maid pasangan pakaian maid dress milik Yoongi disana dan meraihnya.

Menatap bando tersebut kemudian Jimin tersenyum layaknya seorang maniak.

.

"I love you, My Princess."

.

.

.

.

End.

Let's find another ficlet...

.

.

.

.

Nb:

Ceritanya dari permintaan 454 dan uyils tentang Yoongi pake baju maid, hahaha malah begini jadinya ._.

Buat Kim Yong Jin, aku gak ngerti pas yang mana itu :( coba kasih tau lagi :(

Haai, gimana, lagi gak pada mabok hormone war kan? Kkk. Yaampun baby ku akan selalu lucu ketika ia menjadi center di lagu itu unununu ;3

Terimakasih reviewnya yang kemarin dan sudah membaca sampai sini :'D kritik, saran masukannya boleh lho.

Review, please? :3

.