Yoongi itu kalau bermain game atau apapun bersama member Bangtan lainnya, ia selalu saja kalah dalam permainan itu.

Tetapi tidak kalau ia melakukannya dengan Jimin.

Yoongi selalu saja bisa mengalahkan kekasihnya itu.

.

.

.

.

Jimin | Yoongi | Boy's Love | Most of Slice of Life | Ficlet collection | other member's appear

.

Do not plagiarize!

.

Enjoy!

.

.

.

.

Yoongi sedang dalam mode tidak bagus karena ia kelelahan setelah jadwal padat yang ia lewati bersama yang lainnya.

Jimin yang melihat itu jadi tersenyum maklum. Ia ingin mengajak kekasihnya itu melepas penat sedikit.

.

Taehyung yang melihat tatapan aneh dari Jimin kearah Yoongi segera menyenggol lengan lelaki sipit itu.

"Heh, ngeliatinnya biasa aja kali." Bisik Taehyung.

"Ish, apaan sih. Aku bukan maniak!" Balas Jimin juga berbisik.

"Tapi kau seperti om-om mesum!" Taehyung masih berbisik.

Jimin juga masih membalasnya dengan berbisik. "Kau saja yang byuntae!"

.

Yoongi yang duduk di sisi berlawanan dari duo 95line itu hanya menatap keduanya dengan tatapan malas tak tertarik. Dan juga tak mengerti.

Maksudnya apa coba bisik-bisik tapi saling memukul seperti itu.

.

.

.

.

"Yoongi-hyung! Ayo kita main omok!" Jimin menghampiri Yoongi, menggenggam satu tangannya dan mengajak Yoongi berdiri. Menuntunnya ke arah meja persegi besar yang mereka pakai untuk kegiatan serbaguna di ruang rias Bangtan itu.

Yoongi hanya mengikuti Jimin dan bergumam malas. Bahkan terlalu malas untuk menolak ajakan kekasihnya itu.

Jimin kemudian juga memanggil salah satu photographer noona untuk merekamnya agar di jadikan episode untuk Bangtan Bomb.

.

Yoongi merengut malas ketika mengetahui bahwa Jimin mengajaknya bermain omok dalam aplikasi iPad.

Ada-ada saja yang menghabiskan waktunya.

Sepertinya maniak game dalam iPad seperti maknae Jungkook itu menular pada Jimin.

.

Taehyung yang melihat Jimin memulai aksinya segera menghampiri mereka. Dan mulai menggoda Jimin untuk sedikit merecokinya.

"Yaa~ Jimin-hyung~ aku mendukungmu~"

Hoseok yang berada tak jauh dari mereka ikut menimbang bahwa Jimin akan menang dalam permainan itu.

Tetapi Taehyung hanya tersenyum miring.

"Tataratata~ inilah pertarungan omok Jimin dan Suga~"

Taehyung berseru riang.

.

Jimin mulai membuka aplikasinya. Menaruh iPadnya diatas meja.

"Oke! Yang kalah dapat pukulan di tangannya! Kalian semua harus lihat Suga-hyung akan mendapatkannya karena itu!" Jimin kembali berseru.

"Yuhu~" Taehyung ikutan berseru, sebenarnya ia tahu rencana Jimin ini.

.

Yoongi mulai ikut tersulut ajakan Jimin.

"Huh? Kalau aku menang kau tak akan bisa menari di atas panggung." Ucap Yoongi santai dan sarkastik.

Jimin balas menggebu ucapannya. "Kalau aku yang menang, aku akan mengitari meja ini dan melompat dari sana kemudian menghamtam lenganmu, Yoongi-hyung!"

Yoongi hanya memutar bosan kedua matanya mendengar itu.

.

"Yasudah mulai!"

"Kawi bawi boo!"

.

.

.

.

Jimin menunduk menatap iPadnya ketika ia mulai menemukan jalan buntu dalam biji putihnya. Tetapi ia tertawa.

"Hahaha aku kalah."

"Aah~ ppali ppali." Yoongi tak sabaran dengan Jimin yang hanya menatap barisan bijinya.

.

"Ugh."

Jimin menjalankan satu bijinya. Karena semua bijinya berujung buntu dan apapun langkah Jimin pasti tetap saja ia akan kalah.

"Ppali~"

Jimin menghela napas. Memajukan biji putihnya. Tersenyum dalam diam.

Yoongi dengan semangat memainkan gilirannya. Biji terakhirnya menutupi semua jalan langkah biji Jimin.

.

Ting!

.

You win.

.

"Yeaaah~ Deeeng~ nanana~" Yoongi bersenandung senang dan menarik-narik lengan Jimin.

Yoongi segera berdiri begitu permainannya selesai. Ia berseru senang dan tertawa. Menyiapkan lengannya untuk memukul Jimin, ia meraih lengan kanan Jimin dan mempersiapkannya.

.

Plak.

.

"Aaagh." Jimin pura-pura mengerang kesal.

Sebenarnya ia sengaja mengalah.

Sengaja melakukannya agar Yoongi tidak bosan dan Jimin bisa melihatnya tersenyum.

.

Jimin mengulurkan lengannya. Taehyung di belakangnya menertawai dengan puas ketika Yoongi mengayunkan lengannya dengan keras. Sangat keras.

.

"Hyung, itu bukan seperti pukulan, tetapi tinjuan." Keluh Jimin. Tetapi Yoongi hanya terkekeh menanggapinya. Puas sekali.

Jimin juga jadi ikut tersenyum, tetapi ia memarahi Taehyung yang terus tertawa di belakangnya. Kemudian mengajukan ronde pertarungan selanjutnya permainan omok itu. Jimin juga menyuruh Photographer noona untuk menghentikan rekamannya.

.

Yoongi kembali duduk di samping Jimin. Mengusap kedua tangannya untuk bersiap dengan permainan selanjutnya.

Tetapi saat itu Jimin menarik kursinya mendekat ke arah Yoongi, kemudian sebelah lengannya merangkul leher Yoongi dan Jimin bisa langsung berbisik di telinga Yoongi. Bahkan bibirnya bisa menyentuh pipi Yoongi.

.

Yoongi terkesiap, ia ingin menyingkirkan Jimin namun tindakan Jimin telah lebih dulu membuatnya melemas. Apalagi lengan Jimin yang lainnya mulai meraba pinggangnya. Menelusupkan lengannya melalui tempat ikat pinggang Yoongi. Kemudian dengan nakal mencubiti kecil disana. Membuat Yoongi kini harus menutup mulutnya. Ingin meneriaki Jimin namun takut suara-suara aneh yang keluar.

.

"Kalau di ronde ini kau kalah..."

Jimin mulai berbisik. Nafasnya terasa hangat bertiup di sekitar telinga Yoongi dan menghangatkan pipi putih pucat itu hingga merona.

.

"Kau harus menciumku..."

Jimin mengeratkan rangkulannya di leher Yoongi agar ia dapat semakin mendekatkan wajahnya pada Yoongi dengan sedikit menundukkan kepalanya agar wajahnya tepat berada di depan wajah Yoongi. Kemudian menyingkirkan lengan Yoongi dari wajahnya.

Lalu lengan Jimin yang sedang mengelus pinggang Yoongi itu mulai beralih meremas pinggang kecil tersebut.

.

Jimin tersenyum nakal merasakan Yoongi yang hanya diam dan nafasnya yang tertahan.

"...seperti ini."

.

Lalu Jimin menempelkan ringan bibirnya diatas bibir Yoongi. Kemudian mengulurkan lidahnya untuk membasahi bibir mungil Yoongi. Menelusuri setiap incinya dan membuatnya licin.

Yoongi yang merasakan sentuhan hangat basah itu memejamkan erat kedua matanya. Tanpa sadar ia juga ikut meremas lengan Jimin di pinggangnya. Seolah terhipnotis dan memang menginginkan sentuhan Jimin.

.

"Ayo kita bermain, Hyung."

.

.

.

.

End.

Let's find another ficlet.

.

.

.

.

Nb: haai, duh kok endingnya begitu mulu sih -,- ketauan deh lol.

Terima kasih reviewnya yang kemarin, dan sudah membaca sampai siniii :D kritik saran masukannya bolehlah.

Review, please? :3

.