Hari itu mereka rehearsal lagu Danger. Dan mereka sedang menunggu giliran.
Disana, Yoongi sedang merasa bosan setengah mati.
.
.
.
.
Jimin | Yoongi | Boy's Love | Most of Slice of Life | Ficlet collection | other member's appear
.
Do not plagiarize!
.
Enjoy!
.
.
.
.
Jimin sedang melihat perform grup lain yang sedang melakukan rehearsal di salah satu acara musik.
Jimin berdiri disana dengan nametag besar di dadanya masih terikat dan juga leader mereka, Rapmon disana sedang mengutak-atik kamera mengecek foto-foto disana (yang semoga saja tidak rusak setelahnya). Sisa member lainnya berdiri di belakang mereka dengan randomnya.
.
.
Tetapi tiba-tiba Yoongi menghampiri Jimin dibelakangnya. Yoongi mengistirahatkan kedua telapak tangannya di kedua bahu Jimin. Wajahnya cemberut, kedua sudut bibirnya melengkung ke bawah dan sorot matanya menampakkan bahwa ia merasa bosan. Bosan sebosan-bosannya.
.
Jimin hanya menoleh semaksimal mungkin untuk melihat siapa yang sedang mengistirahatkan lengan di pundaknya. Tetapi Jimin tak dapat melihat seseorang dibelakangnya. Jimin hanya bisa menatap jari-jemari di bahu kanannya itu.
.
Walau hanya melihatnya di ruangan tak terlalu terang, tetapi Jimin dapat memastikan bahwa lengan tersebut adalah milik kekasihnya. Dilihat dari warna kulitnya yang pucat dan bentuk kukunya yang bulat, Jimin tahu bahwa yang sedang berada di belakangnya itu adalah Yoongi.
.
"Yoongi-hyung?" Jimin menoleh riang.
Yoongi yang memang berada di belakang Jimin hanya bergumam malas menjawabnya. "Hm~"
.
Rapmon yang mendengar suara Jimin segera mengangkat kepalanya untuk menatap mereka berdua dengan tatapan tertarik. Kemudian ia mengatur kamera ditangannya dalam mode merekam.
"Kurekam ya, Jim."
.
Jimin hanya mengangguk sekilas. Ia masih dalam mode menikmati penampilan grup sebelumnya.
.
.
Jimin segera teringat lagi dengan Yoongi yang masih berada dibelakangnya, ia tetap menoleh walau tahu bahwa ia tak bisa menatap Yoongi. Ia berpikir jarang sekali Yoongi diam tak banyak bergerak seperti ini. Setelahnya, Jimin segera menghadap kamera yang dipegang leadernya itu.
.
"Sisi lain dari Suga-hyung tampil di kamera, 'kan?" Jimin berseru tiba-tiba, kemudian terkekeh kecil. Ingin menghangatkan suasana apabila kekasihnya itu merasa tak enak badan atau sebal karena lelah.
Yoongi sempat tersentak kala itu, namun tetap mempertahankan wajah malas dan bosannya itu.
.
Jimin juga tak mengerti kenapa tiba-tiba Yoongi berada di belakangnya clingy seperti itu. Terlebih melakukannya di depan kamera (yang direkam oleh Rapmon). Karena biasanya Yoongi itu paling anti 'bermesraan' depan kamera.
Jadi, Jimin pikir, Yoongi sedang manja dan pasti kangen untuk Jimin peluk.
Uuh~ menggemaskan.
.
Biasanya kalau begini, Jimin semangat sekali untuk menggodanya. Membuat wajah Yoongi memerah kemudian berakhir dengan ciuman hangat mereka.
Jimin terkekeh dalam pikirannya.
.
.
Jimin masih menatap kamera yang direkam leadernya itu. Kemudian dengan wajah gembira ia mulai berkicau.
"Aku tahu tanpa harus melihat." Dengan sudut bibir terangkat Jimin berucap narsis.
Yoongi yang berada dibelakangnya mengernyit dan semakin menatap malas kearah belakang kepala Jimin kemudian juga menatap kearah kamera dengan pandangan tak tertarik.
.
"Suga-hyung mungkin sedang memasang wajah seperti akan menciumku seperti ini umumumu~" Jimin berucap narsis dan memanyunkan bibirnya dengan pose akan mencium sebagai tebakannya dengan apa yang Yoongi lakukan di belakangnya tanpa melihatnya.
.
Wajah Yoongi terlihat semakin merengut mendengar perkataan percaya diri Jimin.
Apa katanya?
Mencium?
'Hih, maksud?' Pikir Yoongi malas.
.
"Aku tidak dapat melihat apapun, tetapi aku merasakan sesuatu." Lagi, Jimin mulai berceloteh yang membuat Yoongi semakin menatap malas di belakang Jimin.
"Sesuatu yang berkelap-kelip menatap dibelakangku dengan bahagia." Ucapnya dengan senyum eyesmile lucunya itu.
"Hm~ apa yang dia lakukan ya?" Jimin masih berseru senang. "Jika video ini di upload ke SNS aku akan mengeceknya nanti." Lanjutnya masih dengan nada ceria yang sama.
.
"Berkelap-kelip~~" seru Jimin terakhir kalinya dengan delusi pemikirannya sendiri itu tentang Yoongi. Membayangkan ekspresi manis wajah kekasihnya sendiri.
.
Kemudian diakhiri kameranya yang mati karena leader mereka yang tanpa sengaja menekan tombol shut off nya (untungnya tidak rusak).
.
Jimin mengendikkan kedua bahunya yang masih menjadi tempat Yoongi bersandar. "Iya 'kan, Hyung?"
Yoongi hanya memutar mata malas. "Iya apanya?! Kalau aku berkelap-kelip kau sudah terbakar."
"Tepat sekali, Hyung. Kau sudah membakarku. Membakar hatiku dengan cintamu—"
.
Duk!
.
Yoongi memukul sebelah bahu Jimin dengan keras. "Basi!" Ucapnya sarkastis.
Jimin hanya meringis disana. Ia ingin berbalik untuk menghadap Yoongi namun kedua tangan Yoongi menahan bahunya untuk tetap membelakanginya. Melarang Jimin untuk berbalik menghadapnya.
.
"Tetap begini." Tahan Yoongi dan berucap dengan pelan. Kedua tangan Yoongi yang berada di bahu Jimin itu turun perlahan menelusuri kedua tangan Jimin, kemudian Yoongi menyelipkan tangannya untuk masuk melingkari perut Jimin.
.
Entah otak Yoongi jadi terisi kosong atau bagaimana, ia menyukai delusi khayalan Jimin yang tadi sebenarnya.
Yoongi juga tak tahu, ia hanya berpikir Jimin begitu polos memikirkan dirinya seperti tadi. Dan itu sebenarnya membuat Yoongi cukup terhibur.
.
Jimin yang merasakan kedua tangan Yoongi yang memeluk perutnya hanya tersenyum.
'Tuh 'kan, lagi manja.' Pikir Jimin seraya ia mengelus punggung lengan Yoongi diatas perutnya.
.
"Kalau kau bosan, peluklah aku, Yoongi-hyung." Jimin kembali tersenyum. Ia mengangkat sebelah tangan Yoongi diperutnya itu untuk ia kecup sebentar.
.
Setelahnya Jimin dapat merasakan sebuah kekehan dibalik punggungnya.
.
.
.
.
End.
Let's find another ficlet.
.
.
.
.
Nb: hai :3 pingin nyelesain ficlet ini tanpa nyerempet mulu ceritanya T_T hahaha bahaya nanti ._. Oke, ini yang minta N-Yera48, mei anna aihina sama henputrinc.
Selanjutnyaaa
Terimakasih sudah membaca sampai sini, love you. Kritik dan sarannya boleh kok :"D
Review, please? :3
.
