Malam itu Jimin mengajak Yoongi untuk makan malam bersama sepulang mereka kembali dari Jepang untuk promo debut dan aktivitas disana.
Jimin bilang ia rindu masakan Korea. Jadi ia mengajak Yoongi untuk makan berdua di salah satu resto tak jauh dari dorm mereka. Sekalian kencan, pikir Jimin.
.
Tetapi siapa sangka.
Duo maut perusak suasana mengikuti Jimin dan Yoongi malam itu.
.
.
.
.
Jimin | Yoongi | Boy's Love | Most of Slice of Life | Ficlet collection | other member's appear
.
Do not plagiarize!
.
Enjoy!
.
.
.
.
"Hyung, tahu gak sih?" Jimin membenarkan snapbacknya ke belakang ketika ia sudah memasuki ruang restoran yang cukup privat yang sudah ia booking disana.
Yoongi hanya memutar mata malas kemudian duduk di salah satu bangku dan diikuti Jimin yang juga ikut duduk disebelahnya.
"Mana aku tahu." Jawab Yoongi malas.
Jimin memanyunkan bibirnya. "Setidaknya kau tebak lah, Hyung."
"Please deh, Park Jimin." Yoongi menatap kekasih bocahnya itu dengan datar. "Baiklah~ aku tahu, kau itu gila~"
Jimin mulai tersenyum. Dan mulai berbicara antusias. "Iya aku gila, gila untuk mencintaimu~"
"Hentikan perkataanmu atau tinggalkan aku disini, aku lapar." Yoongi masih menatap Jimin datar dan tak mempedulikan kata-katanya.
Tetapi Jimin malah menatap Yoongi intens yang duduk disampingnya itu. Menatapnya dari kedua mata Yoongi hingga turun ke pahanya—maksudnya hingga ke sepatu yang di pakainya.
Yoongi saat ini memakai celana pendek selutut hitam santai dan kaus putih grup bangtan yang terdapat nama member masing-masing di bagian dadanya. (Semua member Bangtan memakai baju itu sepulang dari Jepang) Yoongi tentu saja dengan kaus bertuliskan nama panggungnya, Suga. Begitu pula dengan Jimin yang memakai kaus bagiannya dengan tulisan printed 'Jimin' di depan dadanya.
Yoongi yang merasa risih dengan tatapan jimin segera menegurnya.
"Apa sih liat-liat." Gerutunya, membetulkan letak beanie hitam yang di pakainya.
Jimin hanya tersenyum lucu menatapnya.
Astaga, Yoongi benar-benar terlihat 'imut' dimata Jimin saat ini. Beanie yang dipakainya membuat wajah Yoongi terlihat semakin bulat. Dan itu... Sangat menggemaskan. Belum lagi tubuh mungil putihnya...
.
Plak.
.
"Mikir apa kau, Park Jimin?!" Yoongi segera menampar Jimin yang mulai tersenyum aneh menatapnya. Dan juga menyadarkannya untuk kembali pada kenyataan.
.
Jimin memegang pipinya yang baru ditampar Yoongi itu dan masih memasang senyum childishnya.
"Hehehe. Kau tahu gak sih, Hyung? Kau itu manis sekali." Kekeh Jimin.
Yoongi merona, kemudian mencubit lengan Jimin dengan gemas. "Sekali lagi kau mengatakan itu di tempat umum—"
.
"Tadaaah!"
Yoongi terkejut begitu mendengar suara familiar berisik di telinganya. Jimin juga merasa sama.
Dan mereka melihat tiba-tiba kedua rekannya telah menghampirinya dan duduk berseberangan dengan Yoongi dan Jimin.
"Hobi dan Tae? Ngapain disini?!" Yoongi menatap kedua orang yang tak berhenti menyengir itu dengan tatapan curiga.
Jimin juga ikut-ikutan. Tetapi ia terlihat lebih kesal "Kalian mengganggu acaraku!"
.
Ternyata Hoseok dan Taehyung memang mengikuti Jimin dan Yoongi. Dan kini mereka ikut bersama di meja Jimin untuk memesan makanan bersama.
.
Seakan tak peduli, Taehyung hanya segera memesan makanan untuk mereka ketika salah satu pelayan menghampiri mereka.
.
Jimin mendengus kesal. "Benar-benar menggangguku."
Yoongi disampingnya hanya bergumam. "Makin berisik deh."
.
.
Tetapi ketika makanan datang, semuanya bersorak senang. Tak sabar untuk segera memakannya, mereka berfoto lebih dahulu.
"Yoongi-hyung dan Jimin! Sini aku foto! Tunjukan mie kalian pada kameraku!" Seru Hoseok semangat. Mengarahkan kamera ponselnya pada Jimin dan Yoongi.
Yoongi hanya tersenyum senang dan ikut mengangkat piring mie nya bersama Jimin.
Jimin yang melihat Yoongi tersenyum senang begitu juga ikut tersenyum. Kalau dalam mood begitu, Yoongi 'kan jadi mudah didekati.
Dan Jimin segera berpose tersenyum kepada kamera ponsel Hoseok dan ia juga membiarkan kepalanya bersentuhan dengan kepala Yoongi.
Membuat pose mereka berdua terlihat begitu manis sebagai seorang pasangan.
"Say kimchi~~"
.
Jpret.
.
.
Seakan lupa kalau mereka berempat, Yoongi terus dibuat tersenyum oleh Jimin.
Jimin yang terus menyuapinya mie dan sayuran. Terkadang Yoongi yang menyuapi Jimin hanya untuk mengerjainya dan tertawa. Ataupun Jimin yang melemparkan lelucon sinting yang membuat Yoongi tertawa. Atau Yoongi juga yang kesal karena kepedasan dan berakhir tawa juga karena Yoongi menjejalkan bumbu pedasnya pada Jimin.
Dan inilah mengapa Jimin itu senang mengajak Yoongi makan bersama. Karena dimana ada Yoongi dan makanan disana, Yoongi akan berubah lembut dan begitu manis sehingga Jimin dapat mendekatinya dengan mudah.
Seperti malam ini.
Jimin hanya terus menggoda Yoongi dan membuatnya tertawa semalaman di restoran itu.
.
.
Tanpa Jimin atau Yoongi sadari dan curigakan, mereka asik dengan dunia cinta mereka sendiri.
Padahal ada hal lain tak terduga.
Tanpa mereka Jimin dan Yoongi tahu, Taehyung yang hanya diam sembari sibuk memainkan ponselnya itu ternyata diam-diam sedang merekam momen-momen Jimin dan Yoongi malam itu.
Taehyung pikir, videonya nanti akan sangat berguna.
Untuk menjualnya pada Jimin agar membelikannya boneka anak singa yang baru mungkin tak buruk?
.
.
.
.
End.
Let's find another ficlet.
.
.
.
.
Nb: yeah, gak inget percisnya settingan foto momen double datenya minyoon sama vhope waktu itu hehee .-.)/
Yang minta tentang kamera-selca gitu? Hyperhopeu sama WidiaPrayudi. Anggep aja begitu ya ceritanya, lol.
Oke, terimakasih sudah membaca sampai sini dan juga reviewnya yang kemarin :D I love youuu.
Review, please? :3
.
