Jimin tidak tahu kalau photoshoot untuk double comeback Hormone War mereka akan seliar itu.

Tidak terlalu liar juga sih, Jimin saja yang berlebihan dan sangat posesif. Bersama kekasih gulanya itu.

Terlebih ketika Jimin harus melihat Yoongi yang selalu passion dalam setiap comeback mereka.

Membuat Jimin panas saja.

.

.

.

.

Jimin | Yoongi | Boy's Love | Most of Slice of Life | Ficlet collection | other member's appear

.

Do not plagiarize!

.

Enjoy!

.

.

.

.

Yoongi sedang berdiri bersandar di dinding. Di hadapannya ada Jimin dalam jarak tak lebih dari sejengkal juga berdiri di hadapannya dengan menopangkan kedua tangannya di dinding kedua sisi kanan dan kiri kepala Yoongi.

Menatapi Yoongi dengan wajah cemberutnya, kedua alisnya terangkat, menatap tajam Yoongi dengan kedua mata sipitnya yang tajam terlapisi eyeliner, dan juga dengan penuh gurat kekesalan disana.

Sedangkan Yoongi sendiri tersenyum penuh kemenangan membalas tatapan Jimin.

.

Oh, saat ini Jimin dan Yoongi ada di salah satu sudut ruang remang dimana ruangan itu sebelumnya menjadi tempat akhir mereka melakukan shoot untuk Hormone War.

Mereka bahkan belum mengganti kostumnya.

Tetapi di ruangan minim cahaya itu hanya ada Jimin yang menyudutkan Yoongi disana. Entah yang lainnya pergi kemana.

Tetapi Yoongi bisa mendengar suara ramai di luar sana.

.

Dan alasan mengapa Yoongi tersenyum penuh kemenangan dengan Jimin yang menatapnya kesal adalah hal yang cukup menghibur untuk Yoongi.

.

Oh, ayolah, seorang Park Jimin digoda—atau lebih tepatnya tergoda habis-habisan seharian oleh kekasihnya sendiri.

Melihat Yoongi yang bermain-main dengan mustard cream, berlumuran hingga di sekeliling bibirnya dan jari-jarinya. Coba, memangnya Jimin tak tergoda?

Saat itu Jimin masih bertahan ditempatnya...

.

Lalu melihat Yoongi yang harus berphotoshoot berdua dengan Jin. Yoongi dengan tampang bitchynya (yang oh sangat menggoda Jimin) ditambah Jin yang berpose duduk disebelahnya dan menarik ujung kaus Yoongi di bagian lehernya dengan sama menggodanya.

Oh, Yoonginya yang sehalus gula disentuh orang lain. Di bagian sensitifnya yang hanya boleh tersentuh oleh kecupan Jimin. Coba, memangnya Jimin tak tersulut dan bisa bersikap santai?

Saat itu Jimin benar-benar terbakar. Ingin sekali ia menyeret Yoongi menjauh untuk menghapus bekas tangan hyung penyuka pink itu dari bahu dan leher Yoongi.

Tetapi Jimin masih bisa bertahan, demi keprofesionalitasnya, pikir Jimin.

.

Kemudian ketika shooting video. Sebenarnya, koreo lagu ini adalah koreo paling menyebalkan bagi Jimin. Sungguh menyebalkan. Apalagi bagian rapnya Yoongi, yang mengharuskannya diangkat di bahu oleh golden maknae mereka sendirian! Bukan berdua seperti yang ada di koreo Jump bersama Jimin.

Astaga... Menyebalkan sekali bukan? Belum lagi maknaenya yang menjadi semakin sering mengolok Jimin karena hal itu, begini katanya;

"Kalau kau yang mengangkat Yoongi-hyung, ku yakin tubuhmu itu akan semakin memendek, Jimin-hyung. Hahaha."

Begitu Jungkook bilang pada Jimin. Dan Jimin balas mengumpatinya dengan sebutan 'Maknae tengil'.

Dan terbakar habislah sudah kesabaran Jimin begitu mereka selesai filming. Ia menarik Yoongi menjauh ke sudut ruangan yang remang di bangunan terakhir yang mereka pakai itu. Menjauhi ruangan yang masih berantakan dan para kru yang masih bersibuk ria disana.

.

"Kau menertawakanku, Hyung?!" Jimin bersungut begitu mendengar kekehan kecil dari Yoongi, ia tetap berada dalam posisinya memenjarai tubuh Yoongi dengan menopangkan kedua tangannya di dinding.

Yoongi malah mengencangkan kekehannya. "Kau memang pantas ditertawakan."

"Aish." Jimin menggerutu tak terima.

"Jadi begitu alasannya?" Yoongi menghentikan kekehannya. Menatap Jimin lucu dan menunjuk dada Jimin dengan ujung jari telunjuknya. "Kau itu, kekanakkan."

Jimin mendengus. Melepas topi baret hitam yang masih Yoongi pakai untuk dibuangnya sembarangan. Lalu tiba-tiba menunduk untuk menyusup di perpotongan leher Yoongi. Jimin mengendusi aromanya yang lembut dan menenangkan dengan menggesekkan hidungnya disana.

"Kalau anak-anak, tak bisa melakukan ini padamu, Hyung."

Yoongi mengendikkan bahunya kegelian. Dengan refleks ia mengalungkan kedua tangannya pada leher Jimin. Dan hal itu malah membuat Jimin semakin menenggelamkan wajahnya pada leher Yoongi.

"Hm, jadi... Kau harus bertanggungjawab, bukan begitu Hyung?" Tanya Jimin, mulai membelai leher putih itu dengan bibirnya.

Yoongi memejamkan kedua matanya. "Hh? Apa yang harus aku lakukan?"

Jimin menyeringai lebar. Tak biasanya Yoongi kalem seperti ini, tidak mengumpati Jimin lebih dulu atau menyiksa Jimin dengan pukulan dan cubitan mautnya.

"Tentu saja memadamkan amarahku."

"Lalu?" Yoongi mengeratkan rangkulannya begitu merasakan gigi Jimin yang mulai menggigiti kulitnya dengan gemas dan tanpa ragu menghisapnya dengat kuat.

Yoongi mendesah tertahan disana.

"Lalu?" Jimin mengakhiri hisapannya setelah yakin bahwa ada tanda kepemilikannya di leher pucat itu. Jimin mengangkat kepalanya untuk menatap Yoongi.

Yoongi yang merasa Jimin menjauhkan bibirnya, segera membuka kedua matanya dan tatapannya langsung bertemu dengan kedua manik Jimin di ruangan temaran itu. Menatapnya sayu.

"Lalu... Lalu kau tahu apa yang aku butuhkan." Bisik Jimin pelan lalu mempertemukan kedua bibirnya dengan bibir Yoongi. Tak membiarkan kekasihnya itu untuk membalas perkataannya.

Yoongi cukup kaget dan sempat terdiam untuk sesaat. Namun ketika merasakan kedua tangan Jimin menyusuri tubuhnya lalu mengistirahatkannya di kedua sisi pinggang Yoongi, saat itu Yoongi mulai menggerakkan bibirnya membalas ciuman pemuda kesayangannya itu.

Kini Jimin yang tersenyum menang dalam ciumannya. Ia memperdalam ciumannya untuk membelah bibir Yoongi, menyapa rekan hangat tak bertulang yang sangat nakal milik Yoongi.

.

.

.

.

Taehyung ingin keluar dari gedung itu, ia masih mengemut lolipop chupa cups stroberinya, tetapi langkahnya terhenti begitu pandangannya pada lantai melihat sebuah topi tergeletak di atas lantai.

"Loh, topinya Yoongi-hyung?" Gumam Taehyung, mengenali topi tersebut.

Tak sengaja Taehyung menatap lantai lalu memperpanjang tatapannya agak menjauh, Taehyung menemukan dua pasang sepatu berdiri?

Taehyung merengut, lalu ia mengangkat perlahan pandangannya keatas menyusuri kedua kaki itu...

Dan ia menemukan lengan yang sedang meremas bokong?

Astaga, Taehyung mulai merona.

Lalu Taehyung semakin penasaran menaikkan lagi pandangannya...

Dan Taehyung membulatkan kedua matanya, melihat dua orang yang saling menyatukan bibir dengan sangat bergairah.

Taehyung kenal sekali, itu rekannya.

Dan Taehyung melihat Jimin dan Yoongi sedang making out.

Yang benar saja, making out!

.

Tak sadar, Taehyung menjatuhkan lolipopnya lalu berteriak memanggil dengan heboh disana.

"JIN-HYUNG! MON-HYUNG! HOBI-HYUNG! JUNGKOOKIE! HUWAAA~"

.

.

.

.

End.

Let's find another ficlet!

.

.

.

.

Nb: hai ._.)/

Ceritanya ini seperti permintaan illaaa28 hehe.

Duh, maaf telat update... Dan kenapa begini mulu sih ceritanya ketauan deh otak saya isinya pegimana -_-

Tapi yasudahlah, yang penting cinta sama yoonmin~ dan terima kasih sudah membaca sampai sini dan komentarnya yang kemarin, I love you~ :'D

Review, please? :3

.