Jimin dikalahkan oleh sebuah benda seharga 30 dolar.
.
Yang benar saja.
.
.
.
.
Jimin | Yoongi | Boy's Love | Most of Slice of Life | Ficlet collection | other member's appear
.
Do not plagiarize!
.
Enjoy!
.
.
.
.
Jimin bete.
.
Kemarin itu Yoongi merengek di bandara Incheon ingin membeli sebuah benda yang ditunjuk-tunjuk Yoongi, kebetulan Yoongi sedang lapar juga saat itu, dan itu membuatnya sangat berisik secara tiba-tiba.
Jadilah Jimin sebagai seorang pacar yang tampan (dan juga berabs) dengan baik hatinya ia mengajak Yoongi sebentar malam itu di bandara untuk memenuhi keinginannya,
Membeli sebuah benda berwarna abu-abu, panjang, halus, lembut, dan begitu nyaman saat di pegang.
Pillow neck.
.
Sebuah bantal leher polos seharga 30 dolar. Yang dengan sukarela Jimin beli untuk menyenangkan Hyung tersayangnya itu.
Hingga Jimin dihadiahi senyuman eyesmile yang berkembang manis di wajah mungil Yoongi. Yang juga membuat Jimin begitu gemas saat itu juga untuk mencium pipi putih pucat yang mengembang lucu itu.
.
Tanpa Jimin tahu kalau benda yang dibelikannya itu berujung pada keposesifannya kembali.
.
.
.
.
Yoongi sedang duduk tertidur di atas sebuah kursi membelakangi meja rias. Setelah ia meladeni Jungkook yang memaksanya untuk membuat sebuah rekaman bangtan bomb tentang bantal leher abu-abunya itu, Yoongi melanjutkan untuk tidur.
Dengan bantal leher abu-abu yang melingkari leher putihnya, Yoongi tertidur manis.
.
.
Jimin sedang tertawa-tawa bersama Taehyung entah menertawakan apa.
Tetapi itu sebelum ia tanpa sengaja melihat video rekaman yang Jungkook pamerkan padanya beberapa saat lalu.
.
Hal itu membuat Jimin cemberut kesal.
Sangat kesal.
.
Bagaimana bisa Jimin menerima begitu saja kalau yang dilihatnya dalam video rekaman itu Yoongi memperlakukan bantal abu-abunya itu dengan spesial.
Lebih dari spesial.
Yoongi bahkan bilang bahwa benda itu sebagai kekasihnya.
Yang benar saja. Jimin sontak cemburu. Apalagi melihat wajah Yoongi yang begitu menikmati memakai benda empuk itu.
Jimin tentu saja tak rela ada yang bisa mengalahkan posisinya sebagai seorang kekasih paling caring pada Yoongi.
Tak peduli mau itu binatang atau benda sekalipun.
.
.
Yoongi menggeliat kecil merasa tidak nyaman begitu merasa tidurnya terganggu.
Yoongi lalu membuka kedua matanya.
Dan Yoongi terkejut melihat sepasang lengan di depan wajahnya sedang berusaha membuka pengait bantal lehernya.
Yoongi lalu menaikkan pandangannya dari lengan itu keatas kemudian menemukan wajah Jimin disana.
.
"Jimin? Apaan sih." Yoongi berusaha menyingkirkan lengan Jimin untuk menjauh dari bantal lehernya.
Tetapi hal itu membuat Jimin yang sudah berhasil membuka pengaitnya itu menarik bantal leher tersebut hingga terlepas melingkari leher Yoongi.
.
"YAH! Apaan sih, sini balikin!" Yoongi segera berdiri untuk menghadap Jimin, dan meraih-raih bantal lehernya kembali yang Jimin sembunyikan di belakang punggungnya.
Jimin menggeleng. "Tidak, biar aku buang saja benda ini. Kau sudah menganggapnya sebagai kekasih. Aku harus membuangnya."
Yoongi membulatkan kedua matanya mendengar itu. "Aish! Demi apapun itu hanya sebuah bantal, Jimin!"
"Aku tak peduli." Jimin cemberut menatap Yoongi. "Lagipula aku yang membelinya."
Yoongi berangsur-angsur memasang wajah datar yang sedih.
.
"Asal kau tahu, aku memakainya sebagai pengganti bahwa kau tak bisa memelukku saat sedang jadwal padat seperti ini." Yoongi menghela napas. "Yasudah, kalau begitu buang saja—"
.
Jimin yang mencerna perkataan Yoongi itu buru-buru memeluknya untuk menghentikan perkataannya.
Jimin semakin mengeratkan pelukannya, dan menatap bantal leher berwarna abu-abu itu dalam genggamannya.
"Aku tak tahu kalau kau berpikir seperti itu, Hyung..."
Yoongi hanya bergumam di bahu Jimin meresponnya.
"Dan itu manis sekali..."
.
Jimin lalu merenggangkan pelukannya. Ia menatap Yoongi sebentar dan tersenyum padanya.
Lalu tak lama, Jimin menjatuhkan bantal leher dalam genggamannya itu bersamaan dengan kedua bibirnya yang menyentuh lembut seluruh permukaan bibir Yoongi.
Memberinya sebuah ciuman hangat yang menenangkan hati keduanya.
.
Jimin harus bersyukur karena telah membeli bantal leher tersebut untuk Yoongi. Dan menjadikannya objek yang akan selalu Yoongi pakai untuk mengumpamakan pelukan Jimin.
.
.
.
.
End.
.
.
.
.
Nb: siapa yang gak cemburu ngeliat suga meluk-meluk bantal kesayangannya itu :v lol
Oke, terima kasih sudah membaca sampai sini. I love you :"D
Review, please? :3
.
