Yoongi tak bisa tidur malam itu.

.

.

.

.

Jimin | Yoongi | Boy's Love | Most of Slice of Life | Ficlet collection | other member's appear

.

Do not plagiarize!

.

Enjoy!

.

.

.

.

Padahal seharian ini jadwal mereka padat sekali, dari recording acara musik sampai double fansigning sekaligus.

Semua member merasa lelah sekali, kecuali satu orang yang masih setia berkoar selama ia membuka kedua matanya.

Siapa lagi kalau bukan Kim Taehyung.

.

Tetapi bocah pecinta singa itu sudah terlelap juga.

Well, karena hari juga sudah terlalu larut untuk terbangun.

.

Tetapi Yoongi sedang membuka kedua matanya selebar yang ia mampu. Ia tertidur diatas ranjangnya sendiri dengan posisi tengkurap dan kepala miring ke samping.

Yoongi hanya sedang terdiam, memanyunkan bibirnya, berkedip, menghitung detak jam dinding, dan tak lupa bernafas.

.

Ini pertama kalinya sejak sekian lama, Yoongi tak bisa tertidur. Karena biasanya Yoongi itu termasuk orang yang mudah sekali tertidur.

.

"Bosan." Gumam Yoongi pelan. Kemudian ia bergerak untuk merubah posisi tidurannya berbalik arah.

Namun tiba-tiba ia dikejutkan oleh sebuah senyuman lebar yang menawan.

.

"Shit Park Jimin!" Pekik Yoongi pelan karena terkejut. Yoongi tentu saja tak ingin mengganggu member lainnya yang sedang tertidur dengan teriakannya. Karena mereka semua berada di satu ruangan.

Dan Park Jimin—yang masih tersenyum itu seharusnya ia sudah tidur. Tetapi kebiasaannya yang selalu mengendap tidur ke ranjang Yoongi membuat Yoongi tersentak begitu saja.

.

"Hehehe. Kok belum tidur sih, Hyung?" Jimin juga berucap pelan.

Yoongi mendorong-dorong bahu Jimin, "Sana kembali ke ranjangmu. Aku tak bisa tidur!"

.

Jimin hanya mengangkat alisnya. "Tumben? Kenapa?"

"Gak tahu. Sana sana ih ganggu aja deh!" Yoongi masih mencoba mendorong bahu Jimin yang masih tiduran di sebelahnya itu.

Jimin hanya tetap berada di posisinya tanpa terpengaruh dorongan dari tangan Yoongi.

"Yasudah. Mau ku tidurin?"

Yoongi memelototkan kedua mata kecilnya. Itu terlihat lucu dan membuat Jimin terkekeh.

"Ng—nggak!" Wajah Yoongi mulai merona.

"Loh memang kenapa. Aku temani sampai kau tertidur." Jimin masih terkekeh. "Memangnya kau mau aku tidurin yang bagaimana, Hyung? Hm?"

Yoongi semakin memerah. Dan kemudian melayangkan cubitan mautnya pada lengan atas Jimin.

"Aduduh—"

.

.

Sampai satu jam kemudian, Yoongi masih setia membuka matanya.

Padahal ia sudah meminta Jimin membuatkannya susu hangat, menyelimutinya, bahkan sampai Jimin menggumamkan lagu untuknya.

Yoongi tetap saja tak merasa mengantuk.

.

"Kok gak merem-merem sih, Hyung." Jimin menguap. "Aku sudah ngantuk nih."

Yoongi hanya menatap Jimin datar kemudian membalikkan tubuhnya membelakangi Jimin. "Tidur saja sana."

Jimin hanya menggelengkan kepalanya.

Menatap punggung Yoongi yang membelakanginya, membuat Jimin membawa tubuhnya untuk mendekati Yoongi, lalu memeluk punggung sempit itu dari belakang.

.

Yoongi agak tersentak begitu merasakan lengan Jimin melewati perutnya kemudian memeluknya dari belakang.

Tetapi merasakan dekapan Jimin di punggungnya membuat Yoongi berangsur-angsur merasa nyaman. Rasanya begitu hangat.

.

Melihat reaksi Yoongi yang diam saja membuat Jimin tersenyum. Itu artinya Yoongi membutuhkannya. Kenapa Jimin tak terpikir untuk memeluknya sedari tadi.

.

Jimin kemudian mengangkat sedikit tubuhnya untuk condong kearah Yoongi. Mendekatkan wajahnya kemudian mencium pelipis Yoongi dengan lama.

Yoongi sampai memejamkan kedua matanya merasakan ciuman hangat itu.

.

Lalu setelahnya jimin meraih sebelah lengan Yoongi dan mengusapkan ibu jarinya di punggung tangan Yoongi.

Jimin hanya diam melakukannya, ia terpejam di belakang Yoongi sembari memeluk lelaki manis itu dan mengusapkan tangannya.

.

Yoongi dapat merasakan hangat nafas Jimin menerpa belakang kepala hingga ke lehernya dengan nyaman, usapan lengannya juga membuat Yoongi semakin nyaman. Dan lama-kelamaan Yoongi pun merasa mengantuk dibuatnya. Kelopak matanya mulai terasa berat.

.

"Selamat malam, Jimin..."

Tak lama kemudian, terdengar deru nafas teratur dari Yoongi.

.

Jimin tersenyum.

Lalu Jimin menarik selimutnya untuk menyelimuti mereka berdua hingga ke bahu. Jimin juga meraih lengan Yoongi untuk ditautkannya sembari Jimin semakin mendekapnya hangat dari belakang.

.

"Selamat malam, Yoongi-hyung..."

.

.

.

.

End.

.

.

.

.

Nb: yuhuu terima kasih sudah membaca sampai sini, I love you :'D

Review, please? :3

.