SENGOKU HIGH SCHOOL
Diclaimer :
Sengoku Basara hanya milik mas-mas dan mbak-mbak di CAPCOM
Rate :
T
Warning :
Typo, Humor garing, Author Insert, alur gaje krenyes-krenyes
Chapter 09
Kelompok Sepak Bola.. masih memakai kelompok yang kemarin dan sesuai dengan kelasnya masing-masing, lalu kelompok lomba menghias tenda, kelompoknya dari penghuni tenda perempuan di tenda-nya masing-masing.
Perlombaan Futsal
Wasit-nya adalah Shingen-sensei dan semua team sudah berada diposisi yang sudah mereka rundingkan.
Pritt!!
Suara peluit sudah dibunyikan, tanda permainan sudah dimulai.. semua team bergerak sesuai strategi yang sudah dijelaskan oleh kapten regu masing-masing.
Waktu pelaksanaan futsal selama 3 jam, memang tak seperti biasanya.. karena ini lebih lama, mengingat kedua team sama kuat-nya.
Perlombaan Menghias Tenda
Para siswi sedang mengeluarkan bahan-bahan menghias mereka, tenda 01 maupun tenda 02 memiliki satu orang yang pandai menghias.
Di tenda 01 ada Maeda Matsu yang cekatan dalam menghias sesuatu, sementara di tenda 02 ada Maria yang sama pintarnya dengan Matsu dalam menghias.
Tapi...
"Nouhime-sensei! pembagian Kelompok nya enggak adil! Masa tenda 02 ada 5 orang! Di tenda 01 cuma 3 orang!," protes Kasuga.
"Hah? Um.. baiklah minna~ mari kita diskusikan ulang soal pembagian kelompoknya!" ujar Nouhime-sensei sambil mengibas-ngibaskan tangannya, membuat semua siswi berkumpul kembali.
"Jadi... sensei akan membagikan kelompok yang sesuai dan adil! Kelompok di tenda satu yaitu Kasuga, Maeda Matsu, Oichi, Author Syifa... sementara yang menghias di tenda dua sisanya," jelas Nouhime-sensei.
"Hah?! Um.. tapi ane mau pulang lebih awal~" celetuk Author Syifa tiba-tiba, "Tapi ga apa-apa deh! Ane bantuin kelompok satu, abis itu ane pulang," sambungnya.
Semua siswi kelompok tenda satu menghela nafas lega.
"Oke! Kalian udah siap kan?" teriak para sensei.
"Sudah!" semua siswi berteriak dengan serempak.
"Perlombaan menghias tenda dimulai sekarang!!"
Semua siswi per-kelompok langsung berlari dan memulai penghiasan mereka, waktu yang diberikan hanya 3 jam, sama seperti waktu pertandingan futsal.
Yang menjadi juri dalam perlombaan ini yaitu Nouhime-sensei, Nobunaga-sensei, Hideyoshi-sensei, dan Kenshin-sensei.
Semua siswi per-kelompok memiliki caranya masing-masing dalam menghias tenda, entah itu akan bertema *piiip, lalu *piiip, dan *piiip* (Readers : di-piiip semua!!)
Ditenda 01, Matsu sedang menggunting hiasan yang tidak rata, Kasuga sedang memasang beberapa lampu diluar tenda, Ichi dengan black hand nya sedang membersihkan dalam tenda, Author Syifa juga membantu menanam beberapa tangkai bunga dibeberapa vas bunga (bunga nya udah tumbuh dan ditanam dengan akar nya)
Sementara di tenda 02, Maria sedang menaruh dua pot bunga disisi depan tenda, Tsuruhime dan Itsuki sedang asyik membersihkan halaman tenda, Magoichi sedang memasang-masang hiasan.
Waktu sudah berlalu selama 2 jam, sisa 1 jam lagi untuk menyelesaikan kegiatan menghias mereka, semua siswi sekarang sedang merapihkan bagian dalam dan halaman tenda agar terlihat bersih dan cantik, beberapa hiasan sengaja mereka taruh diluar agar pemandangan tenda tidak terlalu polos.
Sementara pertandingan Futsal masih terus belanjut, kini skor permainan sudah 2:2, memang angka yang seimbang.. oleh karena itu diadakan tendangan Finalty untuk memperoleh satu kelas yang menang.
"Baiklah! Nagamasa sekarang giliran mu, jangan sampai memalukan kelas mu!" seru Shingen-sensei pada Nagamasa yang sekarang mendapat giliran menendang. Sasuke sebagai penjaga gawang menajamkan semua indranya.
Nagamasa mengulurkan tangannya lurus kesamping layaknya P*w*r R*ng*rs merah, tapi ini dalam wujud samurai. Lalu dia ancang-ancang, memfokuskan pandangannya, lalu dia agak nungging, lalu... dia lari dan menendang bolanya.
Tuing~ Plak!
Semuanya menegang, Sasuke membatu dan pingsan.
"Yeay! Gol!! YEAYYYY!!!" Nagamasa loncat-loncat kegirangan.
"Nagamasa! Lihat ke bawah," perintah Shingen-sensei. Nagamasa melihat kebawah, dan...
"Bola nya gak bergerak," celetuk Yukimura.
"Terus?" tanya Masamune.
"Yang masuk ke gawang tadi, apaan?" sambung Sakon.
Semuanya melihat ke arah gawang, Sasuke masih pingsan disana. Shingen-sensei berjalan dan mengamati Sasuke.
"Ada tanda diwajahnya," gumam Shingen-sensei
"Hah?" semua murid kebingungan.
"A-anu teman-teman," sela Nagamasa sedikit gugup, yang lainnya langsung menatap kearahnya, "Bola nya gak kena tendang, tapi sepatu saya lepas dan kena muka Sasuke," jelas nya dengan takut-takut.
Detik pertama para peserta cengo.
Detik ke dua mereka sadar.
Detik ke tiga mereka heboh.
"ANJIR LAH! CEPETAN BAWA SASUKE KE UGD!!!"
"AMBIL SEPATUNYA! LEMPAR BALIK KE NAGAMASA! WOI NAGAMASA! LU JANGAN LARI!!"
Dan keadaan pun ricuh, sementara Nagamasa memilih untuk lari dan mencari keberadaan Oichi.
Pertandingan futsal, seri!
Semua siswa dan siswi sudah kembali berkumpul dan ber-istirahat, sementara para sensei menilai dan nantinya akan mengumumkan pemenangnya.
Di saat itu juga Author Syifa pulang, sebenarnya ia masih mau disini sampai para murid pulang, tapi tidak mungkin kan si-Syifa ganggu alur cerita mulu? Ntar disangka anak ilang... (Eh? Melenceng!)
Oke abaikan saja kepulangan Syifa, sekarang ayo kita lihat kemana para siswa dan siswi beristirahat.
Di Sungai
"Masamune-sama, bagaimana kalau kita ajak yang lainnya berendam disini? Sepertinya menyenangkan," usulKojuro sambil merendamkan tubuhnya ke sungai.
"That's good idea! Baiklah, akan ku panggil Yuki dan yang lainnya," Masamune langsung berdiri dan berlari menuju perkemahan.
"WOI! YANG MERASA LAKI! AYO KE SUNGAI!! KITA BERENDAM DISANAAAAAA!!!," teriak Masamune.
"Wooh! Ide bagus Masamune-dono! ayo kita berendam!!" Yukimura dengan senangnya berlari ke arah sungai, diikuti dengan Masamune dan para siswa lainnya. Wait... itu jiwa Masamune sama Yukimura lagi kebalik? Atau gimana?!
Sementara para siswi, mereka sedang memasak karena takut kalau sampai Nouhime-sensei yang memasak.
Susana sangat menyenangkan, semuanya memiliki kegiatan masing-masing untuk menghibur mereka sendiri.
Beberapa kejahilan juga terjadi, entah itu Kojuro yang terkena cipratan air oleh Masamune dan Yukimura dengan 'kejam' nya, Kasuga yang dilemparkan kulit makanan sehari-hari Sasuke (baca : kulit pisang) saat sedang disuruh menjaga Sasuke yang saat ini memiliki cap diwajah nya, Matsu yang sedang memotong bumbu dijilatin sama beruangnya sendiri sampai mukanya basah karena air liur beruang, ataupun Nagamasa yang tegang karena Oichi lagi mengeluarkan black hand nya, guna untuk membersihkan sampah dapur yang berserakan.
Selesai para siswa berendam, mereka berkumpul dan bermain Truth or Dare. Karena untungnya Masamune menemukan batang kayu lancip.
Permainan dimulai, batang kayu diputar, dan bagian depannya berhenti tepat didepan wajah Yukimura, lalu dibagian belakangnya tepat diwajah Masamune.
"Truth or Dare?" tanya Masamune.
"Truth," jawab Yukimura singkat. (Serius, ni anak entah kenapa jadi kalem)
"Apa yang biasanya kau lakukan jika sedang bosan..." Masamune diam sejenak, "disaat tidak ada apa-apa dirumah.. dango pun tidak ada dan uang juga sedang krisis?" sambungnya.
"... pergi ke rumah Masamune-dono dan makan disana," jawab Yukimura dengan enteng-nya.
"Bukannya tadi sudah kubilang kalau kau sedang kri-"
"Rumah ku dan Masamune-dono bersebelahan,"
Masamune hanya mengangguk-angguk dan kembali memutar batang kayu itu, bagian depannya menunjuk ke arah Motochika dan bagian belakangnya mengarah pada Motonari.
"Truth or Dare?"
"Dare," jawab Motochika dengan santai.
"Menari dangdut dengan hot nanti saat semua orang melihatnya," ucap Motonari dingin.
"Yap! Dimengerti pak!" Motochika meniru gaya hormat tentara.
Permainan kembali dimulai, sekarang yang kena adalah Imagawa dan Kennyo.
"A-aku pilih Truth," kata Imagawa dengan gugup.
"Untuk apa kipas yang biasa kau bawa? Bahkan saat musim dingin pun kau tetap membawa kipas," tanya Kennyo.
"I-ini untuk kipasan! Memangnya untuk apa lagi?! Dasar gendut maniak emas!" Imagawa mengibaskan kipasnya kearah Kennyo. Sementara si gendut maniak emas itu hanya ber-oh-ria.
Permainan masih terus berlanjut, kebanyakkan siswa memilih Truth, tapi ada juga beberapa yang memilih Dare, yaitu Masamune yang disuruh nyanyi, Motochika disuruh joget, dan Ieyasu disuruh buang angin didepan Nobunaga-sensei.
Sekarang giliran Fuuma yang kena tunjuk batang kayu, dan yang bertanya Kojuro.
"Truth or Dare?" tanya Kojuro.
"..." tidak ada jawaban.
"Oi! Fuuma! Truth or Dare?" tanya Kojuro lagi.
"..." masih tidak ada jawaban.
"Ck! Lupa! White board kecil mana White board kecil? Sama spidol hitam!" seru Masamune dan berlalu mencari papan tulis dan spidol hitam, lalu memberikannya pada Fuuma.
Fuuma menulis, 'Dare'
"Baiklah! Tunjukkan wajah mu dibalik topeng mu itu!" ucap kojuro.
Fuuma menggeleng dan menulis, 'ini rahasia, jadi nanti kau saja yang menemuiku ke suatu tempat, dan akan kutunjukkan wajahku disitu, setuju?'
"Setuju!" kata Kojuro semangat.
Akhirnya permainan diakhiri dan mereka semua pergi ke pos perkemahan kembali mengingat waktu istirahat sudah mulai habis.
To Be Continue
A/N : Ya ampun! Hai lagi kalian semua :D apa kabar? Baik? Syukur deh!
Maaf Syifa baru update, karena ane mulai sibuk tingkat dewa, apalagi mau masuk SMA/SMK... tambah sibuk lagi nantinya.
By The Way~ gak ada humor nya yak? .-.
Oh ya! Aku juga do'a bagi kalian yang sebentar lagi lulus SMP, semoga nilai kalian memuaskan ya! Aminn.
Balasan Review untuk semua nya : Maaf sebelumnya karena gak bisa jawab satu-satu, Syifa juga mau minta maaf ya karena udah mau puasa hehehe *plak* makasih juga udah sering-sering ingetin Syifa kalau ada typo dan segalanya, Syifa harap kalian enggak bosen dan tetap mengutarakan kritikan bila Syifa punya kesalahan dalam menulis fanfic :D
See you next Chapter!
Review?
