"Hyung... sakit..."Jimin berucap lirih, seakan meminta bantuan kepada Namjoon
"Apakah itu kambuh lagi? Kau dimana?"Suara Namjoon semakin terdengar Panik
"Apartemen hyung.."Suara Jimin makin melemah
Jimin's Secret
2 of 3
"TUNGGU DISANA JIMIN! BERTAHAN! AKU SEGERA KESANA! JANGAN PUTUSKAN SAMBUNGAN TELEPON INI JIMIN!"Ya, hanya Namjoon yang tau tentang kehidupan Jimin, semua tentang Jimin, termasuk
Rahasia Jimin, yang Jimin sembunyikan dari Yoongi
Tak sampai 7 menit, Namjoon sampai, langsung menggendong Jimin, Dan mengambil kertas yang Jimin tuliskan sesuatu di dalamnya, ia sempat melihat sekilas Dan langaung menyimpannya
"Sebentar lagi kita sampai Jimin, bertahanlah Sebentar"
Jimin mulai tidak sadarkan diri, Namjoon semakin Panik lagi
"Pak, tolong lebih cepat lagi"Namjoon mendesak supir taksi itu
"Baik"
"SIAPAPUN TOLONG! UGD! UGD!" Sampai dirumah sakit Namjoon berteriak, persetan dengan harga dirinya
-Sisi Lain
"Bisa Kau ulangi lagi Namjoon?"Yoongi berkata lirih, ingin menangis lagi rasanya
"Jimin berada dirumah sakit dekat apartemennya Hyung, kumohon kesini"
"Aku akan segera kesana!" Jawab Yoongi dengan cepat, Dan langsung mematikan sambungan dengan cepat
"Hoseok, antarkan Aku kerumah sakit dekat apartemen Jimin sekarang!"Yoongi langsung menyeret Hoseok yang Kebetulan sedang duduk didepannya
Selama di perjalanan Yoongi gelisah, ia Tak pernah seperti ini sebelumnya.. ia sangat khawatir sangat keadaan Jimin sekarang
"Namjoon ada apa dengan Jimin?"
"Kambuh lagi.."Jawab Namjoon singkat
"Memang dia punya penyakit apa?" Hoseok bersuara
"Kalian berdua tidak tau? Ah iya Aku lupa, Jimin merahasiakannya dari Kalian, terutama Kau Yoongi Hyung"
"Memangnya Dia mempunyai penyakit apa Namjoon? Tolong beri tahu Aku sekarang" air mata Yoongi terjatuh lagi tanpa diperintah
"Sebaiknya kau membaca ini Hyung, Dan Jimin meminta Ku untuk memberikan bunga ini kepadamu"Namjoon memberika kertas yang ia temukan di apartemen Jimin tadi Dan sebuket bunga ... yang ia beli tadi (memakai uang Jimin yang ia temukan di dompet Jimin)
Baru Yoongi ingin membuka lipatan kertas tersebut, tetapi sebuah Suara pintu menahannya, Dan Yoongi tercekat Saat dokter mengatakan
"Maafkan Kami, keadaan pasien terlalu lemah, Jika ia masih bisa diselamatkan pun, persentasi kehidupannya juga lemah, tapi Tuhan lebih menyayangi pasien, Tuhan tidak ingin pasien lebih menderita dari ini, pasien telah pergi,Kami sudah mengerahkan semua kemampuan Kami untuk menyelamatkan pasien, maafkan Kami"
Tubuh Yoongi hampir saja limbung jika tidak ada Hoseok
Yoongi lemas, Tak bisa berkata apa-apa, Tak bisa berbuat apa-apa, wajahnya memucat bibirnya pun juga
Jiminnya..
Jimin bodohnya..
Pergi meninggalkan nya
Tak ada lagi pelukan hangat, atau kehangatan yang tersalurkan dari bibir Jimin yang selalu mengecup bibirnya dengan lembut
Tak ada lagi sentuhan Jimin yang memabukkan
Tak ada lagi Kata-Kata manis yang keluar dari mulut Jimin, yang selalu membuat pipinya merona setiap Kali mendengarkannya
Tiba-Tiba semua itu terulang kembali di otak Yoongi
Saat Jimin menyatakan perasaannya, pertama Kali mereka berciuman, pertama Kali mereka merayakan Hari jadi mereka, Saat pertama kali mereka melakukan Hal yang lebih
Dan Yoongi tau, itu Tak akan terulang lagi, Tak akan ada yang menggantikan Jimin, Tak akan ada yang bisa, walaupun nanti ia akan bertemu dengan yang lain, Jimin akan selalu terselip di hati kecilnya
Yoongi sedari tadi hanya diam Saat acara pemakaman Jimin, ia sudah lelah, sudah lelah menangis, ia membawa bunga tulip hitam yang Jimin titipkan kepada Namjoon
Tiba Tiba ia teringat akan kertas yang Namjoon berikan padanya
Ia membuka lipatan kertas, Baru ia membaca satu Kata saja, pertahanannya runtuh kembali, menangis kembali di depan makam Jimin yang hanya ada ia seorang sekarang
Sembari memegan bunga itu erat, Yoongi bergetar membaca Isi kertas itu
TBC Wkwkwk buat part selanjutnya silahkan siapkan tissue kalo hati kalian sensitif sama yang sedih"/?
