Hai raiders. Krist udah baca reviewnya dan krist suka sama pertanyaan-pertanyaan menarik kalian. Dan terimakasih untuk silent raiders udah repot baca fic ini. Oh ya...soal pair itu rahasia#hahaha (tawa gaje)
Special for:luca marvell,ashuraindra64,damarwulan.pertanyaan kalian akan krist jelaskan satu persatu, makasih pertanyaan menariknya
Disclaimer:masahi kisimoto
.
.
Anbu no kage
.
.
Enjoy it
Hari sudah semakin siang dan peserta ujian hanya satu orang saja, sementara di meja para juri Hiruzen tetap tenang duduk di kursi dan di belakangnya, Kitsune kembali berdiri di belakang sandaime hokage setelah kejadian beberapa waktu yang lalu.
Iruka kembali melihat daftar peserta ujian, tinggal satu nama'Naruto...semoga tidak seperti sasuke tadi'batin Iruka sambil menghela nafas dan melihat ke bangku peserta dimana terdapat naruto yang duduk dengan wajah gelisah menunggu giliran.
"Baiklah, peserta terakhir...Uzumaki Naruto!"seru Iruka
Mendengar namanya di panggil Naruto segera berdiri dan berjalan ke arah lapangan dengan santai, Shikamaru,Kiba,Chouji dan murid-murid lain yang melihat Naruto setenang itu menjadi heran padahal naruto tadi terlihat gelisah.
"Shika apa Naruto akan baik-baik saja"tanya Chouji
"Entahlah, tadi dia terlihat gelisah tapi sekarang terlihat tenang"ucap Shikamaru'dan kadang sulit di tebak'lanjutnya
Sementara di area lapangan, setelah sampai Naruto mengambil kunai dan suriken dari tempat yang di sediakan lalu berjalan menghadap tempat sasaran. Dia mempersiapkan delapan kunai yang masing-masing berada di sela jarinya ada empat kunai dan langsung melemparnya
Shyuut...
Tak...tak...tak
Dari delapan kunai hanya tujuh yang menancap pada sasaran tapi tetap saja Iruka yang telah lama mengajar di akademy tidak bisa di bohongi, Matanya yang jeli tahu bahwa salah satu kunai itu sengaja keluar dari sasaran
'Apakah dia sengaja melempar kunai itu tidak tepat sasaran'pikir Iruka
Naruto beralih dengan shuriken,mengambil tiga shuriken dan menarik nafas sebentar, dengan cepat naruto melempar tiga shuriken tersebut
Shyuut
tak...tak...tak
Semua shuriken menancap pada papan sasaran namun tidak satupun dari tiga shuriken itu mengenai titik tengah sasaran. Posisi shuriken itu ada yang tepat berada di atas titik tengah,di samping kiri bergeser ke atas, dan di bawah sedikit menyerong ke kiri dari titik tengah.
Semua yang berada di tempat ujian terdiam melihat hasil lemparan Naruto kecuali hokage yang tetap pada aktivitas menghisap pipa rokoknya.
Hiruzen menengok ke arah anbu yang ada di sampingnya"Bagaimana menurutmu Kitsune?"tanya Hiruzen.
"Hn..."
Jawaban dari kapten anbu itu mengakhiri percakapan singkat itu.
Di bangku peserta terlihat kiba menggeram marah, dia tidak habis pikir kenapa Naruto tidak mengenai tepat tengah sasaran padahal Naruto selalu menandingi sasuke jika ada praktek melempar shuriken.
"Apa yang dia pikirkan hingga lemparannya meleset?!"ucap kiba tertahan.
Pertanyaan semua murid yang berada di bangku pesertapun sama dengan kiba hanya saja mereka lebih tenang dan akan menanyakan setelah ujian usai.
.
.
.
Kantor hokage.
Setelah mengikuti acara ujian Hiruzen dan Kitsune atau bisa di bilang Naruto asli langsung menuju gedung hokage untuk membicarakan misi yang di maksud sandaime hokage.
Di dalam ruang kantor hokage itu Hiruzen dan Naruto diam tanpa melakukan apapun dan saling menatap satu sama lain. Hanya detik jam yang bersuara di ruang tersebut.
"Maaf, Hokage-sama apa misi yang akan anda berikan?"tanya Naruto setelah beberapa saat berdiam diri.
"Hm, Orochimaru"sebuah nama telah terucap dari mulut hokage.
"Hn. Apakah ini ada hubungannya dengan laporan dari tim pengintai yang anda kirim minggu lalu?"tanya naruto.
Naruto mengerti arah pembicaraan hokage-nya. ini mengenai sebuah laporan tim yang Hiruzen kirim ke perbatasan negara api, di mana terdengar kabar adanya desa baru di hutan dekat lembah kematian.
"Seperti biasa, kau cepat tanggap kitsune. Benar ini mengenai laporan itu, aku tidak akan peduli jika itu orang lain tapi Orochimaru?. Untuk apa dia membuat sebuah desa?"ucap Hiruzen panjang lebar.
"Baiklah, aku tahu yang anda maksud. Saya mohon diri"
Sriingg...
Naruto menghilang dengan meninggalkan kilat kuning. Dia tahu harus melakukan apa.
Hiruzen menghela nafas atas kelakuan cucu angkatnya, tapi dia bangga Naruto bisa tanggap dari pembicaraan singkat tadi.
'Hah... walau umurnya tiga belas tahun tapi Naruto bisa tahu isi pikiran ku'batin Hiruzen
.
.
.
Akademy konoha.
Diruang kelas sekarang sangat ramai di karenakan semua murid membicarakan mengenai ujian gennin yang baru mereka jalani tidak terkecuali Naruto dan Sasuke.
Tapi semua berhenti bicara setelah Iruka masuk ke dalam ruang kelas dengan membawa sebuah hasil ujian gennin. Para murid merasakan aura tegang dalam diri mereka. Apa mereka lulus? Atau sebaliknya?.
"Ehm. Karena semua sudah menjalani ujian dan keputusan dari akademy, maka keputusannya adalah..."ucap Iruka serius
Deg.
Deg.
Deg.
Semua murid menyimak baik-baik apa yang Iruka katakan.
"Kalian lulus...!"seru Iruka dengan keras.
Tiba-tiba kelas tersebut menjadi ramai. Semua murid berteriak gembira atas kelulusan mereka. Naruto dan sasuke hanya tersenyum lalu mereka saling menatap dan beradu tinju
'Kita berhasil'
Iruka yang melihat kegembiraan anak didiknya hanya tersenyum tipis, pandangannya beralih pada dua anak yang saling beradu tinju. Naruto dan Sasuke dua anak yang mengejutkan. Iruka jadi ingat saat Naruto membuat seluruh lapangan dengan jutsu anginnya, dan dengan alasan konyol dia berkata 'maaf sensei aku terlalu banyak menggunakan cakra' sambil menggaruk belakang kepalanya dan tersenyum kikuk.
Walau Iruka tahu Naruto dari Hokage ketiga yang sudah di anggap cucunya sendiri tapi Iruka masih penasaran dengan bocah kunig itu, bahkan pernah suatu sore Iruka mengikuti Naruto agar bisa mengetahui kemana saja bocah itu pergi setelah pulang dari akademy. Namun semua terlihat biasa bermain di taman dengan teman-teman,berlatih,makan di kedai ichiraku dan hal-hal lainnya. Bocah itu membuatnya penasaran.
Iruka berhenti melamun. Dan melihat pengumuman apa lagi yang harus di sampaikan.
"Ehm..!"
Semua murid memperhatikan Iruka, mereka diam setelah pria dengan luka melintang di wajah itu berdehem meminta perhatian.
"Sekarang pengumuman kedua yaitu siapa yang menjadi kotoshi no ruki tahun ini adalah...Uchiha Sasuke!"
"YEAAH! SASUKE-KUN!"
"SASUKE-KUN!"
"KYAA! SASUKE-KUN SELAMAT...!"
berbagai teriakan ucapan selamat untuk Sasuke memenuhi ruang kelas tersebut, terutama anak perempuan yang notabene-nya fans Sasuke berteriak paling histeris.
"Diam semua...!"
Mendengar teriakan Iruka semua murid langsung diam. Mereka tidak mau bila guru akademy satu ini mengamuk.
"Hah...baiklah sekarang pembagian tim"ucap Iruka
.
.
.
Di sebuah hutan
Tap...tap...tap...
terlihat seseorang yang meloncat di antara pepohonan hutan. Naruto yang sekarang memakai seragam anbu lengkap dengan jubah hitam sedang melaksanakan misi dari Hokage untuk mengintai sebuah desa baru yang di namakan Otogakure yang di pimpin oleh salah satu legenda Sannin dan berstatus missing-nin dari Konoha. Orochimaru.
Tap...
Naruto turun dari pohon. Sekarang dia sampai di lembah kematian, lembah yang memiliki dua patung dua dewa shinobi yaitu Senju Hashirama dan Uchiha Madara yang di pisahkan oleh sebuah air terjun.
Pemuda itu berdiri di sisi jurang yang menghadap patung Madara. Sedikit lagi dia akan sampai di Desa Otogakure dan mungkin saja dia bertemu dengan manusia ular itu.
Perlahan tangan Naruto mengambil sesuatu dari kantong ninja yang berada di pinggangnya, sebuah kunai cabang tiga dengan segel fuin di gagang kunai. Dia melempar kunai itu pada sebuah pohon yang berada di sebrang air terjun. Naruto melihat kunai tersebut menancap pada cabang pohon itu tapi sebelum dia berpindah pemuda itu mendekat pohon di belakangnya dan menempelkan telapak tangannya pada batang pohon, setelah dia menarik tangannya terciptalah segel fuin yang sama seperti di gagang kunainya.
'Hn. Kurasa ini cukup'
Sring!
Naruto menghilang dan muncul tepat di atas kunai yang dia lempar, mencabut kunai itu dan kembali melanjutkan perjalanannya.
.
.
.
Akademy
Di dalam ruang kelas masih tersisa tiga tim gennin, yaitu tim tujuh, delapan, dan sepuluh. Mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing untuk mengisi waktu menunggu sensei pembimbing mereka yang belum datang, seperti Shikamaru yang tidur di bangkunya, para perempuan yang mengobrol dan bergosip, Chouji yang asik dengan snack kripiknya, Naruto dan Sasuke yang mendiskusikan sesuatu, dan Kiba yang mengumpat pada Shino di sertai gonggongan Akamaru.
Srekk!
Aktivitas mereka terhenti akibat suara pintu yang di geser, menampilkan seorang laki-laki berjenggot dan di mulutnya terdapat sebatang rokok, tidak lupa dengan seragam jounin lengkap, di sebelah kanannya ada perempuan berambut panjang bergelombang bermata merah ruby dengan memakai pakaian seperti gaun berwarna merah yang di lapisi perban putih.
"Aku Asuma Sarutobi, jounin pembimbing tim sepuluh"ucap asuma dengan suara tegas.
"Aku Yuhi Kurenai, jounin pembimbing tim delapan. Tim delapan dan sepuluh silahkan ikut kami"ucap kurenai.
Mendengar penuturan dua jounin tim delapan dan sepuluh langsung pergi mengikuti Asuma dan Kurenai. Ino dan Hinata melambaikan tangan pada Sakura dan di balas anggukan oleh gadis musim semi itu, sementara Kiba menepuk pundak Naruto.
"Aku dan Akamaru pergi dulu Naruto.."
"Hmm...baiklah"
Setelah itu enam gennin itu sudah pergi bersama sensei pembimbing masing-masing.
Tik...tik...tik...
Hampir tiga jam tim tujuh menunggu sensei pembimbing mereka tapi sudah selama ini orang yang di tunggu belum datang juga.
Sakura, satu-satunya perempuan di tim tujuh itu sudah mulai gelisah, hingga membuat gadis itu mondar-madir dengan wajah di penuhi oleh keringat. Fikirannya sudah di penuhi pertanyaan-pertanyaan tentang senseinya yang tidak kunjung datang.
Sementara Sasuke dan Naruto masih tenang-tenang saja di bangku mereka. Sasuke yang duduk dengan menyatukan kedua tangan dan Naruto bersandar pada meja di belakangnya sambil memejamkan mata dan tangan yang berada di depan dada.
"Sudah cukup!. Kemana sensei kita, kenapa dia belum datang juga!"
Sakura berteriak. Kesabarannya telah habis, dia bersumpah akan memberi orang itu pelajaran jika datang menemui mereka.
"Sudahlah Sakura-chan, mungkin dia masih sibuk dengan tugasnya..."
"Tapi Naruto!, orang itu belum datang dan aku lelah menunggu!"
"Iya ak-.."
Srekk!
Omongan Naruto terpotong saat pintu terbuka. Seseorang dengan masker yang hampir menutupi wajahnya, menyisakan mata kiri yang terpejam melengkung ke bawah menandakan jika orang itu tengah tersenyum.
"Hay...aku Hatake Kakashi, jounin pembimbing tim tujuh"
Tiga pasang mata itu masih diam terpaku pada laki-laki yang mengaku sensei mereka hingga Sakura yang pertama sadar langsung berteriak pada orang itu.
"Kau terlambat sensei!"teriak Sakura dengan menunjuk tepat pada wajah Kakashi.
"Yare-yare, baiklah aku minta maaf"ucap Kakashi sambil menggaruk belakang kepala.
Kakashi mengalihkan pandangan dari Sakura pada dua anak laki-laki yang hanya diam tidak peduli saat gadis pink itu marah-marah, dingin sekali. Pikir Kakashi.
"Baiklah ku tunggu kalian di atap"setelah mengucapkan kalimat itu Kakashi menghilang dengan shunshin.
Dahi tiga gennin itu berkerut, bingung. Tapi tanpa banyak bicara ketiganya mengikuti perintah Kakashi. Mereka bertiga berjalan beriringan. Naruto di depan di belakangnya ada Sakura, dan terakhir Sasuke. Setelah lima belas menit ketiganya sudah sampai di atap dan melihat sensei mereka sedang bersandar di pagar dan membaca sebuah buku.
Merasakan bahwa ada yang datang Kakashi segera menutup bukunya dan segera mengalihkan pandangan pada tiga anak didiknya.
"Kalian sudah sampai...baiklah ayo kita lakukan perkenalan terlebih dahulu. Dari kau pink"jelas Kakashi setelah Naruto dan yang lain duduk berhadapan dengan dirinya.
"Umm...apa sebaiknya sensei memberi contoh pada kami"ucap Sakura sambil menunjuk senseinya. Lagi.
"Haah...baiklah, namaku Hatake Kakashi, apa yang ku suka kalian tidak perlu tahu, apa yang tidak ku suka juga kalian tidak perlu tahu, dan cita-cita ku belum terpikirkan. Nah sekarang kau beramput pink"
Ketiga gennin itu sweetdrop.
'Kami hanya di beri tahu namanya'
"Ehm..aku Haruno Sakura, yang ku suka (lirik sasuke), yang tidak ku suka adalah rival ku Ino, cita-cita ku menjadi kunoichi yang berguna bagi Konoha"
Kakashi mengangguk'dasar fangirl, tapi cita-citanya boleh juga'pikir Kakashi.
"Sekarang kau reven"tunjuk Kakashi pada Sasuke.
"Hn. Uchiha Sasuke, yang ku suka tomat dan berlatih, tidak ku suka orang yang memanfaatkan orang lain demi kepentingannya sendiri,cit- bukan ambisiku mencari kebenaran dan membawa 'orang itu' kembali"ucap Sasuke datar.
Mata Kakashi terbelalak'apa dia sudah tahu. Tapi hanya aku dan 'dia' yang mengetahui soal Itachi yang sebenarnya'batin Kakashi bingung.
Setelah mengembalikan ekspresi menjadi semula Kakashi menunjuk Naruto"kau yang berambut kuning"ucapnya.
Tidak ada respon dari Naruto sehingga membuat yang di sana mengernyit dahi bingung. Dengan berani Sakura menggoyang bahu Naruto pelan.
"Naruto! Sadar!.."
Mata Naruto yang semula memandang kosong akhirnya sadar"huh?...maaf sensei aku melamun"ucapnya pada Kakashi.
"Ya, tidak apa-apa. Sekarang perkenalkan dirimu"
"Aku Nam- Uzumaki Naruto, yang ku suka berlatih, tidak ku suka para kriminal,cita-cita ku menjadi orang yang di akui di dunia shinobi"
Dahi Kakashi mengernyit'Apa dia baru saja meralat namanya?, ada yang aneh dengan anak ini..'
Menghela nafas kembali pria itu melihat wajah murid-muridnya satu-persatu.
"Perkenalan cukup sampai di sini, besok kalian datang lah ke trining ground tujuh untuk ujian survival bettle"
Penjelasan jounin berambut silver itu membuat tanda tanya di kepala tiga gennin baru itu.
Sakura mengangkat tangan"bukannya kami sudah menjalani ujian gennin di akademy, kenapa ada ujian lagi sensei?"
"Memang di akademy adalah ujian untuk tingkat gennin, tapi ujian survival ini adalah untuk membuktikan bahwa kalian pantas atau tidak untuk menjadi seorang gennin"
Badan Sakura sudah bergetar takut sementara dua orang satu timnya hanya menatap datar.
"Dan jika kalian gagal. Bersiaplah untuk kembali ke akademy"Kakashi mengakhiri penjelasannya.
Sakura hampir berteriak dan Sasuke dan Naruto hanya diam, mereka yakin akan lolos ujian itu.
"Sudah waktunya kita akhiri. Jangan lupa ku tunggu kalian jam delapan pagi di trining ground tujuh, oh sampai lupa, ku sarankan kalian untuk tidak sarapan jika tidak ingin memuntahkannya"
Poft!
Kakashi pun menghilang meninggalkan kepulan asap.
"Hn. Apa kita pulang dulu dobe?"tanya Sasuke.
"Kurasa tidak teme, aku lapar dan ingin mekan ramen. Ichiraku?"balas Naruto.
"Hn."
Mendengar percakapan dua anggota timnya Sakura hanya menghela nafas, kenapa dia satu tim dengan dua manusia es ini?, tapi dia cukup bersukur karena teman kuningnya tidak sedingin Sasuke.
"Sakura-chan apa kau ikut?"
Mendengar pertanyaan dari Naruto membuat Sakura sadar dari lamunannya, dia bisa melihat naruto menatap dirinya penuh tanya.
"Ya...baiklah"
Setelah jawaban sakura akhirnya mereka bertiga pergi meninggalkan atap akademy. Di perjalanan Naruto hanya melamun, hampir saja dia kelepasan menyebutkan nama aslinya, seharuanya misi ini sudah selesai saat ujian gennin telah berakhir tapi sandaime hokage menambah waktu misi ini.
Kurang dari satu jam mereka sampai di kedai ichiraku. Pemilik kedai ramen yang melihat ada pelanggan yang datang langsung menyapa.
"Selamat datang!"
"Paman, satu ramen jumbo"ucap Naruto datar setelah memesan Naruto beralih pada dua temannya.
Mengerti atas tatapan teman mereka, Sasuke dan Sakura juga ikut memesan. Sasuke ramen ukuran sedang sedangkan Sakura hanya teh hijau.
Sambil menunggu pesanan datang, mereka membicarakan tentang survival bettle besok.
"Jadi...apa yang kita beri untuk sensei kita besok Naruto?"
Naruto memegang dagunya. Berpikir"hm...bagaimana kalau strategi serangan mendadak?"
"Hn. Itu tidak akan berhasil, kau harus ingat Naruto. Dia itu mantan anbu jadi mana mungkin dia akan terkecoh dengan trik seperti itu"jelas sasuke.
Naruto mengangguk"kau benar, itu tidak akan berhasil"
"Mungkin besok kita akan menemukan cara lain"
"Hn. Dan kita beri sensei kita pelajaran"ucap Naruto menyeringai.
Sakura yang menjadi pendengar hanya bisa diam, aura serius sangat terasa saat dua anggota timnya ini mulai bicara. Dua laki-laki yang terkenal dingin dan pendiam bisa berbicara sepanjang ini, itu hal langka baginya.
"Sakura-chan apa kau mau ikut dengan kami?"tanya Naruto kalem.
"Eh,apa?...ikut?, tapi Naruto..."
"Bukannya kau ingin memberi pelajaran Kakashi sensei, hm?"kini Sasuke yang berbicara.
Sakurapun mengingat kejadian di saat keterlambatan Kakashi dan itu membuatnya sedikit ada rasa marah.
"Baiklah"jawab Sakura semangat.
Tiba-tiba sebuah suara mengalihkan perhatian mereka bertiga, ternyata pesanan mereka sudah siap.
"Pesanan sudah siap!"
"Hn. Terima kasih Teuchi-jisan"ucap Naruto.
"Ya"
Dan akhirnya mereka kembali membicarakan tentang rencana untuk sensei mereka dengan sesekali makan ramen.
Matahari sudah hampir tenggelam dan jalan konoha juga telah sepi walau ada satu atau dua penduduk yang lewat. Kini Naruto, Sasuke dan Sakura berjalan beriringan, setelah makan di kedai ichiraku dan membicarakan soal rencana akhirnya mereka sepakat untuk melanjutkan di mansion Uchiha.
"Baiklah, jangan lupa nanti malam ya Sasuke, Sakura. Jam delapan"
"Tentu...di mansion sasuke-kun kan"
"Hn"
Setelah itu mereka berjalan terpisah menuju rumah masing-masing untuk bersiap-siap untuk pergi ke mansion sasuke.
.
.
.
Di suatu tempat
Sekarang kitsune atau Naruto sedang bersembunyi di suatu pohon, dia sedang mengamati sebuah desa.
"Hm. Inikah Otogakure?"gumam Naruto saat melihat salah satu ninja di desa itu berlambang not balok.
Kitsune terus mengamati desa tersebut, di balik topeng rubah hitam yang dia pakai matanya terus mengamati gerak- gerik para ninja penjaga yang berada di sudut-sudut gerbang desa.
'Hm. Penjagaannya lumayan ketat'
Sekarang dia sedang Menyusun rencana untuk mencari tempet persembunyian Orochimaru tapi sepertinya tidak mudah karena penjagaan desa yang lumayan ketat tapi juga Otogakure di kelilingi oleh pohon-pohon besar dan juga lebat.
"Kalau begitu..."
Kagebunshin no jutsu
Poft!
Munculah lima bunshin yang menyerupai dirinya. Kitsune memandang datar kelima bunshin itu.
"Berpencar, cari informasi tentang desa ini"
"Ha'i!"
Setelah menerima perintah, kelima bunshin tersebut menghilang dengan sunshin.
Sepeninggalan bunshinnya Kitsune kembali mengamati desa Otogakure, mencari celah untuk menyusup ke dalam desa tersebut.
'Sepertinya aku harus bertukar tempat sebentar'
Sriing!
Kitsune pun menghilang dengan kilat kuning...
.
.
.
Tbc
Err gimana jelek?, hacur?, buruk?. Gomen ne...krist baru update #emang kemarin kemana. Saya kemarin lagi banyak urusan dan habis ide jadi di tunda dulu up-nya.
Jadi...tolong maklum ya ya...krist bakal update lagi setelah ini tapi tidak janji kapan pastinya..
Baik sekali lagi krist mohon maaf lagi ya hehehe #gomenasai
Ps:krist juga punya dua fic baru tapi belum jadi. Yang pengen tahu judulnya yaitu see you again dan ninetail fox. Tapi judul yang kedua belum judul pasti...maksudnya itu judul sementara. Ok cuma ini saja.
Krist out of studios...see you
