Resiko Mama Muda.
Pairing: Yoonmin
Rate: T (nyrempet M dikittttttt banget)
Warning: Gaje, kecepetan
All flaws are mine
.
.
.
.
.
.
.
Jimin saat itu sedang berbelanja bersama Suji. Suji saat ini genap berumur 6 bulan, dia sudah bisa tengkurap dan bahkan merangkak. Saat pertama kali merangkak Jimin dan Yongi heboh sendiri, mereka memvideo anak mereka yang merangkak sambil berteriak.
Suji berada dalam gendongannya, wajahnya merah dan air liur keluar dari mulut mungilnya. Jimin sedang memilih daging untuk dimasak nanti malam. Biasanya jam segini Suji sudah tidur namun entah mengapa Suji rewel dan tidak ingin tidur, jadi Jimin mengajak Suji pergi ke supermarket itung-itung untuk menenangkan Suji.
Yoongi tidak bisa ikut karena dia ada kerjaan jadinya Jimin pergi sendiri. Jimin sedang asyik memilih daging hingga tidak sadar ada seseorang berdiri di sampingnya "Ehem" Jimin menoleh ke samping melihat lelaki itu tersenyum padanya. Dia memiliki rambut pirang sama seperti Jimin namun lebih putih dari Jimin "Ah maaf, aku Cuma mau bilang adiknya lucu banget"
Mendengar penuturan pria itu Jimin kaget, adik? Dia baru saja menyebut Suji sebagai adiknya? "Baru njaga adiknya ya?" Jimin terdiam , beberapa menit kemudian kemudian dia terkekeh "Maaf, tapi uhhmm..ini anakku" Ujar Jimin dengan awkward kemudian dia menunjukkan cincin pernikahannya di jari manis nya "I'm married"
Lelaki itu membulatkan matanya raut panik terlukis jelas di wajahnya "Oh! Ah, maaf maaf! Habisnya anda keliatan muda banget sih" lelaki itu menunduk sambil meminta maaf, Jimin tertawa "Gapapa, lagian ya seneng juga sih dikatain awet muda" Jimin mengambil daging yang ada di freezer "Duluan" Jimin melambaikan tangannya meninggalkan lelaki itu yang membeku di bagian daging beku "Ah sial, dia udah nikah" lelaki itu menggerutu kesal kemudian pergi dari sana, karena dia tidak berniat membeli daging.
.
.
.
.
.
.
Kejadian ini tidak terjadi hanya sekali. Jimin sedang bersama Suji di taman, Yoongi sedang membeli es krim di truck terdekat. Mereka memutuskan untuk mengajak Suji keluar bersama untuk menghirup udara segar sesekali dan kebetulan cuaca sedang cerah, jadi mereka memutuskan untuk jalan di taman.
Suji sedang berada didalam stroller tertidur lelap setelah meminum susu. Jimin duduk dibangku kosong ditaman, dia sedang membalas sms Yoongi yang menanyakan dia ingin eskrim rasa apa ketika seseorang tiba-tiba duduk disampingnya, Jimin melirik kesampingnya dan memberikan senyuman singkat kepada lelaki itu.
"Adiknya?" lelaki itu tiba-tiba bertanya menunjuk pada Suji yang tidur di stroller. Lagi Jimin merasakan De javu, dia berhenti mengetik dan menatap pria itu lama "Oh, bukan, ini anak saya" Ujar Jimin sambil terkekeh, lelaki itu mengenyritkan dahinya "Anak?" Jimin mengangguk sekali lagi menunjukkan cincin di jarinya, lelaki itu seakan tidak percaya bahwa Jimin sudah menikah dan bahkan memiliki anak "Terus suaminya dimana?" "Disini" Suara Yoongi menganggetkan mereka berdua membuat mereka terlonjak dari bangkunya "Yoongi!" Jimin merasa lega saat suaminya datang membawa dua cone eskrim "Ini sayang, strawberry kan?"
Jimin mengangguk dan mengambil eksrimnya dari tangan Yoongi "Ayo kita jalan lagi, udah mau mulai panas, kasian Suji" Jimin tersenyum pada suaminya itu "Iya Appa, lagian kan stroller nya ketutup" Jimin beranjak dari kursi nya memberikan satu senyuman terakhir pada orang asing tersebut sebelum pergi bersama Yoongi, sambil mendorong stroller Suji.
"Imut-imut udah punya anak, sialan. " umpat lelaki itu perlahan.
"Udah seberapa sering kamu digituin?" Yoongi bertanya saat mereka tiba dirumah. Jimin menaruh semua barang Suji dan menaruh Suji di box bayinya "Kemaren di supermarket, sama tadi" Yoongi membereskan sisa-sisa barang-barang Suji sebelum menggumam "Hhm, kalo gitu mulai sekarang kamu ga boleh pergi sendiri" "Eh? Ya mana bisa gitu hyung?" "Ya bisa, kamu bolehnya pergi kalo ga sama aku sama Seokjin" "Ih, aku gapapa hyung, aku bisa jaga diri" "Terus besok kalo ke gym harus pakek celana panjang ga boleh celana pendek" "Hyung!"
.
.
.
.
.
.
.
Jimin sedang berolahraga di gym. Semenjak dia hamil Suji bobotnya naik drastis dan sekarang Jimin mati-matian untuk menurunkan berat badannya. Jimin sedang melakukan squatting saat seseorang berdiri disampingnya. Jimin saat itu hanya mengenakan celana pendek dan tank top, Walaupun Yoongi sudah marah-marah tapi Jimin tidak peduli, mana mungkin dia berolahrga memakai celana training tebal dan hoodie? Jimin bisa mati kepanasan!
"Hi! Ujar pria itu bersender di dekat squat stands yang dia gunakan "Sendirian?" Jimin tidak menghiraukan ucapan pria itu dan terus melakukan squat "Hey, jangan gitu dong." Jimin tetap tidak menghiraukan "Hey, a pretty face like yours are not made to frown. You know I could show you some 'Fun' exercise" Okay, cukup. Jimin sudah tidak tahan! Jimin menaruh beban di pundanya mengembalikkannya kembali ke tempat nya "Ga tertarik, lagian saya udah ditunggu suami sama anak dirumah. Makasih" Jimin belenggang berjalan menuju lokernya dan mengambil tasnya, dia sudah muak, dia ingin pulang saja.
.
.
.
.
.
.
"Iya Jin hyung! Bayangin aja, 3 kali lho, 3 kali digodain terus siapa yang gak kesel sih!" ujar Jimin kesal. Saat ini, Jimin, Seokjin dan Jungkook sedang berada dirumah Seokjin dan Namjoon, sementara kekasih mereka pergi entah kemana, Suji sedang dilantai, duduk sambil bermain dengan Jungkook "Ya bagus dong Jim, artinya kamu tu keliatan awet muda" Ujar Seokjin, membawa satu topless penuh cookies cokelat hangat. Pipi Jimin menggembung lucu "Tapi kesel hyung digodain mulu apalagi mukanya mereka kayak mesum gitu, ih" Jimin begidik ngeri dan mengambil satu buah cookies itu dan memakannya.
"Ah yaudah deh lupain aja, lagian kayak gitu semakin kamu tanggepin semakin mereka seneng, mending diemin aja" Seokjin menepuk pundak Jimin perlahan, memang dia bilang pada Yoongi dia bisa menjaga dirinya sendiri namun lama-lama dia kesal sendiri. "Eh by the way, liat deh Jungkook" Jimin mengengok kearah Jungkook dan SUji yang sedang bermain, Jungkook menggerakkan boneka didepan muka Suji membuat balita itu tertawa kencang "Kayaknya Kookie siap tuh punya momongan" Jimin terkekeh bersama Seokjin "Ah, gausah Kookie dulu, hyung kapan?"
Jimin bertanya, menyesap the yang dibuatkan Seokjin "Bentar lagi" Ujar Seokjin enteng, Jimin dibuat bingung mendengar perkataan Seokjin itu "Hah?" Seokjin mengangguk "Iya, bentar lagi, yah 8 bulan lagi lah" Jimin menaruh mug nya dan kemudian mata kecilnya melebar "HYUNG HAMIL!?" Jimin berteriak membuat mereka semua kaget, tidak terkecuali Suji yang kemudian menangis. Mendengar Suji menangis sontak Jimin berlari menghampiri SUji yang menangis di dekapan Jungkook "Aigooo Suji kaget yaa? Maaf yaaa" Jimin mengambil alih Suji dan menepuk pantat bayi itu perlahan "Sshhh sshh maaf yaa maaff, Eomma ga sengaja sayang" "Hyung sih pakek teriak-teriak, Suji nangis kan"
Jungkook ikut mengelus rambut suji yang tipis mencoba menenangkan bayi itu, Jimin sebenarnya merasa bersalah "Habisnyaa…" Jimin mempoutkan bibirnya "Kaget aja tau Seokjin hyung hamil" Jungkook yang mendengar itu langsung membulatkan matanya "HYU-" "SSSH!" Jimin mendesik, menunjuk pada Suji yang sudah hampir tenang, Jungkook berlari menuju hyungnya menghujan hyungnya itu dengan pelukkan.
Jimin menggelengkan kepalanya perlahan agar Suji yang digendongannya tidak kaget. Seokjin dan Jungkook sedang berbincang ketika dia merasakan handphonenya bergetar di kantongnya dan bunyi 'Katalk!' terdengar. Jimin duduk disamping Jungkook, Suji masih didalam gendongannya dan mengambil handphonenya, sebuah pesan dari Yoongi:
Hubby~ :Sayang, aku jemput ya nanti, jangan kemana-mana.
Jimin memutar bola matanya.
Chiminn : Aku bisa pulang sendiri hyung, lagian ga jauh banget kok.
Hubby~ :Ga boleh, aku jemput pokoknya. Lagian bentar lagi udah mau selesai.
Chiminn : Hyunnggggggg :((((
Hubby~ : Ga mempan Jim.
Chiminn: Oppppaaaaaaa :(((((((
Hubby~ : …
Hubby~ : Jimin.
Hubby~ : Semoga nanti malem Suji tidur nyenyak.
Chiminn : :p
Chiminn : Love you oppa!
Hubby~ : Love you too, baby.
Hi! Kyukubi here! Back at it again with another chap haha, awalnya mau aku selesain tapi lagi lagi otak baru ada ide jadi ya…dan sekali lagi maafkan kegajean ini hahahahaha I hope you enjoy it! And as always don't forget to leave a review! Kritik dan saran sangat-sangat diterima, bye bye!
