Captain Tsubasa belongs to Yoichi Takahashi

The Reason belongs to Chappy Ruki Oguri

Pairing(s) : Sanae Nakazawa X Tsubasa Ozora

Warning : OOC bangget, miss typo(s), cerita pasaran, obsesi terpendam author terungkap di sini

Special Fiction for All Captain Tsubasa's Lover especially TsuSan Lover

Chapter 2

*Marriage(?) part 2*

=== HAPPY READING ===

.

.

.

.

"Selamat malam semua" sapa calon istri Tsubasa.

"Kau?"

Wanita yang mengucapkan selamat malam itu hanya tersenyum melihat ekspresi Tsubasa. Wanita itu adalah Yayoi Nakazawa.

"Hai, Tsubasa! Lama tidak berjumpa ya?" sapa Yayoi kepada Tsubasa.

"Kalian sudah saling mengenal ?" Tanya ibu Nakazawa. "Iya, bu. Dia adalah adik kelasku saat SMP." Jawab Yayoi.

Tsubasa's POV

Hah ? Kak Yayoi ? apakah calon istriku dia ? tapi, ku dengar dia telah menikah. Apa kabar itu hanya kabar burung saja ?

"Baguslah kalau kalian sudah saling mengenal! Ini akan mempermudah penyatuan dua keluarga!" papar ayah Nakazawa.

Tak lama kemudian muncul kembali sosok wanita yang baru saja aku temui. Dia menggendong seorang anak laki-laki. Kira-kira usia anak laki-lakinya sekitar satu tahun. Di belakangnya telah berdiri sesosok pria gagah dan -err tampan. Sepertinya pria itu adalah suamiya.

"Wah! Kalian sudah kembali rupanya." Seru ibu Nakazawa.

"Iya, Bu. Yukio sepertinya ingin menikmati udara segar di luar." Jawab wanita itu.

"Sa-sanae ?" tanyaku pada wanita yang menabrakku saat keluar toilet tadi.

"Ah! Tsubasa! Kita bertemu lagi rupanya." Jawabnya sambil terus menggendong anak laki-laki yang ia panggil Yukio.

Aku sedikit tidak percaya dengan pemandangan yang ada di depanku ini. Sanae sudah menikah ? sudah punya anak ? kenapa tidak ada satupun dari teman-temanku yang member tahuku.

End of Tsubasa's POV

Tsubasa benar-benar dibuat bingung dengan orang-orang di depannya ini. Sebenarnya siapa yang menjadi calon istri Tsubasa ? kakak kelasnya saat SMP ? atau teman SMPnya, Sanae ? mari kita baca bersama-sama.

"Sungguh kebetulan sekali ternyata anak-anak kita sudah saling mengenal. Jadi mereka akan lebih cepat akrab dan muncul "rasa" di antara mereka." Tutur Ayah Ozora. "Bagaimana menurutmu Tsubasa ?" tambahnya lagi. Tsubasa yang masih larut dengan pikiran-pikiran tentang calon istrinya sedikit terkejut dengan pertanyaan yang dilayangkan oleh sang ayah. Tsubasa hanya mengangguk ragu, mengiyakan atau menolak, pikirannya masih kalut dengan sederet orang yang dikenalnya dulu saat SMP yang tiba-tiba kini mereka akan menjadi bagian dari keluarganya.

"Bagaimana menurutmu tentang calon istrimu Tsubasa ?" Tanya Ayah Ozora lagi. Tsubasa menoleh ke arah ayahnya kemudian beralih ke arah Sanae dan Yayoi. Dia sendiri bingung sebenarnya mana yang akan menjadi calon istrinya. Sanae ataukah Yayoi? Namun melihat Sanae yang menggendong seorang anak laki-laki kemudian ditambah ada pria di sampingnya yang terlihat seperti suaminya, mungkinkah Sanae yang menjadi calon istrinya? Sepertinya tidak,pikir Tsubasa. Sanae telah berkeluarga, pikirnya saat itu. Lalu bagaimana dengan kak Yayoi? Dia terlihat masih single. Tidak ada tanda-tanda alau dia telah menikah seperti yang dikabarkan. Jika benar Kak Yaoilah yang menjadi calon istrinya maka Tsubasa patut sedikit berbangga karena calon itsrinya adalah seorang pengusaha muda yang terbilang sukses. Jadi setelah "bertarung" dengan pikirannya, Tsubasa menyimpulkan sendiri bahwa calon istrinya adalah kak Yayoi.

"Cantik-" Semua orang ternganga dengan jawaban Tsubasa. "-dan aku yakin dia akan menjadi istri dan ibu yang baik." Wow! Pernyataan Tsubasa sedikit membuat calon istrinya tersipu malu.

"Kalau menurutmu bagaimana dengan Tsubasa, Sanae ?" Tanya ayah Ozora kepada Sanae. "kenapa bertanya pada Sanae? Coba tanyakan kepada Yayoi!"

Sanae dan Yayoi terkekeh geli. Sepertinya gadis dan menantu Nakazawa itu tahu jalan pkiran Tsubasa.

"Mm… baiklah! Menurutku Tsubasa adalah sosok pria yang bertanggung jawab. Aku yakin saat menjalani kehidupan rumah tangga nanti, dia akan sangat perhatian kepada istrinya." Tutur Yayoi sambil tertawa kecil.

"Mam maa.." tiba-tiba anak yang digendong Sanae memanggil mama dan bergerak meminta untuk digendong Yayoi. Yayoi yang menyadari itu langsung saja mengambil Yukio dari Sanae.

"Sini sayang. Mama di sini kok." What the hell ? pikir Tsubasa. Mama ? sebenaranya Yukio itu anak siapa sih? Pikir Tsubasa lagi. "Sepertinya Yukio haus Kak Yayoi." Kata Sanae yang akhirnya buka suara.

"Jun, mana susu Yukio? Kau tidak lupa bawa kan?" Tanya Yayoi kepada Jun Nakazawa. Pria gagah yang sedari tadi berada di belakang Sanae beralih mendekati Yayoi,istrinya untuk memberikan susu.

Jun Nakazawa. Laki-laki berusia 25 tahun. Seorang dokter muda spesialis jantung. Dia adalah kakak kandung Sanae. Istrinya bernama Yayoi.

"Jadi.. Yukio itu… " gumam Tsubasa. "-anak dari Kakakku." Sambung Sanae." 'Eh? Tsubasa sedikit terkejut. Jadi yang akan menikah denganku adalah.. Sanae!' pikir Tsubasa. Tsubasa yang dari tadi memperhatikan Kak Yayoi kini mengalihkan pandangannya ke Sanae kemudian tersenyum. Sanae pun membalas senyuman Tsubasa.

.

.

.

.

Setelah malam pertemuan dengan calon istrinya, Tsubasa diminta ayahnya untuk lebih dekat lagi mengenal Sanae. Hari ini Tsubasa diminta ayahnya untuk pergi ke festival kembang api yang diadakan di dekat taman bermain yang tidak jauh dari pusat kota. Hitung-hitung ini adalah kencan pertama mereka.

Malam ini seperti biasa Sanae terlihat cantik. Dia memakai t-shirt casual ditambah cardigan hitam serta syal coklat yang berwarna sama denga t-shirtnya, dilengkapi rok hitam yang pas sampai lutut. Rambutnya dipercantik dengan jepit rambut serta poni yang menambah kesan girly pada gadis Nakazawa ini. Sedangkan Tsubasa, dia terlihat tampan dengan blazer jeans biru dan kaos casual serta celana jeansnya (kayak yg di CT series waktu tsubasa pertama kali ke spanyol). Tidak bisa dipungkiri, Tsubasa diam-diam menyimpan rasa kagum yang luar biasa pada penampilan Sanae mala mini. Untuk menambah keromantisan (buset dah bahasa gue), ayah Ozora meminta anaknya ini untuk pergi ke festival dengan motor matik yang sudah disiapkan orang tuanya itu.

Sesampainya di festival, Sanae dan Tsubasa terlihat canggung. Ini adalah kali pertamanya mereka berjalan berdua seperti ini untuk suatu momen bernama 'kencan'. Namun, Sanae yang notabene gadis yang tidak bisa hanya diam, mencoba mengakrabkan diri dengan sering mengajak Tsubasa melihat benda-benda yang tidak akan ditemui selai di festival ini.

Setelah dirasa lelah melihat-lihat di festival kembang api. Tsubasa mengajak Sana eke suatu tempat dekat pantai untuk menikmati angin pantai barang sebentar. Kini mereka tengah duduk di tepi jalan raya, di suatu tangga yang menghubungkan jalan raya dan pantai. Keduanya mulai merilekskan diri dengan angin khas pantai yang bertiup sepoi-sepoi. Sanae merentangkan tangannya, menikmati udara khas pantai tersebut.

"Kau menerima perjodohan ini, Sanae?" Tanya Tsubasa memecahkan keheningan.

"Tidak-" Tsubasa terkejut mendengar jawaban Sanae. "Tidak… awalnya! Tapi, setelah aku tahu calon suamiku adalah kau, aku menyetujuinya." Jawab Sanae lirih sambil menundukkan kepalanya.

Tsubasa memalingkan wajahnya untuk melihat Sanae.

"Hah? Kenapa?" Tanya Tsubasa penasaran

"Karena aku tahu orang yang akan menikah denganku adalah orang baik." Jawab Sanae sambil melihat Tsubasa. Kini mata hitam pekat dan mata coklat itu bertemu. Sanae tengah memandangnya dengan cinta. Sedangkan Tsubasa masih terkejut dengan jawaban Sanae.

'Aku tidak mungkin bilang kalau dari dulu aku begitu menyukaimu, kan? Dan saat ada kesempatan aku bisa memilikimu dengan mudah seperti ini, tidak mungkin aku menolaknya.' Batin Sanae.

"Apa kau bisa menjamin ketika hidup denganku kau akan bahagia? Karena setahuku pernikahan itu adalah penyatuan seorang laki-laki dan perempuan yang saling mencintai dan keduanya akan melengkapi satu sama lain untuk membentuk suatu kehidupan yang bahagia bersama anak-anak mereka." Tutur Tsubasa.

Sanae menunduk. "Lalu kenapa kau menerima perjodohan ini?" Tanya Sanae.

"Aku sebenarnya tidak menerima perjodohan ini. Hanya saja ayahku yang memaksa. Kata beliau kta sudah dijodohkan oleh ibuku sebelum ibuku meninggal. Untuk menghormati ibukulah aku menerima perjodohan ini. Sebenarnya aku masih ingin meniti karirku di dunia sepak bola. Lagi pula kita masih terlalu muda untuk menikah. Dan aku tidak yakin kalau aku mencin-"

"Aku ingin pulang!" belum selesai Tsubasa menyelesaikan kata-katanya, Sanae keburu memotongnya.

Sadar atau tidak penuturan Tsubasa secara tidak langsung telah menyakitkan hati Sanae. Dalam perjalanan pulang pun mereka hanya diam. Sanae yang saat berangkat begitu terlihat ceria kini dia hanya diam seribu bahasa selama perjalanan pulang.

Sesampainya di rumah kediaman Nakazawa, Sanae buru-buru turun dari motor dan ingin segera masuk ke rumah.

"Terima kasih untuk hari ini, Tsubasa." Katanya tanpa melihat Tsubasa sedikit pun. Tsubasa terlihat dengan sikap Sanae yang tiba-tiba berubah. Apa ada yang salah padanya ? pikirnya saat itu.

Sesampainya di kamarnya, Sanae langsung mengunci pintunya. Disandarkan tubuh semampainya di pintu. Tanpa dia sadari air matanya mengalir. Tsubasa tidak ada rasa padanya. Kenapa harus ada perjodohan seperti ini. Menyakitkan saja! Apalagi orang yang akan menjadi suami kita tidak mencintai kita. Yah, memang begitulah perjodohan. Benarkan ?

.

.

.

.

.

Akhirnya hari pernikahan pun tiba. Tidak banyak yang diundang dalam pernikahan Tsubasa dan Sanae. Hanya teman- teman dekat dan keluarga saja. Semua orang kini tengah berkumpul di gereja menanti kehadiran sang mempelai wanita. Tsubasa terlihat tampan dengan tuxedo putih yang dikenakannya, menanti Sanae yang tak kunjung datang. Dan akhirnya seorang wanita bergaun pengantin putih anggun memasuki pintu gereja. Di sampingnya terlihat kakak Sanae, jun yang senantiasa mendampingi adiknya menuju Tsubasa yang menunggu di altar.

Sesampainya di altar, diserakannya tangan Sanae kepada Tsubasa.

"Jaga adikku baik-baik. Jangan sampai membuatnya menangis" bisik Jun kepada Tsubasa. Tsubasa hanya tersenyum tipis. Dalam hatinya dia tidak berani berjanji bisa membuat adik Jun yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu bahagia. Baginya, pernikahan ini hanya untuk menghormati mendiang ibunya. Belum ada perasaan cinta yang tumbuh untuk Sanae. Sedangkan Sanae, dia bingung hari ini harus senangkah atau sedihkah? Senang karena dia bisa menikah dengan laki-laki yang sudah merebut hatinya sejak mereka masih kecil atau sedih karena ternyata ia harus menerima kenyataan bahwa Tsubasa tidak mencintainya layaknya seorang pria kepada wanitanya.

Setelah sumpah-sumpah palsu mereka ucapkan, ini saatnya mereka melakukan weddng kiss. Oh yang benar saja, mereka melakukan ciuman pertama mereka dengan orang yang tidak mencintai dan denga orang yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Tsubasa mendekatkan wajahnya ke wajah Sanae. Hembusan nafas masing-masing mulai dirasakan keduanya. Sebelum menyentuhkan bibirnya ke bibr Sanae, Tsubasa berkata "Maaf." Dan wedding kiss pun sudah mereka jalani. Dan kini mereka resmi menjadi suami istri.

To be Continued

.

.

.

-ciymii's curcol-

Yosh! Akhirnya satu fanfiksi berhasil saya update. Sempat kemarin melanjutkan TWINS dan The Reunion tapi karena masih mentok idenya jadi belom kelar. Wkwkwkwk

Bagaimana chapter ini ? aneh ya? Wkwkwkw

Di sini ada pairing baru, Jun-Yayoi. Wkwkwk. Ceritanya Jun itu kakak kandungnya Sanae. Dia udah nikah sama yayoi dan punya anak namanya Yukio. Oh ya, kalau umur Tsubasa 20 taon, umurnya Sanae itu 19 tahun. 2 tahun lalu baru lulus SMA. Fresh graduate getooh. Dan selama dua taun itu dia sekolah sekretaris. *kagak ada yang nanyak* . Kasian ya, dimana-mana sanae cintanya bertepuk sebelah tangan terus. Wkwkwk.

Okeh, silakan tinggalkan jejak Anda di koloh review ya =))

Sankyoooouuuuu =))