Hidden Love
By Fan_dio
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie
Genre : Romance
Warning : This is Yaoi (Boys Love), Maaf nggak bisa bikin GS
Rated : T
= Happy Reading =
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Kyungsoo pulang kerumahnya tepat jam 4 sore. Dia sangat lelah, dan sepertinya kasur adalah tempat yang sangat diinginkannya saat ini. Kyungsoo menidurkan dirinya di kasur empuknya, ibunya sepertinya sudah pulang dari bekerja juga, namun ibunya itu pergi lagi karena suatu urusan
Kyungsoo menggeliat dan mencoba melepaskan lelah, dia mencoba memejamkan matanya, namun entah mengapa sosok namja berkulit eksotis selalu muncul dipikirannya, aneh
Kyungsoo mencoba mengalihkan perhatian dengan beranjak dan membereskan kamar tidurnya, karena tadi pagi dia belum sempat berbenah karena terburu-buru berangkat bekerja, akhirnya sama saja, dia tetap terlambat dan mendapat semprot dari atasannya
Kyungsoo masih sibuk dengan kegiatan membereskan kamar, matanya menangkap buku tulis SMAnya yang baru beberapa bulan ini tidak terpakai, Kyungsoo memang baru saja lulus dari SMA dan tidak melanjutkan pendidikannya, dia memilih untuk bekerja dan membantu ibunya yang seorang single parent
Kyungsoo membuka kembali buku tulisnya itu, dibagian belakang buku itu tertulis tulisan tangannya yang sangat rapi, Kyungsoo mendesah pelan, dia membaca :
'aku akan berpacaran diumur yang ke-22 tahun'
Kyungsoo membaca kalimat singkat itu berulang-ulang, saat itu sudah sampai, dia sudah berumur 22 tahun dan kalimat itu semacam kalimat janji yang harus ditepati, lagi-lagi Kyungsoo mendesah
Sampai saat ini Kyungsoo masih belum memiliki seorang yeojachingu alias pacar. Entah mengapa dia sangat dingin dan membatasi diri untuk bergaul dengan yeoja, padahal dia sudah dewasa dan sudah pantas merasakan kisah cinta dan kasih antara namja-yeoja
Kyungsoo membatin, kira-kira siapa yang ingin menjadi pacarnya? Dia hanyalah seorang namja kasir yang ingin membatu perekonomian ibunya,
Perasaan resah dan galau yang menghantui Kyungsoo diselipi oleh wajah namja yang baru kemarin dikenalnya, siapa lagi kalau bukan Kim Jongin
Ah, mungkin Kyungsoo sudah jatuh cinta dengan namja itu, tapi apa mungkin namja yang terkesan playboy itu mau menjadi pacarnya? Entahlah
Kyungsoo tidak ingin berpikiran yang bukan-bukan
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Jongin dan Sehun saat ini berada disuatu café yang lumayan ramai. Mereka menghabiskan waktu berdua dengan menyeruput seduhan mocca dan coklat panas
"untuk apa hyung mentraktirku disini? Tidak biasanya" ucap Sehun bertanya, dia hanya sedikit heran, biasanya temannya itu akan menghabiskan waktu dengan yeojanya, secara bergantian
"bukan apa-apa, hanya mau saja" jawab Jongin lemas, dia masih menyeruput moccanya malas
"jujur saja hyung, pasti ada sesuatu" lanjut Sehun lagi, dia memotong potongan besar kue lapis coklat yang mahal, dia memang ditraktir oleh Jongin dan bebas memilih makanan dan kue yang disediakan oleh café
"lihat wajahku, apa ada yang aneh?" Jongin bertanya kepada sehun, dia serius, wajah Jongin memang sendu dan murung
"hm.. wajah hyung tambah hitam saja" jawab Sehun sambil tertawa, dia hanya bercanda
Jongin mendelik kesal kearah temannya itu, sepertinya dia salah orang untuk membicarakan sesuatu hal yang serius
Jongin mendongak dan menatap Sehun intens, dia mendesah
"baiklah, lupakan masalah wajah… aku ingin membicarakan sesuatu" ucap Jongin akhirnya
"membicarakan sesuatu? Apa itu hyung?" Tanya Sehun cengo', dia menghentikan aktivitas makan kuenya
"ya, kamu salah satu temanku yang banyak tahu tentangku, terutama mengenai kakak adik Jung yang kini menjadi yeojachinguku" ujar Jongin, dia mengaduk-aduk moccanya pelan
Sehun mengangguk-angguk, entah anggukan paham atau apa
"seperti yang kukatakan kemarin, aku berencana menambah selingkuhan, eh.. maksudku menambah pacar" Jongin berkata dan memperbaiki kesalahan kalimatnya
"lalu?"
"aku ingin kamu membantuku mendapatkan pacar ketigaku" ucap Jongin tegas, walau dia sudah sering gonta-ganti pacar, namun dalam hal ini yang mengisi hatinya adalah 2 orang yeoja dan dia berencana menambah lagi
"Hyung ingin aku membantu apa? bisa hyung katakan lebih spesifik…" tanya Sehun, dia kembali melanjutkan acara makannya
Jongin menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan,
"aku ingin kamu membantuku mendapatkan namja kasir, yang bernama Kyungsoo, kamu pasti tahu dia kan?" Jongin berujar dan mencoba jujur kepada temannya itu
Sehun hampir saja menghamburkan makanan dimulutnya, andai saja makanan itu tidak enak, dia mungkin sudah melakukannya, matanya melotot tidak percaya
"hyung tidak sakitkan? Dengan namja?" Tanya Sehun masih dengan ekspresi berlebihan, minta ditabok
"kamu bicara apa, perkataanku tadi kurasa sudah cukup jelas" balas Jongin enteng
"kasihan dengan yeoja berdada besar disekolah, mereka pasti akan patah hati.." ujar Sehun mulai lagi, dia menerawang. Sehun membayangkan banyak yeoja disekolah mereka yang gantung diri saat mengetahui jika seorang Kim Jongin berpacaran dengan namja, namja kasir. Atau yeoja itu mulai telanjang dan melumuri dada mereka dengan aspal panas… Sehun mulai berpikiran yang tidak-tidak
"bagaimana? Kamu mau membantuku kan?" Tanya Jongin lagi, wajahnya serius
"baiklah, aku pasti akan membantu hyung, tenang saja" jawab Sehun cepat, imajinasinya memudar, dia memulai menyantap makanan lagi
Jongin tersenyum simpul
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Kyungsoo terjadwal shift malam, hal ini sering terjadi. Jadi dia harus menyesuaikan diri apakah akan masuk pagi dan pulang sore, atau masuk siang dan pulang malam, ini resiko pekerjaannya sebagai kasir baru
Kyungsoo seperti biasa melayani para pembeli alias pelanggan di supermarket tempatnya bekerja, Kyungsoo sudah biasa tersenyum tulus dan menyapa pelanggan, jadi hal itu bukanlah sesuatu yang sulit
Seorang yeoja dengan pakaian seksi menggoda, menghampiri Kyungsoo, dia sama sekali tidak membawa keranjang atau troli belanja
"berikan satu BB cream, yang dasar putih.." ujar yeoja itu kepada Kyungsoo, kalimatnya terkesan ketus dan tidak bersahabat
"sebentar" jawab Kyungsoo, dia berpaling dan mencari BB cream yang dimaksud oleh si yeoja, Kyungsoo dengan usaha keras berusaha mencari produk yang dimaksud
"ini, silahkan dilihat dulu" ucap Kyungsoo seraya memberikan produk yang dicarinya tadi
Yeoja itu mengerutkan dahinya, tanpa memegang produk kecantikan itu, dia kembali berujar
"dasar bodoh, aku minta BB cream, bukan cream pemutih biasa. Kamu ini bisa kerja tidak?" semprot yeoja itu, nadanya sangat tinggi, Kyungsoo jadi tertunduk dan sedikit malu
"maaf-maaf, aku akan berikan yang lain.." ujar Kyungsoo cepat, dia kembali mencari BB cream yang dimaksud, wajahnya sedikit sumringah, karena menemukan produk yang tertulis besar huruf B sebanyak 2 kali
"ini, silahkan.." lanjut Kyungsoo lagi, dengan nada ramah
Yeoja itu mengambil produk yang disodorkan oleh Kyungsoo, dia kembali mencak-mencak
"aku bilang tadi BB cream dengan dasar putih, yang kamu berikan ini BB ceram dengan dasar coklat, sangat tidak sesuai dengan kulitku" gusar yeoja itu, kali ini suaranya menarik perhatian pengunjung supermarket yang lain, banyak yang menoleh dan mendelik kearah yeoja itu
"ma..maaf.."
"dari tadi cuma bilang maaf saja, mana manager supermarket ini, kamu tidak bisa bekerja" tukas yeoja itu lagi, masih dengan nada tinggi
Kyungsoo tertunduk, ingin rasanya dia berteriak dan menangis,
Dan tiba-tiba, seseorang datang menghampiri mereka berdua
"ada apa ini?" Tanya orang tersebut, penampakannya sangat rapi dan elegan, dengan tanda nama yang tergantung disaku depan kemejanya, Junmeyon
"ini, kasir ini tidak becus, aku meminta produk ini dan dia malah memberiku produk itu, kesalahannya tidak hanya sekali, tapi berkali-kali" yeoja itu kembali berujar, masih menyalahkan Kyungsoo
"kami mohon maaf, kasir kami ini baru sebulan bekerja disini, sekali lagi kami mohon maaf" balas orang itu, dia membungkuk dan meminta maaf
"sudahlah, sepertinya aku salah membeli ditempat ini, kebetulan saja aku membeli produk kecantikan karena pesananku belum datang dari Paris" tutup yeoja itu panjang lebar, dia berlalu dan keluar dengan langkah cepat
Kyungsoo mendesah pelan, akhirnya yeoja gila itu pergi juga
"aku minta maaf, Suho hyung.." ujar Kyungsoo kepada orang itu, orang itu adalah supervisor disupermarket tempatnya bekerja, namun supervisor yang akrab disapa Suho itu tidak membawahi Kyungsoo. Kyungsoo dibawahi oleh supervisor yang lain, supervisor galak. Disupermarket itu memang ada 4 supervisor, dan puluhan karyawan yang terdiri dari pramuniaga dan kasir
"tidak mengapa, aku tahu kamu sudah melakukan yang terbaik" ucap Suho sambil tersenyum tulus, dia menatap Kyungsoo dengan tatapan seorang kakak kepada adiknya
"terima kasih"
"namanya Krystal, dia memang terkenal suka marah-marah dan mudah naik darah, mungkin karena dia anak bungsu yang sering dimanja oleh orangtuanya" tukas Suho menjelaskan dengan lembut, matanya masih memandang Kyungsoo yang terdiam
"lanjutkan tugasmu" tutup Suho, dia mengacak-acak lembut rambut jatuh Kyungsoo, dan entah mengapa hal itu membuat Kyungsoo merona, dia sedikit malu
Kyungsoo kembali melayani pelanggan yang sedari tadi antri karena terhalangi oleh tingkah yeoja yang bernama Krystal tadi
Kyungsoo mendesah pelan
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Kyungsoo berjalan pulang, jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Tidak ada satupun bis yang melaju disampingnya, dia menyusuri jalan seorang diri. Maklum saja, Kyungsoo tidak mempunyai kendaraan pribadi. Sebenarnya dia lebih memilih shift pagi dari pada shift siang, walau jika pagi hari Kyungsoo sering terlambat, namun dia lebih memilih itu jika dibandingkan harus pulang malam dan kedinginan seperti ini
Kyungsoo mengusap-usap kedua telapak tangannya untuk membuat efek hangat, dia memang sedari tadi kedinginan
Dan tiba-tiba, dari arah belakang, seseorang menghampirinya dan membekapnya,
"hei manis, berani pulang sendiri, bagaimana jika kamu menikmati malam bersamaku" ujar orang yang membekap Kyungsoo itu, suaranya sedikit cadel, orang itu memakai kacamata hitam dan memakai topi berwarna sama
Kyungsoo seperti mengenali suara orang itu, tapi dia panik dan tidak bisa berpikir jernih lagi, dia meronta-ronta minta dilepaskan
"tenang manis, jangan meronta seperti itu" ujar orang itu lagi, dia memang kuat, terbukti dengan hanya seorang diri, dia berhasil memeluk dan membekap Kyungsoo dengan tangannya
"hmm..hmm"
Kyungsoo berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri, dia berdoa semoga saja ada orang yang mau menolongnya
Dan sepertinya doa Kyungsoo terkabul,
Beberapa menit kemudian, seseorang muncul lagi, dia berteriak gusar
"hei, lepaskan namja itu, sialan.." ujar orang itu, dia sepertinya ada dipihak Kyungsoo,
Orang yang baru datang itu dengan sigap menendang belakang orang yang membekap Kyungsoo, Kyungsoo terlepas
"lari, masuk kemobilku" ujar namja itu kepada Kyungsoo, dia menunjuk mobilnya yang tidak jauh dari tempat mereka, pintu mobil itu terbuka, seakan disengaja
Kyungsoo tanpa pikir panjang lekas berlari dan masuk ke mobil namja itu, lagi pula dia sepertinya kenal dengan si namja, namja berkulit eksotis
Namja yang menolong Kyungsoo itu dengan cepat meninju wajah orang yang tadi berusaha mencabuli Kyungsoo, dan tidak lama, orang itu itu lari tunggang-langgang dan tidak menoleh lagi, Kyungsoo memperhatikan adegan pemukulan itu dari jauh
Namja yang menolong Kyungsoo menghampiri mobilnya, dia tersenyum manis kearah Kyungsoo yang sudah duduk dan tidak bergerak
"jangan takut, kamu aman bersamaku" kata namja itu, masih dengan senyuman
Kyungsoo diam membisu, suaranya tercekat
"kamu pasti masih mengenalku, aku juga mengenalimu, kamu Do Kyungsoo-kan?" namja itu kembali berujar, dia sudah berada dikursi kemudi, namun dia belum menjalankan mobilnya
Kyungsoo mengangguk, dia ingat sekarang, namja yang menolongnya itu adalah namja yang pernah membeli di supermarket tempatnya bekerja, namja modus, Kim Jongin
"maaf, nomormu sudah ada padaku, tapi aku belum pernah menghubungimu lewat ponsel" lanjut Jongin lagi, seakan-akan mereka adalah keluarga dekat yang sudah saling kenal lama
"terima kasih" akhirnya Kyungsoo mendapatkan suara merdunya kembali, dia mencoba tersenyum
"sama-sama, bukan masalah" balas Jongin, dia suka dengan senyum bentuk hati Kyungsoo itu
Dan jepret…
Kyungsoo sedikit terkaget dengan lampu ponsel namja yang bernama Jongin itu, rupanya dia dipotret
"kenapa memotretku?" Tanya Kyungsoo sedikit canggung, dia memelintir pakaiannya sendiri
"maaf, hanya untuk kenang-kenangan saja" balas jongin, dia tersenyum melihat hasil jepretannya, tampak wajah Kyungsoo yang kaget dengan mata mirip burung hantu
Kyungsoo merona dan tersipu malu, dia seperti yeoja yang baru saja dilamar dan akan memulai malam pertama, ah.. perumpamaan yang berlebihan sepertinya
"kamu tinggal dimana? Aku akan mengantarmu.." ujar Jongin memecah keheningan
"tidak usah, rumahku jauh, kalau bisa antar aku di halte bis saja" jawab Kyungsoo, dia menolak secara halus permintaan Jongin
"tidak, aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri, kamu sekarang adalah namjaku.. eh, maksudku kamu adalah temanku" ralat Jongin, dia tidak ingin mensiasiakan kesempatan mengantar namja imut disampingnya itu
'tapi.."
"tidak ada tapi-tapi, asal kamu tahu saja, diluar sana banyak namja-namja mabuk, mereka sangat berbahaya" potong Jongin, dia berkata penuh harap
"baiklah.." ucak Kyungsoo akhirnya, dia juga tidak bisa membohongi hati kecilnya, dia merasa tenang dan hangat berada disamping namja yang baru saj menyelamatkannya itu
Jongin tersenyum, dia berhasil
Dan kemudian…
Ponsel Jongin berdering, memperdengarkan lagu hits Exo
"halo.." Jongin mengangkat telfon diponselnya dengan malas, dia melirik sekilas kearah Kyungsoo
"halo oppa, oppa dimana? Tolong jemput aku" ujar suara seorang yeoja diseberang telefon, suaranya terdengar jelas oleh Kyungsoo, walau tanpa loudspeaker
"maaf, chagiya… ommaku minta diantar di salon sekarang, besok pagi omma ada acara mendadak" kata Jongin memelankan suaranya, dia takut kebohongannya terdengar oleh Kyungsoo, walau memang perkataannya itu terdengar jelas oleh Kyungsoo yang tepat disampingnya
Kyungsoo mengerutkan dahinya, dia sedikit bingung
"hah, malam begini…? setahuku ajuhma tidak pernah mempunyai jadwal kesalon jam 11 malam seperti ini" balas yeoja itu lagi, masih diseberang telefon, nadanya terkesan dimanja-manjakan
"iya Krystal shii, kamu minta tolong pada supirmu saja, aku betul-betul tidak bisa untuk malam ini" lanjut Jongin, dia sedikit berkeringat, karena ada Kyungsoo disampingnya
"oppa, oppa jahat… aku tahu oppa pasti bersama yeoja yang lain, mengaku saja.." seru yeoja yang bernama Krystal itu, dia curiga
"aku tidak mungkin bersama yeoja lain, aku bersama namja.. maksudku aku bersama appa, appa dan omma meminta aku mengantar mereka, mereka ada acara makan malam bersama Relasi Bisnisnya" jelas Jongin, upps, dia salah bicara sepertinya, Jongin membekap mulutnya, sepertinya dia ketularan Sehun
"acara makan malam? Katanya oppa mau mengantar ajuhma ke salon, tapi sekarang…"
"halo...halo… sinyal jelek chagiya, aku tidak bisa mendengar suaramu… besok aku telefon lagi.. bye.." potong Jongin, dia menutup sepihak ponselnya, dia mengelap keringat yang berada didahinya, entah mengapa dia jadi gugup karena berbohong, dia sering melakukan hal tersebut, namun kali ini dia seperti kehilangan kata-kata, mungkin faktor namja yang bernama Kyungsoo yang ada disampingnya, huff
Dan tidak lama kemudian, dering ponsel Jongin kembali meraung 'someone call the doctor… bla…bla…' menampilkan nama 'Jessica' dilayar ponsel Jongin. setelah adik, kini kakaknya yang menelfon
Jongin secepat ninja Hatori me-rejeck ponselnya, dia menekan tombol non-aktif dan menjejalkan cepat ponsel itu kesakunya, aman
Hening,
Tidak ada yang berbicara,
Kyungsoo membisu, dia tidak tahu harus berkomentar apa, yang pasti perasaannya mengatakan bahwa namja dihadapannya ini membohongi pacarnya, entah mengapa Kyungsoo merasa was-was, perasaan yang aneh
"baiklah, ayo kita berangkat.. tunjukkan arah rumahmu" tiba-tiba Jongin berujar, dia sudah tampak normal kembali, bersiap untuk mengantar Kyungsoo
Kyungsoo hanya mengangguk
Jongin melajukan mobilnya, entah mengapa dia jadi tidak enak dengan Kyungsoo, dia sadar bahwa namja disampingnya itu tahu bahwa dia berbicara dengan pacarnya dan membohonginya
"itu tidak seperti yang terdengar.." ucap Jongin lagi, dia mencoba meluruskan
"apanya?" Kyungsoo bertanya, dia pura-pura tidak mengerti
"perkataanku ditelefon tadi" jawab Jongin cepat, dia memandang Kyungsoo sambil terus mengemudikan mobilnya, membelah malam yang sudah hampir pukul 12
"tidak ada urusannya denganku, tenang saja" ucap Kyungsoo pelan, dia setengah hati berkata seperti itu
Hening
Senyap
Hanya deru mobil yang terdengar
"hm, maaf.. apa kamu sudah punya isteri?" Tanya Kyungsoo tiba-tiba, pertanyaan bodoh dan terkesan tergesa-gesa, padahal dia tahu namja disampingnya itu jelas hanya mempunyai yeojachingu saja
"apa? aku?" Tanya Jongin, dia sedikit terkejut, tidak menyangka mendapat pertanyaan demikian, seakan-akan pertanyaan itu seperti diagnosa yang mengatakan bahwa dia mengidap kelainan pengerucutan alat kelamin selama masa pubertas,
"iya"
"aku belum menikah, aku masih perjaka dan single…apa aku terlihat sudah pantas menyandang gelas sebagai suami?" Tanya Jongin sedikit bercanda, dia mencoba menetralkan kekagetannya tadi
"maaf, hanya saja.. kemarin.. kemarin kamu membeli alat tes kehamilan, tidak mungkin kamu menguji alat itu kepada yeojachingumu-kan?" Tanya Kyungsoo dengan wajah polos, dia cukup berani menanyakan hal sensitif seperti itu
Wajah Jongin merah dan tegang, dia lagi-lagi tidak menyangka bahwa Kyungsoo masih mengingat barang yang dibelinya itu, dia sedikit menyesal, kenapa tidak membeli barang itu di apotek atau toko obat saja, atau menyuruh temannya yang labil, Sehun untuk membeli
"ah, itu.. itu.. pesanan teman saja, aku juga tidak tahu, aku hanya disuruh membeli saja" elak Jongin, dia kembali berbohong,
"maaf, seharunya aku tidak menanyakan hal itu, sekali lagi aku minta maaf" ucap Kyungsoo, dia membungkukkan badan sambil duduk, dia merasa tidak enak, dia mengingkari ucapannya sendiri untuk tidak mencampuri sesuatu yang bukan urusannya
"tidak mengapa" balas Jongin singkat, dia tidak berujar lagi, dia tidak ingin memperpanjang pembahasan mengenai alat tes kehamilan, hal tersebut malah mengingatkannya pada Krystal
Jongin masih terus mengemudi, sesekali dia bertanya kemana arah yang tepat untuk menuju rumah Kyungsoo, Kyungsoo dengan sabar menjadi penunjuk jalan, maklum saja arah rumahnya masuk ke gang kecil dan gelap
Jongin terus melirik kearah Kyungsoo, dia ingin sekali mendekap dan memeluk namja itu, tapi itu tidak mungkin, dia terlalu terburu-buru jika melakukan hal ekstrim itu
Jongin mengambil kertas didalam tempat penyimpanan didepannya, dia sambil menyetir, menuliskan sesuatu dikertas itu, Kyungsoo melirik sekilas, dia penasaran dengan tingkah Jongin yang tiba-tiba menuliskan sesuatu sambil mengemudi
Jongin melipat kertas itu acak, dia tersenyum dan sumringah seperti orang gila
Dan beberapa menit kemudian, kedua namja yang beda umur setahun itu sampai didepan sebuah rumah yang tergolong kecil, sangat kecil untuk ukuran rumah di kota Seoul, itu rumah milik Kyungsoo
"terima kasih, kamu sudah mengantarku" ucap Kyungsoo, setelah dia turun, dia membungkuk kepada Jongin, Jongin sudah menolongnya dan mengantarnya juga dengan selamat
"sama-sama" balas Jongin, dia tidak turun, dia berujar dikaca mobilnya yang terbuka
"baiklah aku masuk dulu.." kata Kyungsoo, dia ingin berbalik, namun suara Jongin menginterupsi dan menghentikan langkahnya,
"tunggu… tunggu... Kyungsoo ya" panggil Jongin, dia menatap intens Kyungsoo
Kyungsoo mematung dan memberikan isyarat ada apa, tanpa berkata
"tolong baca ini.." ucap Jongin seraya memberikan kertas yang tadi ditulisnya kepada Kyungsoo, dia memberikan kertas itu untuk dibaca oleh Kyungsoo, matanya penuh harap,
Kyungsoo dengan ragu-ragu menerima kertas itu, entah mengapa jantungnya berdebar kencang, aneh
"aku tidak akan memaksamu untuk memberikan jawaban, aku akan menunggu jawabanmu kapan saja, asal kamu sudah siap Kyungsoo ya.." seru Jongin, masih penuh pengharapan maksimal
Kyungsoo tidak menanggapi, dia masih memegang kertas itu, belum membuka dan membacanya
"baiklah, sampai jumpa lagi Kyungsoo ya.." tutup Jongin, dan tidak lama namja berkulit eksotis itu melajukan mobilnya dengan kecepatan full, meninggalkan Kyungsoo yang masih mematung
Kyungsoo menatap body mobil hitam Jongin yang sudah menjauh dan menghilang dari pandangan, dia mengalihkan matanya kekertas yang sudah ada ditangannya
Kyungsoo dengan gerakan slow motion mulai membuka lipatan kertas itu, dan membacanya :
'Kyungsoo ya.. maukah kamu menjadi Namjachinguku? Aku akan menunggu jawabanmu kapan saja dan aku harap kamu mau menerimaku… Kim Jongin'
Degg…
Kyungsoo mendesah, dia seakan tidak percaya, dia ditembak dengan cara Klasik oleh namja yang sudah punya yeoja
Kyungsoo mendadak Galau…
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Chapter 2 update, maaf sedikit lama, karena kesibukan yang menumpuk… tapi aku menyempatkan untuk menulis dan update hari ini. Maaf jika Chapter ini mengecewakan… he…he… seperti info sebelumnya FF ini tetap rate T dan chapternya tidak akan sampai 10 Chapter, agar reader tidak bosan.
Terima kasih untuk Reader yang memberikan Review untuk FF singkat dan sederhana ini, karena kalianlah FF ini bisa update lagi
Review lagi ya, apakah masih layak untuk diteruskan… salam…
Thanks To Coment :
nisakaisa, kaisooya, lolamoet, DOKIMKYUNGSOOJONGIN, dokimkyungsoojongin, ta, Guest, cahayaanjanie, Huang Zi Lien, meliarisky7, SuvinaAsantoni, KaisooLovers, MyeonSoo Baby, matacho137, , lailatul. magfiroh. 16, beng beng max, Kaisooship dan all favorite dan follow
