Loading..

Loading..

Please wait...

sebelumnya hamba mau ngucapin tengkyu untuk reader yang telah mereview dan mengkritik fic geje bin Norak ini
untuk wordsnya udah saya panjangin
dan tengkyu untuk saranya.

akhir kata,wassalam
uweng uweng
uweng ..(((((( ^_^) ..

uweng uweng uweng
^_^ :v :D

Selamat menikmati 3th CHAPTER ini..

HAPPY READING!

.

.

Disclaimer: saya tidak
akan pernah mengakui
kepemilikan Naruto dan
High School DxD

Genre: Adventure,
supernatural

Warning : OOC, OC, NEW
DIMENSION, TYPO,bahas
yang aneh, abal-abal,
banyak kekurangan di
sana-sini,SKS (Sistem
Kebut Sejam)

3st CHAPTER: WAR ABOUT TO BEGIN part:1

v
v
v

YOSH! HAPPY READING!

Sore hari di desa bernama Konoha. Burung-burung berterbangan kesana kemari seakan akan hidup mereka tidak lama lagi.
Awan di langit terlihat mendung,memaksa sinar matahari menembus melawati awan hitam.

Di sebuah kedai,tepatnya kedai ramen terlihat seorang pria berambut blonde jabrik yang sedang masuk ke dalam kedai ramen.

"Paman aku pesan ramen 1 ukuran jumbo"
ucap Naruto.

"Ya tunggu sebentar
Naruto" jawab pemilik kedai a.k.a Paman
Teuchi.

Duduk menunggu ramen di hidangkan,dengan menopang dagu,Naruto teringat kejadian setelah misi yang di jalaninya saat pulang bersama teman-temanya.

Flashback

Terlihat Empat orang dan satu hewan Berjalan beriringan keluar dari kantor Berjalan beriringan tampa ada percakapan berlangsung.

pulang bersama dengan teman-temanya dengan jalan kaki,Naruto meghiraukan tatapan kagum dari penduduk desa yang melewatinya di jalan.

Karena sekarang,
Uzumaki Naruto,bocah
yang dulu hidup dengan
penuh kutuk,cacian dan
maki seluruh penduduk
desa,kini sudah membuktikan segalanya,
menghancurkan takdir,
memutar balikkan fakta.
Menunjukkan sebuah bukti
kongkrit akan jalan
ninjanya.

Dan sekarang Naruto,laki-laki berambut kuning jabrik panjang sebahu,depanya sedikit mencuat seperti sepasang tanduk.
dengan mata berwarna biru
sebiru terlihat disegani oleh semua orang. Entah
dari dalam desa ataupun luar desa.
Akibat peranya di perang akbar perang dunia ninja ke empat.

Berjalan di samping sahabatnya,Naruto berjalan dengan diam sambil menatap jalan.
Pikiranya di penuhi tentang kajadian waktu lalu.
Dari perginya Sasuke dari rumah sakit yang entah kemana tampa kabar.
Bahkan Sakura pun tidak tau saat dia menanyakanya waktu misi tadi.

Bertemu kembali dengan Bijuu yang membunuh banyak Shinobi di perang dunia Ninja keempat,yang sekarang bersemayam di dalam tubuhnya.
Hingga mimpi buruknya tadi malam.

Sedangkan Hinata memandang khawatir kearah Naruto,berjalan di samping Sakura,Hinata hanya diam memperhatikanya.
Bukanya takut,hanya saja dia tidak kuat kalau berbicara pada pujaan hatinya itu.
Bisa-bisa dia pingsan dan malah menyusahkan temanya kalau Hinata berbicara pada pujaan hatinya itu.

"Haa,, aku tak menyangka misi kali ini sangat membosankan"keluh Kiba mengingat misi yang di berikan Hokage membuka percakapan diantara mereka.

"Ia juga sih,akhir2 ini memang tidak banyak misi" timpal Sakura berjalan di samping Kiba.

"Aku sangat ingin melawan missing Nin,untuk merenggangkan ototku..Tapi Hokage-sama malah menyuruh kita mengintai..Malah tdak menemukan apa2 lagi,membesonkan sekali" keluh Kiba sambil berjalan menatap Langit.

"sa-sabar saja Kiba-kun,mungkin besok2 akan ada" ucap hinata prihatin melihat kiba.

"Semoga aja akan ada hal menarik,ya kan Akamaru"ucap kiba menepuk kepala anjingnya Akamaru

Guk!

Guk!

Sambung Akamaru menyetujui perkataan tuanya.

"Oi Nar,bagaimana keadaan tanganmu itu?" tunjuk Kiba ke arah tangan Naruto.

Merasa lamunanya buyar,akhirnya Naruto mengalihkan pandanganya ke arah Kiba.
"Oh ini..Seperti yang kau lihat,walaupun bukan tangan asli,tapi tidak apa2" jawab Naruto memperlihatkan tanganya.

"kamu harus berterima kasih pada Tsunade taicho,dia tidak tidur berhari hari hanya untuk membuatkan tangan dari sel Hokage pertama untukmu"sambung Sakura berjalan di samping Kiba.

"um,nanti aku harus bertemu sekali lagi dengan baa-chan,untuk berterima kasih" jawab Naruto

Sakura dan kiba hanya dengan pelan di sertai hembusan angin sepoi2 yang menyejukkan.

"0i Nar,ada apa denganmu?,kulihat akhir ini kamu banyak diam..Dan sedikit berbeda,Sejak brakhirnya perang,apalagi fisikmu," tanya Kiba memandangi Naruto,meneliti dari ujung rambut sampai ke ujung kaki

"Ah,tidak apa2 kok Kib,akhir2 ini aku hanya tidak enak badan saja,"
jawab Naruto lesu berjalan loyo

"Mu-Mungkin Na-naruto-kun sedang sakit"
ucap Hinata membenarkan jawaban Naruto dengan khawatir.

"Souka? Jadi pahlawan kita bisa sakit juga ya..Hahaha" ucap kiba enteng memanas-manasi Naruto.

"Memangnya kamu pikir aku ini robot apa" jawab Naruto memandang Kiba kesal.

"Bisa jadi..Ya kan Akamaru!"
ucap Kiban dengan serigai penuh kemenangan

"Guk!"

"Guk!"

Sahut Akamaru membenarkan ucapan tuanya.

"Dan juga kau terlihat seperti Madara saja,terlihat di rambutmu,seperti ada tanduk saja.." sambung Kiba lagi.

"Jagan samakan aku dengan si Madara-TEME!"
ucap Naruto kesal mendheat glare Kiba.

Kiba malah tertawa terbahak-bahak
bisa menjahili sahabatnya itu.

Akibat tergangu dengan duo anak yang sangat berisik di sampingya,Terlihat aura kehitaman keluar dari gadis berambut soft pink dengan expresi sangat menyeramkan di samping mereka.

'DUAKH'

'DUAKH'

Bogem mentah mendarat di kepala mereka berdua,a.k.a Narukiba.
"Bisakah kalian tidak berdebat di sampingku"
ucap Sakura Horror

"Sa-Sakura-chan bukan aku!,tapi dia"
jawab Naruto terbata bata dengan benjolan di kepalanya sambil menunjuk Kiba.

"Eh,kenapa kau malah menyalahkan ku!" protes Kiba dengan kesal sambil mengelus benjolan di kepalanya.

"Tapi kau yang mulai Kiba!"
ucap Naruto emosi membenarkan ucapanya.

"DIAMM!"
teriak Sakura Terlihat aura kehitaman keluar dari gadis berambut soft pink itu dengan expresi sangat menyeramkan melebihi tadi.

"KALAU TIDAK,AKU AKAN MEMASUKKAN KALIAN BERDUA KERUMAH SAKIT!"
sambung Sakura dengan mengelutukkan tangannya,bersiap memberi bogem mentah.

"Ampun Sa-Sakura-chan"
ucap Naruto bersujud-sujud bersama Kiba dengan menangis ala anime.

"Bagus kalau kalian mengerti"
ucap sakura penuh kemenangan.

"Hihihi"
tawa kecil dari mulut Hinata melihat Naruto dan kiba tidak berubah dari akademi sampai sekarang.

Mendogak melihat Hinata tertawa,naruto malah tertengun melihat wajah cantik Hinata.
'Manis'
itulah deskripsi untuk wanita yang tertawa manis di depanya itu.

Masih melihat wajah hinata tampa berkedip,sang empu yang di lihat malah menudukkan kepala di sertai warna merah di terhadap Naruto yang masih menatapnya tampa berkedip.
Seperti bocah yang menemui sesuatu pertama kali dia lihat.

Sedangkan Sakura dan Kiba,malah tersenyum penuh arti melihat sahabatnya itu.

Naruto terus melihat ke arah wajah Hinata sampai sampai dia tidak brgerak.
Bukan bukan kearah wajah Hinata lagi,melainkan tepat ke arah belakang Hinata tepatnya di langit
seperti sosok makhluk sedang mengintip di balik portal berbentuk bulat dengan tulisan aneh di sampingnya.

'Makhluk apa itu' batin naruto terkejut.

"Hei Naruto ada apa kau beng0ng begitu?"
tanya Kiba menepuk pundak Naruto.

Terkejut ada yang menempuk pundaknya,Naruto Mengalihkan pandanganya ke arah Kiba.
"Eh,oh tidak apa kok Kib"balas Naruto berbohong.

"Apa kamu baik2 saja Naruto?"tanya Sakura memastikan.

"Ia Sakura-chan tenang saja" balas Naruto menyakinkan dari acara sujud-sujudtan tadi.

'Naruto-kun' batin Hinata khawatir

"Oh bagitu,kalau begitu ayo kita segera pulang,aku juga harus ke tempat Ino,ada sesuatu yang harus aku kerjakan" sambung Sakura mempercepat langkahnya.

"Um" anguk NaruHinaKiba kompak.

Mempercepat jalan Mengalihkan pandangan ke tempat sosok itu.
Tapi nihil,sosok itu menghilang seperti di telan langit

'Apa aku hanya berhalusinasi?" batin Naruto memikirkan kejadian tadi seraya melangkah mengikuti temanya.

Flashback off

'Haa..Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian aneh,firasatku buruk akan hal ini'
batin naruto termenung

NORMAL POV

"Ini Naruto" ucap paman
Teuchi sambil meletakan
ramen pesanan Naruto di
meja.

Merasa Ramenya sudah datang,melepaskan pikiranya sejenak,akhirnya Naruto kembali ke dunia nyata.

"Terima kasih paman" ucap naruto.

"Ya" jawab paman Teuchi melangkah ke dapur

SKIP 15 menit kemudian...

Naruto POV

Akhirnya, setelah bisa
makan ramen di Ichiraku aku
bisa pulang. Ku cepatkan
langkah kaki ku agar aku
bisa cepat sampai. Jalan
sendirian menuju rumahku merupakan hal yang sangat
membosankan dan sangat bosan...
jalanan juga mulai sepi akibat sudah malam.

sangat gelap.

Sepertinya lampu pada mati,entahlah.
Aku terus berjalan,
sekarang sudah tiba di
Depan pintu apartemenku

End Naruto POV

Akhirnya pemuda itu sampai juga pulang ke masuk ke melangkah kakinya ke tempat tidur.

'haa..Lelah sekali tadi,Besok saja mandi,aku merasa sangat mengantuk' batin Naruto tidur memejamkan matanya.

#Light and darkness#

Di sebuah tempat,Terlihat lima orang siswa yang keluar dari sebuah
gedung yang telah hancur.
dengan wajah tampa dosa,mereka melangkah dengan pelan,lima orang siswa itu berhenti ketika sebuah portal dengan lambang sihir muncul di depan meraka berlima.

Sosok yang muncul dengan portal dengan lambang sihir tersebut melangkah dengan pelan dan berhenti tepat di depan kelima siswa tersebut.

Kelima siswa tersebut
hanya memandang datar dengan kehadiran sosok tersebut.

Sekaran meraka dapat
mengidentifikasika sosok tersebut Pemuda usia yang tidak
jauh berbeda dari
mereka, rambut blonde
serta memakai pakaian siswa seperti mereka.

Setelah mengamati
pemuda di depannya Rias atau lebih di kenal dengan Rias gremory,pemimpim club penelitian ilmu gaib dari kelima siwa tersebut dengan rambut merah darah,serta tubuh yang sexy dengan dada yang bisa di bilang di atas rata rata tersebut
dengan rasa penasaran
yang tinggi segera
mengajukan pertanyaan
kepada sosok pemuda blonde di depanya.

"Ada apa Saji?" tanya Rias pada sosok tersebut yang lebih kenal dengan Genshirou Saji.

"Kaicho memangil kalian semua untuk segera ke ruang OSIS" jawab Saji memandang datar ke arah Rias.

Memandang Saji dengan lama,akhirnya Rias memandang ke arah ratunya,perempuan berambut
hitam panjang yang dia
ikat twintail yang di kenal dengan Akeno.

"Baiklah,Akeno siapkan sihir teleport,kita akan ke tempat Sona."

mengangukan kepala singkat,Akeno berjalan ke depan mereka semua.
Semua lima siswa tersebut berkumpul di samping Akeno.

Dengan mehafal mantra perpindahan,muncul lingkaran sihir di bawah habisnya ucapan mantra yang di hafal Akeno,mereka menghilang di ikuti saji menghilang dengan lingkaran sihir khas keluarganya.

Diruang ruang OSIS.

Muncul lingkaran sihir dengan lambang khas keluarga lima siswa tersebut muncul Diruangan ruang OSIS,di ikuti saji dengan lingkaran sihir khas keluarganya.

Seluruh pasang mata yang
berada didalam ruangan
tersebut melihat kearah
Lingkaran sihir tersebut.

Ke enam siswa yang muncul tersebut tersebut berjalan ke arah kursi yang di sediakan untuk mereka berenam.

"Silahkan duduk."
ucap perempuan dengan rambut pendek yang berwarna
hitam, kaca mata yang
dipakai perempuan
tersebut dan wajah yang
datar membuat dia
kelihatan sangat tegas.

Mengangukkan kepala,kelima siswa tersebut duduk di kursi yang telah di sediakan untuk mereka.
Kini terdapat lima belas orang duduk di kursi dengan meja melingkar.

"Jadi apa yang ingin kau
bicarakan Souna."
Setelah merasa nyaman
dengan kursi yang dia
duduki Rias mengajukan pertanyaanya.

"Rias…." Sona memulai
pembicaraannya."Aku sudah mendapatkan kabar pemberitahuan dari Maou"

"Maksudmu.. " Rias
menegakan badan setelah
mendengar perkataan Sona
"…kabar pemberitahuan dari Maou? Tentang apa?"

"Sang kebencian telah di temukan" Melihat pandangan
bingung dari Rias,Sona
melanjutkan perkataannya
"Kyuubi telah di temukan"

Setelah itu terjadi
keheningan, Sona menunggu reaksi dari Rias

Keheningan terpecahkan
ketika Rias tertawa.
"Ha_ " Tawanya terhenti
saat dia melihat raut wajah Sona yang tidak
berubah.

"Apa aku kelihatan
bercanda?" Tubuh Rias
langsung menegang ketika
dia yakin kalau Sona sedang
tidak bercanda.

Mendengar itu Rias
kemudian memejamkan
matanya. Suasana diruang
OSIS ini sedikit menegang
saat Rias tidak
mengatakan apa-apa.

"Melihat bagaimana
anggota organisasi pelacak mencarinya,itu tidak mustahil"
Setelah
sekian lama diam akhirnya
Rias berbicara, walaupun dengan nada yang
sedikit berubah dari
sebelumnya. Sona dapat
melihat pandangan Rias
menajam.

Mendengar itu Seorang pria
yang mendapat gelar
serkyuritei memotong pembicaraan duo gadis itu dengan suara dingin,di layangkan ke arah Rias,pemuda berambut coklat atau lebih di kenal hyudou Issei menajamkan
matanya. Suasana diruang
OSIS ini sedikit menegang
saat tiba2 Issei mengeluarkan suaranya.

"Ada yang bisa memberikan penjelasan tentang masalah ini?"ucap pemuda berambut coklat atau lebih di kenal hyudou Issei menajamkan
matanya ke arah Rias dan Sona.

"Biar
kujelaskan" ucap Sona menjawab
dengan tenang.

"Beribu tahun
silam, sebuah Perang Akbar antara iblis,
malaikat, dan malaikat
jatuh yang berlangsung di
Akhirat membuat ketiga
fraksi besar yang terlibat
di dalamnya hampir saja punah sebelum mereka
akhirnya setuju untuk
melakukan gencatan
senjata. Karena jumlah
kaum Iblis jatuh drastis akibat makhluk besar dengan sembilan ekor masuk ke dalam perang yang sedang berlangsung di antara tiga kubu.
makhluk besar dengan sembilan ekor yang di kenal dengan kyuubi mempunyai kekuatan yang sangat besar,serta kebencian memlebihi kaum kita."

Sona terus
melanjutkan perkataannya
sedangkan semua yang ada di ruang OSIS mendengarkannya dengan
serius.

"Sejak ratusan tahun sebelum terjadi great WAR,nenek moyang kita mengunakan kekuatan makhluk besar dengan sembilan ekor itu untuk membangkitkan
kembali iblis tampa harus mengunakan lebih tepatnya menciptakan kembali,tapi sejak great war,makhluk besar dengan sembilan ekor itu hilang tampa jejak.

Karena jumlah
kaum Iblis jatuh drastis
setelah berakhirnya perang, Ajuka Beelzebub,
salah satu dari Yondai Mou
(Four Great Satans),
menciptakan sistem Evil
Pieces yang memungkinkan
para bangsawan dari kaum kami untuk membangkitkan
kembali manusia sebagai
Iblis untuk dijadikan
pelayan dan untuk menambah jumlah pasukan
Meikai (Underworld),. Daripada menungu makhluk itu di temukan kembali."

jelas Sona panjang sambil mengatur kecamatanya yang sedikit turun.
setelah penjelasan
yang panjang dari Sona,
Issei mulai mengutarakan
pertanyaanya.
"jadi makhluk sembilan ekor itu yang di sebut kebencian?"

setelah sekian
lama diam, akhirnya Rias
mengeluarkan suaranya.
"ya,seperti yang katakan Issei-kun.."

"ekhm!"
suara Sona kembali mengintsupsi semua yang berada di ruang OSIS agar memperhatikanya

"Seperti info yang kita dapatkan,para maou menyuruh kita semua untuk tiga hari kedepan berkumpul di mekai,untuk bersiap siap untuk memburu sang kebencian" ucap Sona

"jadi tiga hari lagi kita akan memburunya kaicho?" tanya gadis berkacamata dengan
suara dingin ia memiliki
surai berwarna hitam
panjang dan iris mata berwarna light-brown yang di kenal Tsubaki Shinra.

"um" Sona mengganguk menjawab pertanyaan ratunya.

"jadi persiapkan diri kalian tiga hari lagi" instrupsi Sona kepada seluruh siswa yang berada di Ruang OSIS mengakhiri rapat dadakanya itu.

'kalau begitu aku akan memperlihatkan kekuatanku dan mendapatkan sang kebencian agar aku di akui di suluruh ektensi'
batin Issei menyerigai sadis.

Rias hanya diam saja melihat Issei budak tercintanya.
Seakan tau apa yang di pikirkan orang yang di cintainya itu.

Mengalihkan perhatianya pada aggota keluarganya Rias mengintrupsi agar beranjak pergi.
"Sona,kami pergi dulu" ucap Rias yang di jawab anggukan oleh Sona

melangkah keluar,Rias dan semua anggotanya pergi dari ruang OSIS dan kembali ke ruang clubnya.

.

.

.

.

#Light and darkness#

terlihat seorang ninja melompat di antara dahan pohon.
Melewati lebatnya hutan,tak mengurangi kecepatan lompatanya.
pemuda tampan berambut raven melompat di antara dahan pohon seakan sedang terbubu-buru.

menatapnya tajam ke depan,pemuda berambut reven yang tak lain adalah Uchiha Sasuke dengan wajah khas stoic nya kini berganti dengan expresi buru-buru.
'Aku harus cepat ke kantor Hokage,kalau tidak kejadian buruk akan terjadi'
batin Sasuke menatap tajam ke depan.

melompat di antara dahan pohon akhirnya Pemuda tersebut sampai di gerbang Desa Konoha.
Berhenti di depan gerbang,Uchiha sasuke berhenti sejenak untuk mernolmalkan nafasnya yang memburu,akibat kelelahan.

Tampa mempedulikan dua orang yang duduk di pos penjaga gerbang Desa yang menatap kearahnya bingung,
Sasuke kembali berlari menuju ke kantor Hokage.

Terlihat dua orang yang duduk di pos penjaga gerbang Desa yang menatap kepergian Sasuke.
"Ada apa denganya?" tanya Izumo pada Kontetsu

"Entahlah,berharap saja akan terjadi hal yang menarik" jawab kontetsu malas

"Ah,kau tidak asik kontetsu.." ucap Izumo memandang ke arah gerbang acuh tak acuh.

Skip time

KANTOR HOKAGE

TOK!

TOK!

TOK!

"masuk"
suara Rokudaime hokage menginstrupsi dari mejanya.

Sasuke melangkahkan kakinya masuk ke ruang hokage.
kini terlihat dua orang di dalam ruang besar ini.

"Oh rupanya kau Sasuke,dari mana saja kau,apa kau kabur dari rumah sakit saat pemulihanmu?" tanya Rokudaime dengan malasnya.

"Bukan waktunya membicarakan hal yang tidak berguna,ada suatu hal yang ingin aku bicarakan denganmu." jawab Sasuke ketus

'Ck,modekusai' batin shikamaru dengan tatapan bosanya.

"Baiklah apa yang ingin kau bicarakan" tanya Rokudaime Hatake Kakashi dengan tegas.
Sampai Shikamaru yang mau menguap jadi terhenti.

"Kita dalam kondisi darurat" ucap sasuke dengan pandangan membuat dua orang di hadapanya sedikit tegang.

"Makhluk bernama Iblis akan menyerang kita" sambung Sasuke lagi dengan tajam.

..TBC..

.