Hidden Love

By Fan_dio

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie

Genre : Romance

Warning : This is Yaoi (Boys Love), Maaf nggak bisa bikin GS

Rated : T

= Happy Reading =

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Jongin tersenyum sendiri dikantin sekolahnya, dia merasa sangat bahagia karena sudah mengungkapkan perasaannya kepada Kyungsoo, si namja kasir. Jongin memang memilih cara lama alias klasik untuk menyatakan cinta, dia menuliskannya disecarik kertas dan memberikan kertas itu pada Kyungsoo, dia hanya perlu menunggu jawaban saja sekarang

Jongin masih asyik tersenyum sendiri seperti orang gila yang kehabisan obat, dan..

Brakk… seseorang menggebrak meja tepat didepan Jongin, Jongin sangat kaget bukan main, dia menatap namja yang baru saja membuatnya stroke jantung

"Sehun, kamu ini kenapa?" Jongin memprotes, dia mencoba menetralkan nafasnya kembali

Namja yang ternyata Sehun itu duduk di kursi samping Jongin, dia memakai sweater bertopi, dan penampilannya saat ini mirip kepompong albino

"hyung harus bertanggungjawab.." seru Sehun, dia sepertinya sedang kesal

"bertanggungjawab apa? memangnya aku menghamilimu.." jawab Jongin, diselingi candaan yang sama sekali tidak lucu buat Sehun, Sehun merengut

"hyung harus bertanggungjawab untuk ini" lanjut Sehun lagi, dia menunjuk rahangnya yang merah dan bengkak, sangat jelas sekarang wajah Sehun yang tidak mulus lagi

Jongin menyipitkan matanya, berusaha mengamati wajah temannya itu,

"maaf-maaf, aku tidak sengaja.." ucap Jongin, dia meminta maaf sambil menahan tawanya

"hyung terlalu keras memukulku kemarin malam, padahal kita sudah membuat perjanjian bahwa hyung hanya pura-pura memukulku, aku korban dalam peristiwa ini" ujar Sehun mulai berlebihan, dia merasa bagai yeoja yang batal nikah

"maaf, aku kelepasan, aku hanya ingin Kyungsoo betul-betul mengira bahwa aku memang menolongnya dan penjahatnya berhasil aku tumbangkan" balas Jongin,

"aku bukan penjahat hyung.." Sehun tidak terima

"maaf-maaf, jadi apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkanku..?" Tanya Jongin, dia kasihan juga kepada Sehun, gara-gara rencananya wajah Sehun yang mulus bebas noda itu jadi lepek dan merah, ini semua demi untuk mendapatkan namja yang bernama Kyungsoo, Jongin mencontoh adegan di TV yang pernah ditontonnya, menolong sang pujaan hati yang hendak diperkosa, adegan yang sudah direncanakan tentunya

Sehun berpikir keras,

"hyung harus mentraktirku bubble tea, coklat mahal, permen lollipop, red velvet, dan semua yang enak-enak selama 1 bulan kedepan" ujar Sehun kemudian, terlalu banyak macam makanan yang ada dibenaknya, jadi dia menyingkat dengan mengatakan 'yang enak-enak' saja

"baiklah, deal" kata Jongin tanpa pikir panjang, dia tersenyum, untunglah Sehun tidak meminta yang bukan-bukan, misalnya meminta sertifikat 3 rumah mewahnya atau meminta saham ayahnya diperusahaan

"ok, dimulai hari ini juga" seru Sehun, dia memberikan kode kepada pelayan kantin untuk membawakan makanan kesukaannya dimeja, Jongin yang akan membayar semua itu tentunya

Jongin tersenyum lagi, dia kembali teringat Kyungsoo, kira-kira namja itu akan memberikan jawaban apa? menolak atau menerimanya? Jongin semakin tidak sabar,

"gila.." gumam Sehun pelan, nyaris tidak kentara, kata itu jelas untuk Jongin yang dihadapannya terus menerus senyam-senyum tidak jelas

"hyung, kenapa harus pakai adegan percobaan pemerkosaan hanya untuk menarik simpati namja itu?" Tanya Sehun tiba-tiba, pesanannya sudah siap didepannya, dia sudah tidak memperdulikan rahangnya yang sakit, dia harus menyantap dan menghabiskan semua makanan tersebut

"…"

"kan bisa dengan menghampiri namja itu dan menawarkan untuk mengantarnya, aku yakin dia akan mau" lanjut Sehun lagi, dia sudah mulai makan

"ah bukan begitu, harus ada efek dramatis untuk mengejar cinta, aku sedang berusaha membangun itu" jawab Jongin akhirnya, dia memesan satu botol minuman soda

"jadi hyung sering melakukan itu, terutama untuk menjerat yeoja-yeoja disekolah ini?" Tanya Sehun, mulutnya sudah penuh makanan

"tidak, aku baru kali ini melakukannya.." balas Jongin santai

"kakak beradik Jung bagaimana?"

"mereka berdua yang mengejarku, aku tidak pernah memohon kepada mereka untuk menerimaku, aku adalah Kim Jongin, kamu tahu itu.." jelas Jongin,

Sehun memutar bola matanya malas, temannya sudah mulai lagi membanggakan dirinya, seperti biasa, tapi menurut Sehun itu wajar saja, Jongin termasuk namja bintang yang banyak diincar oleh yeoja-yeoja genit

"aku masih heran, apa yang membuat hyung jatuh cinta pada namja pendek itu.." gumam Sehun, perkataannya nyaris tidak jelas, dia bicara sambil mengunyah

"this is Love, kamu masih kecil untuk memahaminya Oh Sehun" Jongin berkata dan mengedip singkat pada Sehun, Sehun berlagak mau muntah,

"aku bukan anak kecil lagi hyung" mencak Sehun

"aku masih ragu"

"apa hyung ingin kuperlihatkan 'punyaku', barangku sudah sering tegang, terutama saat melihat yeoja berdada besar" tukas Sehun membanggakan dirinya, dia seperti baru saja memproklamirkan dirinya siap berpoligami

"tingkahmu seperti anak-anak Sehun.." Jongin kembali mengintimidasi

"buktinya apa?"

"kemarin kamu marah-marah sendiri saat menonton siaran Kpop, kamu seperti anak TK yang selalu protes ini dan itu" jawab Jongin enteng

"siaran yang mana?" Sehun masih bingung, dia menonton banyak acara TV akhir-akhir ini

"yang masalah idol Kpop yang hengkang itu"

"oh, yang itu… jelas saja aku protes, aku muak melihat banyak idol Kpop yang hengkang dari grup, dengan berbagai alasan, sakit, honor tidak adil, tidak nyaman… tapi setelah keluar dia malah main film dan melupakan rekan sesama membernya. Padahal member yang lain tidak apa-apa." jelas Sehun panjang lebar, dia mendadak curhat tentang siaran yang ditontonnya

"itu hanya terlihat diluar, siapa yang tahu kejadian sebenarnya.." tukas Jongin, dia malah ikut-ikutan menambah-nambah, dia bingung kenapa percakapannya jadi membelok begini

"bukan begitu hyung, para idol Kpop itu kan ditrainer menjadi seorang penyanyi atau dengan kata lain penyanyi dan dancer dalam grupnya, jadi jika ada diantara mereka yang ingin keluar dan menjadi aktor, aku rasa mereka sejak awal sudah salah, seharusnya sejak awal mereka audisi dan trainer untuk menjadi aktor, bukan penyanyi. Aku menyatakan bahwa mereka-mereka itu egois dan hanya mementingkan materi saja" Sehun menjelaskan panjang lebar, dia mulai melupakan sakit rahang dan juga makanannya

Jongin cengo' mendengar penuturan labil Sehun,

"baiklah, aku mengerti, sebagai penonton dan penikmat musik pemikiranmu sangat wajar" ucap Jongin, dia mulai melupakan untuk mengejek Sehun seperti anak kecil, Jongin bingung karena pembicaraan yang mengarah kemana-mana. Jongin menyedot minuman sodanya

"setelah pulang sekolah, hyung harus membawaku ke restoran Italia di ujung jalan" ujar Sehun, dia mulai makan lagi, karena sebentar lagi bel masuk kelas berbunyi

"baiklah, yang jelas masih ada 2 tugas yang harus kamu lakukan untuk membantuku" kata Jongin, dia meremas kaleng sodanya yang kosong dan melemparkannya ke tempat sampah, lemparannya tepat sasaran, dua orang yeoja yang memperhatikan lemparan jitu Jongin berbisik-bisik penuh kekaguman, Jongin memang selalu bisa memukau yeoja-yeoja centil di sekolahnya

"tenang saja, yang penting imbalannya sepadan" tutup Sehun

Jongin tersenyum, senyum yang lebih mirip smirk evil

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Kyungsoo gelisah dikamarnya, dia mengunci pintu kamarnya dan mencoba membatasi diri dari dunia luar, sudah berkali-kali ibunya mengetuk pintu, menyuruh Kyungsoo makan, namun Kyungsoo selalu menolak secara halus dan mengatakan bahwa dia belum lapar

Namja kecil dan imut itu terus menerus membaca berulang-ulang kalimat pendek yang dituliskan oleh Jongin untuknya, kalimat penembakan untuknya. Baru pertama kali dia menerima pesan cinta dari orang lain, jadi wajar saja jika dia menanggapi tembakan itu secara berlebihan

Kyungsoo teringat dengan janjinya yang akan pacaran diusia yang ke-22 tahun, waktunya sudah pas dan seseorang sudah menembak dan mengatakan cinta untuknya, tunggu apa lagi?

Kyungsoo antara senang dan gundah, dia senang karena ada namja yang menyukainya dan dia juga tidak bisa membohongi hati kecilnya bahwa dia juga suka dengan namja itu, dia gundah karena sangat jelas bahwa namja itu sudah memiliki yeoja, yeoja yang sepertinya posesif dan tidak mau kalah. Sebenarnya Kyungsoo masih ragu dengan pernyataan cinta namja itu, dia takut jika akhirnya dia hanya dipermainkan saja. Bimbang, ragu, galau semua menjadi satu

Tiba-tiba ponsel Kyungsoo bergetar, tanda ada pesan singkat yang masuk. Nomor baru :

'pagi yang cerah ya, semoga harimu indah'

'cinta datang tidak disangka-sangka, sayang muncul tidak pernah diharap, yang bisa dilakukan hanya menerima dan menikmati kedua anugrah indah itu, Cinta dan Sayang'

Kyungsoo mengernyitkan dahinya membaca kalimat pesan diponselnya, entah dari siapa itu, dia baru pertama kali mendapatkan pesan singkat seperti ini

Kyungsoo mencoba mengecek di panggilan keluar ponselnya, dilist teratas sebuah nomor baru, nomor yang sama dengan pesan singkat yang baru saja masuk diponselnya

Kyungsoo jadi ingat, sepertinya nomor itu dari seorang namja yang bernama Kim Jongin, dia memang belum men-save nomor Jongin itu

Dan tidak lama kemudian, ponsel Kyungsoo berdering, tanda bahwa ada panggilan yang masuk, Kyungsoo menatap layar ponselnya, nomor baru yang sama. Kyungsoo menikmati deringan lagu 'tell me what is love' dan kemudian mengangkat panggilan itu :

"halo.."

"halo, Kyungsoo ya… maaf, ini aku.. Jongin" kata suara diseberang telefon, ternyata benar, nomor itu adalah nomor namja berkulit tan tersebut

"ya… eh, ada apa?" Tanya Kyungsoo, dia tiba-tiba gugup, tidak biasanya

"tidak, aku hanya ingin mendengar suara merdumu saja.." ucap Jongin, bernada playboy

"…"

"maaf, aku mengganggumu, kamu sedang kerja atau tidak?" Jongin kembali berujar dan bertanya

"sebentar lagi, aku masuk jam 2 siang" jawab Kyungsoo singkat, dia meremas kertas tulisan dari Jongin semalam

"oh, sayang sekali, padahal aku ingin sekali mengajakmu pergi.." ungkap Jongin hati-hati

"kemana?"

"terserah, kemana saja"

"kamu tidak sekolah?"

"eh, aku libur" gubrak, andai Jongin adalah tokoh komik, dia sudah menjatuhkan dirinya dilantai atas, Kyungsoo malah bertanya mengenai dia sekolah atau tidak, pertanyaan yang cocoknya ditanyakan kepada anak SD

Kyungsoo tidak berkomentar, dia tahu namja yang berbicara dengannya itu berbohong, entah mengapa Kyungsoo merasa Jongin sangat lihai berbohong, walau kadang kala sering keceplosan dan salah bicara

Jongin ingin membahas mengenai kertas yang diberikannya untuk Kyungsoo kemarin malam, namun dia memutuskan untuk tidak membahas itu, biarlah namja kecil itu yang membahas duluan, bukannya Jongin sok jual mahal, namun dia merasa tidak enak saja, dia bukannya menembak seorang yeoja, tapi namja… Jongin harus mengatur siasat dengan jitu

"bagaimana jika aku menjemputmu saat pulang kerja nanti?" Jongin menawarkan

"tidak, tidak perlu.. aku bisa pulang bersama Suho hyung, dia hari ini sepertinya pulang kerumah orang tuanya, dan jalan rumahnya searah denganku" Kyungsoo membekap mulutnya, dia seperti yeoja yang menjelaskan bahwa dia akan berkencan dengan namja lain

"Suho, siapa dia?" telinga Jongin merah, dia belum berstatus namjachingu Kyungsoo, namun entah mengapa dia sangat cemburu mendengar nama namja yang lain disebut

"dia adalah supervisor muda di supermarket tempatku bekerja, aku sudah menganggapnya seperti kakakku" jawab Kyungsoo pelan,

"apa dia sudah punya pasangan? Maksudku sudah punya isteri atau apa?" Jongin kembali bertanya, pertanyaan yang kurang wajar

"setahuku belum, kenapa?"

"bukan apa-apa, aku hanya ingin tahu saja"

"baiklah, masih ada sesuatu yang harus aku lakukan.." Kyungsoo mencoba mengakhiri percakapan yang kemana-mana itu secara halus

"ok, nanti jam 10 malam aku akan menjemputmu, bye.. Kyungsoo ya.."

"tapi.." Kyungsoo belum sempat memotong perkataan Jongin, namja itu sudah memutuskan panggilan duluan, sepertinya namja itu tidak bisa menerima kata penolakan

Kyungsoo mendesah

Menerima atau menolak? Ah… bingung

.

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Jongin sudah rapi, penampilannya sangat elegan dan berkelas, dia seperti pangeran yang hendak bertemu dengan tuan putri di negeri kayangan

Jongin menatap tampilannya dicermin besar, dia bangga dengan wajah dan postur tubuhnya, sangat sempurna untuk ukuran namja dinegeri gingseng itu

Jongin turun dan hendak menuju bagasi mobilnya, jam sudah menunjukkan pukul 09 malam,

"eh, kamu mau kemana?" Tanya Ibu Jongin, yang kebetulan melintas di ruang tamu, Ibu Jongin sepertinya habis dari Salon tadi siang dan sampai malam hari dia belum membuka penutup kepalanya, sepertinya nyonya Kim itu mewarnai rambutnya

"aku ada urusan sebentar, ada tugas omma.." jawab Jongin singkat

"tadi kamu tidak pergi sekolah?" Tanya Ibu Jongin lagi, dia mengambil majalah Khusus ibu-ibu di bawah meja ruang tamu

"guru-guru sedang rapat, jadi kami diliburkan" balas Jongin kembali, alasan klasik yang tidak pernah berubah

"omma ingatkan, omma tidak melarangmu untuk pacaran, tapi jangan sampai berlebihan, omma tahu kamu berbohong" ucap Ibu Jongin, matanya masih menuju ke majalah yang dia baca

"aku tidak bohong" elak Jongin, dia heran, kenapa kalimat ibunya mengarah kearah kata 'pacaran' apa hubungannya tidak masuk sekolah dengan pacaran, korelasi yang jauh.

Jongin tadi memang tidak masuk sekolah karena memikirkan rencana untuk menggaet namja yang bernama Kyungsoo, dia tidak kemana-mana, apalagi pergi menghabiskan waktu dengan dua yeoja anak keluarga Jung, akhir-akhir ini Jongin memang membatasi dan mengurangi frekuensi bertemunya dengan kakak-adik itu

"baiklah omma, aku pergi dulu" Jongin berujar dan dengan langkah cepat segera keluar rumah, Ibunya tidak berkata apa-apa lagi, hanya menggeleng-gelengkan kepala saja melihat tingkah anaknya itu

Tepat didepan pintu rumah, Jongin terkaget, karena kedatangan seorang tamu yeoja yang datang bukan pada waktu yang tepat,

"chagiya..?" ujar Jongin kaget,

"oppa, aku rindu oppa" ujar yeoja itu, dia ingin memeluk Jongin, namun Jongin malah menariknya dan membawanya ke samping rumah, sedikit menjauh dari depan pintu rumah

"ada apa kemari?"

"oppa, oppa jahat, aku yeojachingu oppa, kenapa oppa berkata seperti itu?" protes yeoja itu,

"aku merasa aneh kamu memanggilku oppa, kamu lebih tua dariku, seharusnya aku yang memanggilmu dengan panggilan noona" kata Jongin,

"oppa bukan hanya panggilan kakak, itu adalah panggilan sayang, dari yeoja untuk namjanya. oppa ini kenapa?" yeoja itu masih ngedumel

"Jessica shi.. kita sudah punya jadwal untuk bertemu, Senin, Rabu dan Jumat. Ini hari Sabtu atau malam Minggu, jadi wajar jika aku mengatakan bahwa kedatanganmu tidak tepat.." ujar Jongin mencari alasan

Yeoja yang bernama Jessica itu mendesah pelan,

"aku tahu, oppa mempunyai jadwal Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu untuk kursus malam.. tapi dengan penampilan oppa yang seperti ini, aku ragu jika oppa betul-betul akan berangkat kursus" balas Jessica, dia memperhatikan penampilan namjachingunya dengan detail dan intens

Jongin gelagapan, dia berusaha mencari alasan lagi

"aku ada acara keluarga chagiya.. lebih baik kamu pulang saja.."

"jadi oppa mengusirku?"

"bukan begitu, aku betul-betul sibuk.. besok aku janji akan menjemput di Bank tempatmu bekerja" jelas Jongin, dia menampilkan huruf V dengan menggunakan jari tangannya

Jessica berpikir sejenak, dia melirik sejenak kepintu rumah Jongin yang masih terbuka, dia berencana bermanis-manis dengan kedua orangtua Jongin, namun keinginan tersebut mendadak hilang

"baiklah, aku menagih janji oppa besok" tutup Jessica, dia memang lebih sabar jika dibandingkan dengan adiknya, Krystal. Mungkin karena Jessica sudah dewasa dan menjadi wanita karir, pemikirannya sudah matang

Jessica pulang dengan perasaan hampa

Jongin mendesah lega, akhirnya yeojanya itu bisa pulang tanpa curiga

Jongin ingin masuk kerumahnya, namun tiba-tiba ponselnya berdering, menampilkan nama 'Krystal' di layar ponsel

'sial.. kenapa selalu begini' batin Jongin, dia mengangkat panggilan itu

"halo.." jawab Jongin dengan nada malas

"halo oppa.. oppa dimana? Hari ini adalah jadwal kita untuk kencan.. oppa ingin aku kerumah oppa atau.."

"tidak..tidak… jadwal kita dibatalkan chagiya. Aku sibuk" potong Jongin cepat

"oppa, jadwal kencan kita hari Selasa, Kamis dan Sabtu, karena hari lain oppa ada Kursus Dance dan…"

"sayang, aku mohon maaf.. aku janji akan menjemutmu besok, hari ini aku betul-betul tidak ada waktu" elak Jongin masih lewat telefon

"oppa selalu mengatakan itu, 2 hari ini oppa berubah, oppa tidak ada waktu untukku, aku ini yeojachingu oppa" bentak Krystal ditelefon

"aku tahu Krystal shi, tapi.."

"apa mungkin oppa sudah ada yeoja yang lain? Yang lebih cantik dan seksi dariku? Katakan oppa.." yeoja yang bernama Krystal itu mengoceh dengan kalimat yang terucap sangat cepat

"tidak sama sekali, aku hanya mempunyai kamu seorang chagiya.." kata Jongin gombal tingkat dewa, jelas berbohong

"aku tidak mau tahu, oppa harus menjemputku malam ini… sekarang aku dirumah" lanjut Krystal keras kepala

"tidak bisa sayang.."

"harus oppa.."

Jongin jadi jengkel, yeojanya yang satu ini memang bebal dan sukar diberi alasan, cantik-cantik sering marah (CCSm)

"halo…halo… kamu bilang apa sayang… suaramu putus-putus, baiklah.. aku akan menelfonmu besok..bye.." Jongin kembali menggunakan cara lama, pura-pura menyalahkan jaringan dan lekas mematikan ponselnya, aman

Jongin memasukkan ponsel kesakunya, dia harus cepat, dia tidak ingin ada masalah lagi yang menghampirinya malam ini

'Kyungsoo ya.. tunggu aku..' batin Jongin senang

Dan beberapa menit kemudian, Jongin sudah meluncur membelah malam bersama mobil mewahnya, untuk menjemput namja incarannya

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Kyungsoo melirik jam di belakangnya, hampir pukul 10 malam, sebentar lagi toko besar itu akan tutup

Kyungsoo masih terus melayani beberapa pelanggan,

"aku menerima laporan, kamu sepertinya masih harus banyak belajar dan mengetahui jenis-jenis produk di supermarket ini" kata supervisor yang membawahi Kyungsoo, dia menghampiri Kyungsoo dan berdiri tepat disampingnya

"iya ajuhsi.." kata Kyungsoo pelan,

"jangan panggil aku ajuhsi, aku belum terlalu tua, aku juga belum mempunyai isteri" jelas supervisor Kyungsoo, secara tidak langsung dia curhat bahwa dia belum laku-laku juga

"jadi aku harus memanggil apa?" Kyungsoo bertanya masih dengan suara pelan

"panggil nama saja, Hyun Suk, atau hyung.. jangan panggil ajuhsi" terang supervisor Kyungsoo yang bernama Hyun Suk itu

"baiklah Hyun Suk shi.."

Supervisor Kyungsoo itu tidak menanggapi, dia lekas memberikan aba-aba kepada Kyungsoo untuk menutup kasir dan menghitung penjualan hari ini

Hyun suk berjalan menjauh, dia berpapasan dengan rekan sesama Supervisornya, Junmyeon. Mereka berdua hanya menatap sekilas, Junmeyeon atau akrab dipanggil Suho hanya tersenyum singkat

"ah Kyungsoo, kita sepertinya bisa pulang bersama-sama malam ini. Aku akan kerumah orangtuaku, bagaimana? Kamu mau ikut bersamaku, arah kita sama" kata Suho saat dia sudah berada tepat disamping Kyungsoo

"eh, bagaimana ya.." Kyungsoo bingung

"apa ada yang menjemputmu?" Suho sedikit heran dengan jawaban ragu-ragu Kyungsoo

Kyungsoo diam, dia teringat Jongin, namja itu sudah mengatakan akan menjemputnya malam ini

"Kyungsoo, kamu melamun.."

"ah, maaf-maaf… tidak, tidak ada yang menjemputku" kata Kyungsoo salah tingkah, dia sudah menutup kasirnya dan memulai menghitung uang hasil penjualannya hari ini

Suho tersenyum,

.

.

.

Kyungsoo menatap dan menoleh kesana-kemari, dia sepertinya menunggu dan mencari seseorang,

"Kyungsoo, kamu mencari sesuatu?" Tanya Suho, mereka berdua sudah ada didepan parkiran mobil dan motor milik supermarket

"ah, tidak" jawab Kyungsoo singkat, dia berbohong, sepertinya dia ketularan Jongin

"baiklah, maaf.. aku hanya mempunyai helm satu, sepertinya tidak masalah jika kamu tidak memakai helm, tidak ada polisi patroli malam-malam begini" jelas Suho, dia sudah duduk manis diatas motornya, tinggal menunggu Kyungsoo naik, memeluk pinggangnya dan tancap gas

Kyungsoo belum beranjak, dia masih celingak-celinguk, menunggu seorang namja

Dan sepertinya namja itu tidak datang, Kyungsoo mendesah, dia merasa dikibuli

Kyungsoo bergegas naik ke atas motor milik Suho, dan kemudian…

Sedetik,

Dua detik,

Tiga detik,

"tunggu Kyungsoo ya…" panggil sebuah suara, suara namja, suara yang sangat dikenali oleh Kyungsoo

Kyungsoo menoleh, dan entah mengapa dia tersenyum melihat namja yang memanggilnya itu

"tunggu Kyungsoo ya… kamu harus ikut denganku, sekarang.." seru namja itu lagi, dia sepertinya berlari dan meninggalkan mobilnya yang terparkir tidak jauh darinya

"Jongin ah.." gumam Kyungsoo pelan, dia tidak ingin suaranya didengar oleh Suho

Namja yang memanggil Kyungsoo ternyata adalah Jongin, namja itu terengah-engah karena berlari, dia tidak menggunakan mobilnya untuk mencegat Kyungsoo

"Kyungsoo ya, tolong ikut denganku.. ada hal penting yang ingin kubicarakan malam ini juga" lanjut Jongin, dia menatap sekilas namja yang berada didekat Kyungsoo

"tapi.. aku.." Kyungsoo bimbang, dia menatap bergantian antara Suho dan Jongin

"tolonglah, hanya kamu yang bisa membantuku.." ucap Jongin dengan nada memelas berlebihan

Kyungsoo diam, dia menatap Suho lagi

"ehm, apa Kyungsoo akan baik-baik saja bersamamu, apa kamu bisa menjamin bahwa Kyungsoo tidak mendapat masalah.." ujar Suho tiba-tiba, kalimatnya itu jelas ditujukan kepada Jongin, dia paham dengan pandangan mata Kyungsoo tadi

"aku janji, Kyungsoo tidak akan kenapa-kenapa bersamaku.." kata Jongin, dia tersenyum

"tapi kamu tidak membawa kendaraan…"

"aku bawa mobil, mobilku disana.." potong Jongin cepat, dia menunjuk kearah mobil mewahnya yang terparkir manis tidak jauh

"oh, baiklah.." kata Suho, dia sepertinya kalah pamor, dia hanya menggunakan motor, dan namja dihadapannya menggunakan mobil,

"Kyungsoo, pergilah bersama namja ini, dia sepertinya sangat butuh bantuanmu, kamu mengenalnya kan?" Suho berucap kepada Kyungsoo, walau dengan enggan

Kyungsoo mengangguk, tanda dia mengenal namja itu

"ayo kita pergi Kyungsoo ya.." ujar Jongin tidak sabar

Dan akhirnya, seperti yeoja (namja) polos yang diperebutkan, Kyungsoo memilih pergi bersama Jongin, bukan karena Kyungsoo matre, namun dia mengikuti kata hatinya saja

Kyungsoo menatap Suho, dia tidak enak dengan rekan kerjanya itu

Suho tersenyum, memberikan isyarat bahwa dia baik-baik saja

.

.

.

"kamu ingin meminta bantuan apa kepadaku?" Tanya Kyungsoo, dia sudah berada disamping kursi kemudi, tepat disebelah Jongin. Jongin menyetir dengan wajah ceria, deru mobil yang mulus terdengar samar

"ah, tidak ada.." jawab Jongin santai

"maksudnya?"

"maaf, Kyungsoo ya.. tadi aku hanya sengaja, supaya kamu mau dan namja itu membiarkan kamu ikut denganku" ucap Jongin penuh kemenangan

Kyungsoo terdiam, dia sudah menduga bahwa namja disampingnya itu hanya modus belaka, seperti biasa

"apa kamu ingin mengatakan sesuatu padaku?" Tanya Jongin, dia mulai memancing Kyungsoo

"sesuatu apa?" Kyungsoo tidak mengerti

"apa saja"

Kyungsoo langsung teringat dengan penembakan tidak langsung yang dilancarkan oleh namja disampingnya, 1 hari ini masalah itu selalu mengusiknya, Kyungsoo bingung

"maaf, jika kamu belum siap… aku tidak akan memaksa" kata Jongin, dia tahu arah pembicaraannya sudah ditebak oleh Kyungsoo

Hening

"aku akan memberikan jawaban, sekarang.." ucap Kyungsoo tiba-tiba, memecah kebisuan

"apa?" Jongin pura-pura bertanya tidak mengerti, jantungnya berdebar tidak karuan

"apa kamu serius dengan kalimat yang kamu tuliskan kepadaku kemarin malam?" Tanya Kyungsoo, dia harus memastikan hal tersebut terlebih dahulu

"ah, aku… aku jelas serius"

Kyungsoo menarik nafas dan menghambuskannya perlahan

"aku akan memberikan jawaban malam ini juga..." Kyungsoo mengulang pernyataannya

Jongin menahan nafasnya..

"aku…"

"…"

"aku… maaf Jongin ah, 'aku tidak bisa' menerima Cintamu.."

Jgerr…Byuur… seperti air es yang diguyurkan saat Jongin tertidur, Jongin sangat kaget dan tidak percaya

Jongin mendadak menghentikan laju mobilnya, decit ban terdengar jelas mengiringi penolakan Kyungsoo

Cinta yang tersembunyi, Hidden Love, yang direncanakan oleh seorang Kim Jongin sepertinya gagal

Jongin mendadak Galau…

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Chapter 3 selesai. Cerita FF ini masih sedikit berkembang. Terima kasih tidak terkira untuk Reader yang sudah memberikan Reviewnya di dua Chap terdahulu, Review kalian membuat semangat untuk tetap lanjut. Maaf, yang minta rilis NC, FF ini rated T, jadi sangat aneh jika ada NC, kalau menyerempet kesana bisa saja..he…he…

Aku ucapkan selamat untuk EXO yang menggondol 4 piala di ajang musik bergengsi, MAMA 2014… semoga tahun depan bisa lebih bersinar lagi

Lanjut ke FF ini, minta Reviewnya lagi ya… aku yakin Reader semua tidak akan menjadi Silent Rider… salam sayang…

Thanks To Coment :

nisakaisa, SognatoreL, lailatul. magfiroh. 16, dekaeskajei, cahayaanjanie, beng beng max, kaisooya, lolamoet, kaiLa wu (guest), 1214 (guest) DOKIMKYUNGSOOJONGIN, dokimkyungsoojongin, ta, Guest, Huang Zi Lien, meliarisky7, SuvinaAsantoni, KaisooLovers, MyeonSoo Baby, metacho137, , Kaisooship dan all favorite dan follow