Hidden Love

By Fan_dio

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie

Genre : Romance

Warning : This is Yaoi (Boys Love), Maaf nggak bisa bikin GS

Rated : T

= Happy Reading =

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

"kenapa?" Tanya Jongin tidak percaya, dirinya sangat percaya diri menanyakan hal tersebut

Kyungsoo tidak menjawab, dia hanya meremas ujung bajunya,

"berikan alasan kenapa kamu menolakku?" lanjut Jongin lagi, dia masih belum menerima penolakan Kyungsoo, baru kali ini dia ditolak oleh seseorang

Kyungsoo menarik nafas dan menghembuskannya pelan,

"kamu namja, dan aku hanya ingin berpacaran dengan yeoja.." jawab Kyungsoo akhirnya, jawaban yang sangat berbeda dengan kata hatinya

"ah.." timpal Jongin, dia mengusap wajahnya kasar. Dia mungkin telah salah menduga dengan namja disampingnya itu

Jongin menekan-nekan kemudi setirnya, dia berpikir keras,

"baiklah.. maafkan aku. Aku mungkin salah mengerti tentangmu, tapi bisakah kita menjadi teman?" lanjut Jongin kemudian, dia hampir saja menambahkan kata 'teman tapi mesra'

Kyungsoo tersenyum, senyum yang sedikit terpaksa

"tentu saja, kita teman" kata Kyungsoo kalem,

Jongin mengarahkan jari kelingkingnya kearah tangan Kyungsoo, Kyungsoo membalasnya dengan mengarahkan jari kelingkingnya juga, jari kelingking mereka saling mengait, tanda pertemanan versi anak-anak

Jongin tersenyum, senyum hambar dan menyiratkan sedikit kecewa, dia tidak begitu saja melupakan penolakan Kyungsoo

"kamu ingin kemana? Aku akan mengantarkanmu.."

"aku ingin pulang saja, sudah larut malam"

"tidak tidak, aku akan membawamu kesuatu tempat, mungkin kamu akan suka"

"tapi.."

"tidak ada tapi-tapi, ayo kita berangkat.."

"tapi, aku masih menggunakan pakaian kerja, aku tidak membawa baju ganti"

"kamu pakai sweaterku saja dan tutupi baju kerjamu itu"

Jongin mengambil sweater dibelakangnya, dan memberikannya kepada Kyungsoo,

"maaf itu belum dicuci" ungkap Jongin tidak enak

Kyungsoo tidak menyahut, dia memakai sweater pemberian Jongin, walau sedikit kebesaran untuknya

Jongin menancap gas dan melaju dengan mulus dijalan raya kota Seoul. Dia melirik sekilas kearah Kyungsoo, namja itu diam dan tidak protes

Jongin tersenyum

.

.

"ini tempat apa?" Tanya Kyungsoo, setelah mereka sampai ditempat tujuan. Jongin tersenyum dan menarik tangan Kyungsoo untuk masuk ketempat ramai itu

"ini tempat hiburan, entah namanya Bar, Diskotik, Café… terserah, yang pasti tempat ini adalah tempat yang cocok untuk menghilangkan penat dan suntuk" jelas Jongin,

Kyungsoo mengikut saja, membiarkan tangannya dan tubuhnya dituntun oleh Jongin, dia baru kali ini masuk ketempat seperti ini, menurut cerita yang pernah dia dengar tempat-tempat seperti ini adalah sarang mesum dan maksiat

"untuk apa kita kesini?"

"santai"

"aku ingin pulang Jongin ah" kata Kyungsoo, wajah polosnya menyiratkan ketakutan

"aku akan mengantarmu, tapi nanti… setelah kita pulang dari tempat ini, sebentar saja" balas Jongin, dia menenangkan Kyungsoo

Kyungsoo mengangguk singkat, dia mencoba pasrah

Suasana tempat hiburan itu sangat ramai, maklum saja dijam-jam malam seperti ini adalah waktu yang tepat bagi namja-yeoja untuk menghabiskan malam,

Jongin menuntun Kyungsoo kearah meja panjang. Disalah satu kursi di dekat meja itu duduk seorang namja berkulit sangat putih, teman Jongin

"hyung.." sapa namja itu, dia melihat Jongin,

"Sehun, kamu terlalu cepat datang" balas Jongin, dia mencari kursi kosong dan menyuruh Kyungsoo untuk duduk, namja kecil itu duduk dengan rasa canggung

Kyungsoo memperhatikan teman jongin, yang bernama Sehun itu, entah mengapa dia teringat dengan namja yang pernah hendak mencabulinya

"kamu ingin minum apa?" Tanya Jongin kepada Kyungsoo, dia memperhatikan arah mata bulat namja itu yang terus menerus menatap Sehun

"ehm.. Pop Ice ada tidak?" Kyungsoo berujar polos

"Pop ice? Minuman apa itu?" Jongin mengeryitkan dahinya

"apa saja, yang penting manis dan dingin" jelas Kyungsoo

Jongin lalu bertanya kepada bartender ditempat itu, dan sepertinya minuman yang diinginkan Kyungsoo tidak ada

"bagaimana kalau minuman soda saja" tawar Jongin, minuman soda memang disediakan oleh pemilik tempat hiburan itu, selain minuman utama yang semuanya beralkohol

"itu saja" jawab Kyungsoo,

Kyungsoo duduk dengan minuman soda, dia tidak dapat menikmati alunan musik yang menghentak, sangat tidak cocok untuknya

Jongin mengalihkan pandangannya disudut ruangan, matanya menangkap sosok yeoja yang sangat dikenalinya, yeoja itu asyik bermesraan dengan namja, terbukti karena mereka saling menggenggam tangan diatas meja

Jongin berbisik kepada Sehun untuk menjaga dan memperhatikan Kyungsoo, dia tidak ingin namja kecil itu diganggu oleh orang lain, Sehun mengangguk. kemudian Jongin dengan perlahan menghampiri yeoja itu

Jongin menghentikan langkahnya, kira-kira 5 meter dari si yeoja, dan dia yakin tidak salah lihat, yeoja itu adalah pacarnya, Krystal

"yeoja pembohong.." umpat Jongin, dia merasa dibohongi oleh Krystal, karena beberapa jam yang lalu yeoja itu mengatakan sedang berada dirumah, tapi ternyata yeoja itu asyik berkencan dengan namja lain

Jongin berpikir,

"ah..whatever.." gumamnya, mereka berdua sama-sama berbohong, jadi mereka impas. Dia berusaha tidak ambil pusing, yang penting Kyungsoo tidak tahu. Jongin kembali menuju tempat Kyungsoo dan Sehun

"tempat ini menyenangkan bukan?" kata Jongin, dia berada tepat disamping tempat duduk Kyungsoo sekarang

"sangat menyenangkan…heks" jawab Kyungsoo sambil cegukan, namja itu menatap Jongin dengan pandangan centil

Jongin bingung, dia mengalihkan pandangannya kearah Sehun, meminta penjelasan

"kamu apakan namjaku?" Jongin meminta penjelasan,

"maaf hyung, dia yang mau mencobanya. Aku sudah mencegahnya, tapi terlambat.. mungkin dia mengira minuman itu adalah minuman Pop Ice rasa semangka" jawab Sehun tidak jelas, cadelnya semakin tidak memperjelas kata 'semangka'

"aku tidak percaya, tidak mungkin Kyungsoo minum sendiri"

"he..he.. aku memang menawarkannya, aku hanya bercanda hyung" tukas Sehun membela dirinya

Jongin menggeleng, dia menatap gelas kepunyaan Kyungsoo, gelas itu kosong

"ayo kita pulang Kyungsoo ya.. kamu mabuk" ujar Jongin, dia memegang bahu kanan Kyungsoo

"pulang? Secepat ini? Kita belum making love Jonah" jawab Kyungsoo terdengar bitchy dan seksi

"Jonah?" Jongin tidak mengerti,

"Jonah panggilan untuk hyung, Jonah Jongin.." Sehun yang menjawab, dia sedikit nyengir

Jongin tidak menggubris Sehun, dia hanya khawatir dengan Kyungsoo, namja itu tiba-tiba berubah 180 derajat saat mabuk seperti ini

"sepertinya namja ini curiga denganku hyung, dia tadi bertanya macam-macam. Dia merasa bahwa aku adalah namja yang hendak memperkosanya di.."

"diam.. itu karena kamu cadel dan sangat bernafsu. Kamu gampang dikenali.." potong Jongin tidak sabar, dia tidak ingin mendengar ocehan Sehun.

Sehun cemberut dan terdiam

"ayo kita pulang" lanjut Jongin lagi, dia menarik tangan Kyungsoo, namun namja itu terjatuh, sepertinya efek minuman yang tidak seberapa diteguknya itu sangat bereaksi untuk Kyungsoo

Jongin mengangkat dan memapah namjanya tersebut, dia melirik sekilas kearah tempat duduk Krystal, yeoja itu masih ada, masih dengan posisi yang sama, dan belum menyadari kehadiran Jongin

Sehun yang menyadari temannya akan pulang, mendadak berujar lagi,

"hyung, ada yang terlupa.." kata Sehun sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal,

Jongin tidak menanggapi, dia masih berusaha memperbaiki posisi Kyungsoo untuk membawanya ke mobil dan mengantarkannya pulang,

"hyung, sensitif sedikit kenapa, hyung lupa.."

Jongin mengeluarkan beberapa lembar uang won dan menyerahkannya kepada Sehun, namja berkulit putih itu menerimanya dengan wajah sumringah

"ini baru namanya teman" kata Sehun, dia mengipas-ngipaskan uang pemberian Jongin

"hari Senin kita ketemu di sekolah, aku ingin membicarakan sesuatu.." tutup Jongin, Sehun mengangguk tanda setuju

Jongin akhirnya bisa membawa Kyungsoo keluar tempat hiburan itu, menuju mobil untuk mengantarkannya pulang

.

.

Jongin mendudukkan Kyungsoo dikursi samping kemudi,

"hei Jonah… kamu ingin membawaku kemana?" Kyungsoo bertanya dan meracau, dia sesekali cegukan

"kita pulang" jawab Jongin singkat, dia sudah duduk dikursi kemudi dan bersiap-siap tancap gas,

"kamu tahu, aku paling tidak suka pada namja playboy, terutama playboy cap tikus yang tukang bohong.. heks.." racau Kyungsoo, dia menggerak-gerakkan jari telunjuknya didepan wajah Jongin

Jongin yang hendak menjalankan mobilnya mendadak terdiam, dia menoleh dan memandang wajah polos Kyungsoo yang merah akibat pengaruh alkohol

"jangan bicara yang bukan-bukan Soo, awas saja kamu Sehun, ini semua gara-gara kamu" tangan Jongin terkepal, dia merasa namjanya telah diracuni dengan alkohol pemberian Sehun

"heks.. aku tidak bisa menerima cinta seorang namja yang masih berhubungan dengan yeoja lain..heks.."

"…"

"pasti kamu hanya ingin berhubungan seks denganku..katakan..

"…"

"putuskan yeoja itu.."

"…"

"aku hanya ingin menjadi satu-satunya dihatimu, tanpa ada orang lain.. dan..hmm.."

Kalimat Kyungsoo terhenti, yang menghentikannya adalah bibir Jongin, Jongin melayangkan ciumannya ke bibir tebal Kyungsoo

Jongin menekan dan melumat bibir Kyungsoo ganas.. dia mencoba menghentikan racauan Kyungsoo dengan menciumnya dan sepertinya usahanya berhasil

Ciuman mereka bertahan selama 2 menit, dan setelah Kyungsoo seperti kehabisan nafas, barulah Jongin menghentikan serangan tiba-tibanya itu

"ma..maaf Kyungsoo ya, tapi kamu meracau yang bukan-bukan.." gumam Jongin, salivanya tertinggal disudut bibir Kyungsoo

Kyungsoo tidak menjawab, dia seperti setengah sadar, setengah mabuk.

"apa yang kamu lakukan?" Kyungsoo protes, dia mengelap sudut bibirnya dengan punggung tangannya

Jongin terdiam, dia masih belum menjalankan mobilnya, matanya terus menatap Kyungsoo

Jongin berpikir,

"hm.. apa semua kalimatmu tadi adalah kejujuran?" gumam Jongin, nyaris tidak kentara. Dia merasa Kyungsoo berkata jujur saat sedang mabuk, namja itu kehilangan kesadaran dan mengungkapkan semua pemikiran alam bawah sadarnya

"apa kamu juga mencintaiku? Bukan karena kamu hanya menyukai yeoja kan?" Jongin terus menerus bertanya, namun Kyungsoo tidak menjawabnya

"kamu mau menerimaku, asal aku memutuskan yeojaku, begitukan?" lanjut Jongin lagi, Kyungsoo tetap tidak merespon

Hening..

Lalu..

"cium aku.." Kyungsoo berkata tiba-tiba,

"apa?"

"cium aku, sekarang.." Kyungsoo mengulangi kalimatnya, wajahnya masih merah, namun serius

Jongin tersenyum, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan langka ini, namja itu memintanya sendiri, dia akan melayani permintaan enak tersebut

Jongin mengarahkan wajahnya, tepatnya bibirnya ke bibir tebal Kyungsoo… Kyungsoo diam dan mematung, seperti menunggu serangan.. beberapa senti lagi kedua bibir namja itu akan bertemu..

Lalu..

Kyungsoo lunglai, dia menjatuhkan kepalanya disandaran kursi, matanya terpejam

"ah.. sial.." Jongin kecewa, nafsu menciumnya mendadak hilang. Kyungsoo tertidur dengan keadaan mulut terbuka, bisa saja Jongin melumat bibir yang terbuka bagai kelopak mawar itu, namun dia bukanlah namja yang tega 'grepe-grepe'saat seseorang sedang tidur

Jongin cemberut, dia membelai rambut jatuh Kyungsoo. Namja kecil itu sepertinya mabuk berat dan tertidur dengan lena. Jongin kasihan, gara-gara dia membawanya ketempat hiburan malam, Kyungsoo jadi mabuk dan tertidur dengan tidak elit

Jongin mendesah, dia kembali fokus untuk menjalankan mobilnya. Entah apa yang akan disampaikannya kepada orang-tua kyungsoo, tidak mungkin dia mengatakan :

'ajuhma, ajuhsi, anak anda mabuk setelah menolak cintaku, apa yang harus aku lakukan?'

atau

'ajuhma yang tersayang, anak ajuhma mabuk, dia mabuk cinta sepertinya, jadi jangan salahkan aku'

Atau

'ajuhsi yang baik hatinya, Kyungsoo mabuk, jangan salahkan dia. Salahkanlah temanku Sehun yang sepertinya sedang mabuk janda, dia memang anak cadel yang tidak tahu diri"

Jongin tersenyum sendiri karena pikiran anehnya, sepertinya dia sudah ketularan Sehun, berpikir yang bukan-bukan

Jongin mengangguk-angguk, dia tidak akan membawa Kyungsoo pulang, dia akan membawa Kyungsoo ketempat lain, sampai mabuk namja imut itu hilang

Yah, Hotel

Lets go..

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

"aku terlambat.. aku terlambat.." pekik Kyungsoo seperti yeoja yang telat datang bulan. Dia terbangun dan duduk sambil memadang kesana kemari

Mata Kyungsoo melotot kaget, dia menatap dadanya, dadanya polos alias telanjang. Dia dengan cepat menarik selimut untuk menutupi dadanya itu

"kenapa denganku? Aku dimana?" gumam Kyungsoo, dia menoleh dan mendapati namja lain, Jongin sedang menggeliat tertidur

"apa yang kamu lakukan kepadaku.." ujar Kyungsoo, mirip isakan, dia seperti yeoja yang baru saja kehilangan keperawanannya

"aku tidak berbuat apa-apa.. tenang saja.." ujar Jongin tiba-tiba, suara namja itu mengagetkan Kyungsoo,

"tapi kenapa aku telanjang begini, mana pakaianku..?" Tanya Kyungsoo, dia sepertinya sudah sadar total dari pengaruh minuman keras

"kamu tidak benar-benar telanjang Kyungsoo ya, kamu masih pakai celana. Tapi celana dalammu lucu juga, warna hitam dan ada bintik-bintiknya" tukas jongin sambil sedikit tertawa,

Kyungsoo tidak meladeni candaan Jongin, dia menyingkap selimutnya dan bernafas lega karena celananya masih melekat sempurna

"kita dimana?" Tanya Kyungsoo lagi, dia menatap interior mewah ruangan tempatnya

"di hotel"

Kyungsoo mengangguk-angguk pelan, dia baru kali ini memasuki hotel, tidur dihotel dan tidur bersama namja.. ingat, bersama namja

"aku terlambat..aku terlambat.." pekik Kyungsoo lagi, dia kembali rusuh. Karena mengingat bahwa shiftnya untuk hari minggu adalah pagi, dan sepertinya dia sudah telat sejam

"kamu tidak usah masuk kerja Kyungsoo ya. Ini hari minggu" kata Jongin, dia mendudukkan dirinya dan mengusap wajahnya

"aku harus kerja, jika tidak, aku bisa dipecat. Tidak ada kata hari minggu untuk supermarket besar" Kyungsoo berdiri dan mencoba mencari kamar mandi

"eh, tapi kenapa kamu membuka bajuku..?" Tanya Kyungsoo, dia berbalik dan menatap Jongin lekat-lekat

Jongin tersenyum simpul,

"karena aku yakin jika pagi ini kamu pasti ingin berangkat kerja, jadi aku membuka bajumu supaya baju kerja itu bisa digunakan lagi pagi hari.." jelas Jongin, dia seperti mengungkapkan bahwa dia adalah 'calon suami yang ideal'

Kyungsoo mangut-mangut, dia tersenyum singkat dan berbalik menuju kamar mandi milik hotel

'ah Kyungsoo ya, kamu memang namja idamanku..' batin Jongin, dia tersenyum sendiri seperti orang gila

Jongin masih punya harapan untuk mendapatkan cinta Kyungsoo, hanya perlu waktu saja untuk membuat namja kecil itu luluh dan menerima cintanya

.

.

.

Jongin dan Kyungsoo 20 menit kemudian berada didalam mobil Jongin, Kyungsoo terlihat resah

"bagaimana ini, omma pasti mencariku.." kata Kyungsoo, dia memandang layar ponselnya, ibunya tidak mempunyai ponsel, jadi tidak mungkin menghubunginya lewat telefon

"tenang saja, aku akan menjelaskan kepada ommamu nanti.." Jongin menenangkan,

"kamu sendiri, apa tidak sekolah?"

"ini hari minggu chagiya"

"chagiya?"

"apa?"

"kamu bilang chagiya"

"ah, kamu mungkin salah dengar" Jongin ngeles dengan tidak elit, dia memang mengucapkan kalimat sayang untuk kekasih itu,

"aku tidak salah dengar, kamu bilang chagiya tadi" Kyungsoo tidak mau kalah,

"jadi kenapa?"

Kyungsoo gelagapan,

"eh, tidak.. hanya saja terlalu aneh" gugup Kyungsoo. Dia menatap keluar kaca jendela mobil

"baiklah, aku akan mengantarmu ke tempat kerja" ucap jongin, dia tancap gas dan melaju dengan kencang

Kyungsoo tidak berujar lagi, dia diam. Entah apa yang akan menantinya ditempat kerja, dia lagi-lagi terlambat, dan terlambatnya itu gara-gara namja playboy disampingnya

Kyungsoo mendesah

.

.

.

"terima kasih Jongin ah" kata Kyungsoo, dia turun tepat samping parkiran mobil. Supermarket sudah buka sedari tadi,

"apa aku perlu menemanimu masuk?" Jongin menawarkan diri,

"tidak perlu. Aku hanya tinggal masuk saja dan selesai, tidak perlu belebihan" Kyungsoo tersenyum,

Jongin berpikir sejenak,

"baiklah, semoga harimu indah… bye.."

"bye.."

Mereka berdua saling melambaikan tangan. Jongin kembali melajukan mobilnya, untuk pulang dan melanjutkan tidur, tidur dihari minggu memang kebiasaannya

Dan tanpa mereka sadari, seorang yeoja memperhatikan Jongin-Kyungsoo sedari tadi. Yeoja itu mengamati disamping taman bunga dekat supermarket

Yeoja itu menghentakkan kaki dan mengepalkan tangannya,

.

.

.

Kyungsoo dengan langkah pelan dan takut, masuk kedalam supermarket. Dia mengamati sekelilingnya, dia hendak menuju keruang pegawai, namun sebuah suara menginterupsinya

"lagi-lagi kamu terlambat.." seru orang itu, seperti biasa, supervisor Kyungsoo yang bernama Hyun Suk, dia berkacak pinggang

"maaf.." Kyungsoo meminta maaf sambil membungkuk berkali-kali

"kali ini kamu tidak bisa ditoleransi lagi, aku akan.." kalimat Hyun Suk berhenti, karena melihat rekan sesama Supervisornya datang, Suho

"Hyun shii dipanggil oleh tuan Park, sekarang juga dikantor utama.." kata Suho kepada Hyun Suk, dia berkata sambil memperbaiki name tag-nya yang miring

"sekarang, tapi biasanya tuan Park belum datang jam begini.." tukas Hyun Suk, tidak percaya

"maaf, aku hanya menyampaikan amanah" balas Suho, dia melirik kearah Kyungsoo sekilas, namja itu masih menunduk

"baiklah, aku akan segera kesana" kata Hyun Suk, dia melangkah dan kembali berhenti tepat disamping Kyungsoo

"dan kamu, buka kasirmu sekarang.." tutup Hyun Suk, dia lekas berlalu dan menghilang dibalik pintu utama Supermarket

Kyungsoo mengangguk, dia kembali membungkuk

"terima kasih hyung" Kyungsoo tahu bahwa Suho hanya ingin menyelamatkannya dari kemarahan atasannya itu

"tidak mengapa.." balas Suho

"tapi, bagaimana jika Hyun shi tahu jika hyung bohong.."

"aku tidak benar-benar bohong Kyungsoo, tuan Park memang ada keperluan dengan Hyun, tapi bukan sekarang.." terang Suho, dia tertawa singkat, dan kemudian tersenyum, senyum malaikat untuk Kyungsoo

Kyungsoo balas tersenyum,

"baiklah, silahkan buka kasirmu… pelanggan sudah banyak" kata Suho, dia masih tersenyum meneduhkan

"iya" timpal Kyungsoo singkat, dia mulai memasukkan password kode kasirnya dikomputer

Suho berbalik, namun kemudian menghadap ke Kyungsoo lagi, dia sepertinya ingin mengatakan sesuatu,

"Kyungsoo.. ehm…"

"iya hyung, kenapa?" Kyungsoo mendongakkan wajah polosnya, mata bulatnya menatap mengharap jawaban dari Suho

"ah, tidak.. bukan apa-apa" jawab Suho salah tingkah, dia kembali tersenyum dan kemudian berlalu dengan langkah cepat menuju ruang pegawai

Kyungsoo menatap punggung Suho yang mulai menjauh itu, dia merasa ada yang aneh dengan atasannya tersebut, Kyungsoo menggeleng pelan dan kembali sibuk dengan pekerjaannya

Kyungsoo melayani pelanggan pertamanya, seperti biasa Kyungsoo selalu bersikap ramah kepada semua pelanggan, baik namja, yeoja, orang tua, dan anak-anak.

Dan tiba-tiba seorang yeoja menghampiri Kyungsoo, dia bukan datang dari dalam supermarket, namun arahnya dari luar, yeoja itu sepertinya masuk melalui pintu keluar dan menghampiri Kyungsoo yang kebetulan sedang tidak melayani pelanggan

"maaf, ada yang bisa aku bantu.." sapa Kyungsoo ramah, dia tersenyum sembari menatap yeoja berkacamata hitam tersebut,

"tidah usah beramah-tamah.." balas sang yeoja, nadanya ketus dan tidak bersahabat

Kyungsoo terdiam, pelanggan yang aneh

"aku kesini untuk memberikan ini untukmu.." lanjut yeoja itu, dia mendorong amplop coklat diatas meja kasir, dan menepuk amplop tebal itu tepat didepan Kyungsoo

"apa ini?" Tanya Kyungsoo tidak mengerti, perasaannya tidak enak

'itu uang, ambillah… dengan satu syarat..." ucap yeoja itu, suaranya kecil, mirip bisikan

Kyungsoo menahan nafasnya

"jauhi namja yang bernama Kim Jongin" terang yeoja itu, mengutarakan maksudnya menemui Kyungsoo

Deggg…

Kyungsoo membisu

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Chapter 4 update, khusus kepada pembaca yang selalu mengikuti FF yang minim konflik ini. Maaf, jika Chapter ini tidak sesuai espektasi pembaca…he…he… aku juga mohon maaf kepada pembaca yang tidak nyaman dengan penggunaan kata 'kamu'. menurut survey (lebay) kata 'kamu' lebih sopan dari kata 'kau'. Contohnya : Aku Cinta Kamu… he..he.. sekali lagi mian

Sekedar info saja, aku buat FF Kaisoo genre angst, dengan judul 'Jongin-Kyungsoo', Cuma one shoot koq (udah dipublish kemarin)… rencana bikin two shoot, tapi sepertinya sudah tidak memungkinkan…he..he.. yang suka FF dengan genre sedih, dibaca ya…

Terima kasih kembali kepada pembaca yang sudah dan selalu memberikan Reviewnya tiap chapter, karena kalianlah aku masih tetap lanjut…

Komentar dan jejaknya masih selalu dinantikan dikotak Review… salam…

Thanks to Review :

KaisooLovers, nisakaisa, SognatoreL, lailatul. magfiroh. 16, humairah9394, dekaeskajei, cahayaanjanie, beng beng max, kaisooya, lolamoet, kaiLa wu (guest), 1214 (guest) DOKIMKYUNGSOOJONGIN, dokimkyungsoojongin, ta, Guest, Huang Zi Lien, meliarisky7, SuvinaAsantoni, MyeonSoo Baby, metacho137, , Kaisooship dan all favorite dan follow my FF