Loading..

Loading..

Please wait...

terimakasih yang udah ngasih review
dichapter sebelumnya!
uweng uweng
uweng ..(((((( ^_^) ..

uweng uweng uweng
^_^ :v :D

Selamat menikmati 5th CHAPTER ini..

HAPPY READING!

.

.

Disclaimer: saya tidak
akan pernah mengakui
kepemilikan Naruto dan
High School DxD

Genre: Adventure,
supernatural

Warning : OOC, OC, NEW
DIMENSION, TYPO,bahas
yang aneh, abal-abal,
banyak kekurangan di
sana-sini,SKS (Sistem
Kebut Sejam)

5st CHAPTER:THE WAR HAS BEGUN

v
v
v

YOSH! HAPPY READING!

KANTOR HOKAGE

Terlihat di kantor Hokage,Kakashi membaca setiap
rinci setiap laporan yang
datang pagi ini ke
kantornya. Wajahnya
serius.

Konohamaru Team
mungkin sedikit bisa
diandalkan, namun yang
lain?

Apa benar-benar hanya
kami yang bisa melawan
mereka?
Tanpa ada
kader-kader baru?

Kuso! Sekali lagi Kakashi
mengumpat. Memisahkan
map merah ini kepojok meja
dengan kasar,
membedakannya dengan
tumpukan laporan lain yang dengan manja menunggu.

Inilah kenapa Kakashi tidak mau jadi Hokage.
Tidak bisa lagi bersantai,bermalas malasan,,apalagi membaca buku kesayanganya..Icha-icha paradise.
'Terkutuk kalian Tetua bauh tanah'
umpat Kakashi dalam hati.

Shikamaru hanya memijit keningnya melihat Hokage yang berada di sampingnya melempar map kesembarang arah.

Tidak habis di pikir,kekacauan yang di akibat perang akan terjadi membuat dia harus menahan diri untuk tidak mengucapkan modekusai
berkali-kali,tradekrmaknya si berambut nanas.

POOF

Tatkala 2 orang
ANBU kini menyeruak
masuk entah dari mana,
lalu membungkuk hormat.

Kakashi memberi isyarat
pada ANBU di sebelah
kanan,ninja spesialis
suiton,elemen air level-S
ini mendongak lalu
bergumam,
"Sumimasen, Hokage-
Sama!"

"Bicaralah," Sergah
Kakashi.
"Kekkai lapis dua desa
sudah diperkuat
menjangkau jarak 2 kilo
luar kekkai lapis
pertama sesuai perintah.
Pelapisan lebih lanjut akan siap dilaksanakan
sewaktu-waktu. Laporan
selesai!"

"tak perlu. Kembali
ketempat dan
perintahkan semua jounin
untuk bersiaga tingkat
2-1. Siapkan perintah
untuk menginstruksi ke barak aman sewaktu-waktu. Laksanakan!"

"Hai!"

"Kau, yang di sampingnya,
laporkan!"

"Penjagaan di delapan
titik sudah dipersiapkan.
Menara dengan alat
berat sudah disiapkan 16
buah, masing-masing
ditempatkan sepasang di masing-masing titik.
Jadwal piket kedelapan
menara sudah ditetapkan
dengan waktu 3X8 jam
sehari. Laporan selesai!"

"Bagus, sampaikan pada
divisi logistik untuk
menyiapkan pasokan
pangan seperlunya.
Bekerjasama dengan
mereka untuk gerakan lebih lanjut, hubungi
Shizune-San dan Godaime
Hokage untuk koordinasi
bidang medis! Kembali
ketempat!"

"Hai!"

Dan sosok dengan topeng
beruang barusan sudah
lenyap begitu saja,
mengikuti jejak temannya
yang barusan datang
bersamanya dengan topeng Harimau.

"Dan kau Shikamuru,segera pergi ke Devisimu."

"ck, Hokage-sama,"

Dan sosok Shikamaru pergi ke tempat yang di peritahkan di sertai kata-kata aneh yang keluar dari mulutnya.

#Light and darkness#

Hingga akhirnya waktu
pun pelan perlahan
berlalu, detik-detik
berganti, memutar
matahari dari ufuk
hingga kembali ke ufuk. Terus menerus, hingga
tanpa terasa 3 hari
terlewati. Naruto dan
Rookie 12 tetap
menyibukkan diri untuk
menyambut hari yang akan menjadi sebuah siang
yang panjang. Dibantu
para ANBU dan jounin
generasi baru, Mereka
bangun pagi-pagi,
menunggu matahari terbit dengan penuh
ketegangan. Barak
pengungsian sudah
dibangun lewat jalur
rahasia.

Dan saat perintah untuk
mengungsikan seluruh
penduduk Konoha baru
saja diturunkan, Saat
matahari belum terbit,
saat para Jounin dan ANBU yang sedang sibuk
di tower dan pusat
kontrol kekkai sibuk
dengan melawan rasa
bosan dan kantuk yang
luar biasa, saat dimana pertahanan Konoha tidak
dalam keadaan penuh.
Saat dimana Konoha
berada dalam keadaan
lengah.

#Light and darkness#

Terlihat di langit-langit yang di sertai mendung dengan awan berwarna hitam bergerak pelan-pelan.

Muncul bulatan besar dengan tulisan aneh di pingirnya.
Segerombolan manusia bersayap kelelawar menjulur keluar dari bulatan besar dengan tulisan aneh di pingirnya.
Puluhan bahkan ribuan muncul melewati bulatan besar mengunakan sepasang sayapnya,mereka turun ke atas tanah,berhenti tepat di depan dinding berwarna Trasparan.

"Kekkai,eh?"gumam saji,matanya yang tajam mengkilat di terpa cahaya matahari memandang beku pada lapisan Cakra yang berlapis lima meter di depan mereka.

"Memuakkan!"
umpatnya kesal.

"Apa yang akan kita lakukan Kaichou?"
sergah Tsubaki berada di samping saji.
"Sepertinya akan menghambat kita,jika kita tidak temukan cara cepat untuk membuka pelindung ini"
ucap Sona dengan datar.

"Kalian bertiga minggirlah!"

memutar kepalanya ke belakang,mereka bertiga dapat melihat wanita yang memerintahkan mereka itu. Iblis level tinggi
dari keluarga Iblis
Gremory,rambut merah,serta tatapan tajamnya di sertai badan yang sexy yang Dijuluki
"Crimson Ruin
Princess".
mengarahkan tanganya tepat ke arah Kekkai,terbentuklah bola aneh dengan ukuran bola kasti.

"Powe of destruction"gummam wanita yang di ketahui bernama Rias Gremory.

Bola berukuran kasti pun meluncur tepat ke arah pelindung Kekkai,Membentur Kekkai dengan keras.
Energi hitam itu tertahai 5detik
sebelum Suara retakan terdengar di telinga para Iblis.

...K-KREK...

...KR-KRAKK...

Dan Kekkai Desa Konoha pun pecah,di sertai dentuman yang memekik telinga.

#Light and darkness#

Suara bergemuruh
akibat getaran energi
dahsyat yang datang
merusak kekkai lapis
kedua mengundang
perhatian ANBU dan Jounin yang berjaga di
gerbang, pasti. ANBU
yang ada diatas
berteriak-teriak, kalut.

"I-Itu apa itu tadi..?"
"K-Kekkainya….
Mustahil!"

"Tak ada yang mustahil!"
Suara bariton
terdengar. Kakashi tiba
dengan Sasuke. ANBU
tadi menoleh dan
mengangguk hormat pada siapa yang datang.

"Hokage-sama!"
Mantan Kapten tim 7 ini
menepuk dahinya saat
melihat kumpalan asap
yang muncul dari tengah
hutan beserta lapisan
kekkai yang runtuh pecah menjadi kumpulan ribuan
chakra. Kakashi
mendengus. Sasuke
meliriknya,

"Sepertinya pagi ini kau
harus puasa baca novel
hentai mu itu, Kakashi
Sensei,"

Dan pasti, Kakashi
mendelik,
"….Heh… …Ya….. …Kau masih bisa juga
mengajakku bercanda,
Sasuke. Bagaimana dengan
Rookie 12 yang lain?"

"Sai sudah memanggil
mereka, tugas kita hanya
menunggu disini, Sensei."
Tukas Sasuke. Langkah
Shikamaru dan Chouji
yang berbarengan datang sejurus kemudian
membuat mereka berdua
menoleh.

"Baru kita ternyata?"
Celetuk Chouji.
Shikamaru mengangkat
bahu, tangannya merogoh
sebungkus rokok dari
saku rompi jounin-nya, lalu menyalakannya .

"Ck, mendokusai!Kenapa
mereka masih belum
datang padahal musuh
sudah didepan mata?"
Gerutunya kesal.

"Tak usah marah begitu,
Shikamaru..Oa bagaima Devisi yang kau pimpim?" Tukas
Kakashi.

Shikamaru mengeluarkan
rokok dan korek gas dari
saku rompi jouninnya.
Menyalakannya lalu
menghisap rokoknya
gusar, menghembuskan asap tipis dari mulutnya.
Shikamaru mendesah
kesal seraya mengangkat
bahu.

"Yaah, wakattemasou
ne... Hokage-sama.. Apa boleh buat,untuk Tim Devisi sudah aku perintahkan untuk saat yang genting.."
Shikamaru tak komentar
lagi. Sepertinya sebagian
kecil kekesalannya sudah
hilang dengan hembusan
asap tadi.

TAP!

TAP!

TAP!

Inuzuka Kiba, Hyuuga Hinata,
Sai, Rock Lee kini datang
menapak keras dinding
benteng . Yamato dan
Mighty Guy turut
menyusul di belakang mereka. Yamato maju
mendekati Kakashi.

"Bagaimana sekarang?"
Kakashi menatap sayu
juniornya ini dengan
pandangan serba santai, lalu dibalik masker
hitamnya, Kakashi
tersenyum, meninggalkan
tanda tanya besar plus
sweatdrop pada Yamato.

"Sesuai perintah, Tenzo.
Kamu tinggal menunggu saja..."

Yamato mengerutkan
dahi, berpikir, lalu
sontak kaget.

Kakashi berpaling
kearah lingkar luar
depan Konoha.
Dipotongnya pertanyaan
menggantung Yamato
dengan singkat.

"…Ya… .. ….Aku hanya bisa
berharap kita bisa
bertahan selama 5 menit
itu….."

Belasan pasang mata
langsung berpaling pada
Kakashi. Seakan masih
belum dapat tertebak,
Kakashi enggan untuk
tidak mengeraskan suaranya kemudian.
"…..Kita bisa bertahan,
semoga."

#Light and darkness#

Issei hanya menatap datar ke arah desa Konoha.
"Sepertinya, harus ada
sedikit gertakan sebelum
meulai perburuan ini."
Sergahnya.

mendelik, lalu
tertawa kecil.
"Hm, kau berlebihan
bukanlah
masalah." Tegas Sirzechs Lucifer
sebelumnya yang dikenal
sebagai Sirzechs
dengan angkuh,tepat di depan semua pasukan iblis.
seraya
mengumpulkan Kekuatanya di tangan.

"Nee-sama! Sejak kapan udah ada di sini? Dan kemana para Maou yang lain?"
Tanya Rias pada kakaknya heran.

"Ah,Rias-chan.. Aku kesini karena bosan di istana..Dan untuk Maou yang lain sedang ada sedikit masalah dengan pemimpim Malaikat,dan Malaikat jatuh,kau tau kan apa maksudku?"
Jelas Sirzechs seraya melangkah kakinya ke depan.

'jadi mereka sudah tau tentang penyerangan ini..Cih'
batin Rias

"Kalian semua mundurlah.
Paling tidak 30 langkah."ucap Sirzechs dengan tegas.

Dan para Iblis pun
melompat cepat mundur,
menjaga jarak pula
dengan Sirzechs yang
baru memancarkan
Demonic merah dari tubuhnya.

menatap tajam wilayah
hutan di depannya. Lalu
dengan kekuatan yang berkumpul di tanganya.
"Power of
Destruction.." gumamnya singkat.

Bola ukuran basket dengan tenaga penghancur massal
dihempaskan
ke arah kumpulan
klorofil hidup yang melingkari Konohagakure
no Sato di luar lingkar 2
kilo gerbang desa.

Power of
Destruction membentur tanah, bumi
langsung tergoncang
beserta udara yang kian
menyesak.

Dan detik-detik kemudian
berjalan tanpa suara,
hanya pemandangan
artistik yang dapat
dilihat oleh para
Iblis.
Sebuah seni kehancuran.

Mereka entah kenapa
diam-diam tersenyum
melihat hutan Konoha
yang luluh lantak, habis
hingga sekian ratus
meter. Tanah yang terlempar ke udara
menggesekkan hawa panas
yang membuat ranting
haus api.

Sisa pohon yang
selamat sontak
terbakar. Wilaya tengah hutan
HABIS.

Hutan Konoha benar-
benar habis.

#Light and darkness#

"….Diharap seluruh
penduduk desa agar
segera mengikuti
pengawalan Chunin untuk
menyelamatkan diri ke
barak pengungsian di lorong rahasia sekarang
juga. Sekali lagi
diharapkan pada seluruh
penduduk desa agar
segera mengikuti
pengawalan Chunin untuk menyelamatkan diri ke
barak pengungsian di
lorong rahasia sekarang
juga.…."

suara yang sangat besar yang berasal tepat di tengah Desa Konoha
yang menginstruksi warga dengan
gema seperti megafon.

#Light and darkness#

Naruto POV

Kakashi Sensei
menatapku saat
langkahku berhenti
menapak gerbang. Dan
kami, para Rookie
berdiri di atasnya, dibuat khusus dengan
bahan kayu alam oleh
Yamato Taichou, berdiri
tegak didepan gerbang.
Aku baru saja tiba tadi
menggunakan hiraishin no jutsu, ya,hiraishin no jutsu,salah satu tehnik terkuat Ayahku,yang di beri hadiah padaku tepat waktu perang Ninja ke empat berakhir.

mereka sudah
menungguku sedari tadi
rupanya.

"Bagaimana,Kakashi-sensei?"
Ujarku pendek.

Kakashi Sensei
menatapku lalu menjawab,

"Yah, seperti yang kau
lihat, semua siap untuk
kapan menunggu waktu."

"...Dan untung kau bisa
datang tepat waktu,
Naruto." Gumam Kakashi.
Aku mengangkat alis.
Sama seperti sebagian
besar orang.
Kakashi Sensei termasuk orang
orang yang sangat jarang aku panggil dengan sebutan Hokage, seperti Jiji dan Baa-chan.

Dan pasti kau tahu
maksudnya kenapa dia
memanggilku.

" Hh, sokka."
Aku
memalingkan wajahku ke
depan, menghadang asap
dari hutan Konoha yang
gosong. Diam tanpa suara
membiarkan belasan mata rookie yang beraneka
aura memandangku kini.

"Ren!"

"Hai!"

tegas Kakashi.
Seorang ANBU
bertopeng tiba , dia
adalah ketua divisi
pertahanan.

Sialan Mereka.
Komplotan bajingan yang
harus dibasmi dengan
segera masih bergerak
bagai titik dikejauhan,
namun perlahan nan pasti, seakan-melayang- mereka
bergerak begitu cepat.

Aku mengerutkan kening,
mereka….

Terbang?

Apa mungkin?

Dan sangat cepat hingga
bibirku

"Lepaskan Kekkai,
keluarkan alat berat.
Kita mulai dengan
serangan jarak jauh."

"Hai!Wakarimasta!"

aku hanya mendegar ucapan Kakashi tampa berbuat apa-apa,aku hanya menungu waktu yang tepat untuk membasmi mereka.

Ku arahkan pandanganku ke Kumpulan kubus berbahan
baja dengan ukuran tinggi
4 kali tubuh kami
digerakkan dari area
belakang dinding, ditarik
keatas dengan penarik rantai otomatis.
Terhitung ada 25
Peluncur kunai dengan
durasi tembakan 16 Kunai
perdetik. Kumpulan alat
berat tercanggih mlik Konoha ini sudah berbaris
di samping kanan-kiri
kami sekarang.

Aku mengerling ke Lee,
sejurus kukenang saat
menjalankan misi bersama
Tenten dan Lee dulu,
untuk urusan
persenjataan, Tenten memang Kunoichi yang unik
dan luar biasa. Tak
pernah kutemukan ninja
dari belahan dunia
manapun yang mampu
mengendalikan ribuan senjata dalam sekali
pertarungan dengan amat
baik,gadis
bercepol mantan anak
didik guru Gay

Dan bahkan mungkin kalau
dia mempunyai raga
sekuat raga sanninku,
kujamin tak perlu lagi
Konoha menyimpan alat
berat semacam ini, kalau semuanya bisa di
kuchiyose kapan saja.

Aku menoleh pada Kakashi,
mengisyaratkan pada Ren,perintah
padanya lewat gerakan
mengangguk dan
mengorder kumpulan ninja
yang sedang duduk di bawah dinding dengan pola
segel.

"Lepaskan Kekkai!"

"KAI!"

Dan dengan raga sanninku,
dapat kurasakan
pelindung lapis terakhir
Konoha lenyap beserta
mantra pelepas kekkai
barusan. Ren menoleh ke arah Kakashi yang
melambaikan tanganya.

Ren berdiri, jouninnya
disampingnya
melambaikan bendera
disertai teriakan keras

"TEMBAK!"

Ratusan kunai raksasa
dengan daya ledak pada
kertas mantra dengan
tinggi satu meter
meluncur ke udara,
menyatu bak gumpalan tombak runcing sebelum
akhirnya menukik
secepat kilat, tepat
menghujani Para
Iblis yang bergerak
cepat melintasi wilayah hutan Konoha yang hangus
diatas permukaan tanah
retak.

Silau.

Suara dentuman disertai
kilatan cahaya api
membakar menghiasi
pandangan kami. Aku tak
mengalihkan perhatianku
sedikitpun dari balik gumpalan api yang
meledakkan udara dengan
hawa panas luar biasa.

Gumpalan asap pekat
semakin membumbung
karena ledakan dahsyat yang kian membara. Ledakan luar biasa
dahsyat, seperlima desa
yakin akan hancur jika
tertimpa ledakan
sebesar itu.

"Yattaka! Berhasil!"
beberapa Jounin
berteriak kegirangan. Aku terdiam dalam mata
sanninku, Mungkin untuk
sekarang sedikit bahagia
boleh, paling tidak untuk
unjuk gigi inventaris
senjata baru, aku boleh senang.

Namun sama sekali tidak
menyenangkan karena aku
tahu benar chakra yang
tersimpan dalam
gumpalan asap itu masih
mengalir dengan normal. Aku menggertakkan gigi.

Mereka yang didalamnya
baik-baik saja.

Hinta terperanjat sambil
kualihkan perhatian
padanya.
Mungkin hanya Hinata yang
bisa melihat apa yang
kulihat sekarang dengan Byakugannya,tapi entah kenapa saat melihat wajahnya..Mimpi itu selalu muncul di kepalaku,entah apa yang akan terjadi.
Semoga tidak terjadi apa-apa..Hinata

"-Nani? M-Masa..ka..!" Dalam kagetnya Hinata,dan
kalimatnya yang berhenti
mendadak, mata sanninku
membulat. Diikuti dengan
tatapan kaget yang lain.
Sasuke menutup matanya, membiarkan tiga titik
hitam menghiasi pupilnya
yang merah.

Aku sudah
mengira sejak awal tidak
akan ada kemungkinan
besar yang berujung pada sekumpulan orang tolol
yang menamakan dirinya
Iblis akan mati
begitu saja karena
ditimpa ratusan hujan
kunai berpeledak seukuran 1 meter.

Dan ternyata analisaku
benar,sayang aku benci
mengatakan itu.

Aku melihat pemandangan
tak terduga yang
menjawab pertanyaan
kalut Hinata diatas dengan
segera.

Aku sudah tahu
jawabannya. Aku kini melihatnya
sendiri, sebuah 'sebab'
yang berujung pada
selamatnya orang-orang
brengsek ini. Aku
berdecih,
-karena yakin- ini hal yang mustahil.
Sihir.

CIH!

Aku mendengus. "M-Masaka….are wa…
….i-itu… Kau- ….Naniattenda? Naruto-Kun?" Aku hanya diam mendengar Hinata yang teriakannya
mengundang perhatian
rookie 12 yang lain. Aku
mengerling kembali
kedepan.

Sasuke tetap diam.

Naruto POV OFF

Normal POV

Terlihat dua ANBU sedang melompat di atas atap rumah penduduk yang sudah kosong.
Kedua ANBU itu berhenti mendadak
ditengah jalan.

Di depan mereka kini, 5
orang menghadang mereka.
ANBU sebelah
kanan bergumam tipis,

"Sayap itu.."

"…..Adalah komplotan
Iblis itu, benar,
Nel?"
ANBU sebelah kiri yang di ketahui bernama Nel mengangguk,
"Ya,sesuai dengan data yang
terkumpul. Tak salah
lagi, Tao."

ANBU sebelah kanan yang di ketahui bernama Tao memulai
kuda-kudanya.

"Kuso! Bagaimana mereka
bisa sampai wilayah
ini?"
Tao memaki dengan
bisik. Len melirik pada
rekannya,
" Aku benci
mengatakannya, Tao.
Namun kita jangan sampai
lengah, atau akan
berakhir seperti teman-
teman kita sebelumnya."
"Hm, wakarimasta."

"Hei, apa harus kita
ladeni orang-orang ini,
Kaichou? dua orang
bertopeng tak
merasakan sedikitpun kekuatan dahsyat dari mereka."

Yang dipanggil namanya
berbalik,menatap dengan pandangan datar.

"hem, kita memang tak
perlu untuk menghabisi
mereka,saji.
Membunuh manusia yang
hidup berdampingan
dengan Kyuubi adalah sebuah kewajiban kita
sebagai Iblis,
tapi kau tahu khan, kapan
kita harus mulai
membantai?"

"Hm, aku setuju." Sahut Momo Hanakai tersenyum senang.

" Jelaskan apa maksud
kalian kesini, hei
Iblis!"
tanya sang ANBU dengan posisi kuda-kuda.

"HAHAHAHA!Ternyata
mereka sudah kenal kita,
aku jadi merasa sedikit
bangga..."
tawa saji dengan bangga.

"sudahlah saji,biar kita basmi mereka saja sekarang."
tegas Tsubaki hanya memandang datar ke arah 2 orang Anbu itu yang di jawab angukan semua anggota kelompoknya.

Dua Anbu yang berada dalam posisi kini siap menyerang.
"Cih! Jangan aggap remeh kami berdua!" ucap Nel membuat beberapa Handseal dengan cepat secara bersamaan dengan Tao

Ular - Domba - Monyet -
Babi Hutan - Kuda -
Harimau
Katon : Gōkakyū no Jutsu
(Teknik Bola Api Raksasa)

Harimau - Sapi - Anjing -
Kelinci - Ular
Futon : Daitoppa (Tehnik hembusan angin)

Teriak mereka berdua sambil mengeluarkan Tehnik kombinasi Katon dan Futon.
Sona beserta budaknya hanya membulatkan matanya saat melihat kombinasi elemen Katon dan Futon.

Bola api yang ukuranya sebesar mobil yang bergabung dengan hembusan angin,kini berubah bak meteor sebesar rumah mencoba menghancurkan apapun yang ada di hadapanya.

Hanya satu yang ada di pikiran mereka berlima.

Jangan pernah meremehkan lawanmu.

.

...TBC...

Bagaimana ceritanya?
Membosankan?
Khukhukhu chap depan akan saya buat penuh Fighting.
Jadi jangan lupa Reviewnya ^^
Abis baca,
review dan review! Kalo
bisa tiap chapter,
review walaupun tidak baca juga review...Hehehe
#plakk