Hidden Love

By Fan_dio

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie

Genre : Romance

Warning : This is Yaoi (Boys Love), Maaf nggak bisa bikin GS

Rated : T

= Happy Reading =

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Kyungsoo terkesiap, bibirnya bergetar hebat. Dia ingin sekali mengucapkan kata pembelaan dan protes, namun suaranya tertahan ditenggorokan

"jangan pura-pura polos.." kata yeoja itu lagi, dia memasang wajah tenang, datar dan biasa

Kyungsoo menaruh telapak tangannya diatas amplop uang tersebut, dan mendorongnya kembali kearah yeoja tersebut,

"maaf, mungkin noona salah orang.." ujar Kyungsoo, dia mendapatkan suaranya kembali, dia memanggil dengan ucapan itu kerena sepertinya yeoja dihadapannya adalah yeoja dewasa

Yeoja itu menggeleng pelan, masih memasang wajah datarnya

"aku tidak salah orang, dan jangan memanggiku noona, aku bukan kakakmu" ucap yeoja itu lagi, dia memandang berkeliling untuk memastikan bahwa tidak akan ada pelanggan yang akan mengganggu transaksinya

"namja yang bernama Kim Jongin adalah pacarku, namjachinguku.. aku tidak akan membiarkan siapapun mengambilnya dariku, siapapun.." tegas sang yeoja, dia seakan menegaskan bawa namja yang bernama Jongin adalah miliknya seorang, tidak ada yang bisa merebutnya, walau 'saudaranya' sekalipun

"tapi, aku…" Kyungsoo menghentikan kalimatnya, dia menatap dan membaca name tag di dada kiri yeoja itu, Jessica Jung.

Dan sepertinya yeoja dihadapannya adalah pegawai suatu bank, atau mungkin pramugari

"jangan berkelit, jauhi saja namja itu. Aku tahu kamu membutuhkan uang darinya" tukas yeoja yang ternyata adalah Jessica, dia menatap meremehkan kearah Kyungsoo yang hanya seorang kasir biasa

"maaf, Jessica shi.. aku bukanlah namja seperti itu. Aku memang orang miskin, tapi aku tidak pernah terpikir untuk menjerat dan memeras harta orang lain" protes Kyungsoo tidak terima, dia mulai gusar, dia berusaha ramah dengan menyebutkan nama yeoja itu (sesuai name tagnya)

"aku namja, dan dia juga namja. tidak mungkin kami sesama namja saling menyukai.." lanjut Kyungsoo lagi

"apapun bisa terjadi didunia ini. Kamu masih muda, carilah incaran lain, jangan Jongin. dia sudah memilikiku.." cibir Jessica,

"asal anda tahu saja, aku hanya berteman dengan Jongin, tidak lebih.. aku.." Kyungsoo menghentikan kalimatnya, hampir saja dia keceplosan mengatakan bahwa dia sudah ditembak dan dia menolaknya

"jangan menyangkal. Aku tahu dari wajah dan gerak tubuhmu.. kamu menyukai Jongin. Aku mengamati kebersamaan kalian, dan bukan hanya sekali, namun 2 kali" jelas Jessica, dia melewatkan pekerjaannya dihari minggu untuk memasukkan uang baru di mesin ATM. Jessica memang bekerja di sebuah bank swasta

Kyungsoo terdiam, dia menggosok-gosok jarinya di ujung baju kerjanya, dia gugup

"aku tidak ada waktu untuk berlama-lama disini… jangan munafik, terima saja uang ini dan lakukan syarat yang aku minta. Jumlah uang diamplop ini lebih banyak dari gajimu selama 2 tahun bekerja sebagai kasir" seru Jessica, dia berucap merendahkan. Sikap dewasanya mendadak hilang, dia kembali mensodorkan amplop uang tersebut kepada Kyungsoo

"aku pergi dulu.." tutup Jessica, dia lekas meloyor pergi. Tidak memperdulikan Kyungsoo yang tidak ingin menerima uang tersebut

"tunggu, anda salah sangka padaku… aku tidak.. ah.." panggil Kyungsoo, dia lalu menghentikan kalimatnya, karena yeoja yang bernama Jessica itu sudah sangat jauh dan sudah ada pelanggan yang ingin membayar barang belanjaannya

Kyungsoo menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia lekas menyimpan amplop pemberian yeoja itu didalam tempat penyimpanan uang kasirnya, dia akan mengembalikannya secepat mungkin

Kyungsoo kembali melayani pembeli dengan perasaan tidak tenang dan gelisah

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Minggu siang yang cerah. Jongin membaca malas isi pesan singkat dari yeojanya, Krystal. Pesan dari anak bungsu Jung itu datang bertubi-tubi, dia menagih janji Jongin untuk menjemputnya dan mengajaknya berkencan. Jadi sepertinya ' bobo ganteng' yang direncanakan oleh Jongin akhirnya gagal total

Beberapa menit kemudian, Jongin sudah sampai dikediaman keluarga Jung. Dia tidak lekas masuk, dia mengamati dari luar, siapa tahu saja sosok kakak Krystal, yaitu Jessica tiba-tiba muncul juga. Jika hal itu terjadi bakal ada bencana besar melebihi perang dunia I dan II

"oppa, kenapa tidak masuk?" Tanya yeoja yang bernama Krystal. Yeoja itu tiba-tiba muncul disamping Jongin, dia Nampak cantik dengan pita biru dan dress warna senada

"ah, tidak" jawab Jongin, dia meneliti keberbagai arah, dan sepertinya sosok Jessica sedang tidak ada. Yah beginilah rumit dan sulitnya menjalani hubungan dengan kakak adik sekaligus

"baiklah oppa, kita mau kemana?" Tanya Krystal mendadak manja, seperti biasa itulah caranya untuk membuat namja bertekuk lutut

"kita kepusat perbelanjaan saja" jawab Jongin, masih dengan nada malas yang sangat kentara

"membosankan, disana terlalu ramai"

"jadi?"

"bagaimana kalau kita ke hotel saja oppa. Disana sunyi dan kita bisa.." kalimat Krystal mendadak terhenti, dia melihat mimik wajah Jongin yang berubah

"apa kamu ingin menjebakku lagi?" Jongin bertanya dengan pandangan serius

"menjebak apa oppa? Oppa ini bicara apa.." ucap Krystal dengan nada tinggi, gaya bermanja rianya tidak mempan

Jongin terdiam dan berpikir sejenak

"kita ke café saja, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu.." lanjut Jongin, dia lalu menarik pelan tangan Krystal, yeoja itu terpaksa ikut saja. Rencananya untuk berlovey dovey di hotel mendapati jalan buntu

Jongin dan Krystal duduk manis di mobil milik Jongin, mobil Jongin itu meluncur mulus menuju café yang biasa mereka datangi. Dalam proses menuju café itu, Krystal terus menerus bermanja ria, dia memegang dan memeluk lengan kanan Jongin

Krystal memang tidak ingin kehilangan namja berkulit seksi itu

.

.

"untuk apa kita kesini oppa? Bermesraan ditempat seperti ini sangat tidak membuat nyaman" ucap Krystal saat dia dan Jongin telah sampai dicafe yang mereka tuju

Jongin menghela nafas singkat

"aku ingin membicarakan sesuatu.." kata Jongin, dia memasang wajah serius. Dia merogoh sakunya dan mengeluarkan benda kecil yang sempat lama terlupa olehnya

"ini.. kamu tes sekarang, di toilet café ini" lanjut Jongin, dia memberikan benda kecil putih kepada Krystal

Krystal ternganga, dia kaget dengan benda yang diberikan oleh pacarnya tersebut, dia juga agak melupakan pernah memesan benda itu

"tapi…" Krystal ragu

"kamu pernah menyuruhku membeli ini kan? Tes sekarang.." Jongin kembali menyodorkan benda itu. Benda itu tidak lain dan tidak bukan adalah alat tes kecil penguji kehamilan, yang dibelinya beberapa hari yang lalu di supermarket

"tapi oppa, aku…"

"begini Krystal shi.. aku tidak pernah merasa pernah melakukan 'hal itu' kepadamu. Jadi coba tes sekarang, jika hasilnya positif kita akan mengetesnya lagi melalui dokter di klinik" jelas Jongin.

"oppa memang melakukan itu padaku, waktu itu oppa mabuk dan tidak ingat apa-apa. kita melakukannya di hotel, oppa" kata Krystal, dia menatap wajah namjanya intens

"jika memang kamu hamil dan anak yang ada dikandunganmu itu adalah anakku, aku akan bertanggungjawab.." ungkap Jongin gentleman, dia serius

"namun ternyata jika kamu hamil dan anak itu bukan anakku, kamu tahu sendiri akibatnya…" lanjut Jongin, dia secara tidak langsung melayangkan ancaman secara halus

Krystal terdiam, dia tidak mampu berkomentar

"kenapa oppa tiba-tiba jadi seperti ini, biasanya oppa tidak akan mempermasalahkan hal tersebut. Apa oppa sudah menemukan yeoja lain diluar sana?" Krystal mendadak emosional, dia memakai cara dan jurus lamanya, yaitu menuduh bahwa Jongin punya selingkuhan

"aku hanya tidak ingin menanggung sesuatu yang tidak kuperbuat, tolonglah kamu dewasa sedikit.." kata Jongin membela diri, yeojanya itu memang agak labil meledak-ledak, sangat berbeda dengan sikap kakak perempuannya

"aku tidak ingin tes sekarang. Jika memang aku hamil, yang pasti anak itu adalah anak oppa, bukan anak namja lain..' tutup Krystal, dia lalu berdiri, meneguk cepat minumannya dan berlalu, meninggalkan Jongin sendirian

Jongin menggeleng pelan, dia tidak mengejar yeoja tersebut seperti yang banyak terjadi di drama-drama melankolis yang pernah ditontonnya

Jongin mengambil kembali alat tes kecil penguji kehamilan tersebut dan memasukkannya kesakunya. Dia agak curiga dengan tingkah dan gelagat Krystal, terlebih lagi kemarin malam dia memergoki yeoja itu bersama namja lain. Walau memang mereka berdua sama-sama berbohong tentunya

Jongin entah mengapa teringat Kyungsoo, cinta tersembunyinya

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o

Tepat pukul 04 sore, Kyungsoo menutup kasirnya, dia tidak lupa memasukkan amplop uang pemberian yeoja yang bernama Jessica di tas punggung yang biasa dia bawa

Entah mengapa hari ini Kyungsoo tidak bersemangat kerja, mungkin dikarenakan ancaman yang dilayangkan oleh Jessica untuknya, yeoja itu pastilah pacar Jongin, dia pernah mendengar nama yeoja itu disebut saat Jongin sedang menelfon

"uang penjualan kasirmu untuk hari ini minus. Kekurangannya adalah 100.500 won.." ucap Hyun Suk, supervisor Kyungsoo. Namja tua itu menghitung uang hasil klerek kasir Kyungsoo

Kyungsoo mendesah, mungkin karena pikirannya sedang kacau, jadi kemungkinan dia salah kembalian dan membuat uang hasil penjulan dikasirnya berkurang,

"kekurangan tersebut akan dipotong lewat gajimu" lanjut Hyun Suk, dia memasang wajah galak dan merendahkan

"baiklah.."

"jangan berucap baik-baik saja. Kamu tahu uang hasil penjualan hari ini adalah tanggungjawabku, jika ada kekurangan seperti ini, maka aku yang terlebih dahulu kena marah, walaupun gajimu dipotong, tapi dampak awalnya terkena kepadaku, kamu tahu itu.." tukas Hyun Suk dengan nada tinggi, dia protes dengan kinerja Kyungsoo yang mengalami perlambatan

"maafkan aku.." ucap Kyungsoo seperti biasa, dia membungkuk singkat

"tuan Park sudah mengingatkanku… aku diminta untuk.." kata kata kasar yang hendak dilontarkan oleh supervisor Kyungsoo itu mendadak berhenti, karena dia melihat rekan supervisornya yang selalu datang saat dia memarahi Kyungsoo

"jangan terlalu menekan Kyungsoo, dia pegawai baru" kata Suho tiba-tiba, dia memegang Pundak Kyungsoo dan mencoba memberikan energy semangat untuknya

"kamu selalu datang disaat yang kurang tepat. Kyungsoo ini anak buahku, aku yang bertanggungjawab dengan kinerjanya. Kamu urus saja pramuniaga dan kasir dibawahmu.. Kyungsoo adalah urusanku" ketus Hyun Suk, dia tidak mau kalah dan mengalah kali ini

"kalau bergitu bagaimana jika kita bertukar, aku yang akan membawahi Kyungsoo dan kamu bebas memilih salah satu kasir pengganti Kyungsoo. Bagaimana?" tawar Suho, dia tidak tega jika hampir tiap hari Kyungsoo selalu kena semprot oleh namja jelek dan tua dihadapannya

Hyun Suk berpikir keras,

"sepertinya kamu suka dengan anak baru ini, ambil saja dia. Aku sudah bosan memarahinya… kalau bisa aku tidak ingin menukarnya, kamu bawahi saja dia tanpa ada penukaran" kata Hyun Suk, dia mendelik kearah Kyungsoo yang menunduk

"baiklah, deal.." ujar Suho semangat,

"aku akan membicarakan hal ini dengan tuan Park, dan bagaimana dengan kekurangan kasirmu.."

"berapa kekurangannya, aku yang akan membayarnya.." potong Suho, dia menatap layar monitor Komputer

"100.500 won"

Suho lalu mengeluarkan uang didompetnya dan menyerahkannya kepada Hyun Suk. Supervisor arogan itu menerimanya dengan tersenyum, uang hasil kasir Kyungsoo sudah pas

"tapi hyung.. tidak, jangan… lebih baik gajiku yang dipotong hyung.." protes Kyungsoo, dia mencoba menahan Suho untuk membayar kekurangan uang hasil penjulaannya

"tidak mengapa kyungsoo ah, gajimu tidak seberapa, kalau dipotong lagi.. akan tambah kurang, apa kamu tidak kasihan dengan ommamu" jelas Suho, dia tersenyum, menampilkan senyum malaikat yang biasa disematkan orang-orang padanya

Kyungsoo terdiam, dia tidak mungkin bisa mencegah lagi keinginan Suho untuk membantunya, Kyungsoo jadi tidak enak dan merepotkan

"baiklah, keputusan yang bagus.." tutup Hyun Suk, dia lalu pergi dengan membawa hasil penjulan Kyungsoo dan kasir lain dibawah kendalinya.

"maafkan aku hyung, aku selalu merepotkan hyung.." ucap Kyungsoo pelan, dia menunduk, mirip yeoja yang baru saja ditembak

"tidak mengapa, lupakanlah" Suho berujar menenangkan, dia kembali tersenyum simpul

Suho sepertinya ingin mengatakan sesuatu, namun sepertinya waktunya kurang tepat, jadi dia mengurungkan niatnya tersebut

Tanpa sepengetahuan Kyungsoo dan Suho, seorang namja di luar supermarket memperhatikan sedari tadi, secara detail moment-moment Kyungsoo bersama supervisor barunya. Namja itu adalah Jongin

'sepertinya namja itu suka dengan Kyungsoo' batin Jongin, dia menebak dari tingkah laku dan gelagat namja yang bernama Suho itu, terutama tatapan matanya. Jongin adalah seorang namja, jadi dia bisa merasakan bagaimana tingkah dan kelakukan seorang namja jika sedang jatuh cinta

.

.

o…o…o…o…o

Kyungsoo keluar dengan langkah gontai, hari yang buruk untuknya, kecuali pergantian Suho menjadi supervisor yang membawahinya, dia sangat bersyukur dengan hal tersebut

Kyungsoo masih berjalan dan dikagetkan oleh namja yang tiba-tiba muncul dihadapannya,

"ah, Jongin.." Kyungsoo memasang tampang O_O khasnya

"maaf jika membuatmu terkaget.." sapa Jongin ramah, dia memegang tangan Kyungsoo

Dan tanpa terduga, Kyungsoo berusaha dan menepis pengangan tangan Jongin itu,

"kita belum ada ikatan apa-apa" jelas Kyungsoo, dia menjawab pertanyaan tersirat yang mungkin dilontarkan Jongin dibenaknya

"aku hanya memegang tanganmu, sebagai teman tentunya" balas Jongin, dia tidak menyangka Kyungsoo akan sedingin ini padanya

Kyungsoo menarik nafas dan membuangnya kasar

"tolong jauhi aku.."

Deeg… Jongin terkesiap, dia mungkin salah dengar dengan ucapan Kyungsoo yang tidak terduga

"apa?"

"tolong jauhi aku Jongin ah.." ulang Kyungsoo, dia menatap lurus kedepan dan mengabaikan Jongin

"kenapa tiba-tiba, kamu sudah janji akan menjadi temanku Kyungsoo ya… dan sekarang kamu ingin aku menjauhimu, ada apa?" Jongin berargumentasi, sekaligus bertanya

Kyungsoo tidak menjawab, dia terdiam seribu bahasa

Jongin mencoba menangkap arah dan kalimat Kyungsoo tadi

"kamu menyukaiku Kyungsoo ya, kamu sudah mengakuinya sendiri.."

"kapan?"

"kemarin malam, apa aku harus memberikanmu minuman keras dan membuatmu bicara jujur"

Kyungsoo mendengus,

"kamu mempercayai perkataan orang mabuk, itu sama saja kamu mengatakan bahwa kucing bisa melahirkan anak tikus…" elak Kyungsoo

Jongin tertawa pelan,

"kamu lucu Kyungsoo ya, itu yang membuat aku suka padamu.." terang Jongin, diselingi tawa pendek

"jangan bercanda, aku tidak main-main Jongin ah.. maaf, aku harus pulang, aku tidak ingin omma semakin khawatir karena aku semalaman tidak pulang.." kata Kyungsoo, secara tidak langsung dia menyalahkan Jongin yang membawanya ke hotel dan mereka tidur bersama

Jongin menghentikan tawanya, rupanya namja kecil dan imut dihadapannya benar-benar tidak bercanda

"tolonglah Kyungsoo ya, apa salahku… katakanlah, aku bisa menerima jika kamu menolakku, tapi please.. jangan suruh aku menjauhimu, kita bisa menjadi teman, teman baik" mohon Jongin, dia butuh penjelasan sekarang

Kyungsoo menarik nafasnya, dia memejamkan matanya, seakan sedang bermeditasi singkat

Kyungsoo lalu berjalan dan menjauh, meninggalkan Jongin sendirian

Jongin tidak menyerah, dia namja yang mempunyai semangat juang yang tinggi, dia tidak begitu saja membiarkan Kyungsoo menggantungnya, tanpa penjelasan

"Kyungsoo tunggu, kamu harus menjelaskan padaku, ini aneh… ada apa sebenarnya.." Jongin mengejar Kyungsoo, dia lalu memegang dan menarik pelan lengan kecil namja itu

Dan deegg…

Kyungsoo menangis, bekas air matanya yang diusap menggunakan telapak tangan masih menyisakan bekas

"Kyungsoo ya, kamu menangis..?" Jongin semakin yakin bahwa memang ada sesuatu yang terjadi

"apa ada namja lain yang mengintimidasimu?" tebak Jongin asal, dia teringat dengan namja yang bernama Suho, namja berkulit putih dan berwajah malaikat

Kyungsoo tidak menjawab, dia hanya menggeleng pelan dan mengusap kembali wajahnya

"jangan seperti ini, tolong katakanlah…" paksa Jongin, dia tidak menyerah untuk membuat Kyungsoo buka suara

Kyungsoo berpikir, dia menarik nafas sangat dalam dan menghembuskannya sangat pelan, dia berusaha mendapatkan ketenangan melalui senam nafas tersebut

Kyungsoo tidak mungkin bisa tahan untuk menyimpannya lama-lama, dia menarik tas punggungnya, membuka zipper tas itu dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana

"ini, ambil ini… kembalikan kepada yeoja tersebut, dia pacarmu.. pacarmu yang sah. Katakan padanya bahwa aku tidak akan menjadi perusak hubungan orang lain, dan aku bukanlah namja yang silau dengan uang" seru Kyungsoo akhirnya, dia memberikan amplop uang pemberian yeoja Jongin

Jongin terkesiap, tangannya diraih oleh Kyungsoo dan dijejalkan amplop uang tersebut

"ini.. ini dari siapa? katakan Kyungsoo ya.." ucap Jongin, meminta penjelasan lebih lanjut,

"yang pasti dari yeojamu, dia yeoja yang dewasa, aku tidak menyangka kamu bisa berpacaran dengan yeoja yang lebih tua darimu.." jawab Kyungsoo, masih ambigu

"namanya siapa?"

Jongin menatap amplop coklat tersebut, dia menemukan nama Bank dan alamatnya di sudut kanan bawah amplop itu, dia langsung teringat dengan yeoja sulung keluarga Jung

"apa namanya Jessica?" Tanya Jongin ragu-ragu, dia takut menyakiti perasaan Kyungsoo dengan menyebutkan nama yeoja tersebut

Kyungsoo mengangguk pelan,

"ahh.." Jongin menggeleng dan memegang kepalanya, dia mendadak gusar. Ternyata yeojanya itu sudah mengancam Kyungsoo. Jongin jadi was-was sendiri, bagaimana yeoja itu tahu jika dirinya sedang berusaha mendekati Kyungsoo? Semuanya menjadi rumit sekarang

"tenang saja, kamu jangan khawatir dengan ancaman Jessica, dia bukan apa-apaku" ujar Jongin, nadanya geram

Kyungsoo tidak menanggapi, dia menatap Jongin sekilas dan lekas melangkahkan kakinya lagi

"Kyungsoo ya, tunggu…"

Kyungsoo mempercepat langkahnya, dia menangkap sosok namja atasannya yang sepertinya akan pergi dengan menggunakan motornya, dan kebetulan namja itu sendiri,

"Suho hyung, aku ikut, antarkan aku di halte bis diujung sana.." ucap Kyungsoo cepat-cepat, dia menghentikan motor milik Suho

Suho secara otomatis menghentikan motornya

"…"

Tanpa malu dan ragu seperti yang lalu-lalu, Kyungsoo lalu naik diboncengan belakang Suho. Memeluk pinggang namja tersebut dan memberikan aba-aba untuk kembali jalan

Suho tersenyum senang, tidak biasanya namja tersebut bersikap demikian, dia melajukan motornya pelan, membungkukan kepala singkat kearah Jongin yang mematung tidak percaya

Suho dan Kyungsoo menjauh, sosok mereka berdua mirip pasangan namja yeoja yang hendak berkencan

Jongin mematung, wajahnya datar dan tidak percaya. Sangat jelas bahwa dia cemburu, cemburu tingkat akut sepertinya

Jongin mengusap dan mengacak rambutnya kasar

"ahhh….. sial…" rutuk Jongin, dia seperti baru saja kena diagnosa terkena impoten secara mendadak

"aku harus melakukan sesuatu.." gumam Jongin pelan

Namja tersebut lalu berlari dan menghampiri mobilnya, dengan tangan memegang amplop uang milik Jessica, yeoja pengacau dan perusak

.

.

.

"bagus sekali hyung mengajakku, apa kita akan pergi ke restoran mahal dan menggoda yeoja-jeoja dengan celana kesempitan itu.." ucap seorang namja berkulit putih, namja itu saat ini bersama Jongin, didalam mobil

"diamlah Oh sehun, ikut saja" jawab Jongin singkat

Namja yang ternyata adalah Sehun itu cemberut

"hyung tidak lupakan, jika selama sebulan ini hyung akan mentraktirku makanan yang enak-enak.." jelas Sehun mengingatkan,

"ya, tapi bukan mentraktirmu jajan yeoja-jeoja kesempitan.." balas Jongin, dia tidak memandang rekannya itu, dia masih sibuk dengan kegiatan mengemudinya

Sehun tambah cemberut

"untung saja wajahku yang putih dan mulus ini kembali sediakala, jika tidak mungkin dunia ini akan kehilangan satu namja tampannya" terawang Sehun, dia mulai berlebihan kembali. Dia memegang pelan rahahangnya yang mulai sembuh

Jongin memutar bola matanya malas,

"sebenarnya kita mau kemana hyung" Tanya Sehun, dia mencoba serius

"kita akan ketempat kerja Jessica.." jawab Jongin,

"eh, bukannya ini hari minggu hyung"

"ternyata otakmu jalan juga"

Sehun kembali cemberut

"kita kerumahnya.."

"eh, apa hyung tidak takut bakal ketemu dengan adiknya. Dia mirip serigala betina jika sedang marah hyung…auuu" sahut Sehun menirukan auman serigala, sambil merinding disko

"aku yakin Krystal tidak ada dirumah.."

"kenapa hyung bisa seyakin itu?"

"aku hanya menebak, dia pasti saat ini sedang berkencan dengan namja lain"

Sehun cengo'

"jadi hyung diduakan? Begitu?"

"bisa dikatakan demikian"

"apa hyung tidak marah, hyung kan playboy nomor dua disekolah"

Jongin tertawa pelan mendengar kalimat Sehun

"tidak mengapa, aku tidak masalah. Aku mempunyai rencana lain untuk Krystal. Tapi sekarang aku hanya ingin menemui Jessica"

"oh, apa hyung ingin minta jatah? Seharusnya hyung tidak mengajakku, aku hanya akan jadi obat nyamuk dan menjadi penunggu kesepian… " sahut Sehun, dia mulai melantur lagi

"jangan bicara yang macam-macam. Aku bukan tipe namja yang seperti itu. Aku mengajakmu karena setelah urusanku selesai, aku akan mengajakmu makan.. sesuai janjiku" jelas Jongin

Sehun bersorak girang, ingin rasanya dia memeluk dan mencium Jongin, saking senangnya

"eh, hyung.. jika diperhatikan si Jessica itu pertumbuhan buah dadanya berkembang pesat, apa dia suntik silikon?" kata Sehun menebak-nebak asal

"mana aku tahu, tanyakan sendiri padanya.." sahut Jongin, dia kembali teringat dengan Kyungsoo, kira-kira namja itu sedang apa sekarang? Apakah dia sedang bermesraan dengan Suho disemak-semak yang gatal? Atau ber'ehem' dipinggir pantai yang sepi?

"aku juga merasakan perubahan wajah yeoja itu yang sangat berubah drastis hyung, apa dia operasi plastik?" Sehun masih menerawang

Jongin tidak menjawab, jika meladeni setiap kalimat-kalimat Sehun, dapat dipastikan akan membuat kepala pusing, kolesterol meninggi, tekanan darah meningkat dan golongan darah yang awalnya A akan berubah ke O secara mendadak

Sehun terdiam, dia sadar kalimatnya tidak akan ditanggapi lagi oleh Jongin

Mobil melaju dengan kecepatan full,

.

.

.

Jongin dan Sehun sampai dikediaman keluarga Jung beberapa menit kemudian. Dan sesuai tebakan Jongin, yeoja sulung keluarga Jung ada ditempat. Sepertinya yeoja itu baru saja pulang dan keluar dari mobilnya

"oppa, aku senang oppa datang.." sapa Jessica dengan wajah penuh senyum

Jongin tidak menanggapi, dia masih saja aneh dipanggil oppa oleh Jessica yang notabene lebih tua darinya itu

"oppa, peluk aku.." Jessica mendadak manja, dia tidak memperdulikan Sehun yang terkikik geli memperhatikan noona-noona genit dihadapannya

Jongin lagi-lagi tidak menanggapi, dia menarik tangan Jessica dan membawanya disamping mobilnya yang agak tersembunyi

"aku tidak akan berlama-lama… ambil ini" seru Jongin to the point, dia tidak ingin berbasa-basi lagi

"apa ini..?" Tanya Jessica tidak mengerti, namun raut wajahnya berubah, dia sangat mengenali benda yang dijejalkan oleh Jongin ketangannya, amplop uang pemberiannya untuk Kyungsoo

"ambil kembali, itu punyamu.."

"tapi oppa, aku…" Jessica mulai gelagapan, dia tidak tahu harus berkata apa

Jongin menarik nafas dan kembali berujar singkat

"KITA PUTUS…"

Brugh… dunia indah Jessica seakan runtuh

.

.

.

.

.

.

.

TBC

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Chapter 5 terpublish, maaf agak sedikit lama… yang request FF, maaf ... requestnya ditampung dulu ya. Karena udah menumpuk banyak ini, he…he… aku akan menyelesaikan FF ini dulu, setelah tamat baru bikin FF lagi, mungkin juga ada selingan FF lain, tapi cuma oneshoot mungkin ya, seperti FF Kaisoo 'Jongin-Kyungsoo' yang cuma sekali chapter aja… sekali lagi terima kasih untuk pembaca yang memberikan sepatah-kata lewat Reviewnya, Itu salah satu cara agar author semangat lanjutkan FFnya

RnC lagi ya… salam…

Thanks to Review :

KaisooLovers, metacho137, nisakaisa, SognatoreL, lailatul. magfiroh. 16, humairah9394, me1214, NatasyaNs, t.a, maple fujoshi2309, mrblackJ, dekaeskajei, cahayaanjanie, beng beng max, kaisooya, Kaisooship, lolamoet, kaiLa wu (guest), 1214 (guest) DOKIMKYUNGSOOJONGIN, dokimkyungsoojongin, Guest, Huang Zi Lien, meliarisky7, SuvinaAsantoni, MyeonSoo Baby, , all favorite and follow my FF