Hidden Love
By Fan_dio
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie
Genre : Romance
Warning : This is Yaoi (Boys Love), Maaf nggak bisa bikin GS
Rated : T
= Happy Reading =
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Jessica mematung dan memandang tidak percaya. Biasanya dia yang akan melontarkan kalimat putus untuk para mantan-mantannya, tapi sekarang dia yang diputuskan
"tidak, aku tidak ingin putus.." ucap Jessica, dia mendapatkan kembali suaranya yang tadi tercekat
Jongin menggeleng pelan,
"aku minta putus dan kita harus putus, sekarang juga.." tegas Jongin, dia memasukkan tangannya kesaku celananya, bergaya cool. Ini adalah ke 8 kalinya dia memutuskan seorang yeoja
"apa alasannya?" Jessica masih tidak menerima, dia mengusap wajahnya pelan. Dia berusaha tetap tenang menghadapi semua ini
"yang pasti aku sangat tidak suka dengan caramu yang mengancam temanku Kyungsoo, namja itu tidak tahu apa-apa dan terlebih lagi kamu membayarnya dengan uang, namja itu sama sekali bukan namja yang gila harta.. kamu harus tahu itu" jelas Jongin
"itu bukan alasan oppa, aku jadi curiga jika memang oppa suka dan ingin memiliki namja itu.." geleng Jessica, dia sebenarnya tidak ingin mempercayai bahwa namjanya suka dengan namja, namun feelingnya mengatakan demikian
"alasan yang kedua kamu terlalu mengekangku.." lanjut Jongin, dia tidak mengindahkan tuduhan Jessica
"dan yang ketiga, noona sudah tua.." Sehun yang melanjutkan, dia lalu membekap mulutnya, dia refleks mengatakan kalimat konyol itu, Sehun lalu lekas masuk kedalam mobil Jongin dan menaikkan kaca mobil itu
Jessica mendelik singkat kearah Sehun yang sudah masuk kedalam mobil, dia tidak meladeni perkataan namja cadel itu, dia sudah paham dengan kelakuannya
"maaf oppa, aku tidak merasa pernah mengekang oppa, aku selalu mengerti saat oppa sedang sibuk.. dan perlu oppa tahu, aku adalah yeoja yang setia, aku hanya mempunyai oppa saja sebagai namjachinguku sekarang.." jelas Jessica, dia seakan-akan menyindir namja dihadapannya
"jadi mulai sekarang kamu cari namja lain saja.. kita putus, dan tidak ada revisi" tegas Jongin lagi, dia mengulangi argumennya
"oppa, oppa keterlaluan.." Jessica naik darah, dia mencoba untuk tetap tenang, namun pertahanannya goyah
"sudahlah, pembicaraan ini semakin alot saja… dan ingat jangan ganggu namja itu lagi" seru Jongin, dia mulai beranjak dan masuk kedalam mobilnya, menyusul Sehun yang telah lebih dulu masuk
Jessica meremas amplop uang ditangannya. Untung saja dia tidak seperti adiknya, jika tidak dia mungkin akan berteriak dan mengancam akan bunuh diri
Jongin sudah membuka pintu mobilnya, dia berhenti dan kembali bergumam
"Putus.."
Setelah itu dia benar-benar masuk kedalam mobilnya, menjalankan mobil itu dan lekas berlalu meninggalkan Jessica yang kesal dan tidak terima
'aku belum kalah..' batin Jessica,
.
.
.
.
"wow, hyung sangat hebat, hyung memutuskan noona berwajah tua itu dengan sangat elit.." Sehun bersorak-sorai didalam mobil, dia membayangkan dirinya memakai kostum ala Britney Spears di video 'baby one more time' dan menyemangati Jongin
"aku sedikit lega.." ucap Jongin pelan,
"jadi hyung kehilangan satu yeoja, apakah hyung akan menambah yeoja lain?" Tanya Sehun antusias
"tidak, saat ini aku fokus untuk mendapatkan Kyungsoo.."
"ah, jadi titel playboy nomor dua disekolah sepertinya bergeser hyung. Hyung hanya mempunyai pacar Krystal saja sekarang.. atau mungkin hyung punya pacar lain dan aku tidak tahu..?" Sehun kembali menebak asal
Jongin menggeleng pelan
"aku tadi memperjelas ukuran buah dada Jessica noona itu, sepertinya memang semakin besar saja, sebulan yang lalu tidak sebesar itu.." gumam Sehun menerawang, dia kembali larut dalam imajinasinya memikirkan buah dada
Jongin tidak menanggapi, dia hanya terus melanjutkan aktifitas mengemudinya, untuk membawa Sehun ke restoran italia sesuai janjinya
Ditengah perjalanan, Jongin sepertinya melihat sosok Krystal disebuah mobil yang melaju sangat cepat, atau mungkin saja dia salah liat
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Kyungsoo diantar langsung oleh Suho sampai kerumahnya, ditengah perjalanan tadi Kyungsoo sudah mewanti-wanti untuk menurunkannya dihalte bis saja, namun Suho tidak menanggapi, dia membawa Kyungsoo hingga kerumahnya dengan selamat
"terima kasih hyung, hyung seharusnya tidak membawaku sampai dirumah.." kata Kyungsoo berterima kasih, dia membungkuk singkat
"lupakanlah, aku senang mengantarmu.." balas Suho singkat
"tapi kan hyung harus putar arah lagi untuk pulang"
"itu bukan masalah" Suho tersenyum
"ayo hyung, masuklah dulu.." ajak Kyungsoo
"tidak usah, ini sudah sore. Aku pulang saja.. jaga dirimu.."
Kyungsoo mengangguk dan tersenyum, dia merasa tidak enak
Suho beranjak naik kembali kemotornya, dia untuk kesekian kalinya ingin mengungkapkan sesuatu, namun kalimatnya selalu tercekat
Kyungsoo menampilkan eskpresi O_O andalannya
"hm.. Kyungsoo ya.." Suho menghentikan kalimatnya
"jangan lupa, besok kamu masuk pagi sepertinya, jangan sampai terlambat lagi.." lanjut Suho, sambil tersenyum. dia malah mengucapkan kalimat lain
"iya, hyung.." jawab Kyungsoo
Dan akhirnya, atasan Kyungsoo itu pulang, menguapkan kalimat yang ingin sekali diucapkannya
Kyungsoo masuk kedalam rumahnya. Dia menjelaskan kepada Ibunya bahwa dia ada urusan kemarin malam, sehingga dia bermalam dirumah teman sekerjanya. Ibu Kyungsoo percaya, asalkan anaknya tersebut sudah pulang, dia pasti sudah lega
Kyungsoo masuk kedalam kamarnya, dia melemparkan asal tas punggungnya, lalu menghempaskan dirinya diatas kasur tidurnya
'ah, Jongin..ah..'
Kyungsoo malah langsung teringat namja berkulit seksi itu. Wajah namja itu tidak bisa hilang dari ingatannya. Kyungsoo mengambil bantal dan membekap kepalanya sambil tidur, berharap wajah namja itu tidak muncul kembali
'argghh…'
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Senin pagi yang cerah, membuat sekolah swasta paling elit di kota Seoul semakin bersinar saja. Namja dan yeoja yang menimba ilmu disekolah tersebut pagi ini berlalu lalang, hari senin merupakan hari yang sibuk bagi banyak orang tentunya
Jongin dan Sehun saat jam istirahat, melangkahkan kaki mereka menuju kantin sekolah. Mereka memilih salau satu meja yang sepi dan tidak populer
"hyung, kenapa memilih meja ini, hyung tahu meja ini hanya untuk namja dan yeoja yang biasa-biasa saja.." sahut Sehun, karena dia melihat temannya, Jongin yang sudah duduk manis
"duduk saja" jawab Jongin singkat dan santai
"biasanya hyung akan memilih meja disana, meja ditengah. Meja namja popular.." tukas Sehun, dia akhirnya mendudukkan dirinya juga, disebelah Jongin
"aku ingin membicarakan sesuatu, tanpa diganggu oleh orang lain" terang Jongin, dia mulai membaca buku menu yang disediakan, menu yang itu-itu saja tentunya
"pamorku mungkin akan hilang dengan duduk duduk disini" kata Sehun, dia mengeluarkan kaca kecil dan dalam tasnya, dan memandang wajah tampannya yang sudah halus kembali
Jongin tidak menanggapi kalimat Sehun, dia memanggil pelayan kantin
"apa kamu tidak ingin pesan?" Jongin bertanya, dan memalingkan wajahnya kearah Sehun
"aku pesan..aku pesan.. menu seperti biasa" jawab Sehun cepat, dia tidak akan mungkin melewatkan makanan gratis
Jongin tersenyum pelan
"eh hyung, bagaimana pendapat hyung jika aku memakai eyeliner?" Tanya Sehun, dia masih memandang kaca kecilnya dan memegang lembut wajahnya
"kamu pasti mirip namja genit dilampu merah" canda Jongin, dia tertawa pelan
Sehun cemberut,
"aku hanya ingin mencontoh Baek hyung, dia jagonya dalam masalah make up mata" jelas Sehun, dia mendesah
"jangan ikut-ikutan dengan gaya orang lain Sehun ah.."
"aku ingin tampil beda hyung, aku ingin merebut hati noona-noona cantik di sekolah ini.." kata Sehun, wajahnya merona mirip yeoja yang sedang kasmaran
Jongin tertawa
"kamu sering mengejekku saat aku jadian dengan Jessica, yang lebih tua dariku. Sekarang kamu sendiri yang ingin berpacaran dengan noona-noona"
"aku hanya ingin tampil beda hyung, pacaran beda usia usia sepertinya keren hyung"
"pasti kamu mencontoh Baek lagi"
"tidak hyung, aku hanya mengikutinya" Sehun cengengesan tidak jelas
Makanan dan Minuman pesanan Jongin dan Sehun datang, mereka menyambutnya dengan suka cita, kebetulan mereka berdua belum sarapan dari pagi
"hyung, apa yang ingin hyung bicarakan? Sepertinya tidak serius.." Tanya Sehun, dia mengaduk-aduk mie kare daging ala jepang dihadapannya
"tidak serius?"
"ya, jika hyung serius, pasti hyung akan membicarakan masalah ini di restoran terkenal, memesan makanan enak, sekaligus memesan pramusajinya yang seksi bahenol itu" ucap Sehun, dia mulai lagi
Jongin memutar bola matanya malas
"kita ini anak sekolah, harus sekolah. Jadi tidak ada waktu untuk ke restoran dijam-jam begini" kilah Jongin, dia pagi ini berencana untuk ke tempat kerja Kyungsoo, namun dia mengurungkan niatnya itu, namja tersebut pasti masih marah padanya,
"tidak biasanya hyung memikirkan sekolah.. seseorang sepertinya sudah merubah hyung"
"ya, mungkin seseorang sudah merubahku" gumam Jongin, dia teringat Kyungsoo
Jongin dan Sehun menikmati makanan mereka, dan tepat saat itu seorang yeoja datang menghampiri meja Jongin dan Sehun
"ehm.. maaf oppa, aku ingin membicarakan sesuatu.." ucap yeoja itu tiba-tiba, dia sepertinya memegang sesuatu, namun sesuatu itu terletak dibelakang punggungnya, bersama kedua tangannya yang menggenggam
"apa itu? Bicaralah.." Jongin menimpali santai, dia menghantikan aktivitas makannya
Yeoja itu mendelik kearah Sehun, dia sepertinya tidak ingin namja berkulit putih itu mendengar percakapannya
"anggap saja aku patung, patung tampan disamping kuburan, ok.." ucap Sehun cepat, dia memalingkan wajahnya, dia terkikik dalam diam
Yeoja itu tidak menanggapi kalimat Sehun, dia kembali tertuju pada Jongin
"tolong oppa terima bingkisan coklat ini, ada surat didalamnya, aku akan menunggu disini" terang sang yeoja, dia lalu menyodorkan sesuatu dibelakang punggungnya tadi, yang ternyata adalah coklat yang dibungkus indah bentuk love
Jongin menerima bungkisan coklat itu dengan ragu-ragu, sedangkan si yeoja mendudukkan dirinya dikursi kosong didepan Jongin
Jongin menatap name tag yang ada dibaju seragam yeoja itu, Irene
Jongin membuka tutup bingkisan coklat itu dan mengambil lalu membaca isi surat yang dimaksud oleh yeoja yang bernama Irene itu. Jongin membaca cepat dan mengambil kesimpulan atas isi surat
Jongin menghela nafas
"maaf, aku tidak bisa menerimamu.." tukas Jongin, dia sebenarnya sedikit heran, dia sepertinya baru dua kali bertemu dengan yeoja itu dan sekarang si yeoja menyatakan cintanya, dunia memang aneh
Raut wajah Irene mendadak berubah, matanya berkaca-kaca
"kenapa oppa?"
"kenapa apanya?"
"kenapa oppa menolakku?"
"karena.. karena aku tidak menyukaimu, aku sudah mempunyai yeoja lain" jawab Jongin enteng
"terima saja aku oppa, aku tidak masalah dijadikan yeoja kesekian.."
Jongin menggeleng dan berujar kembali
"aku bukan Jongin yang dulu, yang begitu mudah menerima cinta yeoja disekolah ini… kamu yeoja yang cantik, pasti disekolah ini banyak namja yang ingin menjadikanmu pacar, tapi yang pasti bukan aku… maaf" tegas Jongin
Irene berdiri, dia mengambil kembali coklat yang dibawanya. Dan lekas berlalu tanpa mengucapkan sepatah-katapun, dia kesal
Sehun yang masih disamping jongin menatap yeoja tersebut yang mulai menjauh, dia membayangkan apakah bokong yeoja itu hasil operasi atau murni hasil alam
"mereka masih menggunakan cara lama untuk menembak.. bosan" gumam Jongin, dia melanjutkan menikmati makanannya yang mulai dingin
"yeoja itu meniru drama-drama korea yang melankolis hyung" komentar Sehun, dia juga mulai makan
"apa yang ingin hyung bicarakan denganku?" lanjut Sehun, dia kembali teringat mengenai tujuan utama Jongin mengajaknya makan dikantin
"mengenai Krystal.."jawab Jongin singkat,
"kenapa dengan singa betina itu?" Sehun hiperbola
"aku ingin memberikanmu tugas dan ada hubungannya dengan yeoja itu. Tenang saja, imbalannya pasti sepadan.." jelas Jongin santai
Sehun mengangguk-angguk lemah, sepertinya dia akan mendapat rejeki nomplok lagi
"apa hyung akan pura-pura memukulku lagi, atau hyung ingin aku menari telanjang dan membuat yeoja itu menjerit kegerahan? Atau hyung ingin aku masuk diam-diam kedalam selimut yeoja itu dan…"
"stop.. hentikan.." seru Jongin, kepalanya mendadak migrain mendengar ocehan Sehun yang berlebihan
"maaf hyung, aku hanya memberikan clue.."
"kita akan membicarakannya setelah makan, ok.." Jongin berujar dan melanjutkan sarapan siangnya
"baiklah" tutup Sehun
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Kyungsoo kembali menjalani rutinitas pekerjaannya, dia dengan telaten melayani pelanggan supermarket dengan murah senyum dan ramah. Suho, sang supervisor baru yang membawahi Kyungsoo sebagai kasir, datang menghampiri namja kecil dan imut tersebut,
"maaf aku menggangu.." ucap Suho pelan, dia menatap Kyungsoo yang sementara men-scan belanjaan seorang yeoja
"tidak, hyung sama sekali tidak mengganggu.." timpal Kyungsoo, dia tersenyum singkat kearah Suho
"hm.. maaf ada sedikit berita buruk untukmu Kyungsoo ya.." kata Suho pelan, dia mendekati Kyungsoo dan membantu namja itu, Suho memasukkan belanjaan pelanggan kedalam kantong kresek
"apa itu hyung?"
"ehm… mengenai statusmu di supermarket ini Kyungsoo.."
"…"
Suho menarik nafas dan menghembuskannya pelan
"tuan Park sepertinya menginginkan semua kasir di toko besar ini adalah yeoja… dan itu berarti, kamu akan menjadi pramuniaga Kyungsoo" jelas Suho, dia sebenarnya tidak ingin menyampaikan berita ini
"benarkah?"
Suho mengangguk pelan
Kyungsoo lunglai, apa jadinya jika dia berstatus pramuniaga? Angkat-angkat barang, begitu sangat melelahkan dan meletihkan
"apa keputusan tuan Park sudah bulat?" Kyungsoo bertanya, dia was-was
"sepertinya belum, baru sekedar wacana. Tapi seperti pengalaman yang telah lalu, jika wacana sudah bergulir, kemungkinan akan menjadi kenyataan" Suho berujar lesu
Kyungsoo menunduk, dia melayani pelanggan dengan tidak bersemangat,
"tapi tenang saja, aku akan memperjuangkanmu agar tetap menjadi kasir saja…" ungkap Suho menenangkan Kyungsoo, dia tidak tega jika melihat namja kecil seperti Kyungsoo mengangkat barang berkarton-karton
"terima kasih hyung" ucap Kyungsoo, dia sedikit lega dengan kalimat Suho untuknya
"baiklah, sebentar lagi pergantian shift…" tutup Suho, namja itu mengelus singkat bahu sempit Kyungsoo, lalu dia meninggalkannya dan melangkah pelan masuk kedalam ruangan pegawai
Sepuluh menit kemudian, Kyungsoo menutup kasirnya. Dia mengumpulkan uang hasil penjualan dari pagi hingga menjelang sore hari, dan tepat saat itu... seorang namja menghampiri Kyungsoo, padahal Kyungsoo sudah memasang rantai pembatas yang menandakan kasirnya tutup
"maaf, anda ke kasirnya disebelah, disini untuk beberapa menit kedepan…" Kyungsoo mendongak dan menghentikan kalimatnya, dia kaget dengan namja yang muncul dihadapannya
"halo Kyungsoo ya.." sapa namja itu
"Jo..Jongin.."
Namja dihadapan Kyungsoo ternyata adalah Jongin. namja itu nyengir lebar sambil membawa sosis rasa ayam dalam bungkusan
"aku mau bayar ini Kyungsoo ya.." kata Jongin, dia menyodorkan sosis bungkusan tersebut
"maaf, kasirku untuk sementara tutup, disebelah sana masih..'
"tidak..tidak, aku hanya ingin dilayani olehmu.." potong Jongin, modus
"kasirku sementara pergantian, Jongin ah..'
Jongin tersenyum
"aku ingin mengajakmu keluar.. tolong jangan marah lagi padaku" terang Jongin, dia masih menggunakan seragam sekolahnya
Kyungsoo mendesah,
"tidak bisa, aku sibuk.." jawab Kyungsoo cepat
"setahuku shiftmu telah selesai.." tukas Jongin, dia mengarahkan dagunya ke jam dinding di belakang Kyungsoo
"aku masih ada pekerjaan lain"
"setahuku tugas kasir hanya 1 shift saja.."
"aku lembur.."
"setahuku pekerja disini banyak, jadi tidak ada kata lembur"
"aku dihukum karena sering telat, jadi aku harus menambah jam kerjaku"
"setahuku tidak ada peraturan demikian disupermaket ini."
"aku ingin membunuhmu ditoilet… "
"setahuku.." Jongin menghentikan kalimat tangkisannya, dia terkekeh
"Kyungsoo ya, jangan seperti ini… kamu tahu, hari-hariku terasa hambar jika tidak melihatmu.." lanjut Jongin, dia menampilkan ekspresi memelas
"kata-katamu bukan perkataan seorang kawan kepada temannya, aku hanya temanmu Jongin ah.."
"nah, maka dari itu sebagai temanku, kamu harus selalu ada disampingku. Mengingatkan dan mengawasiku, itulah gunanya teman.." kata Jongin, dia mengutip kalimat ambigu di buku cerita melankolis milik Sehun
Kyungsoo mendengus,
"lebih baik kamu berkencan saja dengan yeojamu… dia pasti menunggumu sekarang" lanjut Kyungsoo
Jongin tersenyum evil,
"pasti saat ini kamu sedang cemburu? Ayo mengaku saja.." goda Jongin, posisinya masih dihadapan Kyungsoo, dengan sosis bungkusan sebagai modusnya
Pipi Kyungsoo langsung memerah, dia menghentikan sejenak kegiatan menghitung uang
"sebaiknya kamu pergi Jongin ah, aku masih sibuk" gumam Kyungsoo, nadanya sangat pelan
"baiklah… aku akan menunggumu diluar, dan tidak ada penolakan" tutup Jongin, dia lalu beranjak menuju pintu keluar, meninggalkan Kyungsoo yang mematung
Kyungsoo menghela nafasnya
.
.
.
Suho menghampir Kyungsoo yang telah selesai menghitung uang dan untung saja hari ini hasil penjualan dikasirnya pas, tidak minus lagi
Kyungsoo tersenyum kepada Suho yang menghampirinya tersebut
"hm… karena kebetulan jadwal shiftmu telah selesai, aku berencana mengajakmu keluar" kata Suho tiba-tiba, dia mengucapkan kata itu dengan malu-malu
"sekarang?" Kyungsoo berekspresi O_O
"ya, sekarang… maksudnya setelah kamu menghitung uang itu" jelas Suho, dia menunjuk lembaran-lembaran uang won hasil kasir Kyungsoo, yang akan diserahkan kepadanya sebagai penanggungjawab
Kyungsoo terdiam, dia tidak mampu berkata apa-apa. Kyungsoo mendadak galau, Suho mengajaknya keluar dan Jongin juga dipastikan sedang menunggunya diluar. Kedua namja tampan tersebut seakan berebutan untuknya
"kamu pasti tidak keberatankan…" Suho tersenyum
Kyungsoo membalas tersenyum juga, senyuman galau dan bimbang
Kyungsoo melanjutkan menghitung kembali hasil kasirnya dan setelahnya menyerahkan uang tersebut kepada Suho yang kini menjadi supervisor barunya
.
.
.
"Kyungsoo hyung lama sekali.." ucap Sehun kepada Jongin diparkiran supermarket. Sehun ikut bersama Jongin karena Jongin menugaskan sebuah misi untuk dilaksanakan oleh Sehun
"sebentar lagi dia keluar.." timpal Jongin, namja itu menatap jam tangan mahal yang tersemat dilengan kirinya
"hyung, sepertinya aku melihat Krystal si singa betina itu.." kata Sehun tiba-tiba
"dimana?"
"dibelokan tadi hyung"
"dia bersama siapa?"
"entahlah, aku juga belum yakin… tapi sepertinya dia sedang bersama namja" jelas Sehun
Jongin tidak menanggapi,
"apa hyung tidak marah diselingkuhi?" Tanya Sehun asal
"marah?"
"ya, hyungkan salah satu playboy disekolah, tepatnya playboy nomor dua. Dan sebuah penghinaan untuk hyung jika hyung diduakan oleh seorang yeoja" terang Sehun, dia magut-magut
Jongin mendengus
"aku tidak peduli. Seperti yang aku katakan bahwa fokusku saat ini adalah Kyungsoo"jawab Jongin enteng
"apa hyung serius?"
"ya, aku sering berfikir akhir-akhir ini, sangat tidak adil bagi Kyungsoo jika aku masih berhubungan dengan yeojachinguku" desah Jongin pelan
"kalau begitu simple saja. Putuskan kedua kakak adik rusuh itu.." Sehun memberikan solusi terbaiknya
"tidak semudah itu Sehun ah" timpal Jongin pelan
Beberapa saat kemudian, Jongin dan Sehun memperhatikan Kyungsoo dari luar. Jongin menyipitkan matanya dan mengamati Kyungsoo yang sepertinya berbicara serius dengan Suho. Jongin dapat menilai jika Suho sepertinya ingin mengajak Kyungsoo untuk keluar dan terlihat dari ekspresi Kyungsoo yang polos dan hanya mengangguk saja
"Sehun ah, kamu harus melakukan sesuatu untukku" ujar Jongin cepat
"melakukan apa hyung?"
Jongin membisikkan sesuatu ketelinga Sehun, walau sebenarnya tidak ada yang mungkin mendengar percakapan mereka,
"sip hyung" tutup Sehun antusias
.
.
.
Kyungsoo keluar dengan langkah pelan. Rasa galau dan bimbang masih menghantuinya, Suho menyuruhnya untuk menunggu disamping supermarket,
Jongin mendadak mencegat Kyungsoo yang berjalan pelan itu
"Jongin ah, kamu membuatku terkaget" Kyungsoo mengelus dadanya
"kaget cinta.." goda Jongin pelan
"kamu seharusnya pulang Jongin ah… aku tidak bisa ikut denganmu, aku banyak urusan hari ini" terang Kyungsoo, dia berpaling kebelakang dan menatap Suho yang telah menghilang
"aku yakin kamu akan ikut denganku.."
"kenapa kamu bisa seyakin itu?"
"tidak, aku hanya mencoba percaya diri"
Jongin membanggakan dirinya. Dia tertawa pelan
Kyungsoo terdiam dan mematung,
"aku menunggu Suho hyung, dia akan mengajakku keluar" kata Kyungsoo tiba-tiba
Mendadak ekspresi Jongin berubah, ternyata tebakannya benar
Jongin ingin berujar menanggapi, namun mendadak Suho muncul dan mendorong motornya mendekat
"maaf Kyungsoo ya, motorku mendadak bannya kempes, tidak biasanya" jelas Suho, dia menampilkan ekspresi menyesal yang sangat
Kyungsoo menundukkan pandangannya, ternyata benar ban motor milik Suho kempes, depan dan belakang
"kita bisa saja menggunakan angkutan umum, tapi sepertinya sangat tidak nyaman…" lanjut Suho lagi, bengkel motor lumayan jauh dari tempatnya sekarang
Dan saat itu, seorang yeoja gemuk berlari dan mendekati Kyungsoo, Suho dan Jongin. yeoja itu mengarah pada Kyungsoo
"maaf mengganggu… tadi ada telefon, telefon untukmu Kyungsoo shi. Katanya ommamu sekarang sedang sakit dan membutuhkanmu" kata yeoja itu menjelaskan tujuannya menghampiri Kyungsoo
"omma?"
'ya, cepatlah pulang"
Kyungsoo jadi panik, seharusnya ibunya saat ini masih ditempat bekerja, karena ibunya masuk siang
"bagaimana ini.." Kyungsoo gelisah
"aku yang akan mengantarkanmu Kyungsoo ya, tenang saja" ucap Jongin tiba-tiba, dia menunjuk mobilnya yang terparkir manis tidak jauh dari tempat mereka
"ya, Kyungsoo… biarkan namja ini yang mengantarmu. Aku mohon maaf, diwaktu yang sangat tidak tepat ban motorku malah kempes begini" saran Suho
Kyungsoo berpikir sejenak, dia menatap Jongin yang sepertinya mengetahui sesuatu, namun Kyungsoo berusaha berpikir jernih, dia mengangguk pelan
"baiklah, aku ikut denganmu Jongin ah" kata Kyungsoo
Jongin tersenyum penuh kemenangan,
Dan akhirnya Kyungsoo naik kemobil Jongin dengan enggan, meninggalkan Suho yang mencoba menghubungi rekannya dan membawa motornya ke bengkel
Suho sedikit kecewa, dia merencanakan untuk membicarakan sesuatu dengan Kyungsoo empat mata saja, namun rencananya gagal total
.
.
.
"aku akan menurunkanmu disini Sehun ah.." kata Jongin, dia menghentikan mobilnya tepat disamping rumah kediaman keluarga Jung
"baiklah komandan" balas Sehun, dia menepuk-nepuk kantong celananya yang berisi uang, uang pemberian dari Jongin tentunya, dia akan menjalankan misi yang diberikan oleh Jongin
Sedangkan Kyungsoo sedari tadi hanya terdiam, dia memikirkan ibunya dirumah yang dikabarkan sakit
Jongin kembali menjalankan mobilnya, dia sedikit-sedikit melirik kearah Kyungsoo disampingnya
"kamu masih marah padaku?" Jongin memulai percakapan dengan bertanya
Kyungsoo tidak menjawab
"jangan bertingkah seperti anak kecil, aku tidak salah apa-apa. seharusnya kamu hanya marah pada yeoja yang bernama Jessica" lanjut Jongin lagi
"cepat antarkan aku kerumah, ommaku sakit" ketus Kyungsoo
Jongin mendadak menghentikan mobilnya, ban berdecit mulus
"maaf Kyungsoo ya, ommamu sama sekali tidak sakit" ungkap Jongin pelan
"maksudnya?" Kyungsoo masih tidak mengerti
"aku yang menyuruh Sehun untuk menelfon bagian administrasi supermarketmu dan mengabarkan bahwa ommamu sakit, maafkan aku… aku hanya.."
Kyungsoo berekspresi O_O
"Jongin ah, kamu… kamu keterlaluan.." Kyungsoo mendecak dan kesal. Rupanya feelingnya yang mengatakan ada sesuatu, tidaklah salah
"maafkan aku, aku hanya tidak ingin kamu pergi dengan namja itu Kyungsoo ya, aku tidak rela.." jelas Jongin tidak menutupi perasaannya
"aku bukan namjachingumu… ah, kamu keterlaluan Jongin ah, jangan-jangan ban motor Suho hyung itu….?"
"ya, itu ulah Sehun, aku yang menyuruhnya" ungkap Jongin lagi, dia menampilkan huruf V dengan jarinya
Kyungsoo memalingkan wajahnya kasar ke luar kaca jendela mobil,
"kamu betul-betul sungguh keterlaluan Jongin ah, kasihan dengan Suho hyung…"
"apa kamu tidak kasihan denganku? Aku selama ini tidak bisa tidur nyenyak, yang terpikirkan adalah wajahmu Kyungsoo ya, ke kamar, ke sekolah, ke toilet, wajahmu pasti akan muncul. Apa kamu tidak kasihan padaku?" potong Jongin, dia menampilkan ekspresi memelas yang kentara
Kyungsoo menahan nafasnya mendengar penuturan Jongin yang terdengar berlebihan
"tapi…"
Kata-kata Kyungsoo terhenti, karena mendadak Jongin memeluknya, memeluk Kyungsoo dengan sangat erat, Kyungsoo gelagapan
"aku mohon, terima aku… terima aku menjadi namjamu Kyungsoo ya.." pinta Jongin, untuk kedua kalinya, dia masih memeluk tubuh kecil Kyungsoo, didalam mobil yang berhenti
Kyungsoo mematung dalam pelukan Jongin, dia tidak mampu berkata apa-apa, rasa hangat menjalari tubuhnya, baru kali ini dia dipeluk oleh seorang namja
"aku sudah memutuskan salah satu yeojaku, aku sudah memutuskan Jessica.." lanjut Jongin lagi, dia masih menunggu jawaban Kyungsoo
"salah satu?" gumam Kyungsoo, dia hendak melepaskan pelukannya, ternyata dugaannya benar, namja yang memeluknya tersebut punya banyak simpanan. namun pelukan yang dilancarkan oleh Jongin sangat erat, Kyungsoo tidak bisa melepaskan dirinya
"ah, aku… aku akan memutuskan yeojaku yang lain, secepatnya…" lanjut Jongin cepat,
Jongin sedikit lega, dia berusaha bertindak cepat dan selangkah lebih maju dari Suho, namja yang sepertinya suka dengan Kyungsoo
Kyungsoo belum mampu berucap lagi, rasa hangat dan tentram masih menyelimutinya. Dia seakan tidak ingin terlepas dari pelukan Jongin
Jongin ingin melepaskan pelukannya, namun sesuatu yang tidak terduga terjadi, mendadak Kyungsoo yang menyilangkan tangannya dan membalas pelukan Jongin, Jongin tersenyum senang atas reaksi Kyungsoo
15 menit saling memeluk dengan hangat, kaki dan lutut Jongin mulai merasa kram dan kebas, posisinya yang beranjak dan mirip menungging memang sangat tidak membuat nyaman, dia yang pertama kali berinisiatif memeluk Kyungsoo dan sekarang malah Kyungsoo yang tidak ingin dilepaskan
"ah, Kyungsoo ya… aku.." gumam Jongin pelan, dia ingin mengatakan untuk menormalkan posisinya
Kyungsoo menarik nafas dan menghembuskannya sangat pelan, dan…
"aku… aku menerimamu Jongin ah.."
Kata-kata indah itu meluncur mulus dari bibir merah tebal Kyungsoo, melesat elegan dan membuat pendengaran dan hati seorang Kim Jongin melayang
"benarkah?" seru Jongin girang, dia melupakan rasa kram dan kebasnya
"iya, aku juga mencintai dan menyayangimu Jongin ah" ungkap Kyungsoo, sangat pelan, hampir seperti bisikan. Posisinya masih saling dekap dengan Jongin
"terima kasih Kyungsoo ya, aku… aku berjanji akan memutuskan semua yeojaku, secepatnya" terang Jongin, dia sangat bahagia sekarang
"aku percaya padamu Jongin ah, untuk saat ini aku bersedia menjalani cinta tersembunyi denganmu Jongin ah. Hanya kita berdua dan Tuhan yang tahu, sampai kamu betul-betul memutuskan semua yeojamu dan saat itu kita akan menunjukkan cinta kita pada dunia" ucap Kyungsoo panjang lebar, dia berargumen dan siap untuk menjadi 'namja simpanan' Jongin dalam tanda kutip.
Kyungsoo sudah siap menjalani percintaan perdananya, bukan dengan yeoja yang selama ini mungkin dipikirkannya, tapi dengan namja.
Jongin seakan tidak percaya dengan kalimat Kyungsoo, namun dia tidak salah dengar, Kyungsoo memang menerimanya dan bersedia menjadi namjanya walau dirinya belum putus dengan kakak-adik Jung secara total. Jongin tidak ingin memikirkan apa yang membuat hati Kyungsoo berubah, tapi yang pasti keputusan Kyungsoo adalah keputusan yang sangat dinantikannya
"I love you, my namja.." gumam Jongin pelan, kram dan kebasnya hilang, tergantikan dengan rasa senang dan bahagia yang teramat sangat
Suasana didalam mobil milik Jongin penuh cinta dan kasih, namun semua itu dibuyarkan oleh ketukan kaca jendela mobil dari luar
'tuk..tuk..'
Seorang namja mengetuk pintu kaca jendela mobil Jongin, tepat disamping Kyungsoo
Yah, mengganggu saja…
.
.
.
.
.
.
.
TBC
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Chapter 6 update. tidak lama kan? tidak donk, cuma selang sehari saja koq he…he…he… semua karena pembaca yang terus menyemangati dan memberikan Reviewnya. Gomawo…
Hm… ada yang tanya nama dan tanya apa aku ini Yeoja atau Namja?… he..he… padahal aku mau jadi author yang misterius, strong, dangerous, and… (ah.. lebay…) baiklah, aku akan mengatakannya disini : pertama-tama aku bikin FF Karena aku suka nulis (walau hasilnya jelek) dan lagi belajar mengetik 10 jari (he..he.. jadi mengetik FF ini semakin memperlancar untuk mengetik 10 jari), aku suka semua OTP di EXO. dan aku adalah author Namja..he..he.. jangan kaget ya, itulah sebabnya aku belum bisa memenuhi permintaan Reader yang nyuruh bikin NC. Aku rada aneh jika bikin NC boy x boy gitu… dan nggak bisa bikin GS juga, karena aku nggak dapat feelnya jika salah satunya digender switch gitu. Jadi semua FF yang aku bikin selama ini benar-benar dari sisi seorang namja (kalau jalan cerita dan karakter tetap dari imajinasi ya..) dan tidak ada NC yang vulgar, kecuali nyerempet-nyerempet aja. Namun tidak menutup kemungkinan dilain kesempatan aku 'maksain' bikin FF full NC, karena sepertinya rata-rata reader suka ya dengan hal-hal kayak gitu (walau tidak semua ya…) dan oh ya, reader bisa memanggilku 'Fan' aja, ini nama panggilanku
Cukup cuap-cuap kepanjangan dan tidak jelas ini, akhirnya komentar dan jejaknya ditunggu di kolom Review yang terpampang nyata dibawah ini… salam…
Thanks to Review :
KaisooLovers, metacho137, nisakaisa, SognatoreL, lailatul. magfiroh. 16, humairah9394, me1214, NatasyaNs, t.a, EXO88, cuwon, maple fujoshi2309, mrblackJ, dekaeskajei, cahayaanjanie, beng beng max, thelostisland35, kaisooya, Kaisooship, lolamoet, kaiLa wu (guest), 1214 (guest) DOKIMKYUNGSOOJONGIN, dokimkyungsoojongin, Guest, Huang Zi Lien, meliarisky7, SuvinaAsantoni, MyeonSoo Baby, , all favorite and follow my FF
