Side Story; ORIONID
—
[ Chanyeol x Baekhyun x School-life x Romance-Comedy x SMA feels ]
—
.
Ini cuma side story pas mereka bahkan belum saling kenal. Dibaca y syukur, kalau enggak juga gak ngaruh apa-apa:)
—
Kisah ini dimulai Sabtu sore, ketika Chanyeol sedang telentang malas-malasan di atas karpet di rumah Jongin. Lebih tepatnya, pada saat si kingkong itu sedang mengadakan konser dadakan sambil genjreng-genjreng gitar kesayangannya asal-asalan.
Modal dia nyanyi cuma satu; mau nadanya fales atau tidak, yang penting bunyi dulu. Begitu kata guru musiknya dulu.
Dan dengan kemauan kuat, alis mengerut yang katanya biar terlihat serius, lubang hidung membesar, serta ekspresi tahan kentut yang mengesankan—fixed. Mantap qolbu. Penjiwaan Chanyeol memang sudah mantap sekali.
Sayang, opo kowe krungu jerite atiku
Mengharap engkau kembaliiii~
Apa lihat-lihat? Memangnya Chanyeol yang orang Korea tapi sudah bergabung ke fanclub nomor satunya Via Vallen ini tidak boleh menyanyikan lagu idolanya sendiri? Terus apa kabar sama kalian yang orang Indonesia tapi nyanyi oppa- oppa sarangeyo? HAH!
Hng—dan ngomong-ngomong, pintu kamar baru saja dibuka oleh Jongin yang datang sambil membawa senampan es sirup dan beberapa camilan dari lantai bawah. Dan ketika dia mendengar nyanyian kawannya yang tidak lain dan tidak bukan juga merupakan lagu kesayangannya, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak bergoyang; menggerakkan pantatnya ke sana ke mari macam biduan Pantura.
"…mbiyen tak tandur pari, tukule Pak Basuki!"
Chanyeol menggila.
"Buka sithik JOS!"
Jongin apalagi.
Dan tiga puluh menit ke depan, mereka habiskan hanya untuk bernyanyi sambil kadang-kadang melakukan beberapa tari pinggul yang benar-benar terlihat goblog untuk ukuran orang normal.
Ya siapa sih laki-laki di dunia ini yang mau goyang gergaji sambil pantatnya nyledit-nyledit begitu? Ditambah dengan bandana dari bokser, serta kacamata dari BH sebagai outfit plus plus mereka. Duh, jangan tanya BHnya dapat dari mana, biar Jongin saja yang menjelaskan lain kali. Dan hal yang lebih goblognya lagi, mereka yang sama-sama mengaku jantan itu, sekarang sedang duel goyang trio macan, tidak mau mengalah untuk mendapatkan posisi terseksi.
Satu kesimpulan saja, semua orang itu memang punya kekurangan.
Sebagai contoh, Park Chanyeol yang katanya paling ganteng seantero Korea, serta Kim Jongin yang katanya paling cool seantero dunia—otak mereka ternyata hanya sepertiga dari orang waras pada umumnya.
See? Tuhan itu adil.
—
Park Chanyeol.
Kalau dipikir- pikir, dia tidak terlalu nggilani, sih. Malah sebaliknya, Chanyeol itu sebenarnya mirip karakter-karakte manhwa genre psikopat—coret—romance yang tentu saja hampir mendekati sempurna. Boyfriend material, kalau kata anak muda jaman sekarang, mah.
Ya gimana enggak?
Ganteng, tinggi, putih, famous, dan yang paling penting dari semuanya —dia punya banyak uang. Anak walikota, sih. Nilai akademiknya juga tidak terlalu jelek, kok. Lumayan lah, paling tidak dia masih masuk 20 besar di kelas, hehe.
Dan jangan lupakan juga tentang kendaraannya ke sekolah. Kadang pakai ninja, kadang kalau sedang nekat ya pakai Pajero Sport. Diparkirkan di luar sekolah. Selain untuk menghindari hukuman Goo ssaem, ya sekalian tptp sama ciwi-ciwi sekolah tetangga.
Keren, ya?
Iya, kalau belum kenal.
Karena sesungguhnya, Tuhan itu maha adil. Dibalik segudang kelebihannya, Chanyeol tetaplah manusia biasa yang berlumur dosa.
Chanyeol itu aslinya bokep, goblog, kadang juga main rokok kalau sedang tertekan. Iya, dia memang rusak. Tapi tidak sampai ke narkoba. Gila saja.
Dan satu hal lagi,…
…dia jomblo.
BHAHAHAHAHA
Ya walaupun, sebenarnya memang dari dianya sendiri, sih yang memutuskan untuk menjomblo. Soalnya—bagaimana, ya? Chanyeol waktu itu sedang dihadapkan dengan pacar yang cerewetnya minta ampun. Cemburuan pula. Dan isi mulutnya itu bonbin semua. Dari kambing sampai tireks sekalipun, semua ada.
Namanya Lee Hani, dan—iya, mantannya itu memang ganas. Sampai-sampai Chanyeol jadi takut sendiri kalau dirinya sedang ingin tebar pesona ke yang bening-bening. Padahal biasanya mah, Chanyeol itu sering ngecengin yang lain kalau sedang free. Rangkul sana sini sudah terlalu biasa. Tapi semenjak pacaran sama si gorila PMS itu, duh. Jangankan nggodain, buat lirik yang lain saja kadang dia takut kalau tiba-tiba saja matanya dicolok pakai garpu.
Intinya, pacaran sama Hani itu nerakanya dunia. Chanyeol juga kadang heran bagaimana bisa dia pacaran dengan perempuan seperti itu. Jadi, mending putus aja.
Dan Chanyeol pun mulai menjomblo. Sekarang sudah tiga hari, tapi rasanya macam tiga abad. Maklum lah, dia biasa taken.
Dan kedatangannya ke rumah Jongin kali ini tujuannya ya cuma satu; cari referensi cewek baru. Tahu sendiri lah, Jongin itu matanya jelalatan. Hampir semua cewek dia kenal. Dari yang mirip sama Yoona SNSD sampai Bibi Gong penjaga kantin, semuanya ada.
Jadi—ya gitu. Mereka sekarang terdampar di kamar Jongin dengan ratusan foto ukura tersebar di sekitar mereka. Chanyeol sedang mengamati wajah-wajah calon kecengannya dengan seksama, sementara Jongin sedang chatting dengan entah gebetannya yang mana lagi sambil cekikikan tidak jelas di tepi kasur.
Seharusnya ditambah Sehun, baru squad mereka lengkap. Tapi berhubung si albino itu sedang jalan menemani adik jadi-jadiannya, jadi sedikit telat. Mungkin jam 10 nanti baru datang.
Ya atau, sekarang juga boleh.
Sok-sokan jadi agen CIA, tiba-tiba saja Sehun datang dengan pakaian serba hitam. Si jangkung itu berdiri di tengah kusen pintu, niat berlagak macam agen polisi—yang sayangnya malah terlihat seperti kingkong lepas dengan topi pantai serta pistol-pistolan warna hijau muda yang dia pegang macam memegang bazooka.
Dia ini sebenarnya baru saja pulang kencan, apa kabur dari jadwal periksa kejiwaan?
Chanyeol hanya menatap jijik dari tempat dia duduk ketika Sehun perlahan mendekat ke arahnya dengan gaya cat walking yang sungguh menggumohkan.
Tuhan. Itu. Adil.
Chanyeol cuma membatin.
Dan ketika Sehun sudah berhasil duduk di depannya (yang membuat jejeran foto calon pacarnya hancur berantakan), si idiot itu dengan pelan berbisik di lubang telinganya.
"Aing dapet referensi gebetan baru buat situ,"
—
Namanya Byun Baekhyun.
Dia itu sepupu kecengannya Sehun, yang ternyata bersekolah di sekolah yang sama dengan Chanyeol. Wajar jika belum kenal, masalahnya anak itu masih kelas satu. Katanya sih cantik, manis, baik juga. Tingginya imut, peluk-able banget buat orang setinggi Chanyeol. Katanya pinter, tapi kadang rada bego juga.
Dan dia ini laki-laki.
Awalnya, Chanyeol ingin sekali mencekik Sehun sampai modar ketika dia bilang begitu. Tapi tidak jadi saat dia mengingat dosanya yang sudah menumpuk. Hft, gini-gini Chanyeol juga masih ingat akherat, tahu!
Jadi, Chanyeol berakhir gabut di balik tembok seperti ini. Bersama Bgst Squad kesayangannya, mereka bertiga dengan kompak menekuk kaki sambil diam-diam mengintip jam pembelajaran Biologi yang sedang berlangsung di ruang kelas 1-1.
Tujuannya? Ya apalagi kalau bukan melihat secara langsung yang mana itu Byun Baekhyun?
"Jadi, Baekhyun itu yang mana? Perasaan isinya cewek semua," Chanyeol mendengus, sedikit banyak serasa digobloki sama teman sendiri.
Sehun, dengan santai menjentikkan jarinya. Sambil menepuk bahu sang kawan, si jangkung itu berlagak macam bapak-bapak yang sedang menasehati anak muda. "Itu lah yang kumaksudkan, hyung. Dia itu mirip cewek, makanya semalem ditawarin."
Chanyeol menaikkan sebelah alisnya. Mau percaya, tapi malas. Takutnya dia ini sedang dikerjai. Dan setelah detik ke lima belas, dia baru membuka mulut. "Ya sudah, cepat tunjukkan saja yang mana,"
Jari telunjuk Sehun yang panjang dan tebal mengarah ke bangku bagian depan, tepat di meja yang berhadapan langsung dengan meja guru.
Chanyeol mendengus lagi.
"Itu cewek, bego!" Dia meneleng kepala sang kawan dengan keras, kesal karena merasa sudah dibohongi pt. 999+. Chanyeol cuma mendesah saat si jangkung itu mengaduh kesakitan sambil memegang hidungnya dengan muka semasam ketiak Jongin. Padahal Chanyeol yakin, tangannya kena bagian situ saja tidak.
Otak udang memang.
Tapi ngomong-ngomong, Jongin ke mana?
Chanyeol jadi celingukan sendiri.
"Cewek mana yang pakai celana?!"
Lalu Chanyeol kembali fokus ke Sehun. Dia mendesah lagi. Tobat akan kebodohan Sehun yang dirasanya sudah pada tingkat haqiqi.
"Semua cewek memang pakai celana. Ada yang polos, ada yang pakai renda. Duh! Otakmu itu sudah tidak beres atau bagaimana, sih? Begini saja tidak tahu,"
Sehun istighfar 33 kali. Ditambah baca Al-Ma'tsurat lima kali. Setelah selesai, baru dia mengarahkan kepala bokep sang kawan kembali menuju ke objek yang baru saja dia tunjuk beberapa waktu lalu.
"Saprudin Cahyo, matanya dipakai, ya. Dia pakai celana. Celana panjang. Ada gembungnya juga,"
Chanyeol berkedip.
Oh. Iya, benar.
Dia pakai celana panjang. Ya maaf, tadi belum terlalu jelas. Masalahnya tertutup meja-meja disampingnya, sih. Jadi 'kan Chanyeol tidak tahu dia pakai rok atau celana. Ada gembungnya. Walau invisible, sih. Dadanya juga ternyata rata. Pertamanya Chanyeol pikir itu memang karena dia masuk ke kategori tripleks. Eh, tapi ternyata karena dia itu laki-laki? Ah, masa sih? Dia juga tidak punya jakun, membuat Chanyeol makin ragu saja kalau dia itu laki-laki.
Tapi yang jelas, mau laki-laki atau perempuan, wajahnya itu manis sekali. Kulitnya putih, matanya sipit-sipit seksi, hidungnya mancung enggak pesek juga enggak, pipinya unyu, dan dan juga…—b-bibirnya itu,
…ugh, merah delima.
Chanyeol merinding sampai ke ujung-ujung. Membayangkan kalau-kalau bibir itu bertemu dengan bibirnya, pasti jadi—
"AAARGH—EH SETAN, SAKIT WOY!"
Sakit.
Iya, memang. Dia kesakitan karena rambutnya kini sedang dijambak oleh Guru Kang yang galaknya minta ampun yang entah muncul dari mana. Chanyeol yang awalnya hampir misuh lagi, jadi cuma ketawa kering.
"Ehehe…s-seonsaengnim," dia cengengesan sambil melirik ke sekitar.
Wanjey, Sehun sama Jongin kabur ke mana?
Chanyeol masih cengengesan ketika lengan kekar guru olahraganya itu mengusap rambutnya yang baru saja di cat merah.
Dafuq, batinnya.
"Jadi, kamu pilih saya botakin apa kamu nguras sumur di rumah saya?"
—
Jam makan siang.
Chanyeol sedang sibuk memijat lengannya ketika Sehun dan Jongin datang dengan semangkok penuh mie instan yang katanya harganya paling mahal di kantin. Halah, paling cuma 10k. Segitu doang mah cuma upil buat Chanyeol! Duo cecunguk itu dengan takut-takut duduk di depannya. Sambil sikut-sikutan, juga saling lirik satu sama lain.
Chanyeol mengangkat alis. "Penghianat ngapain ke sini?" Sudah jelas, dia masih marah.
Ya anjir lah, tiga jam dia terjebak di pekarangan belakang rumah Kang ssaem—menguras sumur tua yang entah kapan habis airnya. Sendirian! Dan itu semua gara-gara curut-curut ini yang dengan tega meninggalkannya menghadapi algojo sendirian.
Ingin sekali dia menghancurkan masa depan mereka.
"H—hyung," panggil Jongin sambil gemetaran.
Chanyeol acuh, sambil terus memijat lengannya yang hampir lepas. Ah, paling si jangkung itu cuma pengen bilang maaf. Sorry not sorry ya, Chanyeol bukan sinderela yang semudah itu memberikan maaf. Chanyeol bukan cowok gampangan!
Ya?
"Hyung!" Kali ini giliran Sehun, sambil menendang-nendang kakinya di bawah meja.
Chanyeol masih diam, terlalu malas buat merespons. Dia mengambil ponsel di saku dadanya, lalu pura-pura sok sibuk dengan benda itu.
Lumayan lah, dia bisa ngambek sambil stalking instagram Baekhyun yang username-nya baru saja dia dapat tadi pagi.
변—BAEKssi 👽
✨ best product on 199X — astrophotography 💞
Bio dia lucu juga, Chanyeol senyam-senyum sendiri. Dia mulai membayangkan kalau seumpama suatu hari, kalimat di dalam situ ditambahkan sisipan begini;
Chanyeoru's lil baby 👅💦🔒
Lalu di suatu hari pula, akan ada posting-an foto Baekhyun di atas ranjang dengan caption; Park's one and only❤. UNCH. Sudah pasti, Chanyeol tidak akan bisa tidur semalam suntuk jika itu benar-benar terjadi.
HEUHEUHEUHEU.
Dan saking asiknya dengan dunia khayalan, si jangkung itu bahkan sampai lupa tentang keberadaan duo cecunguk yang kini masih setia menatapnya dengan alis terangkat satu.
Jongin menyedot ingusnya yang hampir keluar.
"Kalau goblok dipelihara, jadinya ya memang begini,"
—
Singkat saja, ini sudah sebulan setelah Chanyeol mengumpulkan informasi banyak-banyak tentang Byun Baekhyun.
Kenapa tidak langsung tembak saja seperti pacar-pacarnya yang lalu?
Alasannya hanya satu; karena Byun Baekhyun itu istimewa.
Baik secara fisik, maupun psikis.
Jujur saja, Chanyeol baru pertama kali ini mendekati laki-laki cantik, jadi dia benar-benar masih amatir. Yah—syukur-syukur saja sih dia dari awal sudah tahu kalau Baekhyun itu belok. Jadi Chanyeol tidak perlu repot-repot memikirkan bagaimana kalau Baekhyun merasa jijik padanya jika nanti dia nembak.
Dan yaaaa—sudah banyak pula yang informasi yang Chanyeol dapatkan. Kesimpulannya adalah; Baekhyun itu ternyata sangat sulit didekati. Jutek, judes, galak. Persis singa betina. Jauh dari ekspektasi maupun tipe ideal Chanyeol sih, tapi entah kenapa malah jadi tantangan tersendiri untuk dia menaklukannya.
Juga satu poin lagi, dia itu anggota aktif suatu perkumpulan astronomi. Isinya ya, para pelajar dengan otak Einstein yang sering mengadakan observasi langit ke mana saja. Dan Chanyeol yakin, Baekhyun pasti akan menghadiri pesta meteor di lapangan kota malam ini.
Orionid Meteor Shower, lebih tepatnya.
Maka dari itulah, Chanyeol yang cuma paham kalau bintang itu benda langit, dan bulan itu cuma muncul kalau malam hari saja, nekat datang ke balai observasi dengan modal cinta sebesar Gunung Muria. Ketika yang lain mulai sibuk memersiapkan tripod juga lensa mereka, Chanyeol cuma bisa melongo dengan amat sangat konyol di sudut bangunan.
Rasanya kaya yang paling bego. Malu, anjir.
Tapi nggak papa, ini semua buat calon pacarnya kok, hehe.
Chanyeol mengangguk sambil kemudian melangkah mantap ke arah Baekhyun yang memang sudah dia lihat sejak pertama kali memasuki arena bebas polusi cahaya.
Dengan awalan berdehem, Chanyeol akhirnya memberanikan diri menepuk pundak Baekhyun yang malam ini memakai sweater merah. Si mungil itu kemudian menoleh, memandang Chanyeol pakai matanya yang berkilauan macam iklan busa cuci piring.
A—anjir, cantik banget astaga astagaaaaaaa
Chanyeol menggaruk pipinya canggung sambil membetulkan tatanan rambutnya yang malam ini sengaja di gelled-up biar lebih keren.
"Hai, boleh kenalan?" Si jangkung itu berucap sambil menyodorkan tangan kanannya.
Dia diam-diam menyeringai, merasa sisi buaya daratnya mulai mengambil alih.
Baekhyun masih diam di posisi awal, tapi wajahnya kini tersenyum manis. Amat sangat manis, sampai rasanya Chanyeol hampir overdosis.
Si mungil itu melangkah ke depan, mendekat pada telinga Chanyeol yang sebesar lapangan sepak bola. Dia berbisik pelan, memastikan bahwa seluruh kata-katanya akan masuk ke dalam otak kecil si jangkung tersebut.
Dia tersenyum sekali lagi.
"Enggak, makasih."
—
Kata orang, jika kita ingin menjadi orang hebat, maka langkah pertama yang harus ditempuh adalah menjadi gila terlebih dahulu.
"BYUN BAEKHYUN!"
Dan Park Chanyeol telah memutuskan untuk menjadi orang hebat.
"BESOK NIKAH, YUK!"
Atau paling tidak, jadi orang gila dulu juga tidak apa-apa.
Chanyeol masih senyum sumringah ketika dia sudah selesai berteriak; membuat perhatian semua para calon ilmuwan di ruangan itu menoleh ke arahnya dan Baekhyun yang wajahnya mulai memerah.
Bukan! Bukan karena malu. Ya anjer amit-amit dia malu-malu kucing cuma gara-gara beginian. Ini semua karena Baekhyun yang masih punya otak dengan kadar kewarasan 100% sedang berusaha menahan diri untuk tidak—
"GOBLOG SIA TEH!"
Ah sudah, lupakan saja.
.
—
End of Chapter
—
.
Behind the Bar:
Satu hal; saya lagi males nerusin konflik menggumohkan di scene sebelumnya /sigh/.
Jadi intinya, ini flash back masa-masa sebelum mereka jadian dan saling jadi mantan BHAHAHAHAHAHAH okay okay hm. Dan dan sebenernya saya nyisipin beberapa emoticon di bionya BH biar ucul. Gatau deh muncul apa enggak. Semoga aja iya, ehe.
Eh btw, Orionid Meteor Shower itu beneran loh yaa. Di indonesia emang lagi ada fenomena langit tsb. Katanya kisaran jam 10-11 bakal ada sekitar 20-30 meteor per jam yang bisa diliat jelas pake mata telanjang. Tapi berhubung kmrn di daerah saya berawan, ditambah polusi cahayanya banyak bgt jadi ga liat apa-apa selain pesawat lewat-_- Tay memang. Dan katanya malem ini juga ada, gatau deh. Males keluar ugh.
Hnmmmmmmm—
Aduh, saya gatau mau ngetik apa lagi-_- a/n block nih (teu).
OHIYAAA BENER, anu—masalah review. Saya sebenernya nggak nyangka ada yang review buat yang absurd begini wkwk. Terharu akika tuch. Penulis baru, alay, amatiran macam saya dapet review segitu tuh…ASTAGA BWAHAHAH. Jugaa, minta maaf kmrn lupa kasih balesan review, itu bener-bener cruel yaw heuheuheu.
Buat yang tanya parfum, bentar. Saya sebenernya ngakak ada yang tanya ini wkwk. Ternyata ada juga yang baca sampai author note yaaaa. Saya salah waktu itu. Ternyata namanya Paris Can 1/2, bukan Paris Can-can heuheuheu. Kata mamak saya, itu belinya di mall. Eh taunya di toko parfum refill juga ada:))))))) murah juga ternyata bhahahaha. Kalo nggak salah kisaran 60k buat yang pure nggak dicampur alkohol, lupa ih udah lama nggak make parfum soalnya. Tapi serius, walaupun murahan gitu, tapi wanginya subhanallah. Kalian-kalian semua bakal ngerasa kalian itu manis kalo pake itu heuheuheu.
Dan jugaaa, yang tanya masalah lirik lagunya, itu judulnya saya juga lupa (wtf?!). Tapi search aja di google, VOOR DILAN. Ada tiga judul. Download aja semua, abis itu dengerin malem-malem sambil baca Suara Dari Dilan. Dijamin dilaners pada baper ㅠㅠ
btw saya sebenernya rada kecewa pemain film dilan nantinya itu Iqbaal. Soalnya dari awal saya pengennya yang main mah Adipati Dolken atau paling nggak Jeffry Nichol. Eh taunya—hft, yaudahlah. Kaya yang mau nonton di bioskop aja heung.
Dan sekali lagi, saya gabisa balesin review kalian satu satu. Keriting sudah jari-jari saya:')
MeAsCBHS | YaharS | ByunMafia | barampuu | shinerlight | hunniehan | fabuolusehun | mellindabbh (wehiya bener, makasih sarannya heuheuheu) | girl404 | kenlee1412 | nocbnolife | Bumbu-cimol | Chel VL | chanbaek0605 | sehunboo17 | chenma | GreyDee | yayahunnie | Chanyeoltidakmesum (asem unamenya kin ngakak:""""""v) | dindinxoxo94 | fujokuu | onlycey | baekfrappe | Yana Sehunn | ssuhoshnet | Chel VL | azrchanbaek | jayzmyn | BaekHill | ay (iya ayang, ada apa?) | SHINeexo | Siti855 | Summer Mei | memaybob | Xiao Aina | guest | OhReoChanbaek | diceback | Pisang Pcy Kesukaan Bbh
.
[ Solo—221017 ] Thanks a lot for your review,
Sincerely, sciencea.
