Kim Yesung duduk temenung di kursi sebuah taman yang terletak jauh dari rumahnya. Setelah mengetahui kenyataan –yang bisa dikatakan pahit- ia lari sekuat yang ia bisa, masih terngiang di telinganya teriakan sang Ibu yang menyuruh ia kembali. Air mata tak kunjung reda semejak keluarnya ia dari rumah. Sesekali Yesung menyapu air mata dengan punggung tangan. Isakan terus keluar membuat pilu siapapun yang mendengar.

Tak lama kemudian sekelebat bayangan hitam mendekat ke arah Yesung. "Kenapa?" Sosok itu memeluk erat tubuh bergetar Yesung dari belakang. Yesung yang tak mampu bersuara hanya mengeluarkan isakan.

Yesung tentu tahu siapa pemilik lengan besar yang tengah memeluknya sekarang, namun ia terlampau sedih sehingga tak mampu untuk sekedar mengucapkan nama sang lelaki. "Menangislah." Pelukan lelaki itu mengerat. Ia tidak tahu penyebab bersedihnya remaja dipelukannya ini, tetapi ia memilih diam sampai Yesung siap menceritakan semua kepadanya.

Hampir tiga menit kemudian Yesung melepaskan tangan Kyuhyun yang sedaritadi melingkari lehernya. Kyuhyun duduk di sebelah Yesung dan menatap remaja itu sedih. "Kyu… a..ak..u.." Gagapnya. Kyuhyun tak mampu melihat orang yang dicintainya bersedih kembali membawa Yesung kepelukannya, mendekap Yesung ke dada. Samar-samar Kyuhyun mendengar Yesung bergumam. "Aku… b..ukan.. anak kandung mereka…" Isakan senantiasa menemani kalimat remaja manis itu.

Kyuhyun melepaskan dekapannya. Dihadapkannya wajah Yesung, ditatapnya kedua mata hitam nan penuh kesedihan di depannya. "Apa maksudmu?" Tanya Kyuhyun setengah iba. Yesung kembali terisak, ia tak ingin menceritakan namun di samping itu ia juga ingin setidaknya ada seseorag yang mengetahui kesedihan hatinya sekarang.

Yesung mengambil napas dalam kemudian menghembuskannya, berusaha menenangkan diri. "Aku bukan anak kandung mereka."

"Bagaimana kau tahu?" Meski setengah terkejut namun tak ada ekspresi apapun di wajah Kyuhyun. "Eomma yang mengatakannya. Mereka bilang aku bukan anak kandung keluarga itu. Mereka menemukanku di pinggir jalan saat perjalanan pulang ketika Heechul hyung masih sangat kecil." Tak ada lagi isakan yang keluar, Yesung menatap Kyuhyun dalam.

"Lalu kenapa kau lari kesini?" Masih berpandangan, Yesung terdiam sejenak sebelum mengalihkan pandangan ke air mancur tak jauh dari kursi mereka duduk. "Aku tidak tahu…" Ucap Yesung lemah. "Entah kenapa setelah mendengar itu, rasanya aku sangat terpukul dan tak ingin melihat mereka.." Lanjutnya, tatapannya menerawang ke langit yang mulai gelap.

"Aku tahu perasaanmu." Kyuhyun menarik Yesung ke pelukan. "Tapi pulanglah, mereka pasti khawatir." Dapat ia rasakan Yesung menggeleng. "Aku tahu kau tak bisa menerima kenyataan, Yesung…" Kyuhyun menatap dalam mata remaja itu. "Namun tidakkah kau berpikir? Bagaimana perasaan eomma dan appa mu saat kau tiba-tiba lari seperti ini?" Mata Yesung kembali berair. "Meski kau bukan anak kandung tapi aku yakin mereka sangat menyayangimu." Lanjutnya dan Yesung masih tak menjawab.

XXX

Lee Hyuk Jae duduk, menunggu dengan khawatir di rumah Yesung, menunggu kedatangan lelaki itu. Bulan semakin naik dan jam dinding di ruang tengah menunjuk pukul sembilan malam. "Seharusnya aku tak melarang dia cek golongan darah…" Gumam Heechul menyesali perbuatannya. "Sudahlah hyung, tidak ada guna menyesali yang sudah terjadi." Heechul mengacak-acak rambut.

Semenjak Yesung lari keluar rumah sore tadi Heechul dan kedua orang tuanya sontak ikut berlari, namun lari Yesung sangat cepat hingga mereka kehilangan jejak. Semua tempat yang sering Yesung datangi sudah mereka cari, namun apa? Yesung tidak ada di sana. Heechul tak tahu lagi harus kemana, alhasil mereka hanya duduk diam menunggu kepulangan sang adik.

KLEK

Pintu depan terbuka, di sana terlihat Yesung dengan seseorang yang familiar bagi mereka semua. Yesung berdiri dan Kyuhyun di sebelahnya.

"YESUNG!!" Seru semua yang ada di sana, kecuali Kyuhyun dan Yesung sendiri tentunya. "Darimana saja?" Ibu Yesung langsung mendekap tubuh anaknya. "Maafkan aku, eomma…" Yesung membalas pelukan Ibunya. "Masuklah ke kamar." Heechul memapah Yesung menuju kamar di lantai atas.

"Lama tak jumpa, Kyuhyun-ssi." Sapa Hyuk Jae yang hanya dibalas senyuman oleh Kyuhyun. Sepersekian detik kemudian vampir itu keluar rumah Yesung lalu melesat pergi entah berteleportasi kemana.

XXX

Besok harinya Yesung tidak sekolah karena demam, kini Yesung hanya tidur seorang diri dalam kamarnya yang nyaman. Tiba-tiba ia mendengar derap langkah mendekat, ketika ia membuka mata, sosok yang sangat ia rindukan juga menatap dirinya. "Kemana saja?" Gumam Yesung.

Kyuhyun hanya diam sambil tersenyum, kemudian ia ikut berbaring bersama Yesung. "Aku merindukanmu…" Yesung memeluk Kyuhyun, lelaki itupun membalasnya. "Yesung." Panggil Kyuhyun tanpa melepaskan dekapan. Terdengar suara Yesung yang membalas panggilannya. "Aku dijodohkan."

Dasar bodoh! Seru Yesung dalam hati, sudah tahu ia sedang sakit, namun tanpa hati Kyuhyun mengatakan hal semengejutkan itu membuat Yesung sontak melepaskan pelukan. "Aku tidak bermaksud jahat." Kyuhyun berbangun, dapat ia lihat tatapan kebencian di mata kekasihnya. "Kau pergi begitu lama, lalu setelah kembali, malah membawa berita buruk!" Yesung berseru diiringi getaran di suaranya.

"Dengarkan dulu, sayang…" Kyuhyun memegang kedua pundak Yesung. "… anak yang dijodohkan denganku itu hilang sedari kecil…" Yesung diam, itu artinya Yesung masih mau mendengarkan penjelasan Kyuhyun. "Dia dibuang oleh pengasuhnya tanpa alasan yang jelas…"

"Dibuang? Kemana?" Antara senang dan marah, perasaan Yesung sekarang tak begitu jelas. "Dunia manusia."

"Baguslah." Yesung kembali berbaring membelakangi Kyuhyun. "Mungkin selama seminggu kedepan aku tak bisa mengunjungimu." Yesung tak merespon. "Mom, dad dan calon mertuaku menyuruhku mencarinya…" Masih tak ada balasan.

"…apa setelah kau menemukannya… kau akan meninggalkanku…??" Suara itu terdengar sangat lemah di telinga Kyuhyun, ia tahu mati-matian Yesung menahan tangis. "Maaf harus mengatakannya…" Pertanda buruk datang. Yesung sudah tak dapat menahan perasaan, air mata jatuh menetes membasahi bantal. "Pergilah…" Usirnya tanpa menatap Kyuhyun.

"Maaf, dari sekarang aku akan memutus kontak antara kita. Telepati kita sudah tak bekerja…" Yesung dapat mendengar kepedihan di suara itu, tak berapa kemudian Kyuhyun mncium pipinya. "…aku sangat menyesal harus mengatakan ini… tapi dari hatiku yang terdalam, aku minta maaf padamu…"

"Pergilah Kyuhyun!!! Kau tak perlu menjelaskan apapun lagi padaku! Semuanya sudah jelas!" Yesung berbangun, mata remaja itu sungguh merah, begitupun dengan Kyuhyun. "…aku sudah berusaha membujuk orang tuaku, tapi tak berhasil, mereka malah mengancam akan mencelakaimu jika aku membantah… tak mungkin aku mau orang yang ku cintai terluka…"

"PERGI!!!" Yesung berteriak keras. "Selamat tinggal." Secepat hembusan angin Kyuhyun menghilang menyisakan Yesung sendiri di kamar itu. Rasa hampa menggerogoti jiwanya.

Baru saja ia berbahagia karena Kyuhyun kembali, namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama.

Ia hanya bisa tersenyum kecut.

XXX

Desiran angin menyapu dedauan kering di sebuah taman. Burung gagak nampak berterbangan beberapa meter di atas kepala lelaki tinggi berpakaian serba hitam. Ia menoleh kebelakang saat sesosok perempuan berjubah merah berpadu hitam mendekat kemudian mengambil tempat di sebelahnya.

"Bagaimana bisa aku menemukan orang yang wajahnya sama sekali tak pernah ku lihat?!" Suara lelaki terdengar menahan emosi. "Ambillah ini…" Im Yoon Ah menyerahkan rosario pada Kyuhyun, lelaki itu setengah terkejut. "Apa kau bodoh?!" Im Yoon Ah menggeleng. Ia kembali menyodorkan rosario itu ke arah Kyuhyun namun lelaki itu tak kunjung mengambilnya.

Bagaimana bisa seorang vampir memegang benda suci seperti itu, yang ada dia akan hancur lebur. "Percayalah…" Yakin Yoon Ah, Kyuhyun masih diam. "Benda ini berbeda…" Jelas Yoon Ah. Sekarang Kyuhyun berani mengambil benda tersebut. Memang benar, tak terjadi apa-apa pada dirinya. "Itu akan membantumu mencari Ye In."

Setengah bingung, Kyuhyun menyipitkan matanya menatap Yoon Ah. "Kenapa bukan kau saja yang mencari dia?! Jelas-jelas kau Ibunya." Yoon Ah menggeleng. "Jikapun aku bisa melakukannya, mungkin sekarang Ye In sudah ada disini." Kyuhyun masih tidak mengerti.

"Kau pakai benda itu, pergilah ke dunia manusia…" Lelaki itu diam. "Rosario itu akan bereaksi jika di dekatmu ada Ye In. Dia akan memberikan sinyal, warna rosario akan berubah menjadi merah jika kau mendekati orang yang benar, dan akan membakarmu jika kau salah orang." Kyuhyun marah, tentu! Ia merasa Yoon Ah seperti menjadikan ia tumbal demi mencari anaknya tersebut. "Kau mau membunuhku atau apa?!" Tak peduli jika yang ia teriaki sekarang adalah vampir terhormat, yang jelas sekarang Kyuhyun sangat marah. "Tentu tidak…" Balas Yoon Ah santai.

"Lalu?"

"Aku, dan kedua orang tuamu, percaya bahwa kau bisa menemukan Ye In, Kyuhyun-ah…" Tanpa mendengarkan penjelasan yang lebih panjang, Kyuhyun berteleportasi entah kemana.

XXX

Mobil bertulisakan VampKill itu sedaritadi parkir beberapa meter dari kediaman Kim Yesung. Pastilah Yesung pensaran mengapa akhir-akhir ini pemburu vampir berkeliaran di komplek perumahannya, yang jelas ia merasa terganggu, karena ia merasa di amati.

Jam menunjuk pukul empat dini hari, dan Yesung masih terjaga. Semenjak perginya Kyuhyun kemarin pagi, Yesung menjadi sedih sampai tidak bisa melakukan apapun, bahkan menelan makananpun terasa sangat pahit. Ia masih tidak mengerti kenapa Kyuhyun dengan mudahnya mengatakan selamat tinggal, seolah lelaki itu sudah tak memiliki rasa pada dirinya.

Ia akui kebencian pada sosok yang sangat ia cintai itu menyeruak, namun di samping itu Yesung juga sangat –masih- mencintai Kyuhyun.

"Kenapa belum tidur?" Suara itu terdengar tak jauh dari pembaringannya. Yesung berbalik dan mendapati sosok Kyuhyun berpakaian normal. "Untuk apa kau kesini?" Balasnya ketus. "Maaf soal kemarin." Tiba-tiba Kyuhyun sudah memeluk Yesung, mencium gemas pipi remaja itu. "Aku merindukanmu…" Bisik Kyuhyun parau.

"K..Kyu…" Yesung sedikit panik ketika Kyuhyun menindih dirinya. "Ssttt…" Kyuhyun meletakkan jari telunjuknya di bibir Yesung, memberi isyarat agar si remaja jangan bersuara.

Sedetik kemudian Kyuhyun melumat habis bibir orang yang sangat dicintainya. Desahan Yesung tertahan, tangannya melingkar di leher Kyuhyun.

Tiba-tiba ciuman mereka terlepas. Kyuhyun membuka mata dan mendapati rosario yang ia jadikan kalung bersinar merah menyala. Ia menatap Yesung yang kebingungan. "Ada apa?" Kyuhyun menggeleng, tanda iapun tak tahu.

"Tunggu sebentar…" Kyuhyun kembali menghilang, menyisakan Yesung yang dilanda tanda tanya.

XXX

"Aku menemukannya!" Kyuhyun berseru di ruang tengah dimana terdapat mom, dad serta Im Yoon Ah berkumpul. "Aku menemukan Ye In!" Seru Kyuhyun merasa tidak ada satupun orang yang merespon. "Apa?!" Yoon Ah berdiri. "Secepat itu?" Lanjutnya setengah gembira. "Ye In adalah…. Yesung…."

To Be Continue

:"3 Mengecewakan kah? Pasti IYA kan? Hiatus lama tanpa kabar, setelah datang nge lanjut ff malah mengecewakan. Saya tau, dan maapkan saya T.T Entah kenapa saya malah ngelanjut ff ini, padahal awalnya mau Winter Snowflake, tapi yang dapet ide malah nih ff.

Sekali lagi maaf ya, mungkin dah banyak yg lupain saya n ff2 saya.. wajar sih salah saya juga.. n bukan salah saya sepenuhnya, mungkin SEBAGIAN KyuSung Shipper dah beralih pindah ke lain hati.. anjir sedih coyy :"3

Barang siapa yang melihat ini, tolong baca PEMBERITAHUAN saya ya…

Sekali lagi saya mau promosiin akun wattpad … @_gaemcloud89 namanya TSugumi, dalam waktu dekat keknya saya bakal publish ff KyuSung di sana…

Masih adakah yang membaca?