Pairing : Kise x Fem!Kuroko x Midorima x Fem!Akashi

Disclaimer : Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi

Genre : Romance dan Supernatural

Rate : T

Warning : AU dan OOC

Note : "…" (Bicara biasa)

"…." (Bicara dalam hati)

"…." (Setan,Roh, dll yang bicara)

"Kuroko" Wujud asli

"Tetsuna" Roh Pelindung

Summary : Kuroko Tetsuna mampu melihat roh-roh halus. Awalnya Kuroko takut dan bingung. Tapi, ditemani oleh dua cowok cakep, Kise Ryota dan Midorima Shintaro, Kuroko mulai berani menghadapi petualangannya. Suatu hari datang roh penasaran mengincar Kuroko membuatnya berubah wujud menjadi gadis cantik yang ternyata roh pelindung. Ah, Kise tidak bisa melepaskan pandanganya.


Keesokan Hari

"Ngantuk…Semalaman aku tidak bisa tidur, karena memikirkan kejadian kemarin..Hal yang terjadi di sekolah…Aku merasa diriku menjadi orang lain dan harus mengerti keinginan para roh penasaran itu..Apa aku bermimpi" Batin Kuroko yang masih tidak percaya dengan kejadian kemarin kalau dia memiliki roh pelindung—emang dia belum tau betul—

"Ohayou Kurokocchi" Sapa Kise dan langsung memeluk Kuroko dari belakang.

"Ki-Kise-kun, ngapain kamu disini?" Panik Kuroko. Yaiyalah gimana gak panik si Kise meluk Kuroko dengan tiba-tiba terus dari belakang meluknya kan kaya om-om mesum.

"Aku baru saja sampai di stasiun…Kurokocchi bengong aja, gak sadar aku berada di belakangmu-ssu…Kurokocchi ada kegiatan klub, ya? Tiap hari naik kereta, biasanya sih aku gak pernah pergi pagi begini-ssu" Jelas Kise yang makin mempererat pelukannya membuat Kuroko makin panik+sedikit sesak nafas.

"Tunggu Kise-kun..Tanganmu" Kata Kuroko yang memberitahu kepada Kise untuk melepaskan pelukannya, bukannya di lepas malah makin mempererat pelukannya itu membuat Kuroko sesak nafas.

"Aku suka reaksimu, membuatku gemes ingin memeluk lebih erat lagi-ssu" Kata Kise tiba-tiba ada 2 orang bapak-bapak menahan dan melepaskan pelukan Kise dari Kuroko.

"Akhirnya tertangkap juga kaulah si mesum yang menggerayangin perempuan tiap pagi" Kata si bapak 1.

"Mesum? Dimana?" Kata Kise yang panik mungkin takut ni bapak-bapak salah paham.

"Masih menyangkal juga! Kau ini orangnya" Tambah si bapak 2.

"Ini Cuma kesalahpahaman saja-ssu" Panik Kise, tanpa mereka sadari di belakang mereka ada om-om dengan muka mencurigakan dan mesum sambil nyengir gaje—mungkin benar apa Kise kalau bapak-bapak itu salah paham tapi itu salah Kise ngapain meluk Kuroko dari belakang kan kaya om-om mesum, kasian kau Kise—ok balik lagi ke cerita.

Hanya butuh beberapa menit akhir Kise lepas dari cengkraman bapak-bapak dan keluar dari kereta bersama Kuroko.

"Cih, pagi-pagi sudah ketiban apes, kenapa Kurokocchi tidak menolongku sih, malah meninggalkanku begitu saja-ssu" Kata Kise yang meratapi nasibnya dan Kuroko tidak menjawab pertanyaan Kise tapi Kuroko malah membatin.

"Karena kau memang mesum" Batin Kuroko kesal karena Kise tidak menyadari kalau dia mesum.

"Kise-kun tidak bicara apa-apa soal kemarin…Berarti aku benar itu cuma mimpi belaka" Batin Kuroko dan langsung menghela nafas kalau kejadian kemarin itu mimpi.

"Eh…Kenapa kau bisa berubah wujud seperti kemarin, Kurokocchi?" Tanya Kise yang membuat Kuroko kaget.

"E-ehhhh" Hanya itu jawaban dari Kuroko.

"Kau menipu kami selama ini, ya-ssu" Tambah Kise.

"Me-menipu, apa maksudmu?" Tanya balik Kuroko.

"Iya, kami kira kau tidak bisa apa-apa..Kejadian kemarin membuka mataku-ssu" Jelas Kise yang membuat Kuroko membulatkan matanya.

"Ja-jadi kejadian kemarin bukan mim…" Perkataan Kuroko terputus oleh suara Kise—bisa di bilang teriak—

"SAUDARA-SAUDARA! CEWE INI MANIAK COSPLAY, TIAP HARI SEPULANG SEKOLAH SUKA PAKAI BAJU YANG ANEH-ANEH-SSU" Teriak Kise ke semua orang kalau Kuroko maniak cosplay—kasian sekali Kuroko—

"Bu-bukan" Elak Kuroko kalau perkataan Kise itu bohong. Semua orang yang mendengar suara Kise langsung tuli mendadak karena suara cempreng Kise.

"Lalu?" Kata Kise dengan senyum yang membuat Kuroko jengkel melihatnya dan Kise langsung meninggalkan Kuroko dan melanjutkan perjalanan ke sekolah.

"Jadi itu bukan mimpi" Batin Kuroko menangis.

Disekolah

Pelajaran sudah mulai. Pelajaran sekarang adalah bahasa inggris dengan tenangnya murid-murid sedang belajar dan mendengar penjelasan sang sensei tapi "Hhhmmm jadi itu pertama kalinya terjadi..Kau tidak mengerti, tau-tau tubuhmu berubah wujud dan kau bisa berkomunikasi dengan arwah penasaran-nodayo..Apa kau yakin? Kau tidak di rasuki roh jahat yang aneh?" Kata Midorima sekaligus bertanya kepada Kuroko—lebih tepatnya berbisik—tapi Kuroko kaget karena mendengar perkataan 'Roh jahat yang aneh' dari mulut Midorima.

Kise mendengar percakapan di belakang langsung menoleh kebelakang. "Jangan ngomong terus terang dong-ssu…Kan kasihan Kurokocchi" Kata Kise yang langsung bisik-bisik ke Kuroko tapi dapat di dengar oleh Midorima "Jangan dipikirkan ya..Dia sirik padamu, karena gak bisa berkomunikasi dengan roh..Maklumlah, masih anak-anak-ssu" Bisik Kise dengan perkataan yang mengejek tapi dapat di dengar oleh Midorima.

"Otakmu itu yang kaya anak-anak" Balas Midorima.

"Apa maksudmu" Protes Kise sambil berteriak sampai dia di lempar kapur oleh senseinya.

"Terjemahkan halaman 16" Perintah sensei.

"Ba-baik sensei..Eh long long ago…Ago yang sangat panjang…" Kata Kise yang sedang menterjemahkan —tapi artinya salah—

Bletakkkk

Kise langsung di lempar penghapus dari sensei dan di lempar buku dari Midorima.

"Bukan itu artinya bodoh" Marah sensei.

"Si bodoh itu memang bikin malu" Tambah Midorima.

"Sensei, Kise-kun pingsan" Kata siswi 1.

"Kubur saja di halaman depan" Marah sensei.

"Kupikir aku bisa berdiskusi kalau bertemu dengan orang yang juga bisa melihat roh..Tapi sepertinya tidak mungkin malah membuatku makin khawatir saja" Batin Kuroko yang hanya menghela nafas melihat kejadian itu di kelasnya dari tadi Kuroko gak memberi komentar apa-apa hanya diam saja.

"Kata Kise-kun, kemarin wajahku berbeda sekali…Apa benar aku di rasuki makhluk aneh…" Batin Kuroko sambil menghela nafas. Midorima yang melihat Kuroko menghela nafas terus langsung menlanjutkan persoalan tadi.

"Waktu itu kau dirasuki roh, kan? Tapi aku sempat melihatnya melindungimu dari roh lain..Mungkin dia sejenis roh pelindung…Roh yang melindungimu, jadi kau tidak perlu takut-nanodayo" Kata Midorima yang entah kenapa menjadi perhatian kepada Kuroko—entahlah hanya Midorima dan Tuhan yang tau—yang membuat Kuroko menoleh ke belakang.

"Apa?" Tanya Midorima.

"Ti-tidak apa-apa" Jawab Kuroko. "Melindungiku? Jangan-jangan Midorima-kun hanya ingin menenangkan hatiku" Batin Kuroko yang langsung pindah perhatian ke arah senseinya dan memulai belajar lagi.

Saat Kegiatan Klub Berlangsung

"Sebal aku betul-betul sebal" Kata seorang siswi yang memiliki rambut hitam sebahu bernama Hanamaki Mei.

"Selama pelajaran dia nempel-nempel terus sama Kise! Terus kalau menoleh kebelakang langsung hadap-hadapan dengan Midorima! Benci! Kuroko Tetsuna bikin aku jengkel" Kata Hanamaki yang sedang marah sambil meremas ganggang raket.

"Hari ini akan kubuat dia memungut bola terus! Bolanya akan aku smash jauh-jauh" Tambah Hanamaki yang terus mengayuh raketnya.

"Tunggu sebentar Hanamaki…Dia sedang memungut bola bersama Kise" Kata salah satu temannya yang memberitahu kepada Hanamaki.

"APA?!" Teriak Hanamaki kaget.

# Ayo kita liat apa yang sedang dilakukan oleh Kuroko dan Kise #

"Tunggu Kise-kun!" Teriak Kuroko yang sedang berusaha menjauh dari Kise tapi Kise tidak mau melepaskan Kuroko karena dia sedang menarik rok olahraga tenis yang sedang di pakai oleh Kuroko sambil jongkok.

"Gak apa-apa..Ayo, berubah wujud lagi! Aku ingin bertemu dengan kakak cantik itu-ssu" Kata Kise yang sedang memohon sambil terus menarik rok Kuroko—ternyata ingin ketemu Tetsuna toh—

"Aku gak bisa berubah wujud" Kata Kuroko yang masih berusaha melepaskan dari cengkraman Kise.

"Aku sudah dengar kok..Ada roh yang melindungimu..Roh itu hebat berbeda dengan roh yang kulihat selama ini-ssu….Rambutnya merah kaya darah terus panjang halus, badannya langsing, wangi banget lagi kaya wangi mint beda banget dengan Kurokocchi-ssu…Lagi pula dia sangat cantik" Kata Kise dengan panjang lebar yang terus membedakan antara Kuroko dengan roh pelindung.

"Mungkin dia sembunyi di dalam? Halo, kakak roh pelindung? Kakak ada di dalam?" Kata Kise yang mengarah pandangannya ke arah dada Kuroko—yaampun Kise kok kamu mesum sih—

"Dia tidak akan keluar lagi! Kemarin itu kan kasus khusus!" Jawab Kuroko yang akhirnya lepas dari cengkraman Kise.

"Kenapa?Kenapa?Kenapa?" Tanya Kise yang masih bersikeras ingin ketemu dengan roh pelindung.

"Habis selama ini roh itu tidak pernah muncul kan? Dulu kakekku yang berada di kampung pernah berkata 'Kau dilindungi oleh orang yang sangat kuat' begitu kata kakekku" Jawab Kuroko.

"Berarti itu dia kakak yang kemarin" Kata Kise yang langsung mengacungkan jarinya.

"Tapi kenapa dia gak pernah muncul sebelumnya? Pasti kemarin dia meminjamkan kekuatannya kepadaku…Sudah kupikir berkali-kali, tapi dia menyelamatkan roh gadis itu" Jelas Kuroko yang memberi kesimpulan kepada Kise.

"Menyelamatkan? Bukannya kau yang ingin melakukannya?" Tanya Kise lagi.

"Bukan aku yang melakukannya, aku hanya merasakan betapa berat penderitaannya kadang-kadang aku bisa memahami perasaan roh" Jawab Kuroko.

"Tapi Kurokocchi hebat, bisa berubah wujud!" Kata Kise yang membuat Kuroko kaget.

"Pasti ada alasan kenapa roh tidak bisa kembali ke alam baka…Banyak roh yang tidak bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata…Itu sebabnya, harus ada seorang yang bisa memahami mereka…Hebat donk seharusnya Kurokocchi senangkan-ssu" Kata Kise yang membuat hati Kuroko tenang dan senang dengan perkataan Kise. Tanpa Kuroko sadari dia tersenyum begitu tulus walaupun hanya beberapa detik tapi kise melihat senyuman Kuroko.

Pulang Sekolah

"Sudah ya Kuroko" Kata Hanamaki yang langsung meninggalkan Kuroko di ruang klub.

"Sungguh malang nasibmu, harus membersihkan ruang klub sendirian! Pasti pulang kemalaman" Kata salah satu teman klub tenis.

"Salahmu sendiri! Siapa suruh keganjenan nempel-nempel cowo terus?! Di dalam kelas lah! Di lapangan olahraga lah! Peluk-pelukan dan tarik-tarikan dengan Kise bikin kami mual tau" Kata Hanamaki yang marah-marah ke Kuroko kalau temannya hanya melihat dari belakang Hanamaki.

"Tapi kenapa aku disuruh piket sendirian?" Tanya Kuroko.

"Pokoknya jangan sampai ada debu yang tertinggal" Kata Hanamaki yang langsung menutup pintu ruang klub dan meninggalkan Kuroko sendirian.

"Apa boleh buat kerja dulu baru bisa pulang" Batin Kuroko yang langsung mengganti baju olehraga dengan baju seragam baru Kuroko selesai memakai rok seragam tiba-tiba ada roh yang datang menghampiri Kuroko.

# Sementara itu, di depan gerbang sekolah #

"Kurokocchi lama sekali…Nanti minta tolong lagi sama si kakak ah" Batin Kise yang sedang ngarep ingin ketemu dengan roh pelindung milik Kuroko.

"Roh penasaran mana pun boleh muncul supaya aku bisa bertemu kakak yang cantik itu dan bisa berdua dengannya-ssu! Hei, sayang! You miss me?" Kata Kise yang sok-sok'an pake padahal tadi gak bisa menerjemah .

"Moshi moshi, satpam sekolah di depan gerbang ada orang bodoh-noday" Kata Midorima yang pura-pura menelpon satpam sekolah tapi tidak di hiraukan oleh Kise.

"Midorimacchi, kau ingin bertemu lagi dengan kakak cantik itu kan?" Tanya Kise.

"Aku tidak mengerti apa maksudmu…Dia itu roh, tidak bisa diajak main-main" Jawab Midorima gak tertarik.

"Tapi dia kan cantik, kau pasti sependapat…AH! Gawat jangan sampai dia muncul di depanmu selagi aku tidak ada-ssu" Kata Kise yang tiba-tiba panik dan langsung mengepalkan tangannya. Midorima yang mendengarnya langsung… Buk Bak Buk

Kise langsung di gebukin oleh Midorima dengan bukunya yang super tebal.

"Kau main-main saja sendiri, aku sedang sibuk-nanodayo" Kata Midorima yang langsung memasukan buku yang dia pake untuk gebukin Kise kedalam tas.

"Kenapa sih aku jadi korban penganiayaan terus-ssu" Kata Kise yang langsung meratapi nasibnya yang selalu di gebukin Midorima.

Midorima langsung berhentik sejenak dan langsung menoleh ke arah Kise untuk memberi tau sesuatu "Oh ya, kau sedang menunggu Kuroko Tetsuna? Tadi dia masuk keruang klub, mungkin bersama para roh penasaran-nanodayo" Kata Midorima yang langsung pergi.

"Apa?!pasti dia sudah berubah, aku pengen ketemu kakak cantik….Kenapa kau tetap mau pulang-ssu?" Kata Kise yang bersiap untuk berlari ke arah ruang klub.

"Aku harus memberi makan kucingku" Jawab Midorima tapi Kise tidak menghiraukan alasan Midorima karena Kise langsung menarik baju Midorima untuk ke ruang klub walaupun dia sempat mendengar Midorima protes.

# Kita balik lagi ke ruang klub #

"Ah…Dia melihatku? Kenapa? Dia mengatakan sesuatu tapi gak kedengaran" Batin Kuroko yang langsung mundur karena roh itu ingin menyerang Kuroko tapi dia langsung di tolong oleh Kise dan langsung membakar roh itu.

"Ki-Kise-kun" Kata Kuroko yang sedang terkejut.

"Kurokocchi daijoubo? Aku datang tepat pada waktunya" Kata Kise dengan setia memasang wajah tersenyumnya.

"I-iya arigatou" Kata Kuroko dan tiba-tiba "Hah?! Kecil" Kata Kise yang melihat dada Kuroko dan Kise langsung di lempar beberapa raket dan bola tenis oleh Kuroko—yaiyalah gimana gak marah coba si Kuroko kan belum beres pake baju—dengan mulusnya Kise terjatuh dengan 3 benjolan di kepalanya dan Midorima yang melihat kejadian itu hanya sweatdropp ria sedangkan Kuroko langsung menutup pintu dan mengunci pintunya agar Kise gak sembarangan masuk lagi.

"Hei! Kurokocchi, kenapa pintunya di kunci sih? Kau bisa terbunuh-ssu" Kata Kise yang langsung mengedor-ngedor pintu ruang klub.

"Sepertinya dia lebih suka bersama arwah penasaran itu" Kata Midorima yang sedang membetulkan kacamatanya yang turun beberapa cm. Midorima langsung mengeluarkan botol air dan langsung memasukkan air lewat celah-celah bawah pintu untuk melindungi Kuroko.

"Kurokocchi, buka pintunya-ssu" Kata Kise yang masih setia mengedor pintu agar Kuroko membuka pintu.

"Huh…Merepotkan saja, roh ini membuat susah orang…Gentayangan dalam jangka waktu yang lama hanya mendatangkan masalah pada manusia yang masih hidup, kalau dia tidak mau diajak bicara baik-baik yasudah, aku tidak bisa membantunya masuk ke alam baka-nanodayo" Kata Midorima yang entah kenapa nadanya nada meremehkan.

"Urusai, biar kubakar saja dia! Tapi apa betul kakak cantik yang kemarin itu roh pelindung? Kenapa kali ini dia diam saja" Kata Kise yang masih ngarep untuk ketemu si roh pelindung. Akhirnya Kuroko keluar juga dari ruangan itu tapi masih wujud Kuroko yang asli sepertinya doa Kise gak dikabulkan.

"Tolong….Sampai kapan….Sampai kapan aku harus begini? Tolong…Tolong" Kata roh itu yang pasti hanya Kuroko yang mendengar perkataan roh itu. Ternyata roh itu hanya ingin meminta tolong saja, tapi Kise dan Midorima menganggap kalau roh itu hanya ingin menyerang Kuroko. Midorima langsung menarik Kuroko hingga mereka berdua jatuh terduduk dan Midorima menahan punggung Kuroko agar Kuroko gak jatuh terlentang, sedangkan Kise langsung maju dan langsung membakar roh itu, tapi…

"Hentikan" Tiba-tiba Kise langsung berhenti dan menoleh ke arah Kuroko begitu juga dengan Midorima tapi kalau di liat wajah Midorima sangat dekat dengan wajah Kuroko hanya beberapa cm.

"Tadi aku bisa merasakan pikiran roh itu…Dia tidak tau kenapa dia harus mati dan gentayangan, sepertinya dia tidak bermaksud menyerah kita…Dia Cuma ingin mencari orang yang bisa menolongnya" Sepertinya itu bukan Kuroko karena dari cara bicara sangat berbeda dan Kuroko langsung berubah menjadi Tetsuna sang roh pelindung, sedangkan Midorima langsung membelakkan matanya karena dia langsung melihat wajah Tetsuna dengan mata heterochromnya entah kenapa Midorima terpesona dengan kecantikan dan mata Tetsuna—Bayangkan pemirsa wajah Midorima sangat dekat dengan wajah Tetsuna sang roh pelindung makanya Midorima terpesona xD—

"Jadi, minggirlah Ryota biarkan aku yang melakukannya" Perintah Tetsuna dan langsung berdiri dan menghampiri roh itu.

"Kemarin aku melihatnya….Dia berada di langit-langit ruangan, sepertinya dia tidak tau cara untuk pulang ke alam baka, itu sebabnya dia minta bantuanku…Mudah saja, pasang matamu baik-baik dan lihat seberkas cahaya di atas sana! Kau sudah bisa melihatnya? Aku adalah rembulanmu" Jelas Tetsuna sambil menuntun roh itu untuk pulang ke alam baka.

"Ah…Aku melihatnya…Terima kasih" Kata roh itu yang langsung menghilang dengan cahayanya. Kise yang sedang terkagum-kagum langsung menoleh ke Midorima yang sedang memasang wajah yang sedang jatuh cinta.

"Midorimacchi! Ketahuan nih ye? Kamu jatuh cinta ya?" Goda Kise dan langsung di lenpar tas oleh Midorima untungnya Kise langsung menunduk dan berlindung ke belakang Tetsuna.

"Tolong kak! Eh….Siapa nama kakak?" Tanya Kise yang masih berlindung di belakang Tetsuna.

"Apa katamu? Aku ini Tetsuna" Jawab Tetsuna membuat Kise dan Midorima terkejut.

"Sekarang aku mengerti…Memang benar, ada roh yang melindungiku…Dialah yang memberiku kekuatan…Wujud ini, pasti karena kekuatan rohnya" Jelas Tetsuna.

"Jadi, kau betul-betul roh pelindung?" Tanya Midorima dan Tetsuna hanya membalas dengan anggukan kepala saja.

"Cara bicaramu berbeda dengan Kurokocchi yang asli…Apa itu pengaruh kekuatan roh juga?" Tanya Kise.

"Iya, tapi kalau aku lagi wujud ini kau bisa memanggilku Tetsuna" Jawab Tetsuna dan memberitahu agar memanggilnya Tetsuna agar tidak kebalik dengan roh pelindung dan Kuroko yang asli.

"Kalau begitu, kalau kupeluk begini…sedekat ini apa reaksimu" Kata Kise langsung memeluk Tetsuna dari belakang tiba-tiba Plaaaaakkkk Kise langsung kena tamparan dari Tetsuna, sedangkan Midorima kaget dengan kejadian Kise di tampar oleh Tetsuna.

"Ini reaksiku! Ternyata kau benar-benar nekad…Wahai! Cowo mesum…Kubuat kau mati tanpa kubur" Marah Tetsuna yang langsung menghajar Kise.

"Tolong, Midorimacchi…Aku lagi dibantai" Kata Kise yang meminta bantuan kepada Midorima tapi Midorima hanya sweatdopp ria dan tidak mau ikut-ikutan.

"Ini juga pengaruh kekuatan roh, seperti apa sifat roh pelindung itu…Aku jadi penasaran, tapi baguslah Kuroko Tetsuna sekarang kau tau, perubahan wujudmu bukan karena roh jahat, tapi karena roh pelindung" Batin Midorima yang masih menonton Kise yang di gebukin oleh Tetsuna hanya beberapa detik kemudian Tetsuna kembali menjadi Kuroko. Kuroko langsung berhenti dan kaget melihat Kise sudah babak belur karena di hajar oleh Tetsuna.

"Meskipun wataknya sangat berangasan" Lanjut Midorima sambil mengangkat bahunya.

"Hampir membunuh orang nih" Kata Kise dengan wajah yang babak belur.

Karena dengan kejadian itu, sepertinya Kuroko masih belum bisa tenang dengan perubahan wujudnya.


TBC


Jangan lupa review