Pairing : Kise x Fem!Kuroko x Midorima x Fem!Akashi

Disclaimer : Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi

Genre : Romance dan Supernatural

Rate : T

Warning : AU dan OOC

Note : "…" (Bicara biasa)

"…." (Bicara dalam hati)

"…." (Setan,Roh, dll yang bicara)

"Kuroko" Wujud asli

"Tetsuna" Roh Pelindung

Summary : Kuroko Tetsuna mampu melihat roh-roh halus. Awalnya Kuroko takut dan bingung. Tapi, ditemani oleh dua cowok cakep, Kise Ryota dan Midorima Shintaro, Kuroko mulai berani menghadapi petualangannya. Suatu hari datang roh penasaran mengincar Kuroko membuatnya berubah wujud menjadi gadis cantik yang ternyata roh pelindung. Ah, Kise tidak bisa melepaskan pandanganya.


Di Pagi hari

Seperti biasa Kuroko pergi sekolah dari rumah ke stasiun dan dari stasiun ke sekolah tapi kali ini Kuroko tidak berangkat bareng dengan Kise—entahlah hanya Kise dan Tuhan yang tau / gak nyambung—tapi dibalik tiang rambu lalu linta ada seseorang tidak bisa dibilang roh yang sedang berdiri sambil memandangi Kuroko sambil tersenyum genit dan mesum.

"Heheheh…Ada roh cantik" dan roh tersebut langsung hilang dengan angin, Kuroko yang merasakan kehadiran roh itu tiba-tiba merinding dan langsung berhenti di dekat tiang rambu lalu lintas.

"Tadi kok aku merinding? Apa cuma perasaanku saja, ya sudahlah gak usah di pedulikan" Batin Kuroko yang langsung melanjutkan perjalanannya ke sekolah. Sampainya disekolah Kuroko langsung menuju kelasnya dan menemukan Midorima sedang menghapus tulisan di papan tulis. Kuroko pun langsung menghampiri Midorima dan bertanya "Midorima-kun apa kau tau jalan stasiun sampai sekolah?" Tanya Kuroko.

"Di jalan…Dari stasiun sampai sekolah-nodayo?" Tanya balik Midorima yang masih menghapus papan tulis dan tidak menoleh kepada Kuroko.

"Iya, aku merasa sepertinya ada roh di sana…Apa kau tak pernah melihatnya, Midorima-kun?" Pertanyaan Kuroko membuat Midorima menghentikan aktivitasnya tanpa menengok ke Kuroko.

"Pernah tapi yang mana? Kau Cuma merasakan satu arwah saja,ya-nodayo? Ternyata kau lebih lamban dari yang kukira..Disana ada banyak sekali roh penasaran-nodayo…Roh yang tidak punya kepala dan ada juga roh yang cuma punya kepala-nanodayo" Kata Midorima sambil menoleh ke arah Kuroko sambil memasang muka yang menyeramkan yang buat Kuroko takut dan Midorima langsung menoleh ke arah papan tulis dan menggambar sesuatu.

"Sini ya, kugambarkan dimana saja posisi mereka-nodayo" Kata Midorima sambil menggambar peta dan menandai letak para roh.

"Tidak usah!" Teriak Kuroko dang langsung menghapus peta yang di gambar oleh Midorima "Aaaahhh seharusnya aku tidak usah tanya-tanya Midorima-kun!" Batin Kuroko yang menyesal karena bertanya kepada Midorima.

"Hei, Midorimacchi ngerjain Kurokocchi lagi-ssu! Dia pasti ketakutan! Kasihan kan-ssu" Kata Kise yang tiba-tiba datang dan langsung mengambil penghapus di tangan Kuroko tapi sebenarnya Kise memegang tangan Kuroko sebelum mengambil penghapus di tangan Kuroko dan si pemilik tangan langsung blushing.

"Justru itu asyiknya-nanodayo" Kata Midorima .

"Midorimacchi memang menyebalkan, tapi tenang saja Kurokocchi…Aku akan selalu melindungimu-ssu" Kata Kise dengan PD nya tanpa di sadari Kise, Kuroko langsung berjalan dan bersembunyi di belakang Hanamaki sedangkan Midorima hanya melihat tinggah Kuroko.

"Lho, kok pergi-ssu?!" Tanya Kise yang kaget melihat Kuroko tiba-tiba pergi begitu saja.

"Lho, kenapa bersembunyi di belakangku! Kuroko!" Kesal Hanamaki.

"Aku tidak tau harus bagaimana lagi…Sejak saat itu, aku tidak berani lagi memandang Kise-kun…Apa aku ini betul-betul suka Kise-kun? Mana mungkin aku menyukai orang seperti dia…Waktu itu, aku bahagia sekali…Karena dia bersikap baik pada diriku apa adanya" Batin Kuroko yang panjang lebar sambil blushing sedangkan Hanamaki hanya memandangi Kuroko.

"Kuroko, kau sana jauh-jauh, mau apa sih" Marah Hanamaki sambil menjauhkan Kuroko dari dirinya sedangkan Midorima hanya memandangi Kuroko dengan diam.

Pada Saat Pelajaran Dimulai

"Sensei kembalikan hasil ulangan kalian" Kata Sensei sambil mengambil dua lembar jawaban dan menyebut nama muridnya dengan hasil nilai.

"Nilai tertinggi, Kise Ryota dengan angka 100!" Murid-murid lain langsung ber-wow-ria sedangkan Kise hanya senyam-senyum kaya orang gila—Misakicchi di lempar—"Nilai terendah, Midorima Shintaro dengan angka 0" Murid-murid lain langsung kaget berjamaah karena si jenius Midorima mendaparkan nilai 0 sedangkan Midorima hanya diam saja.

"Tapi…Ada kesalahan tulis nama yang mencurigakan disini!" Kata Sensei yang membuat seisi kelas kaget berjamaah, tiba-tiba Plakkkk Midorima langsung melempar bukunya kearah Kise.

"Jangan ngawur, Kise-san!" Marah Sensei.

"Enak saja mengganti nama orang-nodayo" Marah Midorima.

"Cih ketahuan-ssu" Kesal Kise bahwa dirinya yang melakukan ganti nama sedangkan Kuroko hanya menundukkan kepalanya agar gak kena lemparan dari Midorima.

"Habis, aku ketiduran waktu ujian-ssu" Kata Kise sambil mencari alasan.

"Makanya kau langsung mengganti nama orang, hah!" Marah Midorima sambil melempar bukunya lagi.

"Tidak mungkin…tidak mungkin aku bisa suka cowo seperti dia" Batin Kuroko sweatdroop ria.

"Ah, begitu saja marah-ssu" Kata Kise tapi Midorima tidak memperdulikan Kise dia terus melempar buku-bukunya yang terakhir tasnya yang ikut serta dengan mulus Kise mendapatkan 5 benjol di kepalanya.

"Kok marahnya sampai segitunya-ssu" Kata Kise sambil memegang kepalanya yang benjol.

"Karena kau memang menyebalkan! Apa pun yang kau lakukan selalu membuatku marah-nanodayo" Kata Midorima yang masih marah.

"Apa katamu!" Kata Kise yang ikut-ikutan marah. Sensei mulai kesal melihat tingkah kedua muridnya yang selalu saja berantem.

"Kise-san! Kau harus menulis ulang lembar jawabanmu hari ini! Tidak boleh pulang sebelum selesai! Dan Midorima-san! Kau dihukum karena berkelahi! Awasi Kise-san, jangan sampai dia kabur!" Perintah sensei yang membuat si tersangka langsung berteriak.

"Apa-ssu/nanodayo" Teriak keduanya.

Pulang Sekolah

Bel telah berbunyi dan murid pun langsung berhamburan keluar kelas untuk pulang sedangkan Kise dan Midorima yang masih didalam kelas karena mendapatkan tugas dari senseinya. Kise sedang melamun melihat soalnya sedangkan Midorima hanya mengawasi Kise agar tidak kabur.

"Dasar kenapa aku harus mengawasi si ngawur ini-nodayo" Kata Midorima yang meratapi nasibnya karena harus mengawasi Kise, sedangkan Kise sedang celingak celinguk untuk kabur. Ketika sudah tepat Kise langsung berdiri dan berlari Hup Kise tertangkap oleh tali Midorima yang entah darimana dia dapatkan itu tali, sedangkan Kise hanya terbatuk-batuk karena tercekik oleh tali Midorima.

"Mau kabur! Cepat kerjakan!" Perintah Midorima sambil menyerahkan lembar soal ke Kise. Kise langsung menyalakan kekuatan roh apinya di tangan kirinya.

"Urusai! Aku tidak bisa belajar! Aku mau pulang! Kalau kau berusaha menghentikanku…" Kise tidak melanjutkan perkataannya karena Midorima sudah siap dengan botol air yang besar untuk menyerang Kise, sedangkan Kise keliatan berkeringat dingin karena dirinya pasti kalah oleh airnya Midorima karena dia api—jadi api pasti kalah oleh air xD—Kuroko yang sudah siap-siap untuk pulang langsung sweatdroop ria karena melihat pertengkaran Midorima dengan Kise. Kuroko tidak memperdulikan mereka dan dia langsung pergi keluar dan meninggalkan mereka berdua di kelas.

"Cerita Midorima-kun yang menyeramkan membuat aku jadi takut…Cari jalan lain saja deh" Batin Kuroko yang sedang mencari jalan pintas untuk pulang.

"Aaaahhh cantiknya" Kuroko mendengar sesuatu dan langsung celingak celinguk untuk mencari asal suara itu "Eh lagi-lagi aku mendengar suara itu" Tiba-tiba Kuroko langsung melihat ada roh yang sedang berdiri di atas atap dan roh tersebut langsung menghilang dengan angin.

"Ah jangan-jangan roh tadi pagi? Dia mengikutiku sampai ke sini? Ke-kenapa?" Batin Kuroko yang sedang bertanya dan dia langsung balik ke kelas untuk minta tolong kepada Midorima dan Kise. Kuroko langsung melihat Midorima yang sedang mengoceh maksudnya sedang menjelaskan untuk mengerjakan soal matematika, sedangkan Kise hanya menutup telinganya.

"Gyaaaa! Kepalaku pusing mendengar ocehanmu" Kata Kise sambil menutup telinganya karena pusing mendengar ocehan Midorima, sedangkan Kuroko "Sepertinya ini bukan saat yang tepat untuk meminta tolong" Batin Kuroko langsung meninggalkan kelasnya.

"Tapi dulu ada roh yang mendekatiku untuk minta tolong…Jangan-jangan, yang ini juga sama?" Batin Kuroko yang tanpa pikir panjang Kuroko langsung menuju atap sekolah.

Sesampainya di atap Kuroko sedang mencari roh tadi yang dia lihat.

"Ya..Kau cantik sekali" Kuroko langsung mendengar suara roh tersebut yang ternyata suara laki-laki. "Aku bisa melihat betapa cantiknya dirimu…Di dalam tubuh gadis kecil itu" "Di dalam tubuhku? Maksudnya roh pelindungku" Batin Kuroko yang terus mencari roh itu tiba-tiba Kuroko merasakan kakinya di peluk oleh seseorang.

"Kau tipe kesukaanku" Yang ternyata roh tersebut yang tiba-tiba muncul yang sedang memeluk kaki Kuroko. Kuroko langsung kaget dan berteriak dengan ajaibnya Kuroko langsung berubah menjadi Tetsuna dan Bruuuuk Tetsuna langsung meninju roh tersebut.

"Apa yang kau lakukan hah! Dasar roh mesum" Kesal Tetsuna dengan di kelilingi aura hitamnya sedangkan roh mesum itu tidak mempedulikan aura sekeliling Tetsuna.

"Wahhh…Sudah kuduga kau memang cantik sekali…Ah senangnya, kau mau keluar untukku..Nona manis" Kata roh mesum itu sambil membetulkan kacamatanya.

"Aku baru saja mati tadi pagi…Waktu jalan-jalan tadi, aku sempat melihatmu…Aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama..Ternyata tidak ada ruginya mati, kalau bisa bertemu cewe secantik dirimu…Bagaimana mau pacaran denganku? Sampai kita bisa pulang ke alam baka" Kata roh itu sambil memegang tekuk lehernya sambil malu-malu sedangkan Tetsuna sudah kesal karena kelakuan roh itu.

"Kukira ada roh yang harus ditolong ternyata malah arwah konyol dan mesum" "Pulang saja sendiri..Terserah kau mau bilang apa…Membuang waktuku saja" Kata Tetsuna sambil meninggalkan roh itu dan ketika Tetsuna membalikan badannya dia langsung menabrak sesuatu yang ternyata roh itu telah berpindah tempat dan pasti di depan Tetsuna.

"Tidak bisa…Tidak akan kubiarkan kau pergi dari hadapanku" Kata Roh itu sepertinya dia tidak merasakan kalau Tetsuna sudah marah dan aura hitamnya semakin besar sedangkan roh itu ingin memeluk ketika di peluk roh itu hanya memeluk angin dan ternyata Tetsuna sudah kembali menjadi Kuroko dan pendek.

"Sudah kubilang, kau tidak akan kulepaskan…Ayo, keluarlah sekali lagi…Ayo, keluar dari tubuh itu!" Roh itu langsung mengejar Kuroko sedangkan Kuroko langsung berlari dan menuju kelas untuk meminta pertolongan.

Sementara itu, di kelas.

"Jangan pura-pura mati-nodayo…Cepat kerjakan, Kise" Kata Midorima sambil membaca bukunya.

"Aku serius nih, sudah sekarat-ssu! Otakku meledak-ssu" Kata Kise dengan kata yang lebaynya.

"Kau tinggal menyalin jawabanku-nanodayo" "Biar Cuma segitu, tetap saja susah bagiku! Jawabanmu terlalu ajaib!" Kata Kise sambil mengebrak mejanya dengan kesal.

"Hei, Kise! Kau lagi menyukai seseorang?" Tanya Midorima gak nyambung.

"Hah?" Kise hanya menaruh kepalanya di meja.

"Ada tidak?" Tanya Midorima lagi.

"Kau kan tau…Memang ada tapi sudah 'tidak ada'." Jawab Kise. Di kelas langsung hening tiba-tiba mereka mendengar suara Kuroko yang sedang meminta bantuan.

"Tolong! Kise-kun! Midorima-kun" Teriak Kuroko. Kise langsung menarik Kuroko kedalam kelas sedangkan Midorima langsung mengambil vas bunga dan menyiram air untuk dijadikan sekat pembatas. Roh tersebut langsung tidak bisa masuk karena sekat pembatas yang dibuat Midorima.

"Apa ini? Aku tidak bisa masuk…Apa yang kau lakukan bersama bocah-bocah itu! Ayo keluar" Kata roh itu yang sedang berusaha supaya bisa masuk.

"Hhhmmm, roh yang penuh semangat-nodayo" Kata Midorima sambil memerhatikan roh itu.

"Daijoubo, Kurokocchi?" Tanya Kise dan Kuroko hanya menganggukan kepalanya sambil ngos-ngosan.

"Lho! Kenapa kau tidak berubah wujud-ssu?" Tanya Kise yang sedang kebingungan.

"Tadi sempat berubah, tapi balik lagi ke wujud semula.." Jawab Kuroko.

"Kenapa-ssu?" Tanya Kise lagi.

"Gak tau, tapi kayaknya karena roh itu" Jawab Kuroko lagi.

"Keluar lah, roh cantik…Ayo sini, biar kusayang-sayang" Kata roh itu dengan nada yang genit yang membuat Kise kesal.

"Apa maumu, om-om mesum?" Tanya Kise-Dia gak sadah bahwa dia juga mesum-

"Memangnya kenapa?" "Padahal akhir-akhir ini aku tidak pernah menyentuhnya!" Kata Kise dengan gaya nangis buayanya.

"Kise-kun" Kesal Kuroko. Bletak! Kise langsung di pukul dengan botol air Midorima dan seperti Kise melihat aura hitam di sekeliling Midorima. Midorima langsung keluar kelas menghampiri roh itu.

"Hei, yang kupanggil bukan kau" Midorima tidak memperdulikan perkataan roh itu dan Midorima langsung menyiram lantai dengan air tiba-tiba BYAAARRRRR Air Midorima tiba-tiba meledak dan membuat roh itu kaget setengah mati. Midorima terus menerus menyiram airnya dengan kekuatan rohnya yang membuat airnya meledak sedangkan roh itu hanya berteriak dan berusaha menghindari dari ledakkan air itu.

"Aku bisa menghajar roh apa pun dengan media air ini…Apa kau mau mati sekali lagi-nodayo?" Kata Midorima dengan aura hitam yang semakin besar.

"Hentikan…Jangan…Gyaaaa..Aku bisa mati lagi!" Teriak roh itu—Misaki:Midorima-kun JEALOUS #sambil teriak / Midorima:Urusaiii Misaki..kau mau juga seperti dia / Misaki:Gomenasai #langsung kabur—Kuroko melihat tingkah Midorima yang tiba-tiba menjadi marah karena roh itu mengicar Tetsuna.

"Betul kau baik-baik saja, Kurokocchi?" Tanya Kise.

"Eh, iya" Jawab Kuroko.

"Bagus kalau begitu-ssu" Kata Kise dengan senyumnya membuat Kuroko blushing "Duh, kenapa mukaku jadi panas begini!...Padahal aku tau persis, Kise-kun pasti akan bilang begitu pada semua cewe! Dia memang bermulut manis" Batin Kuroko sambil menutup mukanya untuk menyembunyikan mukanya yang memerah.

"Tapi roh itu kenapa ya? Kok bisa berada di sekolah-ssu?" Tanya Kise sambil menggosok tekuk lehernya.

"Ah, tadi…Ternyata dia mengikutiku sampai kesini…Lalu masuk kesekolah dan pergi ke atap…Dari sana ia mengawasiku…Mendengar suaranya aku pun pergi ke atap sekolah…Ternyata dia roh yang sangat aneh" Jawab Kuroko yang entah kenapa Kise langsung membelakkan matanya dan langsung memegang bahu Kuroko.

"Kenapa kau sendirian" Kata Kise yang sedikit ada nada marah.

"Kise-kun" "Kenapa kau tidak mengatakannya! Padahal kau tidak tau arwah jahat seperti apa yang mengancammu! Bagaimana kalau dia sampai…"

PLAAAKKKK perkataan Kise langsung terpotong karena Midorima menampar Kise "Kise..Tenanglah" Kata Midorima yang langsung menyadarkan Kise yang hampir marah kepada Kuroko yang tidak tau apa-apa sedangkan Kuroko, dia hanya menatap Kise dan diam karena dia tidak tau apa-apa kenapa Kise sampai marah karena Kuroko pergi ke atap sendirian. Kise langsung mengambil tas dan pergi meninggalkan Midorima dan Kuroko di kelas.

"Lebih baik kita pulang biar ku antar kau sampai pulang-nanodayo" Tawar Midorima.

"Eh, ha'i…Oh ya, aku berterima kasih sudah menolongku tadi" Kata Kuroko sambil membungkukkan badannya.

"Tidak usah sungkan-sungkan…Roh itu Cuma kabur saja…Kalau dia datang lagi, kau harus berjuang sendiri-nanodayo" Kata Midorima sambil menatap layar hp nya sedangkan Kuroko hanya ber-eh-ria saja.

"Aku dapat SMS dari Kise…Katanya gomen-nodayo" Kata Midorima yang langsung memasukkan hp nya ke saku celananya.

"Midorima-kun, boleh aku bertanya? Kenapa Kise begitu marah tadi?" Tanya Kuroko yang masih ingat kejadian tadi.

"Dia tidak marah, nodayo…Tapi, dia cuma ingat kejadian masa lalu…Saat SMP dulu, ada seseorang yang di tarik roh jahat sampai jatuh dari atap dan mati-nodayo…Kise mencintai orang itu…Sampai sekarang, dia masih mengenangnya-nanodayo" Jawab Midorima yang entah kenapa Kuroko menjadi sedih dan kecewa mendengar cerita tentang kisah cinta Kise yang mencintai orang itu tapi di tarik oleh roh jahat sampai mati.

"Itu sebabnya waktu itu dia marah sekali…Langsung menumpas roh yang ingin membunuh manusia dengan alasan kesepian, ternyata ada orang yang di sukai Kise-kun yang tidak pernah kukenal sebelumnya" Batin Kuroko sedih sambil memasang tampang sedih sedangkan Midorima yang melihat itu hanya diam saja.

Sementara itu, Kise sedang berdiri di atap sekolahnya dulu sepertinya dia sedang mengenang seseorang yang dia sukai dan menatap di bawah tanah dimana orang itu mati, jatuh dari atap gara-gara di tarik roh jahat.

Keesokan Hari

"Kise-san! Akhirnya kemarin kau tidak menyerahkan lembar jawabanmu! Padahal aku menunggumu" Kata sensei sambil memarahi Kise.

"Gomen sensei, aku lapar…Pulang kerumah, makan dulu-ssu…Tapi sudah kukerjakan kok, ini" Kata Kise yang memberi alasan sambil menyerahkan lembar jawabannya.

"Hah?! Sempurna?! Ini sih lembar jawaban Midorima-san" Kata sensei sambil memperlihatkan jawabannya Kise dan sensei pun memarahi Kise sedangkan Kise hanya cengar cengir saja.—Misaki hanya geleng geleng kepala saja—

Dalam keadaan apa pun, Kise tetap tersenyum. Sepertinya dia berusaha melupakan hal-hal yang telah lalu. Ternyata ada orang yang di sukai Kise, yang tidak pernah Kuroko kenal sebelumnya.


TBC


Akhirnya beres juga chap 4 ini...Oh ya Misaki ingin kasih tau bahwa chap 5 bakal update kilat dan untuk chap 6 dan seterusnya Misaki bakal lama update nya di karenakan Misaki akan melaksanakan UN jadi kalian yang menunggu lanjutannya harap bersabar dulu tunggu Misaki sampai beres UN ya…

Jangan lupa Reviews