Pairing : Kise x Fem!Kuroko x Midorima x Fem!Akashi
Disclaimer : Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi
Genre : Romance dan Supernatural
Rate : T
Warning : AU dan OOC
Note : "…" (Bicara biasa)
"…." (Bicara dalam hati)
"…." (Setan,Roh, dll yang bicara)
"Kuroko" Wujud asli
"Tetsuna" Roh Pelindung
Summary : Kuroko Tetsuna mampu melihat roh-roh halus. Awalnya Kuroko takut dan bingung. Tapi, ditemani oleh dua cowok cakep, Kise Ryota dan Midorima Shintaro, Kuroko mulai berani menghadapi petualangannya. Suatu hari datang roh penasaran mengincar Kuroko membuatnya berubah wujud menjadi gadis cantik yang ternyata roh pelindung. Ah, Kise tidak bisa melepaskan pandanganya.
Dipagi hari ada seorang blonde sedang berdiri di samping rambu lalu lintas sepertinya dia ingin menyebrang siapa lagi kalau bukan Kise Ryota—Misaki gak tau Kise mau kemana—Ada roh yang sedang mengelilinginya.
"Ikutlah aku…Jadilah seperti aku..Temani aku…Aku kesepian sekali…Kau bisa melihatku kan? Iya kan?" Kata roh itu sambil terus mengatakan dia kesepian tiba-tiba roh tersebut terbakar oleh api Kise.
"Terbakarlah" Kata Kise sambil meninggalkan roh yang sudah terbakar disana.
Sementara itu, di rumah Kuroko.
Kuroko sedang menyiram bunga sambil melamun sedangkan Ayahnya sedang melihatnya dengan padangan khawatir.
"Lihat, Bu! Tetsuna, dia melamun lagi…sudah dua tiga hari harini, dia begitu terus…Apa yang dipikirkannya?" Tanya sang Ayah kepada Ibu.
"Dia memang selalu melihat dengan pandangan kosong..Kadang-kadang bicara sama tembok…Bengong sendiriang saja di dalam kelas…Dia memang anak aneh" Kata sang Ibu yang entah kenapa dia gak peduli sama anaknya atau Ibu tau kalau Kuroko bisa melihat roh-roh—entahlah hanya Ibu dan Tuhan yang tau—
"Santai sekali ngomongnya" "Soalnya aku sudah biasa" Kuroko tidak memperdulikan pembicaraan orang tuanya karena dia sedang melamun. Kuroko masih kepikiran dengan cerita Midorima tentang gadis yang disukai Kise. Kuroko beda SMP dengan Kise dan Midorima, jadi Kuroko tidak tau apa-apa. Seperti apa gadis yang di sukai Kise hingga sekarang ini. Kuroko tidak bisa berhenti memikirkannya membuatnya sangat letih.
"Apa aku benar-benar menyukai Kise-kun…Tapi kalau begini..Aku patah…Patah Hati" Batin Kuroko yang langsung jatuh terduduk dan membiarkan selang mengalir terus. "Ah, menyebutkan kata patah hati saja begitu berat…Aku harus berhenti berpikir harus melupakan Kise-kun…Seandainya aku suka…Aku juga tidak tau kenapa aku bisa menyukainya…Aku pasti bisa melupakannya dalam waktu singkat…Tapi besok, aku pasti bertemu dia lagi di sekolah, gimana bisa lupa" Batin Kuroko yang semakin kacau sambil menggelengkan kepalanya sampai Ayah nya yang melihatnya hanya sweatdroop ria.
Ting Tong
Sepertinya ada tamu "Ya..Tunggu sebentar" Kata Ibu untuk membuka pintu. Beberapa detik kemudian Ibu memanggil Kuroko "Tetsuna, temanmu datang" Kata Ibu sambil berteriak memanggil anaknya.
"Eh" Hanya itu jawabannya lalu Kuroko langsung menghampiri pintu dengan dannnn…. "Hallo, Kurokocchi" Yang datang ternyata Kise bersama Midorima.
"Kise-kun, Midorima-kun! Kenapa mendadak datang ke rumahku?" Tanya Kuroko yang kaget.
"Aku mau minta bantuan..Tapi orang ini ikut-ikutan-ssu.."Kata Kise sambil menunjuk Midorima.
"Siapa yang ikut-ikutan! Akulah yang membawamu sampai kesini-nodayo!" Kata Midoriama sambil menjitak Kise.
"Pagi-pagi sekali, dia sudah bikin ribut di depan rumahku! Kalau mau mencari alamat teman sekelas, kenapa tidak lihat di daftar murid saja-nanodayo!" Kata Midorima dengan nada yang kesal.
"Daftar murid-ssu" Kata Kise sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baru ingat sekarang-nodayo" Kata Midorima sweatdroop.
"Tapi aku kan Cuma tanya alamatmu saja padanya? Dia malah mengajakku kesini…Pasti karena dia memang mau mampir ke rumah Kurokocchi-ssu" Bisik Kise tapi masih dapat di dengar oleh Midorima sedangkan Midorima langsung blushing.
"Iya kan? Bung Bengong" Kata Kise sambil menepuk pundak Midorima.
"Kurang ajar akan kubunuh dia" Batin Midorima yang telah di kelilingi aura hitam tapi Kise tidak memperdulikannya.
"Lalu, apa yang bisa kubantu?" Tanya Kuroko yang langsung mengubah topik pembicaraan.
"Datang dulu ke rumahku, yuk! Akan kujelaskan disana-ssu" Ajak Kise.
"E-ehhhhh" Hanya itu yang di jawab dari Kuroko.
Beberapa menit kemudian, sampailah di rumah Kise.
"Kenapa aku malah datang kesini? Bukannya aku sudah bertekad mau melupakannya?" Batin Kuroko menangis.
"Tadaima" Kata Kise sambil membuka pintunya.
"Ryota nii-chan" Kata Adik nya yang ke 3 yang bernama Kise Yakou.
"Sudah pulang?" Kata Adik nya yang ke 2 yang bernama Kise Tadashi.
"Okaeri" Kata seorang pria berparuh baya yang ternyata Ayah Kise dan di samping Ayah nya ada seorang perempuan yang sebaya dengan Ayah Kise yang ternyata Ibu Kise.
"Dia punya 2 adik laki-laki" Batin Kuroko sambil memerhatikan anggota keluarga Kise.
"Kubuatkan minum ya..mau minum apa" Kata Tadashi adek Kise sambil menyiamkan minuman.
"Pepsi" Kata Kise. "Beli sendiri!" Kata Tadashi dengan nada kesal. Ya gimana gak kesal dah tau Tadashi nawarin minum ke Kuroko dan Midorima malah yang ngejawab Kise. Midorima yang melihat tingkah keluarga Kise hanya menghela nafas dan Kuroko yang melihatnya langsung bertanya "Kenapa?"
"Rumah Kise memang begini..Menjalani hidup aneh dengan gaya biasa-biasa saja…Sebetulnya Ibu Kise sudah meninggal karena sakit, beberapa tahun lalu" Jelas Midorima. "Ibu Kise-kun?" Kata Kuroko dan dia pun langsung berpikir.
"Lho? Terus siapa perempuan yang di samping Ayah Kise? Jangan-jangan Ibu tiri?" Batin Kuroko yang terus berpikir siapa perempuan tadi.
"Ibu! Mana gelas buat tamu?" Tanya Tadashi kepada Ibu nya sambil melayang di udara dan menunjuk ke gelas untuk tamu. Kuroko yang melihat pun hanya diam.
Loading 10%
Loading 50%
Loading 80%
Loading 99%
Loading 100%
Kuroko langsung kaget dengan ekspresi yang tidak elit ternyata Ibu Kise menjadi roh gentayangan itu membuatnya kaget setengah mati, sedangkan Midorima hanya sweatdroop melihat Kuroko yang lola baru menyadari.
"Sini, kukenalkan. Ini Ibuku…Sdudah 3 tahun gentayangan..Kau bisa melihatnya dengan jelas kan? Sayang sekali, dia tidak bisa bicara..Beginilah dia sejak meninggal-ssu" Jelas Kise.
"Gak ngerti juga nih, kenapa gak balik ke alam baka..Kami sih tidak keberatan kalau begini terus…" Tambah sang Ayah.
"Iya, senang masih bisa bersama Ibu!" Tambah Yakou.
"Ternyata seperti ini keseharian keluarga Kise-kun" Batin Kuroko bingung sedangkan Midorima hanya memalingkan kepala nya saja.
"Tapi aku merasa ada ganjalan di hati Ibuku hingga dia tidak bisa kembali ke alam baka…Kasihan dia kalau terus-terusan terikat dengan dunia fana seperti ini" Kata Tadashi sambil menjelaskan masuksudnya kenapa Kuroko di bawa ke rumah Kise.
"Jadi kau minta tolong padaku agar membantu Ibumu naik ke alam baka? Tapi sekarang aku kan…" Panik Kuroko dan langsung di potong oleh Kise.
"Ah tidak usah berubah wujud-ssu…Kurokocchi kan mengerti perasaan roh, mungkin kau juga bisa tau apa yang mengganjal di hati Ibuku…Kalau sudah tau, kami bisa membantunya ke alam baka" Jelas Kise yang membuat Kuroko bingung apa yang harus di lakukannya.
"Cih, gaya bicaranya selangit" Kuroko langsung ber-eh-ria karena mendengar apa yang di katakan Ibu Kise hanya Kuroko yang mendengar.
"Apa? Kau sudah tau perasaannya-ssu?" Tanya Kise.
"Jutsru merekalah yang membuatku terganggu dan tidak bisa pulang ke alam baka…Semua anggota keluarga ini buaya perempuan! Semuanya! Suamiku karyawan yang maniak perempuan! Ryota murid SMU yang gila perempuan! Tadashi murid SMP pecandu perempuan! Yakou murid SD pengerjar perempuan..Mana mungkin aku membiarkan para laki-laki bangor ini bebas berkeliaran…Meskipun ajal tiba, aku tetap tidak boleh mati" Kata Ibu Kise yang langsung mengeluarkan unek-unek kepada Kuroko—Misaki hanya tepok jidat—sedangkan Kuroko yang mendengar perkataan Ibu Kise bingung harus bilang apa kemereka dan Kuroko langsung bisik-bisik ke Midorima dan Midorima hanya angguk-angguk saja.
"Terus terang saja ya? Ibu kalian tidak bisa pulang ke alam baka karena semua laki-laki di keluarga ini…Laki-laki mata keranjang yang akan membahayakan banyak perempuan-nodayo" Kata Midorima yang perkataan yang berlebihan.
"Midorima-kun, ucapanmu berlebihan! Terlalu berlebihan!" Panik Kuroko.
"Mata keranjang? Siapa?" Kata mereka berempat yang sok berpikir—kalian gak nyadar kalau kalian yang dimaksud Ibu kalian / Misaki hanya tepok jidat—sang Ibu langsung marah karena mereka yang pura-pura tidak tau kalau mereka yang buaya perempuan langsung membuat seisi bergetar.
"Huwaaa bumi bergetar" Teriak sang Ayah.
"Gawat! Ibu mulai mengangkat barang-barang-ssu!" Teriak Kise yang melihat Ibu nya sedang mengangkat barang sambil mengeluarkan aura hitam yang besar.
"Kabur ke meja sembahyang! Tempelkan jimat disana, pasti aman" Perintah sang ayah dan mereka berempat pun langsung berlari ke lantai atas.
"Gyaaa, jimatnya sobek! Tolong" Teriak Tadashi sambil melihat jimat sobek. Kuroko dan Midorima melihat kejadian yang tidak elit hanya sweatdroop berjamaah.
"Ada 4 orang Kise-kun disini..Kasihan Ibunya, bebannya pasti berat sekali..Pantas tidak pulang-pulang ke alam baka" Batin Kuroko hanya berkekeh kecil melihat tingkah keluarga Kise.
"Eh, kau sudah tenang sekarng?" Tanya Midorima.
"Eh, aku? Kenapa?" Kuroko tanya balik.
"Kukira kau masih murung memikirkan soal Kise-nanodayo" Kata Midorima yang entah dari mana dia tau kalau akhir-akhir ini dia melamun karena Kise.
"Lho..kok murung..Untuk apa aku murung karena mereka?" Kata Kuroko yang langsung mengambil bantal sofa untuk menutupi muka nya yang memerah.
"Ya…Kau ingin tau seperti apa orang yang si sukai Kise-nodayo?" Jreng dengan ajaib nya Midorima tau apa yang di pikirkan Kuroko dan Kuroko pun panik sambil menutupi muka nya dengan batal sofa. Midorima yang melihat tingkah Kuroko langsung melanjutkan cerita nya.
"Dia seorang sensei…Wali kelasku dan Kise-nodayo…Waktu kami kelas 3 SMP, Dia seorang sensei yang cantik berambut ungu panjang…Kise suka padanya dan mengejar-ngejarnya dengan gigih-nodayo…Setiap hari, Kise bilang suka padanya…Membuat sensei jadi bingung, tapi tidak kusangka Kise betul-betul serius denganya…Sebelumnya kukira dia hanya main-main dan akan segera melupakaanya-nanodayo…Saat sensei dibunuh oleh roh jahat…Roh jahat itu hilang entah kemana, bersama roh sensei…Kise tidak menangis, juga tak marah..Dia Cuma tertawa, sama seperti biasanya-nodayo" Jelas Midorima yang panjang lebar yang entah kenapa hati Kuroko makin sedih yang membuat nya mau pulang kerumahnya. Kuroko langsung berdiri mengambil jaket nya begitu juga Midorima.
"Sensei…Sekolah ya…Ternyata Kise-kun suka pada seorang sensei, jadi dia lebih tua donk? Aih, mulai pikir macam-macam jadi pusing" Batin Kuroko yang semakin kacau.
"Lindungilah Ryota" Kuroko yang mendengar suara Ibu Kise langsung menoleh ke arahnya. "Karena kekuatanku tidak cukup untuk melindunginya dari perempuan itu" Kata Ibu Kise dan langsung meninggalkan Kuroko yang masih bingung apa yang di maksud dengan Ibu Kise.
"Sebetulnya apa yang ada di pikirkan Ibuku? Aku sudah tunggu-tunggu jawabanmu-ssu?" Tanya Kise masih penasaran.
"Kise-kun, tadi ibumu…" Perkataan Kuroko di potong oleh Kise.
"Ayo, rapatkan jaketmu" Kata Kise sambil merapatkan jaket Kuroko.
"Eh? Gak usah, aku bisa sendiri, kok" Kata Kuroko sambil menolak Kise.
"Sudar, biar kubantu-ssu" Kata Kise sambil mengkancing jaket sedangkan Kuroko hanya diam sambil memerah. "Melindungi Kise-kun?Apa maksudnya?" Batin Kuroko yang masih kepikiran oleh perkataan Ibu Kise.
Di sampainya di jalan Midorima berbeda arah dengan Kuroko dan Kise. Kuroko dan Kise lewat jembatan—kalain tau kan di jalan raya ada jembatan?—sedangkan Midorima tidak.
"Sampai jumpa besok, Midorima-kun" Kata Kuroko.
"Duluan yah! Bung Bengong" Ejek Kise yang membuat Midorima kesal.
"Kemarin dan juga hari ini…Aku terlalu banyak bicara…Aku mengoceh panjang lebar tentang orang yang di sukai Kise..Tiba-tiba saja mulutku bicara sendiri…Ajaib-nanodayo" Batin Midorima.
"Cukup sampai disini, Kise-kun" Kata Kuroko yang gak mau di antar sampai pulang oleh Kise.
"Biar kuantar sampai rumah..Hari ini kau sudah membantuku-ssu" Kata Kise yang bersikeras mau mengantar Kuroko sampai pulang sedangkan Kuroko gak bisa menolak ajakan Kise kali ini.
"Maaf ya, aku tidak bisa membaca perasaan Ibumu" Bohong Kuroko. "Dalam wujud ini aku tidak bisa apa-apa" Kata Kuroko sambil menghela nafas.
"Apa pun yang terjadi…Ibu selalu memikirkan tentang kami kan? Itu saja sudah membuatku senang kok-ssu…Arigatou Kurokocchi" Kata Kise sambil tersenyum ke arah Kuroko yang membuat Kuroko memerah dan doki doki.
Tiba-tiba mereka berhenti dan melihat roh cantik berambut ungu panjang sedang berdiri di depan mereka. "Kise-kun, itu…" Ucapan Kuroko berhenti karena melihat Kise gemeteran melihat roh itu. "Kise-kun" Panggil Kuroko.
"Kenapa kau jalan dengan gadis lain..Bukankah kau selalu mengatakan kalau kau menyukaiku" Kata roh itu dan langsung menyerah Kise dan menjatuhkan Kise dari jembatan ke jalan raya. "Kise-kun" Dengan reflek Kuroko langsung menahan Kise agar Kise tidak terjatuh sedangkan Midorima yang belum jauh dari jembatan itu langsung merasakan aura jahat yang membuat dia langsung membalikan badan nya dan langsung berlari ke jembatan itu.
"Hei, Ryota..Kau masih menyukaikukan? Kalau begitu tinggalkan dunia ini..Datanglah ke sisiku" Kata roh itu yang masih menarik Kise sedangkan Kuroko masih menahan Kise. "Apakah yang dimaksud Ibu Kise-kun…Aku di minta melindungi Kise-kun dari arwah ini?!" Batin Kuroko.
"Jangan! Lepaskan Kise-kun! Lepaskan!" Perlahan rambut Kuroko memanjang dan berubah jadi merah begitu juga dengan mata nya dan tubuh nya. "LEPASKAN!" Teriak Tetsuna sambil menatap roh itu sedangkan roh tersebut langsung membelakkan mata nya karena roh itu merasakan aura dan mata yang dimiliki Tetsuna membuatnya takut dan langsung dia pindah dan masuk kedalam tubuh Kise lewat mulut Kise.
"Apa?" "Dia masuk ke dalam tubuh Ryota" Batin Tetsuna.
"Kise! Tetsuna!" Teriak Midorima. Tetsuna pun langsung meminta tolong kepada Midorima "Shintaro! Tolong bantu aku! Tarik Ryota" Perintah Tetsuna dan Midorima pun langsung berlari ke arah Kise untuk menarik Kise. Kise selamat dari ancaman maut nya tapi roh tadi merasuki tubuh Kise.
"Hei, Baka! Apa yang kau lakukan! Kau bisa mengusir roh itu dengan kekuatanmu sendiri kan!" Marah Tetsuna karena cerobohnya Kise tidak menggunakan kekuatannya.
"Sensei" Gugam Kise tapi dapat di dengar oleh Tetsuna.
"Nande? Sensei?" Gugam Kise sambil gemeteran sedangkan Tetsuna dan Midorima hanya diam saja melihat Kise gemeteran.
Keesokan Hari
Seperti biasanya di kelas Kise tidur di kelas dan Kuroko yang baru nyampe di kelas langsung menghampiri Midorima.
"Ohayou, Midorima-kun..Kise-kun baik-baik saja ya?" Tanya Kuroko kepada Midorima.
"Semalaman aku tidak tidur karena menjaganya, takut terjadi apa-apa-nodayo" Jelas Midorima yang kecapen karena menjagaKise.
"Jadi sekarang di masih di rasuki roh? Tapi keliatannya tidak apa-apa" Kata Kuroko.
"Kupikir juga begitu, tapi…" Ucapan Midorima berhenti karena Kise bangun dari tidur nya dan langsing menoleh Kuroko sambil mengucap mata nya dengan keadaan setengah tidur.
"Ohayou, Kurokocchi" Sapa Kise yang masih mengusap matanya.
"Ohay.." WUUUUUUSH dengan ajaib nya Kuroko langsung berubah jadi Tetsuna karena ada roh di dalam tubuh Kise sedangkan Kise dengan ajaib nya mata nya langsung jling karena ada Tetsuna dan langsung menghampiri Tetsuna ingin memeluknya dan langsung di tahan oleh kaki Tetsuna.
"Masih ada roh dalam tubuhmu! Begitu mendekatimu, aku langsung berubah wujud! Ini pasti roh jahat" Marah Tetsuna yang masih menahan Kise dengan kaki nya tiba-tiba Tetsuna merasa ada sepasang mata yang sedang memerhatikannya dan Tetsuna pun langsung menoleh ke arah murid-murid di kelasnya.
"Si-siapa tuh?" Tanya Siswa 1.
"Siapa ya cewek itu?" Tanya Siswa 2.
"Wow, cantik sekali" Tanya Siswa 3.
Siswa maupun Siswi melihat Tetsuna dengan muka yang memerah karena kecantikan Tetsuna sedangkan Midorima sama seperti yang lain dia sedang sibuk menutupi muka nya dengan buku karena muka nya ikut memerah.
TBC
Chap.5 udah selesai deh…Chap .6 dan seterusnya nanti aku lanjut selesai UN jadi harap bersabar ya Minnacchi…
