Pairing : Kise x Fem!Kuroko x Midorima x Fem!Akashi

Disclaimer : Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi

Genre : Romance dan Supernatural

Rate : T

Warning : AU dan OOC

Note : "…" (Bicara biasa)

"…." (Bicara dalam hati)

"…." (Setan,Roh, dll yang bicara)

"Kuroko" Wujud asli

"Tetsuna" Roh Pelindung

Summary : Kuroko Tetsuna mampu melihat roh-roh halus. Awalnya Kuroko takut dan bingung. Tapi, ditemani oleh dua cowok cakep, Kise Ryota dan Midorima Shintaro, Kuroko mulai berani menghadapi petualangannya. Suatu hari datang roh penasaran mengincar Kuroko membuatnya berubah wujud menjadi gadis cantik yang ternyata roh pelindung. Ah, Kise tidak bisa melepaskan pandanganya.


Hari itu, seorang gadis cantis memeriahkan suasana kelas.

"Seperti bidadari" Kata Siswa-siswa yang sedang memandang Tetsuna.

"Si-siapa dia" Kata Hanamaki yang seperti mewakili perasaan iri dari seluruh siswi-siswi di kelas.

"Ah, berisik..Ini semua gara-gara Ryota" Kata Tetsuna yang merasa risih di perhatikan oleh murid-murid di kelas lalu dia berdiri ke samping Kise.

"Nah, bagaimana perasaanmu setelah menelan roh jahat?" Tanya Tetsuna.

"Hem, masih terasa di mulutku…Lalu gimana? Mau coba rasanya-ssu" Goda Kise sambil menghampiri Tetsuna dan hampir mendekatkan wajahnya dengan Tetsuna kalau saja dia langsung dapat lemparan tas dari Midorima dan mendapat bogem mentah dari Tetsuna—Lho kenapa Midorima marah yah?—dan murid-murid lain merasa kasihan kepada Kise.

"Cepatlah kembali ke wujud asalmu, Tetsuna" Kata Midorima yang tidak terima dengan perlakuan Kise kepada Tetsuna.

"Tidak bisa, selama aku masih di samping Ryota…Karena aku bereaksi terhadap roh yang ada dalam tubuhnya" Jelas Tetsuna kayanya dia gak peduli.

"Tapi, kalau begini terus, Kise akan selalu mengulangi sikap kurang ajarnya-nanodayo" Marah Midorima yang membuat Tetsuna menoleh ke arah Midorima dannnn "Kenapa kau yang marah?" Kata Tetsuna yang sukses membuat Midorima memerah seperti kepiting rebus sampai telinga.

"Tidak, aku tidak marah-nodayo…Aku Cuma…" Panik Midorima sampai dia gak bisa melanjutkan ucapannya. Sedangkan Kise dia sedang duduk di sisi jendela dengan keadaan pintu jendela kebuka dia sedang melamun.

"Aku merasakannya…Sensei berada di dalam diriku" Batin Kise sambil memegang dadanya. "Nande? Sensei jadi roh penasaran?" Batin Kise sedang bertanya-tanya. Tiba-tiba tanpa sadar Kise menjatuhkan tubuhnya dan murid-murid lain kaget melihat Kise kayak mau bunuh diri begitu juga Midorima dan Tetsuna. Tapi akhirnya Kise selamat karena di luar jendela ada beranda dan Kise langsung merintih kesakitan di bagian belakang kepalanya.

"Kau mau bunuh diri, Kise?" Tanya Siswa 1.

"Kau lupa, sedang duduk di sisi jendela?" Tanya lagi Siswa 2.

"Untung kau selamat!" Kata Siswi 1.

"Kenapa sih? Kok tau-tau aku terjungkal" Kata Kise yang masih mengusap belakang kepala nya.

"Tidak sadar? Tubuhmu di kuasai roh jahat…Kau bisa mati, Ryota" Jelas Tetsuna.

Pulang Sekolah

"Pokoknya malam ini harus ada orang yang mengawasimu..Jadi begini saja" Kata Tetsuna sambil memegang tali yang entah dari mana itu tali berasal dan Tetsuna langsung mengikat tali nya ke tangan Kise dan mengikatnya lagi ke tangan Midorima.

"Gak mau-ssu!" Teriak Kise sambil nangis lebay.

"Kau pikir aku sudi, hah!" Kesal Midorima.

"Biar Tetsunacchi saja yang mengawasiku! Saat makan, saat mandi dan saat tidur!" Kata Kise sambil menghampiri Tetsuna dan Tetsuna pun langsung menjitak Kise "Tidak usah" Tolaknya.

"Aku gak mau sama cowo-ssu" Kata Kise yang masih dengan gaya nangis lebaynya.

"Ayo cepat pulang-nodayo!" Kata Midorima kesal sambil menarik tangan nya yang terikat tali bersama Kise.

"Cih, kenapa aku harus berkorban demi dia-nanodayo" Kata Midorima sambil menggerutu kesal.

"Tolong awasi dia ya, Shintarou" Perintah Tetsuna yang membuat Midorima gak bisa menolak.

"Ba-baiklah" "Cih, tidak bisa menolak" Batin Midorima sambil blushing.

"Si bego itu sama sekali tidak sadar kalau dirinya terancam bahaya" Kata Tetsuna yang mulai perlahan-lahan berubah wujud Kuroko "Apa dia senang bisa bertemu lagi…Orang di sukainya" Batin Kuroko yang memperhatikan Kise yang sudah melangkah jauh dengan pandangan yang sedih.

Rumah Kise

"Begitu tante…Kalau dia mati, Tante bisa istirahat dengan tenang-nodayo" Jelas Midorima dan sedang roh Ibu Kise hanya angguk-angguk saja.

"Jadi kita tidur dalam keadaan begini-ssu?" Kata Kise bingung karena Kise dan Midorima tidur diruang tamu.

"Asyik! Shintaro nii-san nginap di sini ya! Kita cerita-cerita hantu yuk" Ajak Tadashi dengan nada gembira sedangkan Yakou menghampiri Midorima dan memeluknya.

"Ah, berisik! Aku mau tidur! Kemaren semalaman begadang" Kesal Midorima.

Krek Krek Krek

Midorima mendengar sesuatu seperti suara cutter dan Midorima pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Kise dan jreng jreng Kise sedang memegang cutter ke arah leher nya dan Midorima langsung berteriak dan menjitak kepala Kise agar dia sadar.

"HOOOOOIIIII!" Teriak Midorima. "Lho? Kenapa aku pegang cutter ya?" Tanya Kise bingung.

Keesokan Hari

Pagi yang cerah membuat Kise selalu menampakan senyum nya yang khas tak terkecuali Midorima yang memiliki kantung di bawah mata nya.

"Apa Cuma perasaanku saja, kok sepertinya Shintaro lebih terancam kematian dibandingkan Ryota" Kata Tetsuna—ya tentu saja karena masih ada roh di dalam Kise jadi wajar dia berubah—yang sedang melihat keadaan mereka.

"Kenapa-ssu?" Tanya Kise yang sok tidak tau apa-apa.

"Masih tanya kenapa-nodayo..Jangan pura-pura…Kau! Semua ini gara-gara kau! Semalaman kau bolak-balik ke kamar mandi sekitar 10-20 kali! Membuatku tidak bisa tidur sekejab pun kemarin…" Kata Midorima sambil memegang kerah baju Kise dan ucapan Midorima terhenti.

"Midorimacchi" Kata Kise sambil melambaikan tangannya di depan Midorima dan ternyata Midorima tidur sambil berdiri dan mata nya keadaan terbuka.

"Tidur ya" Kata Tetsuna dengan ajaib Midorima terbangun karena suara Tetsuna.

"Tidak, aku tidak tidur..tidak tidur, groook" Akhirnya Midorima tidur walaupun dia mengelak bahwa dia tidak tidur membuat Kise, Tetsuna dan murid lain sweatdroop berjamaah.

Ruang Kesehatan

Midorima di bawa ke UKS karena dia kecapean.

"Ternyata roh itu lebih berbahaya dari yang kukira..Kalau aku tidak segera turun tangan…Ryota akan semakin terancam" Batin Tetsuna.

"Biarkan aku yang membereskan masalah ini…Kau sudah berjuang..Tidurlah dengan nyenyak" Kata Tetsuna sambil mengelus kepala Midorima yang sedang tidur.

"Ayo Ryota! Kita pergi ke atap sekolah! Kurasa lebih gampang kalau kita berada di tempat yang sama denga tempat kematiannya" Kata Tetsuna sambil menutup tirai dimana Midorima sedang tidur.

"Kau sudah dengar dari Midorimacchi?" Tanya Kise sambil melepas tali yang mengikat tangannya.

"Ya, tentang roh perempuan itu..Aku tau, kau senang bisa bertemu lagi dengannya, tapi kita harus menariknya keluar" Perintah Tetsuna dan langsung keluar dari UKS menuju ke atap sekolah dan Kise mengikuti Tetsuna dari belakang.

Atap Sekolah

Sesampainya mereka di atap sekolah Kise mendengar suara yang sudah lama tidak dia dengar lagi di dalam dirinya "Kau selalu memikirkanku, Ryota…Aku juga selalu memikirkanmu…Itu sebabnya, pergilah bersamaku Ryota" Siapa lagi kalau bukan roh sensei yang sudah lama meninggal dan roh itu mengajak Kise untuk pergi dan meninggalkan dunia.

"Boleh saja, sensei…Asalkan bisa bersamamu-ssu..Aku tidak peduli meskipun harus jadi roh penasaran juga tidak sungkan membuang nyawaku-ssu" Kata Kise yang membuat Tetsuna terkejut mendengar perkataan Kise.

"Apa katamu, Ryota?!" Tetsuna kaget karena Kise menerima ajakan roh jahat itu.

"Tapi, bukan sensei yang mengucapkan kata-kata ini kan?" Tiba-tiba Kise langsung membakar diri nya dengan apinya dan mengeluarkan roh jahat di dalam dirinya membuat Tetsuna kaget melihat kejadian itu.

"Ryota, kenapa kau nekad begini" "Dia membakar tubuhnya sendiri dengan api!" Batin Tetsuna yang sedang mengusap punggung Kise yang sedang terbatuk-batuk untuk mengeluarkan roh jahat itu.

"Selama dua hari aku berpikir, aku bisa merasakan keberadaan roh lain selain sensei..Kau tidak dapat menipuku…Kaulah roh yang telah membunuh sensei" Kata Kise dan melihat roh itu yang terbakar bukan roh sensei nya tapi roh jahat yang telah membunuh sensei.

"Jadi begitu..Setelah dirasuki roh ini..Dia ikut-ikutan jadi roh jahat" Batin Tetsuna.

"Aku tidak mau sendirian! Datanglah semua ketempatku! Matilah agar jadi sama denganku! Sama seperti aku!" Kata roh itu dengan air mata yang terus mengalir di pipinya lalu dia langsung menyerang Kise dan dengan gesitnya Kise langsung menyerang balik roh jahat itu dengan apinya dan membuat roh itu berteriak kesakitan "Aku tidak mau sendirian..Kesepian" dengan masih terbakar dia masih berbicara bahwa dia bener-bener sangat kesepian.

"Aku tidak bisa mendengarmu-ssu..Enyahlah kau sendirian" Kata Kise yang sok tidak mendengar perkataan roh itu dan Tetsuna hanya diam saja melihat kejadian itu dan tidak bisa berbuat apa-apa karena melihat Kise ingin sekali melenyapkan roh jahat itu.

"Ryota…Aku paham perasaanmu" Kise langsung membelakkan mata nya karena melihat roh sensei yang sedang mengambil roh itu dan langsung memeluknya dengan perasaan prihatin.

"Se-sensei…Apa yang sensei lakukan! Roh inilah yang telah membunuh sensei" Teriak Kise yang melihat sensei nya yang tiba-tiba peduli dengan roh itu dan Tetsuna langsung menenangkan Kise.

"Dia ingin membawanya pergi..Membawa murid yang tersesat" Kata Tetsuna yang langsung menaruh tangannya di atas kepala sensei untuk membantu mereka menuju ke alam baka.

"Sensei, matte! Aku juga.." Teriak Kise yang langsung di hentikan oleh sensei nya "Ryota, belum saatnya bagimu untuk pergi" Kata nya sambil tersenyum tulus dan menghilang dengan cahaya yang bersinar.

"Aaahh aku di tolak lagi-ssu" Kata Kise sambil menggosok tekuk leher nya dengan senyum di paksa dan Kise berusaha agar dia tidak nangis di depan Tetsuna. Tetsuna dengan perlahan-lahan kembali menjadi Kuroko berbeda dengan yang sebelumnya yang berubah begitu cepat tapi yang ini lebih perlahan sekali untuk kembali ke wujud asalnya.

"dia orang yang disukai, Kise-kun..Jadi itu sebabnya kau selalu tersenyum? Atau kah sejak dulu memang begitu? Kise-kun yang kukenal selalu tersenyum dengan tulus tidak pernah tersenyum terpaksa seperti itu..Di saat semangaku sedang patah..Kau membuatku bangkit dengan senyumanmu..Membuatku bahagia..Itu sebabnya aku suka padamu, Kise-kun" Kata Kuroko yang entah dia sadar atau tidak sadar dia mengatakan apa yang ada di hatinya selama ini dan setelah mengatakan itu hati Kuroko sedikit lega.

"Kurokocchi mengucapkan kata-kata yang sama persis dengan ucapan sensei saat itu" Batin Kise yang terus memandangi Kuroko dan Cuma beberapa menit Kuroko sadar apa yang dia ucapkan dan membuatnya malu rasanya dia ingin pergi dari sini.

"Ka-kalau begitu aku balik dulu, ya" Kata Kuroko yang langsung membalikkan tubuhnya untuk meninggalkan Kise.

Greeeep

Kuroko tiba-tiba berhenti karena Kise memeluknya dari belakang yang membuat Kuroko panik "Hei, Kise-kun! Lagi-lagi kau.." Ucapan Kuroko berhenti karena dia melihat Kise menangis dan langsung membenamkan wajah di pundak Kuroko. Kuroko hanya iba dan membiarkan Kise memeluknya dan menangis hingga dia puas.

Keesokan Hari

"Ka-kalu dipikir-pikir, kemarin aku bilang suka sama Kise-kun ya? Duh Gimana nih..Aku Harus gimana mengahadapi" Batin Kuroko dan di temani muka yang memerah sampai ketelinga karena menahan malu mengingat kejadian kemarin di atap sekolah.

"Ohayo, Kurokocchi" Tiba-tiba Kuroko kaget karena Kise menyapanya dan Kise menyapanya seperti biasa.

"O-ohayo, Kise-kun" Balas Kuroko yang sedikit shock dan Kise yang melihat tingkah Kuroko hanya tersenyum lalu dia membisik sesuatu pas di telinga Kuroko.

"Aku juga suka Kurokocchi" Lalu Kise langsung meninggalkan Kuroko yang sedang mematung di tempatnya sepertinya dia sedang loading.

Loading 10%

Loading 50%

Loading 80%

Loading 99%

Loading 100%

"E-ehhhhhh" Hanya jawaban itu yang Kuroko ucap dia langsung memerah apa yang dia dengar dari Kise yang membuatnya sangat-sangat malu sekali.


TBC


Hallo minnacchi…Misakicchi lagi UN tapi masih bisa di kasih kesempatan untuk pegang laptop jadi Misaki bisa publish chap.6….Jangan lupa Reviews minnacchi