Pairing : Kise x Fem!Kuroko x Midorima x Fem!Akashi
Disclaimer : Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi
Genre : Romance dan Supernatural
Rate : T
Warning : AU dan OOC
Note : "…" (Bicara biasa)
"…." (Bicara dalam hati)
"…." (Setan,Roh, dll yang bicara)
"Kuroko" Wujud asli
"Tetsuna" Roh Pelindung
Summary : Kuroko Tetsuna mampu melihat roh-roh halus. Awalnya Kuroko takut dan bingung. Tapi, ditemani oleh dua cowok cakep, Kise Ryota dan Midorima Shintaro, Kuroko mulai berani menghadapi petualangannya. Suatu hari datang roh penasaran mengincar Kuroko membuatnya berubah wujud menjadi gadis cantik yang ternyata roh pelindung. Ah, Kise tidak bisa melepaskan pandanganya.
Sudah 3 hari Kuroko tidak masuk sekolah gara-gara kejadian 3 hari yang lalu bersama Midorima membuatnya bingung untuk menghadapi Midorima. Dilain tempat, Midorima yang keliatannya sedang bersiap-siap untuk pergi sambil tersenyum dan bersenandung membuat kedua kakak perempuannya bingung dengan adiknya.
"Dia tersenyum…Shintaro si muka kaku bisa tersenyum juga dan dia juga bersenandung!" Ucap salah satu kakanya yang berambut sama dengan Midorima yang bernama Midorima Misaki.
"Sejak kemarin tuh..Mencurigakan" Ucap kakanya yang satu lagi yang berambut hitam yang bernama Midorima Arisa.
"Padahal diakan adik menyebalkan yang bisa melihat setan" Kata Misaki dengan yang sok-sok'an sedang nangis buaya.
"Bolak-balik ngomongin setan terus sampai-sampai kita Cuma bisa tidur dengan lampu kamar menyala" Tambah Arisa sambil melipatkan tangannya ke dada.
"Minggu lalu dia bilang ada setan di kamar mandi kita bikin kita semua mandi di pemandian selama seminggu" Tambah Misaki.
"Aku mau keluar-nodayo" Kata Midorima yang menuju ke pintu depan.
"Eh? Nande? Ketinggalan barang disekolah?" Tanya Arisa.
"Hari ini ada teman yang absen…Aku mau menjenguknya-nanodayo" Kata Midorima yang langsung pergi keluar sedangkan Misaki dan Arisa hanya terdiam sebentar lalu…"Kau mencemaskan temanmu?" Tanya Arisa kaget.
"Kenapa sih? Kepalamu terbentur ya, Shintaro?" Tanya Misaki yang dialah yang paling heboh tapi Midorima tidak memperdulikan kedua kakaknya, dia langsung pamit untuk keluar.
Diperjalanan Midorima masih memikirkan kejadian 3 hari yang lalu "Seharusnya aku menelponnya, bertanya kenapa tidak masuk sekolah dan juga ingin tanya soal peristiwa 3 hari yang lalu-nodayo" Batin Midorima sambil mengecek hp nya "Padahal kukira dia suka Kise..Tapi dia menarikku dan.." Tiba-tiba Midorima langsung blushing dan langsung menutup mulutnya karena mengingat kejadian 'itu' "Tiap kali ingat jadi malu begini, jadi senyum-senyum sendirian…Demo..Kenapa setelah itu dia langsung berubah wujud-nodayo" Batinnya yang terus menerus memikirkan kejadian 'itu' membuatnya tidak bisa berhenti blushing.
Beberapa menit kemudian akhirnya dia sampai di rumah Kuroko dan langsung memencet bel.
"Mi-midorima-kun" Kaget Kuroko dan langsung berlari bersembunyi di balik tangga karena dia tidak berani menatap muka Midorima.
"Gi-gimana ini! Dia datang kerumah! Padahal aku bingung..Gimana menghadapinnya lagi?! Dalam wujud Tetsuna roh pelindung, aku terlanjur bilang suka padanya! Nande?! Padahal sikapnya selalu dingin padaku dan dia juga mempermainkan aku" Batin Kuroko yang semakin panik.
"Kelihatannya kau sehat-sehat saja-nodayo" Kata Midorima yang melihat keadaan Kuroko.
"Go-gomennasai..3 hari yang lalu, aku berbuat begitu padamu, Midorima-kun"
"Tidak perlu minta maaf segala-nodayo..Sebetulnya, aku.." Ucapan Midorim langsung dipotong oleh Kuroko.
"Aku sendiri tidak paham…Kenapa aku sampai melakukannya…3 hari yang lalu waktu aku berubah wujud dan bicara dengan Midorima-kun…Tiba-tiba saja aku merasakan suka padamu..Juga menarikmu untuk kucium…Seharusnya gak boleh begitu..Karena bukan itu perasaanku yang sebenarnya..Makanya-makanya aku…Gomennasai..Lupakan saja" Kata Kuroko yang membuat Midorima semakin bingung dengan penjelasan Kuroko.
"Tunggu dulu..Tolong jelaskan sekali lagi-nodayo" Tapi tiba-tiba ada seseorang menepuk pundak Midorima.
"Hei, Midorimacchi! Ngapain kesini-ssu" Yang ternyata Kise.
"Kise.." Midorima tiba-tiba kesal karena mengganggu acara tadi sedangkan Kuroko malah tambah panik bahwa Kise datang juga.
"Kise-kun…Tadi…Ucapanku tadi…" Kuroko tidak bisa melanjutkan ucapannya karena dia takut apakah Kise mendengar pembicaraan tadi.
"Eh, apa? Lagi ngomongin apa sih-ssu?" Tanya Kise sedangkan Kuroko hanya menghela nafas bahwa Kise tidak mendengar pembicaraan tadi sedangkan Midorima masih keliatan shock dan tiba-tiba langsung keluar untuk pulang.
"Kenapa sih? Kayaknya shock banget-ssu.."
"Midorima-kun marah deh" Batin Kuroko sedikit bersalah.
"Gak ada sepatu-ssu…Hari ini gak ada orang dirumahmu, Kurokocchi" Tanya Kise yang membuat Midorima berhenti sejenak di depan gerbang.
"Iya, orang tuaku pergi 3 hari yang lalu, besok baru pulang" "Makanya aku bisa bolos"
"Oh, begitu…Jadi malam ini kamu sendirian donk…Asyik permisi ya-ssu!" Girang Kise sedangka Midorima balik lagi kedalam rumah Kuroko dengan mata yang bersinar dan aura hitam dan langsung di gebukin Kise dengan kesal.
"Midorimacchi hidup lagi-ssu" Kata Kise sambil mengelus kepalanya.
"Ya! Berkat kau-nodayo!"
"Eh, Aku-ssu?"
"Ayo, pulang-nodayo!" Kata Midorima sambil menarik Kise.
"Gak mau-ssu" Kata Kise sambil berusaha menahan tarikan Midorima.
"Jangan bilang gak mau-nanodayo"
"Dia benar-benar marah" Batin Kuroko "Tapi kenapa? Kenapa saat itu aku merasa sangat menyukai Midorima-kun" Batinnya lagi.
"Tetsuna"
"Eh?" Kuroko yang merasa terpanggil langsung celingak celinguk mencari seseorang yang memanggilnya "Apa Cuma perasaanku saja rasanya tadi ada yang memanggilku..Seperti suara mendiang kakekku" Batin Kuroko.
"Hei, lihat kemana! Sini lho sini" Kuroko mendengar suara itu lagi dan dia langsung menoleh ke arah ruang tamu dan dia melihat kakeknya sedang berdiri di sana sambil melambaikan tangannya.
"Kakek" Teriak Kuroko.
Beberapa detik kemudian.
"Ini kakekku dari kampung" Kata Kuroko sambil memperkenalkan kakeknya.
"Namaku Akashi Kumakichi…Meninggal 5 tahun lalu…Tapi aku keget lho..Temanmu datang kesini..Sejak kecul Tetsuna jarang punya teman sekarang ada 2 orang" Kata Kakek Kuroko dan kakek langsung memperhatikan cowok ganteng itu. Kise sudah bete bahwa Kuroko gak sendiri sedang Midorima "Akan kubunuh orang ini-nodayo" Yaaahhh begitulah batinnya Midorima. Mereka berdua yang merasa diperhatikan Kakek langsung balik memandang selama beberapa menit saling balas memandang Kekek tiba-tiba berubah menjadi muda yang rambutnya putih menjadi merah dengan tampang yang ganteng dan muda.
"Nah..Waktu muda, aku seperti ini lho" Kata Kakek dengan narsis nya membuat mereka bertinga kaget yang biasa saja kagetnya hanya Midorima.
"Ka-kakek"
"Berubah wujud-ssu"
"Suaranya berubah-nodayo" Begitu batin mereka yang masih kaget saja.
"Kakek..Aku senang ketemu kekek, tapi kok kesini sih? Ada perlu apa denganku?" Tanya Kuroko.
"Aku lapar..Mau makan kare" Kata Kakek yang sudah kembali kewujud asalnya.
Beberapa menit kemudia.
"Kenapa roh bisa makan-nodayo" Kata Midorima sambil menyiap panci untuk masak kare.
"Sudah masak saja…Mungkin si kakek memang suka kare-ssu" Kata Kise sambil memilih bahan untuk masak kare. Ternyata mereka berdua yang disuruh kakek untuk masak kare dan sekarang mereka di dapur sedangkan Kuroko dan Kakek ada di kamar Kuroko.
"Ibuku paling suka makan sushi kalau bikin sushi untuknya kamu sekeluarga repot banget-ssu"
"Dia memang hidup bersama roh ibunya-nodayo"
"Yuk, kita masak! Sekalian kita bikin yang banyak-ssu…Biar bisa makan bareng Kurokocchi" Kata Kise sambil melipatkan lengan baju dengan asal.
"Memangnya kau bisa masak-nodayo?" Tanya Midorima yang gak percaya.
"Jelas donk! Tiap hari aku masak-ssu" Kata Kise sambil mengupas kentang sedangkan Midorima menatap Kise sembentar lalu dia kembali mengupas wotel tapi dipikirannya masih memikirkan perkataan Kuroko tadi.
"Ternyata dia memang suka Kise..Kejadian 3 hari yang lalu hanya membuat runyam saja-nodayo…Padahal apa bagusnya Kise, dia kan bego dan genit sama perempuan-nodayo..Kalau sudah berubah wujud Tetsuna juga selalu memukuli Kise" Batin Midorima yang dengan asalnya mengupas wortel dengan keadaan yang kesal sedangkan Kise yang melihat itu hanya sweatdroop ria.
"Ehh tunggu..Kalau berubah wujud..Jangan-jangan…"
"Masukkan pisang juga-ssu" Kata Kise yang membuat Midorima kaget.
"Tunggu! Masukkan kemana?"
"Ya ke dalam kare donk, enak-ssu"
"Tiap hari kau masak asal-asalan begini-nodayo"
"Cerewet! Kalau banyak bacot, kau gak kebagian-ssu..Ganggu orang terus, sana pulang" Usir Kise.
"Aku tidak akan pulang sebelum kau pulang juga-nodayo" Akhirnya mereka berantem di dapur.
Sementara itu di kamar Kuroko.
"Sebetulnya aku ingin bicara denganmu…Sekarang kau sudah bicara dengan roh gentayangan seperti aku..Berarti kekuatan rohmu lebih besar dibanding masa kanak-kanak dulu ya? Dua orang itu juga bisa melihatku"
"Iya, begitu masuk SMU kekuatanku bertambah"
"Oh begitu ya…Untung tidak membuatmu susah ya..Semua ini berkat roh pelindung" Kata Kakek yang tiba-tiba membicarakan tentang roh pelindung sedangkan Midorima yang ingin ke kamar Kuroko tiba-tiba berhenti diluar kamar karena dia mendengar si Kakek menyebut roh pelindung membuatnya jadi penasaran akhirnya dia menguping.
"Oh ya! Sejak dulu kakek pasti sudah tau soal roh pelindung itu!" Kata Kuroko.
"Iya..Aku selalu merasakan kehadirannya..Aku juga pernah melihat sosoknya tidak lama setelah kau lahir..Dia menyeramkan tapi cantik, memiliki rambut merah darah panjang sepinggang, memiliki mata heterochrom yang di kanan merah dan di kiri kuning keemasan, dia selalu memakai kimono, dan selalu di kelilingi kupu-kupu yang bersinar…Dia tidak beranjak dari sisimu, katanya dia adalah leluhur kita dari ratusan tahun yang bernama Akashi Tetsuna" Jelas Kakek.
"Apa?Tetsuna?"
"Iya, kuambil namamu dari namanya"
"Ternyata nama kami sama" Batin Kuroko.
"Akashi?jadi dia adalah nenek moyang kita donk dan aku masih satu darah dengannya"
"Hhhmm itu betul sekali..umurnya sudah ratusan tahun..Lalu dia bilang begini..'Aku tau, anak ini punya kekuatan roh yang besar tapi tidak bisa memakainya dengan baik..Dia anak yang bebal! Apa boleh buat, aku harus melindunginya! Sungguh menyedihkan..Seharusnya dia atasi semua masalahnya dengan kekuatannya sendiri' begitulah katanya" Jelas Kakek sambil meniru gaya bicara Tetsuna sang roh pelindung. Kuroko yang mendengar itu langsung gubrak sedangkan Midorima juga sama-sama gubrak.
"Setelah itu, aku memeriksa..Memang ada leluhur kita yang bernama Akashi Tetsuna..Berdasarkan keterangan yang kudapat..Lidahnya tajam, perilakunya kasar, perempuan yang beringas..Pokoknya mengerikan" Kata Kakek yang tanpa sadar Kuroko sedang perlahan-lahan menjadi Tetsuna.
"Setelah tau hal itu..Kadang-kadang aku cemas memikirkanmu..Bagaimana kalau Tetsuna cucuku yang kawai terpengaruh oleh roh pelindung beringas itu" Lanjut Kakek yang langsung kaget melihat Kuroko menjadi Tetsuna dengan tampang yang sangat marah.
"Memangnya kenapa kalau sampai terpengaruh?" Marah Tetsuna yang langsung menjitak kepala Kakek sedangkan Midorima langsung masuk untuk menghentikan Tetsuna.
"Huwaaa Tetsuna! Tetsuna cucuku tersayang!" Teriak kakek sambil mengelus kepalanya.
"Tunggu! Tunggu dulu Tetsuna..Kenapa kau berubah wujud? Disini kan tidak ada roh jahat-nodayo" Tanya Midorima.
"Ajaib..Begitu dibakar amarah…Aku langsung mengambil alih tubuh ini" Jawab Tetsuna yang masih marah.
"Oh, ini dia roh pelindung cucuku..Enak sekali kau merasuki tubuhnya..Betul-betul roh berangasan"
"Berani ngomong lagi" Marah Tetsuna.
"Jangan ngomong macam-macam kek!" Kata Midorima yang membela Tetsuna sedangkan Kakek langsung keluar karena mencium bau kare.
Butuh beberapa menit akhirnya Tetsuna bisa tenang dan dia langsung membalikkan badannya ke arah Midorima dan menatapnya lama sekali.
"Eh?Ada apa-nodayo?" Tanya Midorima yang blushing karena Tetsuna menatapnya.
"Mungkin aku memang suka padamu" Kata Tetsuna yang membuat Midorima kaget dan langsung jatuh terduduk.
"Kenapa ya..Tiba-tiba aku berpikir begitu..Kenapa jadi begini ya? Saat aku berubah wujud, bukan Cuma sosokku, sifatku juga berubah..Bahkan tipe lelaki kesukaanku juga berubah..Mudah saja kalau diingat..Biasanya Tetsuna suka Ryota tapi saat berubah jadi aku, dia suka padamu..Kau tidak kaget? Sudah tau?" Kata Tetsuna sambil menghampiri Midorima.
"Tidak..Aku tidak berani berpikir begitu-nodayo..Tunggu lalu harus bagaimana?" Kata Midorima yang tiba-tiba menjadi berisik.
"Disaat kita berdua, kau terlalu berisik" Kata Tetsuna sambil menepuk kedua pipi Midorima.
"Bagaimana kalau kita senang-senang sedikit..Jangan lupakan kejadian 3 hari yang lalu..Saat ini aku lebih menyukaimu dibanding siapa pun" Kata Tetsuna sambil mengecup kepala Midorima dan mereka berdua saling menatap dan akhirnya mereka mendekatkan wajah mereka. Semakin dekat, semakin dekat, dekat, dekat belum nyampe Tetsuna sudah kembali ke wujud asalnya dan akhirnya mereka berdua pun kaget bersamaan.
"Terlalu cepat kembali ke wujud semula-nodayo" Batin Midorima yang langsung menutup mukanya denga sebelah tangannya.
"Jadi..Sekarang kau suka Kise dan tidak punya perasaan apa-apa padaku-nodayo"
"Go-gomennasai"
"Harus bagaimana ya..Meskipun kau bilang suka setelah itu, kau pasti menolak habis-habisan…Seperti pikiran dua orang yang sama sekali berbeda-nodayo…Aku tidak bisa menahan perasaan ini-nodayo" Kata Midorima.
"Midorima-kun"
"Tenang saja..Aku tidak akan bilang-bilang pada Kise-nodayo"
"Hei, Kurokocchi sedang apa-ssu? Masakan sudah matang nih, makan yuk-ssu" Kata Kise yang tiba-tiba datang membuat mereka berdua kaget dan langsung pura-pura sibuk sendiri kalau Kuroko sibuk dengan membaca buku sedangkan Midorima sedang pura-pura olahraga. Kise yang melihat itu tiba-tiba kaget melihat Kuroko membaca buku yang keadaan terbalik.
"Kok kayaknya gak wajar-ssu?" Kaget Kise.
"Kata siapa gak wajar! Ini wajarkan kok! Wajarkan Midorima-kun" Kata Kuroko dan langsung di jawab anggukan Midorima.
"Masa sih-ssu?"
Beberapa jam kemudian, Kise dan Midorima menemani Kuroko dirumah sampai waktu makan malam tiba ketika makan malam selesai Kise dam Midorima berpamitan pulang kepada Kuroko.
"Aku pamit dulu..Sebetulnya aku ingin nginap disini…Kau kan sakit, jatus dijaga baik-baik-ssu" Kata Kise tapi langsung ditarik oleh Midorima.
"Gak boleh! Gak usah! Dia Cuma pura-pura sakit-nodayo" Kata Midorima.
"Midorimacchi berisik! Aku gak nanya padamu-ssu!"
"Sudahlah! Ayo pulang Kise"
Kuroko tidak menkomentar, dia hanya diam dan melambaikan tangan dan langsung dibalas lambaian tangan Kise dan tatapan balik dari Midorima. Ketika Kise dan Midorima sudah tidak terlihat lagi Kuroko langsung masuk rumahnya dan masuk kekamarnya untuk tidur.
"Kakek pasti sudah puas makan kare lalu pulang kealam baka..Padahal aku ingin bertanya pada Kakek..Gimana ya..Aku suka Kise-kun tapi kenapa aku jadi suka Midorima-kun kalau berubah wujud…Aku harus berbuat sesuatu kalu begini terus, kasihan Midorima-kun…Tiap kali aku berubah wujud selalu saja aku menarik Midorima-kun untuk bermesraan..Aduh aku harus gimana lagi..Gimana caranya supaya gak berubah wujud? Kalau pun berubah, gimana supaya gak ketahuan Midorima-kun? Terus selanjutnya…Aduh kepalaku jadi sakit" Batin Kuroko yang sedang kau dan bingung membuatnya pusing tapi dia ingat tentang pembicaraannya dengan kakeknya "Eh kenapa ya..Kakek membicarakan tentang roh pelindungku" Batin Kuroko tapi daripada memikirkan itu terus dia tidak akan cukup tidur dan dia pun langsung tidur karena besok dia masuk sekolah.
Keesokan Hari
Pagi yang cerah, akhirnya Kuroko masuk sekolah di perjalanan Kuroko masih memikirkan jalan keluar nya "Akhirnya aku tidak kunjung menenmukan cara tepat untuk menyelesaikan masalah ini..Jangan sampai aku didekati roh jahat..Jangan sampai ketahuan Kise-kun selagi aku belum menemukan jalan keluarnya" Tapi Kuroko tiba-tiba berhenti karena melihat Midorima sedang berdiri bersandar di pohon dan Kuroko pun langsung menghampiri Midorima.
"Midorima-kun"
"Sudah kupikirkan jalan keluarnya-nodayo"
"Eh?"
"Pasti susah kalau ada sosok lain dalam dirimu yang mengucapkan kata-kata diluar keinginanmu-nodayo" Kata Midorima sambil menghapiri Kuroko dengan jarak sangat dekat.
"Memangnya apa jalan keluarnya?"
"Mudah sekali…Cukup memikirkan aku saja…Lupakan Kise-nanodayo" Kata Midorima dengan tampang serius yang membuat Kuroko kaget.
"Aku tidak menuntut jawaban sekarang juga..Pertimbangkan baik-baik…Aku akan menunggumu-nodayo" Kata Midorima yang langsung meninggalkan Kuroko yang masih berdiri terdiam dengan perasaan yang sangat kaget.
Disekolah
Saat ini sedang jam istirahat Kise sedang jalan menuju kantin karena dia tidak membawa bekal. Tapi tiba-tiba melihat Kakek Kuroko yang sedang berdiri dengan wajah yang masih muda yang membuat Kise kaget.
"Kenapa kau datang ke sekolah? Siapa namamu, Kumacchi?" Tanya Kise.
"Kumakichi! Lagi iseng nih, main-main ke sekolah Tetsuna"
"Kok jadi muda begini-ssu?"
"Kan menyolok, masa datang ke sekolah dalam wujud kakek-kakek"
"Kau ini kan roh, tidak ada yang bisa melihat-ssu"
"Eh iya..Ada yang ingin kutanyakan padamu"
"Apa-ssu?"
Sementara itu, dikelas ada Midorima dan Kuroko yang masih setia didalam kelas. Midorima dengan tenangnya membaca buku sedangkan Kuroko dia malah doki doki gak karuan membuatnya gak konsen.
"Yaampun, jantungku serasa mau copot..Midorima-kun bilang begitu…Membuatku bingung sekali karena yang aku sukai hanya Kise-kun tapi ketika aku berubah wujud perasaanku berubah dan menyukai Midorima-kun..Aaaaa kepalaku menjadi pusing" Batin Kuroko yang sangat kacau dia bingung dengan dua perasaan seperti ini membuatnya semakin bingung.
TBC
Wahhh udah masuk konflic nih…ketika Misakicchi beres UN membuat Misakicchi bersemangat lagi nih untuk update.
Jangan Lupa Reviews
