Pairing : Kise x Fem!Kuroko x Midorima x Fem!Akashi

Disclaimer : Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi

Genre : Romance dan Supernatural

Rate : T

Warning : AU dan OOC

Note : "…" (Bicara biasa)

"…." (Bicara dalam hati)

"…." (Setan,Roh, dll yang bicara)

"Kuroko" Wujud asli

"Tetsuna" Roh Pelindung

Summary : Kuroko Tetsuna mampu melihat roh-roh halus. Awalnya Kuroko takut dan bingung. Tapi, ditemani oleh dua cowok cakep, Kise Ryota dan Midorima Shintaro, Kuroko mulai berani menghadapi petualangannya. Suatu hari datang roh penasaran mengincar Kuroko membuatnya berubah wujud menjadi gadis cantik yang ternyata roh pelindung. Ah, Kise tidak bisa melepaskan pandanganya.


Keesokan Hari

"Wow..Orang! Anak-anak muda! Banyak sekali ya! Semuanya keren, Tetsuna" Kagum Kakek Kuroko yang sedang keliling kota bersama cucunya Kuroko Tetsuna. Tanpa seja kakek melihat model baju dan merubah dirinya menjadi muda dengan baju model yang dia lihat tadi.

"Berubah jadi wujudku dimana muda! Sejak dulu aku ingin sekali main ditempat seperti ini..Ternyata baru terwujud setelah mati! Mulai sekrang, aku mau main disini tiap hati ah! Ne Tetsuna pantas gak?" Kata kakek yang sedang narsis ria.

"Kumacchi keren juga-suu" Kata Kise yang sedang memuji kakek.

"Iya bagus..Mirip turkaey-nodayo" Kata Midorima yang ikutan memuji—sepertinya itu bukan pujian deh—ternyata Kuroko gak sendiri menemani kakeknya tapi bersama Kise yang sudah mengganti pakaiannya dengan baju santai sedangkan Midorima masih memakai baju sekolah.

"Turkey? Apaan tuh!" Tanya Kakek yang mulai malu malu kucing.

"Lho, apaan nih-ssu? Tumben Midorimacchi bisa memuji orang-ssu!"

"Aih jadi malu! Apaan sih turkey?" Tanya Kakek yang penasaran dan entah kenapa Kise yang kebetulan membawa kamus bahasa inggris dan langsung mencari arti Turkey dan taraaaa Turkey = Burung Kalkun.

"Maksudmu burung kalkun? Kurang ajar" Marah sang kakeknya bahwa dirinya diejek oleh Midorima sedangkan Midorima hanya terkekeh geli. Kakek kesal lalu langsung mengganti model bajunya dengan yang lain.

"Ganti baju yang lain saja deh!" Kesal kakek yang langsung mengganti dengan yang lain tapi sepertinya Midorima memberi ejekan lagi.

"Oh, kalau yang itu mirip goose-nodayo" Kakek yang mendengarpun langsung menyuruh Kise membuka kamus lagi dan mencari Goose = Soang.

"Maksudmu soang, ya! Kurang ajar" Akhirnya kakek marah marah lagi ke Midorima seperti biasa Midorima hanya terkekeh geli. Kuroko yang melihat kakeknya menjadi bahan ejekan Midorima hanya menonton saja dan gak mau berkomentar.

"Sejak hari itu roh kakek selalu mengikutiku alasanya dia minta kutemani main-main dan pelan tapi pasti kakekku berteman dengan Kise-kun dan Midorima-kun" Batin Kuroko yang langsung mengarah pandangannya ke arah Midorima yang masih mengejek kakeknya. "Lupakan Kise cukup memikirkan aku saja-nodayo…Aku akan menunggumu-nanodayo" Perkataan Midorima kemaren masih terngiang dikepalanya dan membuatnya menjadi bingung.

"Kemaren, Midorima-kun mengatakan itu padaku" Akhirnya Kuroko melamun lagi ditengah jalan tanpa disadari Midorima menengok kearah Kuroko yang masih melamun dan berjalan kearah Kuroko lalu mendekat kearah telinga Kuroko lalu "WAAHHHHH!" Midorima langsung mengejutkan Kuroko sedangkan Kuroko langsung terkejut bahkan dia pun hampir terjatuh kalau saja dia bisa mengseimbangkan tubuhnya.

"Apaan sih!" Kesal Kuroko.

"Habis, dari tadi melamun terus-nodayo" Kata Midorima sedang terkekeh.

"Tapi kenapa aku tidak punya perasaan padanya?!" Batin Kuroko.

Dari beberapa meter tempat mereka berdua sedang berdiri kakek tiba-tiba bertanya "Sebenarnya kau dengarkan tempo hari itu lho…Waktu kau datang kerumah Tetsuna" Tanya kakek kepada Kise.

"Oh yang itu-ssu" Jawab Kise dengan senyum yang dia paksa.

"Kenapa kau pura-pura tidak tau? Cuma membuatmu tersiksa saja?" Tanya kekek.

"Gak biasa aja-ssu..Aku Cuma tidak ingin membuat Kurokocchi panik saja-ssu…Biasakan, kalau ciuman sekali 2 kali kalau soal selingkuh sih, aku lebih sering dibandingkan dia-ssu" Kata Kise yang langsung memalingkan wajahnya lalu melipatkan tangannya kedada.

"Hatimu lapang sekali, ya? Begini ya anak muda zaman sekarang" Kata kakek yang ber-sweatdroop-ria.

"Sudah kubilang aku gak apa-apa-ssu" "Ya, tidak apa-apa asalkan dia tidak menangis..Aku pura pura tidak tau, pura pura tertawa-ssu" Batin Kise yang mencoba tersenyum walaupun itu dipaksa.

"Kise-kun" Panggil Kuroko sambil menghampiri.

"Ada apa-ssu?" Tanya Kise yang langsung menghadap Kuroko.

"Kise-kun akhir akhir ini kau memaksakan diri untuk tersenyum?" Tanya Kuroko dengan polosnya sedangkan Kise langsung berkeringat dingin "Kok bisa sih-ssu?" Batin Kise yang kaget bahwa kepalsuannya diketahui oleh Kuroko.

"Ah eh, aku…" Kise tidak bisa melanjutkan ucapannya dia langsung memalingkan wajahnya lalu menutup dengan tangannya "Kenapa sih cewe ini selalu bisa mengendus kepalsuanku-ssu…Ya sudah deh lebih baik aku jujur saja-ssu" Batin Kise yang menghela nafas lalu tangannya yang menutupi wajahnya pindah ke belakang lehernya.

"Sebenarnya aku tidak ingin kau direbut Midorimacchi-ssu jadi kalau aku harus bicara jujur…" Ucapan Kise terputus lalu dia menoleh kebelakang ke arah Midorima dan langsung melanjutkan perkataannya "Aku mau membunuhmu, Midorimacchi!" Kata Kise yang langsung merah merah gak jelas lalu dia dihadiahi hantaman tas Midorima yang melihat kejadian itu kakek dan Kuroko hanya sweatdroop berjamaah.

"Ehhh jadi Kise-kun..Dia tau apa yang telah terjadi antara aku dan Midorima-kun" Dan akhirnya Kuroko menggahalau lagi.

Keesokan Hari

Disekolah, murid-murid telah bubar dan pulang kerumah masing-masing kecuali ada 2 siswi yang masih dikelas dan salah satu siswi itu sedang marah-marah pada siswi satu lagi—mari kita tengok—Ternyata dikelas ada Hanamaki yang sedang marah-marah pada Kuroko.

"Apa? Kau ingin diskusi lagi denganku? Keras kepala banget! Sok digilai banyak cowo, ya! Bangga, ya? Kau bangga, begitu?" Hanamaki benar-benar marah dan Kuroko pun langsung merinding disko melihat Hanamaki marah begitu.

Ha-habis Hanamaki kan sudah punya pacar jadi kupikir…" Ucapa Kuroko terpotong oleh Hanamaki.

"Ya, aku sudah punya pacar..Cewe secantik aku mana mungkin punya pacar seorang saja tapi…Aku beda denganmu! Lihat tampangmu saja, aku sudah sebal! Padahal muka dan body-mu gak ada bagus-baguanya! Kau kecil dan kerempeng! Rambut injuk" Kata Hanamaki dengan narsis nya dia membandingkan dirinya dengan Kuroko. Beberapa detik mereka diam akhirnya Hanamaki menghela nafas bahwa amarahnya sudah hilang.

"Ya sudah selamat berjuang" Kata Hanamaki yang kedengaran seperti memberi Kuroko semangat.

"Eh?"

"Sekarang aku bahagia jadi aku mau toleransi padamu…Sekalian deh, aku beri kau sedikit nasihat…Mungkin kau masih ragu pada Kise tapi jangan dekati Midorima lagi sepertinya kau Cuma salah paham? Midorima sudah naksir orang lain..Orangnya pernah muncul dikelas ini rambutnya panjang, cantik banget…Midorima sampai mabuk kepayang bahkan cewe itu meminta tau memberi perintah Midorima tidak bisa menolak permintaan cewe itu..Apa boleh buat cewe itu memang cantik sih..Pasti ada yang disukai cowo dari dirinya" Kata Hanamaki panjang lebar membuat Kuroko berpikir lagi dan akhirnya dia sadar siapa yang disukai Midorima. Akhirnya Kuroko mengucapkan terima kasih kepada Hanamaki sedangkan Hanamaki hanya memberi dia semangat lalu dia langsung pulang. Kuroko pun langsung menuju ke perpustakaan karena dia tau dimana Midorima berada.

Hanya beberapa menit Kuroko sampai di perpustakaan sambil menundukkan kepalanya tapi masih keliatan wajahnya yang sedang marah lalu dia langsung menghampiri Midorima yang sedang membaca buku sedangkan Midorima yang tau bahwa Kuroko akan membicarakan sesuatu padanya.

"Kamu mau bicara apa-nodayo?" Tanya Midorima yang langsung menutup buku lalu dia langsung menoleh kepada Kuroko yang masih menunduk tapi Midorim yakin bahwa Kuroko sedang marah.

"Kenapa kau marah-nodayo?"

"Midorima-kun, kau suka padaku?" Tanya Kuroko tiba-tiba.

"Iya"

"Diriku yang mana? Diriku sebenarnya apa Diriku satu lagi sang roh pelindung?" Tanya lagi Kuroko.

"Lho kok tanya begitu-nodayo?" Sepertinya Midorima masih belum menyadari kalau dirinya menyukai Kuroko yang satu lagi.

"Ternyata yang Midorima-kun sukai bukanlah aku…" Perlahan Kuroko berubah wujud ke wujud Tetsuna sepertinya dia ingin memperlihatkan wujud yang disukai Midorima yang sebenarnya lalu Kuroko yang sudah kewujud Tetsuna langsung melanjutkan ucapannya "Melainkan wujud yang ini" Tetsuna langsung membalikkan badannya.

"Tetsuna!" Panggil Midorima.

"Janga ikuti aku, Shintaro" Perintah Tetsuna yang langsung meninggalkan Midorima yang masih terkejut.

"Apa? yang aku sukai adalah.." Midorima langsung menaruh kepalanya bahwa dirinya baru menyadari perasaannya yang sebenarnya.

Halaman Belakang

Kise yang sedang ada dihalaman belakang yang entah apa tujuannya kebetulan melihat Tetsuna dengan kepala menunduk seperti yang dilakukan Kuroko tadi lalu dengan girangnya Kise menghampiri Tetsuna.

"Lho? Tetsunacchi datang lagi-ssu..Aaaaa! Sudah lama gak keliatan-ssu..Ada urusan apa, nih? Roh nakal muncul lagi, ya?" Tanya Kise yang bertubi-tubi tapi entah kenapa di merasakan aura Tetsuna yang sedang keadaan mood yang jelek dan Kise yakin kalau Tetsuna sedang marah sekali.

"Tetsunacchi?" Panggil Kise lalu Tetsuna langsung menoleh kearah Kise dengan tampang—yang pasti kalian taulah—yang membuat Kise sedikit membulatkan matanya.

"Wah, wah sepertinya moodmu sedang jelek-ssu"

"Ryota, kau juga sama seperti Shintaro, yang kau sukai adalah wujudku ini, kan? Bukan diriku yang sebenarnya" Tanya Tetsuna didalam hati Kuroko sedang membatin dengan perasaan kecewa dan sedih "Aku memang bodoh..Menanggapi kata 'suka' dengan serius dan menderita karenanya padahal yang mereka sukai itu Tetsuna-san yang meminjam tubuhku bukan aku yang lemah dann tidak bisa apa-apa…Sama sekali bukan diriku yang sebenarnya"

"Yang mana yang kau sukai? Ryota jawablah" Tanya Tetsuna lagi.

"Meskipun kujawab kalian berdua pasti tidak akan puas-ssu..Kau duluan yang menjawab pertanyaanku-ssu..Waktu itu yang mengatakan supaya aku melepaskan emosiku saat aku sedih…Dirimu yang mana yang mengucapkannya-ssu?" Tanya Kise yang membuat Tetsuna membulatkan matanya begitupun juga Kuroko yang mendengar perkataan Kise didalam dirinya.

"Saat itulah aku mulai jatuh cinta-ssu" Lanjut Kise.

Tetsuna yang sudah mengetahui pernyataan Kise perlahan Tetsuna kembali kewujud semula dan dia pun ingat perkataan dirinya waktu diatap sekolah dimana Kise yang masih memendam emosinya "Yang mengatakan itu diatap sekolah adalah aku" Batin Kuroko yang langsung memeluk Kise dan langsung menangis tersedu-sedu. Kise langsung menggendong Kuroko lalu dia balas pelukan Kuroko dengan keadaan di gendong.

"Kise-kun, Kise-kun…Aku tidak mau hiks aku tidak mau lagi hiks hiks berubah wujud jadi Tetsuna-san hiks hiks tidak mau" Kata Kuroko yang membenamkan wajahnya di pundak Kise sedangkan Kise langsung merasakan seseorang yang sedang memperhatikan mereka lalu dia menoleh kepalanya dan dia melihat Midorima yang sedang berdiri dekat pohon yang lumayan jauh dari mereka ditemani gugurnya daun-daun dari pohon yang terkena angin. Hanya beberapa menit Kise dan Midorima saling memandang tanpa disadari Kuroko lalu Midorima langsung meninggalkan mereka berdua.

"Tidak mau berubah wujud lagi kalau memang dia tidak ingin-ssu" Batin Kise yang masih mengikat perkataan kakek Kuroko.

Flashback

"Ada hal yang ingin kutanyakan padamu?" Tanya kakek pada Kise.

"Apa-ssu?"

"Aku ingin kau membantu Tetsuna menggunakan kekuatannya sendiri kalau dia bisa menggunakan kekuatannya sendiri dia tidak akan memerlukan roh pelindung lagi lalu roh pelindung menghilang tapi kalau roh pelindung hilang dan Tetsuna tidak bisa menggunakan kekuatannya sendiri berarti dia dalam kesulitan" Jelas kakek yang membuat Kise sedikit terkejut lalu dia tersenyum.

"Tidak usah khawatir kumacchi..Aku akan membantu Kurokocchi menggunakan kekuatannya sendiri-ssu…Dan aku yakin walaupun dalam kesulitan, Kurokocchi tidak akan menyerah-ssu" Kata Kise dengan senyumannya dan kakek hanya membalas dengan senyuman lalu menganggukan kepalanya

End Flashback

Sementara itu, Midorima sedang menggalau di taman lalu dia sedang berpikir sambil menyenderkan diri dipohon "Benar, sejak pertama kali aku melihatnya aku tidak bisa mengalihkan pandangannya, hatiku sudah tertancap padanya-nanodayo…Yang kusukai bukanlah Kuroko yang sesungguhnya…Melainkan Tetsuna, ilusi yang tidak ada didunia nyata-nodayo" Midorima langsung memegang kepala yang benar-benar pusing "Seharusnya aku sadar lebih cepat supaya tidak membuang banyak waktu-nodayo..Aku terlanjur menyakiti Kuroko dan juga kehilangan ilusi Tetsuna-nodayo" Batin Midorima yang tiba-tiba menjadi kegelapan yang membuat para roh jahat merasakan aura kegelapan dan satu persatu roh-roh jahat mulai menghampiri Midorima sedangkan yang bersangkutan seperti tidak peduli dengan kedatangan roh-roh jahat itu yang dia pikirkan adalah tentang Tetsuna.

Sedangkan itu, di tiang listrik ada kakek Kuroko yang sedang duduk di situ tapi dengan wujud mudanya "Kise anak yang baik, dia juga jago masak kare, aku suka dia..Ternyata banyak orang baik disekeliling cucuku…Aku jadi lega deh…Ini berkat roh pelindung" Kata kakek sambil nyengir kuda lalu tiba-tiba ada kupu-kupu bersinar mengelilinginya tapi kakek tau siapa yang ada dibelakangnya saat ini.

"Kenapa, mau komplen?" Ternyata yang datang Akashi Tetsuna roh pelindung Kuroko, walaupun umurnya sudah ratusan tahun tapi wajahnya masih muda dan cantik tidak ada sedikit pun keriput. Tetsuna selalu menggunakan Kimono dengan ditemani kupu-kupu yang telah menjadi ciri khasnya.

"Gak kok, gak ada komplen" Kata kekek sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ini bukan karena aku, suatu saat nanti anak itu tetap harus menggunakan kekuatannya sendiri" Jelas Tetsuna sambil melipatkan tangannya di dada.

"Ya benar, tapi nanti pasti akan tiba saat dia bisa menggunakan kekuatannya atas keinginannya sendiri…Aku akan selalu menunggu saat itu tiba karena itulah, alasanmu kamu memanggilku…Tapi tidak apa-apa nih? Saat itu belum tiba, tapi kau sudah keluar dari tubuh Tetsuna" Tanya kakek.

"Tenang, aku akan segera kembali lagi…Lagipula ada Ryota…Saat ini yang kukhawatirkan adalah…" Tetsuna tidak melanjutkan ucapannya lalu dia menengok ke arah timur dan dia merasakan aura yang buruk lalu dia melanjutkan ucapannya "Shintaro memanggil kegelapan"

Keesokan Hari

"Kok kelas ini rasanya gelap sekali ya?" Tanya siswi 1.

"Iya, jadi doki doki deh" Jawab siswa 1.

"Pundakku berat sekali" Kata siswi 2 sambil memegang pundaknya.

"Aduh! Kayaknya ada yang pegang-pegang kakiku, deh" Kata siswa 2 yang tiba-tiba kaget bahwa kakinya di pegang seseorang.

Kuroko dan Kise yang baru nyampe tiba-tiba kaget dengan keadaan kelas "Apa lagi yang sedang terjadi/ssu" Ucap batinnya mereka bersamaan


TBC


Akhirnya beres juga ni chap 9…Konflik cinta segiempat sudah keliatan nih…Apa yang terjadi dengan kisah cinta mereka berempat? Misakicchi tidak tau karena masih rahasia :v oh ya Misakicchi update juga yang chap 10 jadi silahkan dibaca chap 9 dan 10.

Makasih review nya minnacchi dan Misakicchi udah baca review minnacchi yang ingin sekali Kuroko di pasangkan dengan Midorima ini jawabannya saia : saia minta maaf tidak bisa memenuhi permintaan minnacchi soalnya dari awal saia buat cerita Kuroko dipasangkan dengan Kise dan Midorima dengan Tetsuna (Fem!Akashi) jadi saia minta maaf sekali kalau pairing nya tidak sesuai yang kalian harap…Sumimasen sumimasen#BungkukBungkukAlaSakurai

Jangan lupa review minna