Pairing : Kise x Fem!Kuroko x Midorima x Fem!Akashi
Disclaimer : Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi
Genre : Romance dan Supernatural
Rate : T
Warning : AU dan OOC
Note : "…" (Bicara biasa)
"…." (Bicara dalam hati)
"…." (Setan,Roh, dll yang bicara)
"Kuroko" Wujud asli
"Tetsuna" Roh Pelindung
Summary : Kuroko Tetsuna mampu melihat roh-roh halus. Awalnya Kuroko takut dan bingung. Tapi, ditemani oleh dua cowok cakep, Kise Ryota dan Midorima Shintaro, Kuroko mulai berani menghadapi petualangannya. Suatu hari datang roh penasaran mengincar Kuroko membuatnya berubah wujud menjadi gadis cantik yang ternyata roh pelindung. Ah, Kise tidak bisa melepaskan pandanganya.
"Maaf ya, kalian sudah datang jauh-jauh datang kesini…Tapi dia tetap saja mojok disana" Ucap Arisa kakanya pertama Midorima. Sejak saat itu, Midorima tidak masuk sekolah membuat kedua sahabatnya Kuroko Kise cmes, lali menjenguknya kerumah Midorima. Kuroko melihat Midorima yang sedang patah hati alias galau—sama aja cuk—kini sedang guling-guling gak selas banget—serius Midorima lagi masuk mode OOC—Kuroko yang melihat itu hanya sweatdroop saja.
"Seperti orang lain saja, ya? Patah hati?" Ucap arisa yang masih bingung dengan kelakuan adiknya tiba-tiba Kuroko kaget mendengar suara kucing tapi dengan nada yang ketakutan.
"A-ano itu kucing siapa?" Tanya Kuroko yang heran dengan kucing itu karena ekornya ada 2 (?).
"Itu suara kucing kami...Namanya Damien, dia lagi ketakutan…Dia pernah disiksa oleh Satsuki-chan sepupu kami" Jawab Arisa.
"Sepupu kalian?" Tanya Kise.
"Ya, kami serumah dengannya…Momoi Satsuki, sepupu kami didaerah yang jauh…Musim panas lalu, ibunya meninggal…Dia jadi sebatang kara jadi terpaksa tinggal disini" Jelas Arisa (lagi).
Kuroko langsung melihat Momoi Satsuki yang sedang lewat, dia memiliki surai warna pink tapi berantakan kayak gak pernah disisir dan memakai kacamata bulat gede, penampilannya sangatlah berantakan kayaknya di gak perduli dengan penampilannya. Merasa diperhatikan Momoi langsung menoleh kearah Kuroko dan Kuroko terkejut melihat tampang menyeramkan Momoi.
"Keluarga Midorimacchi orangnya seru-seru-ssu" Kata Kise terkekeh kecil.
"Jadi Tetsuna-san yang membuat Midorima-kun jadi begini? Tapi didalam diriku aku mendengar percakapan Tetsuna-san dengan Midorima-kun dan aku mendengar dengan jelas bahwa Midorima-kun akan melupakan Tetsuna-san tapi saat Midorima-kun mengucapkan seperti itu aku merasakan hati Tetsuna-san yang sangat kesepian" Batin Kuroko yang sedikit cemas dan Kise yang mengetahui kecemasan Kuroko langsung memberinya semangat.
"Janga cemas Kurokocchi…Midorimacchi Cuma belum mengobati luka hatinya saja-ssu…Nanti juga biasa lagi-ssu" Kata Kise yang membuat hati Kuroko merasa sedikit lega.
"Makanya biarkan dia-ssu…Lebih baik kita asyik-asyik aja-ssu" Kata Kise langsung memeluk Kuroko dan tidak memperdulikan Arisa yang melihat adegan itu sambil ber-kyaa-ria. Kuroko yang merasa malu langsung mendorong Kise.
"Kise-kun! Kan sudah kubilang jangan sembarangan meluk?!" Kata Kuroko yang marah-marah dengan muka yang merona.
"Kau sama sekali gak cemas pada Midorimacchi!"
"Aku cemas, kok! Sangat cemas"
"Kurokocchi, bohong-ssu"
Arisa yang melihat pasangan yang baru jadi hanya terkekeh geli tapi tiba-tiba dia mendengar bel berbunyi sepertinya ada tamu lagi lalu Arisa membuka pintu dan melihat ada seorang pemuda tampan dengan surai merah gelap, badan lumayan berotot, dan tingginya WOW. Pemuda tampan itu membawa boneka yang didepan wajah boneka itu ditempelin jimat.
"Hem? Bukan kau…Apa ada seseorang yang punya kekuatan roh didalam?" Tanya pemuda tampan itu yang belum memberi tau namanya dulu.
"Eh? Apa maksudmu?" Tanya Arisa tapi tiba-tiba dia melihat boneka itu dan melihat jimat itu hampir lepas terkena angin dan melihat wajah boneka itu.
"Hehehehe" "KYAAAAAA" Arisa langsung berteriak melihat boneka itu ketawa dan membuat Kuroko dan Kise yang sedang mencoba mengobrol dengan Midorima tiba-tiba kaget dan langsung kedepan pintu kecuali Midorima.
"Ketawatadi boneka itu tertawa" Kata Arisa yang ketakutan.
"Oh, boneka ini? Tentu saja, didalamnya kan ada banyak sekali roh jahat…Jauh-jauh aku datang kesini untuk melihat apa ada orang yang punya kekuatan roh" Jelas si pemuda itu dan pemuda itu langsung menoleh karena merasakan aura kekuatan roh lalu aura yang pemuda rasakan milik Kise dan Kuroko.
"Hem…Kau punya kekuatan yang lumayan" Ucap pemuda itu dan langsung menaruh bonekanya ke pangkuan Arisa sedangkan Arisa langsung ketakutan.
"Pegang nih" Kata pemuda itu dan langsung mencabut jimat itu dan keluar roh-roh jahat yang banyak sekali bahkan Arisa langsung pingsan.
"Ada 5…Mau adu berapa banyak mampu menangkap mereka?" Tanya pumuda itu membuat Kise sedikit bingung.
"Hah? Kenapa aku harus taruhan denganmu-ssu?" Tanya Kise.
"Eh? Jangan-jangan kau tidak bisa melakukannya, ya? Kalau begitu, aku yang menang nanti" Kata pemuda itu yang meremehkan Kise yang membuat Kise kesal lalu pemuda itu langsung berjalan ke arah Kuroko.
"Kau pacarnya, ya?" Tanya pemuda itu.
"Eh, i-iya" Jawab Kuroko yang sedikit gugup.
"Ya, sudah aku ambil hadiahku…Kuambil ya" Ucap pemuda itu sambil memegang dagu Kuroko membuat Kise langsung kaget bahwa pacarnya akan dijadika taruhan. Pemuda itu langsung kaget karena dia mengenali wajah Kuroko yang entah kenapa pemuda itu sangat familiar dengan wajah Kuroko.
"Eh? Kau…" Ucapan pemuda itu langsung terpotong karena Kise menarik kerah baju belakang pemuda itu dan menjatuhkan pemuda itu.
"Jangan ngawur bocah ingusan!" Kesal Kise.
"Ittai…Kok kasar begitu" Kata pemuda itu sambil mengusap punggungnya.
"Nah..Aku yang menang-ssu" Ucap Kise sambil menginjak pemuda itu.
"Hei, kok pakai nginjak segala sih! Aku kan nantang adu kekuatan roh…" Ucapan pemuda itu langsung dipotong lagi oleh Kise.
"Aku yang menang-ssu" Kata Kise sambil ngokot.
"Iya, aku kalah!" Kata pemuda itu menyerah.
"Sana pulang! Bawa sekalian roh-roh sialan itu-ssu" Perintah Kise sambil melipatkan tangan ke dada sambil memasang tampang kesal sedangkan Kuroko hanya geleng-geleng kepala.
Pemuda itu langsung menganyunkan tangannya dan menimbulkan angin lalu roh-roh itu mengikuti angin yang dibuat pemuda itu dan langsung masuke keboneka tadi lalu ditempelin jimat.
"Semuanya masuk kedalam boneka..Anak ini hebat seperti dia memanfaatkan angin" Batin Kuroko yang kagum melihat kemampuan pemuda itu.
"Ternyata aku benar…Kau Kuroko Tetsuna kan? Kau sudah tidak ingat lagi padaku?" Ucap pemuda itu yang membuat Kuroko sedikit bingung.
Flashback
Ada seorang anak perempuan bersurai baby blue sedang menangis karena ketakutan tapi ada seorang anak laki-laki bersurai merah gelap yang sedang mengelus kepala anak perempuan itu "Semua roh yang mengejarmu sudah kuusir kok..Kau sudah aman sekarang…Sudah jangan menangis lagi ya Kuroko" Kata pemuda itu sambil mengelus kepala Kuroko dan menenangkan nya lalu Kuroko langsung mendongkakkan kepalanya menatap pemuda itu sambil tersenyum manis "Arigatou, Kagami-kun"
End Flashback
Café
"Kagami Taiga…Dulu aku sering menolongmu, kan? Apa betul kau sudah lupa padaku?" Tanya pemuda tampan itu yang bernama Kagami Taiga.
"Ingat sih tapi sedikit-sedikit…Seingatku kita berdua baru berteman selama 2 minggu tak lama kau pindah rumah" Kata Kuroko sambil mencoba mengingat tentang Kagami tapi dia ingat hanya sedikit karena dulu mereka masih kecil dan pasti ada ingatan yang dilupakan.
"Jangan dipikirkan..Waktu itu kita kan masih kecil" Kata Kagami sambil memasukkan gula kedalam tehnya lalu dia melanjutkan perkataan tadi "Tapi aku tidak pernah melupakanmu karena aku suka padamu..Kuroko juga pernah bilang suka pdaku..Kau cengeng tapi manis" Perkataan Kagami tadi membuat Kuroko panik karena dia tidak sepenunya ingat tentang Kagami dan Kagami mengatakan itu tanpa peka bahwa pacaranya Kuroko—si Kise—
"Itu kan cerita masa lalu Kagami-kun"
"Heh begitu ya-su" Ucap Kise yang membuat Kuroko langsung menolehkan kepalanya ke samping dan dia melihat dengan senyum tapi wajahnya sedang memasang kesal, Kuroko tau kalau Kise sedang kesal dengan Kagami.
"Teman masa kecil apaan? Dari tadi mengganggu terus-ssu! Gayanya sok akrab-ssu…Lihat saja, sebentar lagi pasti kubanting" Batin Kise sedang kesal tapi bisa membuat Kuroko merinding walaupun dia tidak bisa membaca pikiran tapi Kuroko yakin sekarang ini Kise marah dan Kuroko pun panik.
"Waduh dia marah" Batin Kuroko panik "Kenapa tiba-tiba kau ngajak duel?" Tanya Kuroko.
"Karena aku ingin jadi kuat..Itu sebabnya aku harus membandingkan kemampuanku dengan pemilik kekuatan roh lainnya" Jelas Kagami.
"Kuat?"
"Ya, jadi tangguh tapi sebetulnya ada satu roh yang membuatku penasaran sekarang ini 'Kau kira bisa mengusirku, ha! Dasar bocah ingusan!' begitu katanya" Jelas Kagami sambil meniru gaya roh itu bicara yang di maksud Kagami ada lah roh pelindung Kuroko.
"Lho, itu kan?" Tanya Kuroko.
"Ya, dulu aku pernah gagal melindungi Kuroko jadi kuusir semua roh disekitarmu termasuk roh pelindung itu akhirnya aku dimarahin roh itu, itu cerita dulu, tapi sekarang terulang lagi…Saat itu aku sempat bicara dengannya, aku merasa dia roh yang malang" Jelas Kagami yang membuat Kuroko berhenti dari kepanikkannya.
"Malang?" Batin Kuroko.
"Kalau bertemu lagi aku ingin menanyakan sesuatu padanya.." Ucapan Kagami terpotong gara-gara ada suara perempuan yang mengejutkan mereka.
"Hei! Ini, lho kenapa ada barang begini dirumahku!" Datang Momoi sambil membawa boneka milik Kagami dan gaya bicaranya sangat menyeramkan.
"Oh iya, lupa" Hanya itu jawaban dari Kagami.
"Kenapa aku harus repot-repot begini sih…" Ucapan Momoi tidak dilanjut gara-gara dia merasakan sesuatu. Memang jimat boneka itu terlepas terkena angin membuat roh-roh jahat mengelilinginya.
"Kok perasaanku jadi gak enak" Ucap Momoi yang membuat Kagami dan Kise berdiri untuk menghentikan roh-roh jahat merasuki tubuh Momoi.
"Masuk ke dalam mulut! Dia kerasukan? Cepat! Dia harus ditolong!" Batin Kuroko langsung berdiri karena tidak tahan melihat orang yang kerasukan.
WUUUUSSSHHHHH
Kuroko langsung berubah wujud ke Tetsuna karena keinginannya sendiri "Aku berubah atas keinginnya sendiri" Tanpa banyak bacot Tetsuna langsung berlari ke arah Momoi sebelum terlambat "Untung masih keburu" Batin Tetsuna sambil melihat roh-roh yang belum sepenuhnya masuk.
"Sejak kapan dia berubah-ssu" Kata Kise sambil memegang tekuk lehernya.
"Ah..Itu kan.." Ucapan Kagami yang kaget tapi ditambah kaget melihat hal vulgar yang dilakukan Tetsuna begitu juga Kise. Tetsuna mengeluarkan roh-roh itu dengan cara di cium bibir Momoi lalu Tetsuna langsung melepas ciumannya dan keluar roh-roh yang ada di dalam Momoi dan pulang ke alam baka. Tetsuna langsung menghela nafas lalu mengelap bibirnya tapi dia kaget melihat banyak pasang mata melihat adegan vulgar tadi.
"Sudah kubilang jangan pakai cara yang vulgar-ssu" Ternyata Kise sudah memperingati sudah lama sedangkan Tetsuna hanya diam dengan keringat dingin yang mengucur.
Kagami melihat Tetsuna yang datang tiba-tiba langsung ingat masa lalu dimana Tetsuna mengobrol sedikit dengannya "Selama hidupku..Aku tidak pernah menyukai seseorang apalagi yang namanya jatuh cinta" Perkataan itulah yang diingat Kagami tanpa basa basi Kagami langsung mengatakan membuat Tetsuna kaget.
"Kau..Apakah kau sudah menyukai seseorang?" Tanya Kagami tapi belum dijawab Tetsuna langsung balik lagi kewujud semula. Kuroko dan Kise langsung panik harus menjelaskannya bagaimana.
"Aneh, ya…Tadi roh itu ada disini kok" Kagami langsung celingak celinguk melihat sosok Tetsuna tadi. Sepertinya Kagami lebih bego dari pada Kise padahal roh itu pas ada didepan matanya dan berubah juga pas didepan matanya tapi tetap Kagami benar-benar tidak menyadari itu.
"Apa dia tidak bisa melihat sosok ku/Kurokocchi tadi/ssu" Batin Kuroko dan Kise bebarengan.
"Apa kau sudah menyukai seseorang?" Kuroko tiba-tiba ingat dengan ucapan kagami tadi dan membuatnya bingung apa yang dimaksud ucapan Kagami tadi.
TBC
Jangan lupa reviews
