Pairing : Kise x Fem!Kuroko x Midorima x Fem!Akashi
Disclaimer : Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi
Genre : Romance dan Supernatural
Rate : T
Warning : AU dan OOC
Note : "…" (Bicara biasa)
"…" (Bicara dalam hati)
"…"(Setan,Roh, dll yang bicara)
"Kuroko" Wujud asli
"Tetsuna" Roh Pelindung
Summary : Kuroko Tetsuna mampu melihat roh-roh halus. Awalnya Kuroko takut dan bingung. Tapi, ditemani oleh dua cowok cakep, Kise Ryota dan Midorima Shintaro, Kuroko mulai berani menghadapi petualangannya. Suatu hari datang roh penasaran mengincar Kuroko membuatnya berubah wujud menjadi gadis cantik yang ternyata roh pelindung. Ah, Kise tidak bisa melepaskan pandanganya.
Keesokan Hari Di Sekolah
Sepertia biasa Kuroko pergi ke sekolah bareng Kise sesampainya disekolah mereka berdua menuju kelas dan ramai sekali setelah dilihat ternyata Midorima kembali masuk sekolah tapi dilihat dari raut wajahnya Midorima lebih terlihat murung dan pendiem sekali membuat siswi-siswi dikelas terheran-heran.
"Kukira dia gak mau datang lagi-ssu"Ucap Kise.
"Syukurlah kalau Midorima-kun masuk sekolah" Ucap Kuroko lega.
"Setelah melihat sosoknya yang muram kemaren membuat aku khawatir sekali" Batin Kuroko yang masih khawatir.
"Lho, Kuroko?" Ada seseorang memanggilnya lalu Kuroko langsung menoleh.
"Tuh kan! Kau memang Kuroko" Ternyata Kagami Taiga yang membuat Kuroko sekaligus Kise terkejut.
"Kagami-kun?"
"Kenapa kau ada disini-ssu?"
"Ternyata Kuroko sekolah disini, ya…Minggu lalu, aku pindah kesini…Masuk kelas 2-2" Jelas Kagami.
"Eh, itu Kagami-kun" Ucap salah satu siswi dari kelas sebelah.
"iya, Ohayou Kagami-kun" Sapa kedua siswi itu sambil malu-malu.
"Ohayou" Sapa balik dari Kagami sambil melambai dan tersenyum manis membuat kedua siswi yang menyapanya ber-kya-ria.
"Aku baru ingat sekarang…Minggu lalu, siswi-siswi kelas sebelah gempar ternyata gara-gara dia, ya" Batin Kuroko sambil sweatdroop karena melihat kelakuan siswi tadi.
"Aku senang bisa satu sekolah denganmu, Kuroko" Kata Kagami sambil menggenggam kedua tangan Kuroko.
"EH?" Kuroko blushing karena kedua tangannya di genggam oleh Kagami.
"Kita bisa akrab lagi seperti dulu" Lanjut Kagami. Tiba-tiba…..
PLAKKKKKK
Ada seseorang memukul tangan Kagami yang masih menggenggam tangan Kuroko yang ternyata Kise sang pacar Kuroko yang sudah kesal dan cemburu.
"ITTAIIII" Teriak Kagami yang kesakitan sambil mengusap kedua telapak tangannya.
"Hey!" Tegur Kagami.
"Gomen, gomen, tanganku kepeleset-ssu" Kata Kise sambil memasang wajah tak berdosa.
"Kepeleset apanya…Kau pasti sengaja" Protes Kagami.
"Nggak ngerti juga, ya? Sini biar kujelaskan-ssu" Kata Kise sambil merangkul pundak Kuroko.
"Dia milikku…Jangan disentuh-ssu" Kata Kise yang membuat Kuroko blushing.
"Kyaaaaaaa" Batin Kuroko yang berteriak sedangkan Kagami menatap Kise sambil mengusap telapak tangannya.
"Jantungku…Jantungku mau copot" Batin Kuroko doki doki tapi akhirnya dia bisa melepaskan diri dari Kise. Sedangkan Kise menatap balik ke Kagami sambil berbatin "Aku Menang-ssu"
"Oh, kau pacaranya? Jangan salah paham…Aku Cuma ingin dekat dengannya sebagai teman masa kecil saja, kok" Jelas Kagami agar tidak terjadi salah paham.
"Oh ya…Dulu kami pernah ciuman, lho" Lanjut Kagami sambil memasang wajah tak berdosa membuat sepasang kekasih terkejut.
"Kurokocchi?!" Tegur Kise sambil berlinang air mata.
"Nggak ingat! Aku nggak ingat sama sekali!" Jelas Kuroko sambil menggelengkan kepalanya bahwa itu dia benar-benar tidak ingat sedangkan Kagami sedang sibuk bercerita tentang masa lalunya dengan Kuroko.
Beberapa Menit Kemudian
Akhirnya Kuroko bebas dari masalah tadi yang dibuat Kagami dan Kuroko pun menuju toilet untuk memcuci mukanya.
"Aih…Teman yang aneh pindah kesekolah ini…Apa betul kami pernah ciuman? Aku sama sekali gak ingat tentang itu…Kise-kun pasti marah tapi…" Batin Kuroko yang tiba-tiba berhenti karena dia mengingat kejadian tadi dimana Kise mengatakan bahwa dirinya miliknya membuat Kuroko blushing lagi "Perkataan Kise-kun tadi membuatku doki doki gak jelas..Oh iya, Kagami-kun bertanya ketika aku berubah kewujud Tetsuna-san…Dia mengatakan apakah Tetsuna-san sudah menyukai seseorang lalu entah kenapa aku merasakan ada yang bergejolak dihati Tetsuna-san? Kok aku makin penasaran sekarang" Batin Kuroko yang masih dilanda pertanyaan membuatnya makin gelisah apalagi yang berhubungan dengan Tetsuna itu membuatnya semakin gelisah.
Sesampai di toilet, Kuroko mendengar seorang siswi berteriak marah.
"Berani-beraninya bicara sekasar itu pada kamu! Brengsek!" Marah seorang siswi di toilet membuat Kuroko berhenti di depan toilet dan mengintip lewat pintu.
"Sudah kubilang kalian berisik! Sana minggir, mengganggu saja!" Balah seorang siswi bersurai pink berantakan dan menggunakan kacamata yang ternyata Momoi Satsuki sepupunya Midorima.
"Itu caramu bicara pada orang, Hah?" Kata siswi itu yang semakn kesal dengan Momoi.
"Memang kenapa!" Kata Momoi yang ikutan berteriak.
"Dia kan sepupunya Midorima-kun" Batin Kuroko yang masih diluar.
"Oh, cewek yang kemarin" Tiba-tiba ada seseorang yang muncul dibelakang Kuroko dan suara yang tak asing lalu Kuroko tau siapa orangnya.
"Sejak kapan kau ada disini, Kagami-kun?" Tanya Kuroko sambil berteriak kaget.
"Memangnya kenapa?" Tanya balik Kagami.
"Ini kan toilet cewe!" Jawab Kuroko yang membuat Momoi dan siswi itu menoleh kearah Kuroko dan Kagami.
"Lho? Wah cakep banget"
"Murid kelas 2 kan?" Kata kedua siswi itu sambil ber-kyaa-ria karena melihat ketampanan Kagami sedangkan Momoi tidak peduli lagi dan langsung keluar. Kuroko yang ingin menyapa Momoi langsung dicuekin oleh Momoi membuat Kuroko bingung.
"Sifatnya cuek banget ternyata" Batin Kuroko yang masih memerhatikan Momoi dan Kuroko langsung mengalihkan pandangannya kearah dimana Momoi melewati sesuatu dan ternyata ada roh perempuan paruh bayah yang keliatan mirip dengan Momoi menatap Momoi dengan tatapan sedih sambil menyebut namanya "Satsuki" Panggil roh itu yang akhirnya dia menghilang bersama angina.
"Tadi.." Ucap Kuroko yang langsung di potong oleh Kagami.
"Iya, Aku lihat kok…Dia memanggil cewe tadi" Jelas Kagami yang sama melihat roh tadi tapi tiba-tiba berl berbunyi yang artinya pelajaran pertama dimulai dan akhirnya Kuroko dan Kagami masuk kekelas masing-masing tapi Kuroko masih kepikiran siapa roh tadi.
Keesokan Harinya
Pagi seperti biasa Kuroko berangkat sekolah tapi sepertinya dia tidak bareng sama Kise—entahlah Auth tidak tau :"V—Diperjalanan Kuroko masih kepikiran samalah roh kamaren yang dia temuin disekolah tanpa sadar dia pas-pas'an dengan Midorima membuat Kuroko sekaligus Midorima berhenti sejenak lalu saling pandang memandang.
"Gimana nih…Aku tiba-tiba bertemu dengan Midorima-kun…Padahal sudah lama kami tidak saling bicara…Aduh bingung mau ngomong apa" Batin Kuroko bingung sedangkan Midorima diam saja lalu langsung jalan dan Kuroko pun juga.
"Ohayou, Midorima-kun" Sapa Kuroko sambil berkeringat dingin.
"Ya" Jawab Midorima singkat.
"Tau nggak murid baru dikelas sebelah? Namanya Kagami Taiga, temanku semasa kecil…Dia bisa lihat roh juga" Kata Kuroko sambil basa basi dari pada diem saja pikir Kuroko.
"Oh ya" Hanya itu tanggapan dari Midorima.
"Kemarin aku ketemu Momoi-san disekolah…Dia sepupumu tapi kalian nggak mirip sama sekali…Waktu ada roh gentayangan, dia juga nggak bisa lihat tapi nggak apa-apa kok, rohnya sudah kuusir" Jelas Kuroko panjang lebar.
"Kau yang mengusir roh itu-nodayo?" Tanya Midorima.
"Ah,bukan….Diriku yang satu lagi" Jawab Kuroko dan akhirnya mereka diam seribu bahasa tidak ada yang mengeluarkan suara sampai disekolah.
Beberapa Menit Kemudian
Sesampainya disekolah Kuroko tiba-tiba ngos-ngosan entah kenapa dan dia berdiri di jendela yang dekat halaman belakang.
"Akhirnya sampai juga disekolah, tanpa bisa ngomong apa-apa lagi pada Midorima-kun" Batin Kuroko dan tanpa sadar Kagami datang menghampiri Kuroko.
"Kau kenapa?" Tanya Kagami.
"Nggak apa-apa kok" Jawab Kuroko.
"Serius? Jangan memaksakan diri, oh ya…Hari ini aku mau main kerumahmu" Kata Kagami yang tiba-tiba ada hawa yang tak enak datang dari belakang dari Kagami.
"Wah, akrab sekali-ssu" Kata Kise sambil memasang senyum terpaksa.
"Kami ini kan teman sejak kecil, Kise" Kata Kagami yang tidak merasakan hawa yang dikeluarkan Kise sedangkan Kuroko ada sedikit mundur kebelakang karena takut.
"Pokonya awas saja kalau berani bertingkah-ssu" Kata Kise sambil memperingati Kagami.
"Memangnya kau mau apa, Kise?" Tanya Kagami yang sok polos dan akhirnya bertengkar membuat Kuroko makin capek.
Kuroko langsung menghadap kejendela lagi tiba-tiba dia melihat Midorima dan Momoi "Lho? Midorima-kun dana Momoi-san" Batin Kuroko langsung memerhatikan mereka.
"Ada perlu apa?" Tanya Momoi.
"Kau sempat melihat perempuan bersurai merah darah yang panjang?" Tanya Midorima.
"Kau kenal perempuan itu?" Tanya Momoi (lagi).
"Bagaimana-nodayo?"
"Hah?" Momoi makin bingung.
"Bagaimana keadaannya-nodayo? Apa dia baik-baik saja? Apa dia marah-marah seperti biasa?" Tanya Midorima yang bertubi-tubi sambil blushing.
"HAH?" Momoi benar-benar semakin bingung.
"Begitu ya…Ya sudah anggap saja aku tidak pernah bertanya-nanodayo!"
"Apa sih yang kubicarakan-nodayo! Nggak ada gunanya bertanya soal itu-nodayo" Batin Midorima yang langsung melangkah pergi meninggalkan Momoi.
"Keadaannya.." Perkataan Momoi yang menggantung membuat Midorima berhenti sedangkan Kuroko makin penasaran apa tanggapan dari Momoi—ceritanya obrolan mereka terdengar oleh Kuroko kecuali Kise dan Kagami yang masih bertengkar—
"Dia membuatku kaget…Tiba-tiba saja dia…Dia menciumku" Jelas Momoi yang sedikit blushing membuat Midorima menjedukkan keningnya di tembok sedangkan Kuroko langsung nyungsep kebelakang(?).
"Se-seriu-nodayo?" Tanya Midorima yang sedikit tidak percaya.
"Serius" Jawab Momoi.
"Aku Cuma mau menolongnya dari roh jahat! Midorima-kun jangan terguncang begitu donk! Tetsuna-san juga sih melakukan pengusiran dengan cara yang vulgar" Batin Kuroko yang sedikit kesal dan merasa kasian kepada Midorima.
"Sebetulnya siapa sih dia? Nggak ngerti, deh! Ekspresinya menjijikkan…Memandang rendah orang lain…Kepribadiannya juga jelek! Jangan-jangan siluman ular?!" Kritik pedas Momoi membuat Kuroko yang tiba-tiba merasakan hatinya sangat kesal sepertinya Tetsuna juga mendengar kritik pedas dari Momoi.
WUUSH WUUSH WUUSH
Kise yang sudah selesai bertengkar sama Kagami langsung merasakan aura hitam yang dia kenal dan langsung menoleh kepada Kuroko yang tiba-tiba berubah wujud ke wujud Tetsuna dengan dikelilingi aura hitam yang pekat.
"Apa katanya" Ucap Tetsuna yang sangat kesal membuat Kise terkejut begitu juga Kagami.
"Lho, kenapa tiba-tiba berubah-ssu" Batin Kise.
"Lagi-lagi arwah itu…Kenapa dia berkali-kali muncul didepanku?! Apa ada yang ingin disampaikan padaku?" Kata Kagami yang mulai ke-geer-an.
BAAAKKK BUUKKK
"Minggir! Ganggu saja!" Kesal Tetsuna yang langsug menjitak kepala Kagami sampai 2 benjok dan Kise hanya melihat kasian—karena Kise sudah pengalaman dipukul oleh Tetsuna :"v—
—Balik lagi ke tempat Midorima dan Momoi—
"Menyebalkan! Betul-betul cewe yang menjengkelkan" Kesal Momoi karena kejadian tempo hari.
"Kalau begitu bagaimana denganmu-nodayo?" Tanya Midorima.
"EH?"
"Kau Cuma tinggal bersama ibumu, dia sangat sibuk tapi kau Cuma peduli pada dirimu sendiri..Kelakuanmu sangat parah..Bahkan saat ibumu koma, kau tidak pernah menjenguknya-nannodayo..Sampai ibumu meninggal…Kalau gadis itu menjijikan lalu kau ini apa-nodayo?" Perkataan Midorima membuat Momoi bingung harus jawab apa tiba-tiba….
PLETAKKKK
"Kau senang menyiksa perempuan ya, hah?" Tanya Tetsuna sambil menjitak kepala Midorima.
"Tetsuna" Batin Midorima sambil mengelus kepalanya.
"Bu-bukan itu maksudku-nodayo"
"Lalu maksudmu apa?" Tanya Tetsuna.
"Aku tidak suka kau dijelek-jelekkan-nanodayo" Jelas Midorima yang ternyata itu alasannya.
"Jadi, kau membalasnya begitu? A-RI-GA-TOU" Kata Tetsuna yang langsung menoleh kepada Momoi.
"Kau salah kalau malah marah-marah pada orang lain…Marah saja padaku" Kata Tetsuna yang melihat tampang Momoi yang menyesal lalu dia langsung berlari dan Tetsuna hanya memandang Momoi sepertinya Tetsuna tau masa lalu Momoi yang sebenarnya.
Momoi terus berlari dan berlari, dan tiba-tiba masa lalu bersama ibunya terngiang dikepalanya.
"Gomen, Satsuki…Ibu telat terlambat lagi…Ibu siapkan makanan sekarang, ya"
"Gak usah, aku sudah kenyang!"
"Sudah kubilang jangan sembarangan masuk kekamarku!"
"Ibu Cuma mau taruh pakaianmu saja, kok"
"Hentikan! Aku benci padamu!"
"Satsuki, Ibu harus diopname dirumah sakit"
"Ya sudah, aku nggak punya waktu untuk menjenggukmu sebentar lagi ada ujian!"
"Begitu, ya…Dah Satsuki"
Masa lalu bersama Ibunya terus menghantuinya dan Momoi terus berlari sampai tersandung batu dan terjatuh. Momoi menangis "Aku tidak menyesal karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi…Menyesal seperti apa pun…Menyalahkan diri sendiri…Berteriak minta maaf berkali-kali…Tapi Ibu sudah tiada…Tidak ada dimana-mana lagi" Batin Momoi menangis walaupun dia tidak menyesal tapi hatinya sangat menyesal dan sangat sakit sekali "Nggak ada! Sudah nggak ada! Nggak bisa ketemu lagi" Teriak Momoi.
"Kau mau bertemu dengannya?" Tanya Tetsuna yang datang bersama Midorima.
"EH?" Momoi tidak mengerti maksud dari perkataan Tetsuna.
"Ah itu dia…Kukira pergi kemana tadi-ssu" Kata Kise yang akhirnya menyusul bersama Kagami.
"Aku yakin sekali ada yang ingin dia katakana padaku" Kata Kagami yang masih ke-geer-an.
"Urusai…Sudah diam saja-ssu" Kata Kise sambil menjitak kepala Kagami sedangkan Midorima menatap Kagami dengan kesal.
"Taiga, bawa roh yang kau lihat kemarin…Mungkin hari ini dia masih berada disini" Perintah Tetsuna kepada Kagami.
"Eh? Roh yang kamarin? Hmmmm" Kata Kagami mengingat-ngingat sambil menganyun tangannya dan akhirnya dia mendapatkan roh yang Tetsuna maksud.
"A,apa yang kalian lakukan?" Tanya Momoi sambil mengusap air matanya.
"Kau ingin dia melihatmu, bukan? Akan kupinjamkan kekuatanku padamu karena kau juga ingin melihatnya, kan?" Kata Tetsuna yang membuat Momoi kaget.
"Hah?! Kau bicara dengan siapa?" Tanya Momoi.
Tiba-tiba telapak tangan Tetsuna yang menggenggam roh yang seperti angina tiba-tib bersinar dan menanpakkan seorang perempuan paruh baya yang paras nya mirip Momoi membuat Momoi terkejut tidak percaya bahwa dia melihat sosok ibunya yang telah meninggal.
"Ti,tidak mungkin…Kenapa begini…" Tanya Momoi tidak percaya.
"Itu roh ibumu…Dia masih gentayangan di dunia ini karena masih cemas memikirkanmu, masih ingin bertemu denganmu sekali lagi" Jela Tetsuna.
"Cemas? Ibu memikirkanku? Tidak mungkin…" Perkataan Momoi dipotong oleh Tetsuna.
"Satsuki, kau sudah cukup menyesalkan?" Tanya Tetsuna sambil menatap Momoi membuat Momoi menjadi semakin menyesal apa yang dia perbuat.
"Seharusnya aku tidak bilang aku membencinya…Seharusnya aku menyempatkan diri untuk menjenguknya dan bersikap baik kepada Ibu" Batin Momoi yang benar-benar sangat menyesal.
"Satsuki" Panggil sang Ibu kepada anaknya.
"I,ibu…IBU!" Panggil Momoi sambil menangis memanggil Ibu menbuat hati sang Ibu senang dan lega melihat anaknya dan dia memeluk anaknya sebelum menghilang dan akhirnya ibunya menghilang dengan yang sangat bahagia sedangkan Tetsuna melihat kedua ibu dan anak hanya bisa tertenyum kecil tapi keliatan bahagia.
"Dengan begini anak itu pasti berubah" Batin Tetsuna.
"Gomen, aku sudah terlalu kasar padamu, Satsuki" Kata Midorima yang langsung mendekat dan muncul dibelakang Tetsuna membuat Tetsuna langsung menghindar.
"Dia betul-betul membenciku-nodayo…Tetntu saja aku sudah melukai hatinya-nodayo" Batin Midorima yang bingung apa yang harus dia lakukan.
"Payah, dalam wujud ini aku cepat sekali emosi…Aku memang marah padanya, yang begitu gampang mengatakan 'Lupakan saja' Tapi meskipun sikapnya seperti itu sampai sekarang aku tidak dapat melupakannya" Batin Tetsuna yang menoleh sekilas menatap punggung Midorima dengan tampang yang sangat sedih sekali lalu dia langsung pergi meninggalkan Midorima dengan Momoi dan di susul oleh Kise dibelakangnya sedang Kagami dia masih sibuk sendiri mau menanyakan sesuatu kepada Tetsuna tapi tidak dia hiraukan.
Keesokan Harinya
Pagi-pagi sudah gempar dengan sesuatu.
"Satsuki ngapain kau kesini-nodayo? Dan apa yang terjadi padamu-nodayo?" Tanya Midorima yang melihat Momoi membuat Kuroko melihat kearah depan pintu.
"Momoi-san? Dia sedang bersemangat lagi ya?" Batin Kuroko dan tiba-tiba melihat Momoi yang sangat berbeda dengan yang lalu—pikirkanlah gaya Momoi di KnB—
"Kakak yang waktu itu ada di kelas ini, kan? Aku ingin ketemu dengan…Mana dia? Mana dia?" Tanya Momoi dengan semangat membuat Kise dan Kuroko terkejut dengan perubahan cepat Momoi.
"Berubahnya cepat sekali" Batin Kuroko yang sweatdroop.
TBC
Akhirnya update juga nih…saia gak nyangka bahwa saia hiatus ampe beberapa bulan…gomen ne minnacchi…
Nah jangan lupa reviews nya minnachi
