Pairing : Kise x Fem!Kuroko x Midorima x Fem!Akashi

Disclaimer : Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi

Genre : Romance dan Supernatural

Rate : T

Warning : AU dan OOC

Note : "…" (Bicara biasa)

"…" (Bicara dalam hati)

"…" (Setan,Roh, dll yang bicara)

"Kuroko" Wujud asli

"Tetsuna" Roh Pelindung

Summary : Kuroko Tetsuna mampu melihat roh-roh halus. Awalnya Kuroko takut dan bingung. Tapi, ditemani oleh dua cowok cakep, Kise Ryota dan Midorima Shintaro, Kuroko mulai berani menghadapi petualangannya. Suatu hari datang roh penasaran mengincar Kuroko membuatnya berubah wujud menjadi gadis cantik yang ternyata roh pelindung. Ah, Kise tidak bisa melepaskan pandanganya.


"Ah. Sudah jam segini? Bakal telat nih" Ucap Kuroko sambil melihat jam di ponselnya dan sedang siap-siap pergi keluar. Hari ini Kuroko ada kencan dengan Kise tapi entah kenapa Kuroko menganggapnya bukan kencan.

"Kau mau keluar, Tetsuna?" Tanya Ibu Kuroko sambil menaruh secangkir kopi di meja sedangkan Ayah Kuroko sibuk membaca Koran paginya.

"Iya, mau belanja sama teman nih!" Jawab Kuroko.

"Hati-hati ya" Ucap Ayah Kuroko yang asih sibuk dengan korannya.

"Kok bilangnya mau belanja sama teman? Padahal mau kencan sama Kise kan? Kemarin si dia kan menelpon lalu Tanya bisa nemenin belanja nggak?" Ucap roh kakeknya yang tiba-tiba muncul di belakang Kuroko dan menggoda cucu kesayangannya sedangkan Kuroko kaget dengan ucapan kakeknya.

"Kakek! Kok nguping lagi sih?! Kan sudah kubilang jangan menguping!" Kata Kuroko protes dan malu karena kakek menguping pembicaraannya dengan Kise lewat ponsel.

"Waktu masih muda, aku juga sering kencan dengan nenek kok" Ucap roh kakeknya yang masih terus menggoda cucunya dan wajah Kuroko semakin memerah.

"Ini cuma pergi belanja!" Teriak Kuroko yang gak tahan dengan kelakuan kakeknya membuat Ayah Kuroko hanya diam terheran dengan kelakuan anaknya yang makin suka ngomong sendiri sedangkan Ibu Kuroko hanya adem ayem aja tanpa merasa heran dengan kelakuan anaknya.

"Hohohoh, malah marah-marah" Ucap sang kakek yang telah puas menggoda cucunya dan pergi keatas kamar Kuroko sambil meninggalkan langkah suara kaki yang terdengar oleh kedua orangtua Kuroko.

"Kalau ramai seru juga ya" Ucap sang Ibu yang masih tenang meminum teh.

"Y-yah betul juga ya" Balas sang Ayah yang tidak focus dengan korannya mungkin dia sedikit takut.

Kuroko langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya dan pergi menuju ke stasiun karena Kuroko akan ketemuan dengan Kise di stasiun. Selang 5 menit akhirnya Kise datang.

"Ohayou Kurokocchi. Lama menunggu ?" Sapa Kise sambil membetulkan topinya dan menatap Kuroko dengan senyuman khasnya.

"Nggak, baru saja datang" Balas Kuroko sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum kepada Kise.

"Bagus deh. Yuk, kita pergi-ssu. Asyik, hari ini kencan sama Kurokocchi" Kuroko yang mendengar kata "kencan" dari mulut Kise membuat kuroko deg deg-an.

"Eh…Jadi kakek benar ya…Ini kencan" Batin Kuroko sambil ngeblush membuat Kise menatap dengan bingung.

"Nee Kurokocchi…Kau menyukaiku ?" Tanya Kise tiba-tiba membuat Kuroko ngeblush makin parah.

"Kok tau-tau bertanya begitu sih" Batin Kuroko dan menjawab Kise dengan sedikit gugup "Eh? I-i-iya"

"Aku juga suka Kurokocchi. Makanya kita kencan-ssu" Kata Kise langsung menggandeng Kuroko. "KYAAAAAA" Kuroko berteriak didalam hatinya dan menatap Kise yang sedang tersenyum kepadanya.

Kuroko yang masih asyik menatap Kise yang masih tersenyum kepadanya tiba-tiba "Lho? Kuroko?" Datanglah lelaki tinggi yang memiliki surai merah gelap dan beralis cabang yang ternyata Kagami Taiga.

"Ka-Kagami-kun" Kaget Kuroko yang malu langsung melepas tangannya yang di gandeng oleh Kise.

"Kebetulan sekali! Senangnya, bisa bertemu Kuroko di hari Minggu. Aku merasa berjodoh denganmu, Kuroko" Kata Kagami yang langsung membelakangi Kise dan entah Kagami sadar atau tidak kalau Dia membelakangi Kise dengan tampang kesalnya.

"Apanya yang jodoh, Hah" Kata Kise yang sepertinya Dia menahan diri agar tidak menendang Kagami.

"Lho? Ada Kise juga?" Kata Kagami langsung menoleh kepalanya sambil memasang wajah watados (Auth : ingat ya,,,ini kebanyakan OOC, jadi jangan merasa heran ya :'''v) yang membuat Kise ingin menendang mukanya.

"Memangnya kenapa! Dari dulu kau ini mengganggu saja-ssu! Sana pergi" Kata Kise yang telah tidak bisa menahan kesalnya kepada Kagami.

"Aku nggak mengganggu kok. Cuma kebetulan lewat sini saja" Kata Kagami yang langsung menghadap lagi kepada Kuroko sedangkan Kise mengelus dadanya sambil membatin "Sabar…Sabar..Sabar Kise".

"Aku begadang untuk membuat ini untukmu, Kuroko" Kata Kagami sambil mengeluarkan kaleng kosong yang di tutupin jimat. "Mau liat, Kuroko?" Sambil menyerahkan kaleng itu kepada Kuroko.

"Apaan sih? Kayaknya Cuma kaleng kosong" Batin Kuroko yang terheran tapi Kuroko penasaran.

"Ah! Jangan dibuka mungkin isi…" Belum selesai Kise bicara, Kuroko telah melepas jimat di kaleng dan keluarlah roh anjing yang membuat Kise dan Kuroko kaget sedangkan Kagami malah kalem-kalem saja.

"KYAAAAAAA!" Teriak Kuroko karena roh anjing itu memeluk kepalanya sambil menggonggong.

"WUAAAAAA! KUROKOCCHI!" Kise juga ikutan berteriak.

"Roh ini kuat sekali. Belum pernah aku menangkap roh sekuat itu. Mulai sekarang dia akan menjagamu, Kuroko" Jelas Kagami sambil memasang muka kalem dan ohhh Kagami belum menyadari kalau Kuroko memiliki roh pelindung ?.

"Kau apakan Kurokocchi, hah! Kurokocchi bisa mati-ssu. Cepat kembalikan roh itu ke sarangnya!" Kata Kise panik dan menyuruh Kagami untuk mengambil roh anjing itu.

"Eh? Padahal aku sudah susah payah menangkapnya" Protes Kagami kepada Kise dan pada akhirnya mereka malah debat bukannya nolong Kuroko yang masih kesusahan melepaskan roh anjing itu.

WUUSH WUUSH WUUSH

Oh apa itu ? Karena Kise dan Kagami masih sibuk debat tanpa mereka sadari Kuroko berubah wujud menjadi Tetsuna dengan menampilkan wajah yang sangat kesal membuat roh anjing itu gemeteran dan ketakutan oleh aura yang dikeluarkan Tetsuna.

"HUH...MINGGIR, JELEK!" Ucap Tetsuna langsung menendang roh anjing itu.

"Hiiiiiiiii" Teriak roh anjing itu langsung masuk kembali ke kaleng kosong milik Kagami dan langsung di tutup oleh Tetsuna dengan jimat.

"Eh...Ka-kau..."

BUUUGH

Ucapan Kagami terpotong karena Kagami mendapatkan pukulan gratis dari Tetsuna.

"Lagi-lagi bikin ulah! Dasar bocah tengik! Kau juga, roh jelek dalam kaleng kosong! Awas kau nanti!" Ucap Tetsuna marah dan kesal dengan kelakuan Kagami yang gak tau malu itu membuat Tetsuna ingin membuangnya laut yang jauh.

Kise yang melihat Tetsuna masih memarahi Kagami hanya diam saja karena Kise gak mau mendapatkan pukulan gratis dari Tetsuna.

"Hahhhh" Kise hanya menghela nafas karena Kise melihat sekeliling statiun banyak melihat kearah mereka dan Kise langsung menghampiri Tetsuna.

"Jangan ngamuk di sini, Tetsunacchi!" Ucap Kise sambil menepuk pundak Tetsuna dan membuat sang empu berhenti memarahi Kagami.

"Kenapa kau membelanya, Ryouta!" Ucap Tetsuna sambil menoleh kearah Kise yang masih setia menampilkan wajah kesalnya.

"Aku nggak membelanya, kok. Yuk, kita pergi! Jangan lupa..Hari ini kan kita mau kencan-ssu" Ucap Kise dengan muka dan suara cerianya membuat Tetsuna langsung terdiam karena Tetsuna masih mencerna perkataan Kise.

30 MENIT KEMUDIAN

WAW WAW WAW WAW

Eh ada keributan di kota besar itu ? Sepertinya banyak orang yang menampilkan wajah kagum mereka kepada seseorah eh lebih tepatnya pasangan.

"Wuah, cantik banget!" Ucap cowok 1.

"He-Hebat" Ucap cowok 2.

"Cowoknya juga keren" Ucap cewek 1.

"Pasangan yang sama-sama cakep" Ucap cewek 2.

Siapa sih yang membuat mereka terkagum dan iri melihat pasangan itu ? Mari kita lihat. Oh ternyata pasangan Kise dan Kuroko—eh sepertinya Kuroko masih berwujud Tetsuna dan kenapa belum kembali kewujud semula padahal tidak ada roh jahat ? Itu nanti akan terwajab kok tenang aja, mari kembali ke topik utama.

Ternyata pasangan Kise dan Tetsuna, bagaimana bisa mereka mendapat perhatian dari orang-orang ? Lihatlah Kise yang memiliki wajah yang sangat tampan dengan bulu mata yang lentik ketika Kise tersenyum, cewek-cewek yang melihatnya langsung berteriak dan pingsan ditempat.

Lihatlah Tetsuna yang memiliki paras yang cantik serta rambut panjangnya yang sewarna merah darah yang membuat dirinya terkesan anggun walaupun Tetsuna memasang muka jutek dan memiliki mata heterochrom itu tidak akan menutupi kecantikannya.

Oh pasangan yang sangat serasi dan cocok membuat orang-orang yang melihat terkagum bahkan ada juga iri melihat mereka. Karena banyak sekali orang-orang memperhatikan mereka membuat Tetsuna kembali memasang wajah yang kesal dengan perempatan di dahinya.

"Pasangan ? Kenapa aku harus bersama Ryota, HAH!" Batin Tetsuna yang benar-benar kesal rasanya dirinya ingin membanting sesuatu supaya batinnya puas.

"Jangan cemberut begitu, Tetsunacchi. Nggak suka ya, jalan berdua denganku-ssu ?" Tanya Kise sambil memasang muka cemberut yang dibuat-buat olehnya.

"Ya, aku nggak suka! Apalagi sampai jadi tontonan orang-rang di jalanan seperti ini!" Bukannya menjawab pertanyaan Kise, Tetsuna malah membatin yang sangat kesal. Kise yang melihat Tetsuna gak menjawab pertanyaannya membuat Kise langsung menghela nafas.

"Kenapa sih..Aku merasa sangat dibenci oleh Tetsunacchi si roh pelindung. Jangan-jangan itu sebabnya, ya ? Kalau sifatnya berubah, maka orang yang disukainya juga berubah-ssu ?" Kise kembali bertanya pada Tetsuna.

"Dia baru sadar sekarang ?!" Batin Tetsuna sambil mengepalkan telapak tangannya dan ingin sekali Tetsuna menonjok wajah Kise yang menurut Tetsuna menyebalkan.

"Kayaknya..Yang kau sukai orang yang seperti Midorimacchi, ya-ssu" Goda Kise sambil memegang kedua pipi dan melirik Tetsuna. Kise ingin tau apa reaksi Tetsuna saat mendengar nama si pintar Midorima Shintarou.

"..." Tetsuna langsung terdiam seketika. Perkataan Kise tadi membuat telinga Tetsuna panas apalagi semakin panas karena mendengar nama Midorima.

"Kata siapa! Aku benci dia! Lebih baik Ryouta! Ngerti nggak ?" Jawab Tetsuna dengan suara yang sedikit tinggi. Kise yang mendengar itu langsung senang.

"Bagus dong-ssu" Kata Kise langsung memeluk Tetsuna. Tetsuna yang tiba-tiba dipeluk langsung shock.

"Hahahah" Tetsuna tertawa paksa dan Kise hanya memasang wajah cerianya dan mereka kembali berjalan dengan aura hitam besar milik Tetsuna.

"EH ? I-Itu kan..." Tanpa disengaja Hanamaki teman sekelas Kuroko yang kebetulan sedang kencan dengan pacarnya langsung kaget melihat Kise jalan dengan seseorang yang pernah dia lihat sebelumnya.

DI RUMAH MIDORIMA

PIIIP...PIIIP...PIIIP

Tiba-tiba hp hijau milik Midorima Shintarou berbunyi membuat Midorima terhenti dari kegiatan makannya, lalu mengambil hp nya.

"Dari Hanamaki ?" Batin Midorima melihat nama yang mengirim pesan kepadanya dan langsung Midorima membuka pesan tersebut.

Midorima langsung membelakkan matanya dan kacamatanya langsung merosot beberapa cm dari tempatnya.

"Midorima! Ini cewek yang itu kan ? Kok bisa bareng Kise ?!" Itulah isi pesan dari Hanamaki. Hanamaki mengirim foto dimana Kise yang tersenyum sambil merangkul Tetsuna yang masih memasang senyum terpaksanya.

Midorima masih terpaku ditempat dan shock melihat foto tersebut membuat sepupunya, Momoi langsung menghampirinya dan melihat foto tersebut.

"Ah..itu kan Kakak itu kan. Tapi kenapa dia bersama cowok seperti ini..Idih, kelihatannya akrab sekali!" Ucap Momoi yang berbinar tadi langsung diganti dengan ekspresi bingung, tapi Midorima tidak menjawab.

"..." Midorima masih terdiam ditempatnya.

KEMBALI KE PASANGAN KISE DAN TETSUNA

Di taman, ada pasangan kuning merah yang sedang duduk dibangku taman. Tetsuna masih memasang wajah kesal, entah kenapa Tetsuna benar-benar sangat kesal sekali.

"Nggak tahan lagi! Aku bisa stres!" Batin Tetsuna kesal sambil mengacak rambutnya. Kise melihat tingkah Tetsuna hanya sweatdrop.

"Aku sendiri nggak menyangka. Ternyata aku nggak bisa menerima Ryouta! Meskipun dipaksakan. Jiwa ragaku menolaknya! Bertahan 5 menit saja rasanya sulit sekali!" Batin Tetsuna yang hanya menghela nafas sepertinya kesalnya sudah mereda.

"Kayaknya nggak senang, ya-ssu ?" Tanya Kise kepada Tetsuna membuat Tetsuna yang membelakangin Kise langsung menoleh kearah Kise.

"Kau juga tau kan, kalau wujudku berubah, sifatku juga berubah ? Orang yang kau sukai sudah jadi seperti orang lain" Tanya Tetsuna apa pendapat Kise.

"Nggak juga. Aku senang kok-ssu. Tetsunacchi selalu seperti orang mabuk kan ? Kadang-kadang kumat begini-ssu" Jawab Kise sambil memasang senyumnya padahal jawabannya tadi gak nyambung.

"AKU NGGAK MABUK! Ah, sudahlah" Kesal Tetsuna langsung membalikkan badannya dan membelakangi Kise lagi.

"Kok jadi gak nyambung sih. Padahal kukira sebentar lagi aku akan kembali ke wujud semula. Sampai kapan aku mesti begini sih. Mungkin ada roh jahat di sekitar sini. Makanya..." Batin Tetsuna kembali kesal dan mengacak rambutnya lagi.

Tanpa disadari Tetsuna, Kise mengeluarkan sesuatu dari kantong jaketnya yang ternyata kaleng yang familiar dan ternyata kaleng milik Kagami untuk Kuroko yang isinya ada roh anjing dengan tutup jimatnya. Sepertinya Kise sudah merencanakan sesuatu.

Suasana menjadi hening tidak ada yang mengeluarkan suara sampai ada seseorang menghampiri mereka membuat Tetsuna sadar siapa orang itu.

"Sat-Satsuki ? Sejak kapan ada di sini ?" Kaget Tetsuna sambil bertanya kepada Momoi, sepupunya Midorima.

"..." Momoi terdiam sejenak sambil menatap Kise.

"Ih, menjijikan sekali sampah ini" Ucap Momoi langsung menjambak rambut Kise membuat keduanya terbengong ditempat.

"Biar kubereskan. Tidak boleh ada sampah di dekat kakak" Mendengar perkataan Momoi, Kise langsung tersadar "A-Apa-ssu ?!" Batin Kise.

"Ayo, ikut aku ke tong sampah" Ucap Momoi yang sedang menjambak rambut Kise langsung di seret membuat si empu meringis kesakitan.

"Apa yang kau lakukan-ssu!" Protes Kise kepada Momoi.

"Membersihkan sampah! Sampah harus dibuang kan!" Ucap Momoi yang masih terus menyeret ketempat yang namanya tong sampah.

"Ya, ampun! Jangan main seret begitu dong-ssu" Teriak Kise yang masih diseret oleh Momoi. Tetsuna yang melihat acara Kise diseret oleh Momoi hanya memasang muka bingun dan enggak mengerti.

"Kenapa anak itu bisa berada disini ?" Tanya Tetsuna kepada dirinya sendiri dan langsung beranjak dari duduknya.

Tiba-tiba ada seseorang menarik tangannya kebelakang membuat Tetsuna langsung kaget dan shock.

"Apa ? Siapa yang nekad begini" Batin Tetsuna.

"APA MAUMU, BRENGSEK" Saat Tetsuna berbalik dia kaget bukan maen karena yang menarik dirnya adalah seseorang yang telah membuat dirinya mengalami yang namanya jatuh cintah. Ya Midorima Shintarou pelakunya dan langsung menarik Tetsuna kearah belakang semak-semak.

"Shin-Shintarou ? Tunggu dulu ? Kenapa kau berada disini ? Apa maksudmu ?" Tetsuna terus memberi pertanyaan pada Midorima yang membuat Tetsuna gak mengerti tapi Midorima hanya diam saja dan terus jalan sambil menarik Tetsuna untuk menjauh dari taman itu.

"Dia Marah ? Dia marah karena melihat aku bersama Ryouta ? Masa sih ?" Batin Tetsuna bertanya pada dirinya sendiri. Tetsuna masih gak percaya kalau Midorima melakukan ini karena cemburu.

"Apa yang kau pikirkan..Aku berhak berbuat apa saja kan! Bukannya kau sudah bilang untuk melupakannku kan ? Iya kan?!" Tetsuna terus bertanya kepada Midorima dan akhirnya Midorima menghentikan langkahnya.

"Aku benar-benar tidak paham lagi-nodayo" Batin Midorima yang langsung melepaskan genggamannya pada Tetsuna dan berbalik badan menatap Tetsuna. Tetsuna hanya diam dan membalas tatapan Midorima.

"Ah, apa yang aku lakukan ? Lagi-lagi begini-nodayo. Begitu dengar kabar dari Hanamaki. Aku langsung menarik Satsuki untuk membantuku-nodayo" Batin Midorima yang langsung berjongkok dan memegang pipinya dan berpikir. Tetsuna yang melihat tingkah Midorima hanya terus menatapnya.

Entah kenapa Tetsuna langsung memegang kedua pipi Midorima dan mengangkat wajahnya. Midorima hanya kaget apa yang telah dilakukan Tetsuna.

"Ah, benar. Aku menolak Ryouta bukan karena aku membencinya, tapi karenaaku tidak mau. Kalau bukan bersama Shintarou" Batin Tetsun yang langsung berjongkok dan memeluk Midorima dengan perasaannya bahwa dirinya sangat mencintai Midorima dan merindukan sosok Midorima.

Midorima yang dipeluk oleh Tetsuna hanya terdiam "Tidak bisa. Aku tidak bisa melupakannya-nodayo" Batin Midorima langsung membalas pelukannya Tetsuna dengan erat bahwa dirinya tidak mau kehilangan Tetsuna.

"KYAAAAA" Are, sepertinya Midorima kenal dengan teriakan ini. Midorima langsung menatap wajah Tetsuna yang ternyata telah kembali kesosok Kuroko yang juga kaget. Tatap menatap dan terus menatap.

"KYAAAAA" PLAK...Kuroko yang tersadar langsung menampar Midorima dan langsung lari meninggal Midorima yang mengelus pipinya.

"Duh, kena gampar lagi-nodayo...Tapi dia tidak membenciku ?" Batin Midorima yang melihat kepergian Kuroko dan hanya bisa mengelus pipinya yang masih memerah.

"Lagi-lagi aku bersama Midorima-kun. Gimana nih, kalau sampai Kise-kun tau. Aku bersama Midorima-kun" Batin Kuroko yang berhasil keluar dari semak-semak tadi dengan keadaan beberapa daun yang menempel dirambutnya.

"Huh. Apes banget deh" Kuroko yang mendengar suara yang dia kenal langsung menoleh kepalanya dan melihat Kise telah bebas dari cengkraman Momoi sambil memegang kepalanya.

"Kise-kun, mana Momoi-san ?" Tanya Kuroko kepada Kise .

"Sedang pingsan-ssu" Jawab Kise dengan enteng.

"Eh?" Ucap Kuroko enggak ngerti.

"Tenang saja, aku sudah telepon Kagamicchi, agar dia bereskan semuanya-ssu" Ucap Kise sambil tersenyum kepada Kuroko yang membuatnya hanya menghela nafas.

"Kurokocchi, rambumu banyak daun yang menempel-ssu" Kata Kise sambil membersihkan rambut Kuroko.

"Kau masuk ke semak-semak itu ya ? Kayaknya tadi aku sempat melihat Kurokocchi bersama seseorang-ssu" Kata Kise langsung pergi kearah semak-semak tadi dan Kuroko panik karena takur Midorima masih ada disana.

"Eng-enggak ada siapa-siapa kok!" Ucap Kuroko sambil menahan Kise agar tidak jadi kesana. Kuroko memalingkan wajahnya kearah lain disaatkan seperti ini Kuroko gak berani menatap Kise, sedangkan Kise hanya menatap Kuroko dengan ekspresi yang sulit diartikan.

MENJELANG MALAM

"Kalau begitu. Sampai jumpa besok di sekolah, Kise-kun" Ucap Kuroko kepada Kise yang telah mengantarnya sampai di depan rumah.

"Ya" Hanya itu jawaban Kise membuat Kuroko bingung dengan Kise.

"Ada apa, Kise-kun ?" Tanya Kuroko tapi Kise tetap diam dan terus menatap Kuroko. Tiba-tiba Kise mengulurkan tangannya dan memeluk tubuh mungil Kuroko membuat sang empu memakin bingung.

"Aku tida tahan-ssu. Berapa lama pun waktu yang kuhabiskan dengannya. Tetsuna sang roh pelindung tidak sudi memandangku. Samapai kapan aku harus gelisah begini. Hingga roh pelindung itu hilang ?" Ucap Kise mengeratkan pelukannya. Kise tidak ingin kehilangan seseorang yang dicintainya lagi.

"Tidak akan kuserahkan dirimu padanya. Tidak akan kuserahkan. Tidak akan kuserahkan" Ucap Kise yang semakin erat pelukannya. Kuroko yang mendengar ucapan Kise hanya terdiam dan membalas pelukan Kise.

Kuroko berharap pertemanan Kise dan Midorima tidak putus hanya karena dirinya.

TBC


Note : HALLO SEMUAAAANYYYYAAAAAA! Apaka kabar ? pasti kangen ya sama Misaki /gak ada woy /geer,,,,Misaki minta maaf ya karena hiatus yang hampir 2 tahun ini...maklumlah Misaki masih pelajar dan sibuk tugas sekolah :'''D Oh ya Misaki mau ngasih tau kalau Misaki akan menyelesaikan insyaallah bulan ini selesai soalnya nanti bulan Feb Misaki akan menghadapi yang namanya PKL,,,jadi Misaki usahakan menyelesaikannya sebelum Misaki memulai PKL nya

Jadi silahkan dinikmati ya jangan Review nya :'''D