Pairing : Kise x Fem!Kuroko x Midorima x Fem!Akashi

Disclaimer : Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi

Genre : Romance dan Supernatural

Rate : T

Warning : AU dan OOC

Note : "…" (Bicara biasa)

"…" (Bicara dalam hati)

"…" (Setan,Roh, dll yang bicara)

"Kuroko" Wujud asli

"Tetsuna" Roh Pelindung

Summary : Kuroko Tetsuna mampu melihat roh-roh halus. Awalnya Kuroko takut dan bingung. Tapi, ditemani oleh dua cowok cakep, Kise Ryota dan Midorima Shintaro, Kuroko mulai berani menghadapi petualangannya. Suatu hari datang roh penasaran mengincar Kuroko membuatnya berubah wujud menjadi gadis cantik yang ternyata roh pelindung. Ah, Kise tidak bisa melepaskan pandanganya.


"Tidak akan kuserahkan"

"Ayo cepat serahkan padaku!"

"Kenapa harus kurang selembar sih! Pokoknya tidak akan kuserahkan padamu!" Teriak Kise sambil mengangkat tangannya yang pegang selembar kertas tinggi-tinggi biar gak diambil Midorima.

"Itu print kisi-kisi ujian, tahu. Memangnya kau belajar?! Kau tidak memerlukannya!"

Ternyata Kise dan Midorima bertengkar hanya karena selembar kertas print kisi-kisi ujian, yang entah darimana niatan Kise yang ingin belajar.

"Kalau dikasih juga nggak menolongkan?" Ujar Midorima sambil memasang senyum meremehkan.

"Apa maksudmu?!" Teriak Kise dengan nada kesalnya.

Siswi-siswi dikelas hanya bisa memandang 2 sahabat itu sambil terkekeh geli melihat tingkah mereka dan siswa-siswa hanya bisa menggelengkan kepala mereka.

Kuroko hanya melihat Kise dan Midorima sambil duduk dibangkunya, kemudian dia mengingat kejadian kemarin.

"Tidak akan kuserahkan dirimu padanya"

Kuroko masih mengingat kata-kata Kise itu dan Kuroko yakin bahwa Kise tahu kalau Tetsuna bertemu dengan Midorima ditaman.

"Ucapan itu…Kise-kun tahu…Kalau wujudku berubah, Tetsuna-san masih menyukai Midorima-kun"

"Meskipun Midorima-kun sudah bilang untuk melupakan semuanya…Rasa itu semakin kuat membuatku sulit mengendalikan diriku ini" Batin Kuroko yang hanya bisa menghela nafas dan berpikir apa yang harus dia lakukan, agar roh pelindungnya pergi. Walaupun Kuroko tahu cara biar roh pelindung itu pergi tapi tetap saja, itu sangat sulit bagi Kuroko.

Kuroko yang masih memandangi Kise dan Midorima yang masih bertengkar tanpa sengaja Midorima menoleh dan pas-pasan menatap Kuroko juga, membuat Kuroko terkejut. Kise menyadari itu langsung menarik kerah baju Midorima, yang membuat Midorima terkejut dan Kuroko langsung berdiri, memanggil Kise.

Selang beberapa menit mereka saling memandang. Akhirnya, Kise melepaskan tarikannya di kerah baju Midorima dan membelakangi. Begitu juga dengan Midorima yang langsung membetulkan kerah bajunya.

"Hem, ya sudah belajar kalau mau" Ucap Midorima mencairkan suasana.

"Gak usah, aku gak mengerti kisi-kisi ini. Lagipula ini bukan soal ujian" Jawab Kise yang langsung memberikan kertas print kisi-kisi ke Midorima, Kemudian pergi keluar kelas.

Kuroko yang melihat itu hanya bisa memandang Khawatir kepada Kise.

...

Disinilah Kise berada, sedang duduk diam di atap sekolah, sambil menikmati seminarnya angin.

"Ah, capek rasanya" Batin Kise sambil menghela nafas.

"Aku begitu takut kehilangan dia. Tidak kusangka aku serapuh ini" Lanjut Kise sambil memandang langit yang cerah.

"Tapi kegelisahan ini tidak bisa berhenti. Seakan-akan aku sudah hilang dari sisinya. Saat itu, waktu aku melihat matanya. Dia menatap Midorima dengan penuh perasaan" Batin Kise yang nelangsa dan menghela nafas keras sekali lagi, menompang dagunya dengan kedua telapak tangannya.

"KISE" Teriak seseorang yang langsung Kise kenal dari suaranya.

"Kenapa, Kagamicchi?" Tanya Kise yang sekali lagi menghela nafas.

"Ada roh gentayangan disini, gak?"

"Roh gentayangan?" Tanya Kise bingung.

"Iya, aku lagi nganggur. Ada 3 roh yang lepas disekolah. Mereka bengis-bengis, harus cepat-cepat ditangkat" Ucap Kagami sambil mengelap keringat karena habis berlari.

"Kau ini ngapain sih, kenapa bolak-balik menangkap roh terus" Ucap Kise kesal.

Namun selang beberapa detik, Kise langsung memasang wajah horor nya dan menatap Kagami.

"GAWAT!"

"Dalam keadaan seperti ini. Kalau aku jadi Midorimacchi pasti aku manfaatkan!" Ucap Kise yang langsung berlari untuk membantu Kagami untuk menemukan roh-roh itu.

...

Midorima yang sedang membawa beberapa buku untuk di kembalikan ke perpustakaan. Tidak sengaja dia melihat ada roh gentayangan di ruangan .

"Roh apa ini? Dia cukup kuat. Baik akan kuusir" Batin Midorima yang langsung menaruh buku-buku yang dia bawa ditaruh di meja terdekat. Selang beberapa detik Midorima berpikir dan langsung mengambil ponselnya, memanggil seseorang.

Di lain tempat, yaitu kelas. Kuroko sedang membereskan buku-bukunya kedalam tas, tiba-tiba handphone berbunyi. Melihat nama Midorima langsung mengangkatnya.

"Halo, Kuroko?! Gawat, kau bisa datang ke sini?! Aku berada di ruang …WUAAAAHHH" Teriak Midorima dari telepon dan tiba-tiba sambungan terputus.

Kuroko yang panik, langsung lari ketempat yang sudah disebut oleh Midorima.

"Midorima-kun, kau gak apa-apa?" Setelah sampai Kuroko tidak menemukan kebaradaan Midorima, tapi malah menemukan roh gentayangan disana.

"Roh gentayangan? Kok ada disini"

"Kalau mendekat, nanti wujudku berubah lagi. Gimana ya? Midorima-kun ada dimana?" Batin Kuroko yang bertanya-tanya sambil menengok kanan kiri untuk mencari keberadaan Midorima.

Tanpa disadari olehnya, Midorima ada dibelakangnya, mengendap-ngendap sambil menaruh kedua telapak tangannya kedepan. Sepertinya Midorima ingin mendorong Kuroko untuk masuk, mengarah pada roh gentayangan.

Sebelum itu terjadi, Kise yang berlari sangat kencang langsung menggendong Kuroko dan pergi meninggalkan Midorima.

"SUDAH KUDUGA! KAU PASTI AKAN BERBUAT BEGITU!" Teriak Kise dengan Kuroko yang berteriak karena kaget di gendong tiba-tiba oleh Kise.

Midorima hanya berdecih, dia tidak menyangka Kise akan menyadari niatnya ini.

"Padahal kalau aku bisa bicara dengan Tetsuna. Ada yang ingin kutanyakan padanya. Kenapa dia bersikap begitu, setelah aku sudah menyakiti hatinya. Kukira dia membenciku, tapi kenapa?! Apa dia masih ada rasa denganku?"

...

"Jadi roh itu. Kau membawanya, Kagami-kun?"

"Iya. Kutangkap di jalanan. Roh yang cukup kuatkan? Kubawa dia seharian. Aku merasa kekuatanku bertambah karenanya" Kagami sambil menjelaskan apa alasannya membawa roh-roh ini dibawa terus.

"Tambah kuat?" Tanya Kuroko yang sedikit bingung dan terkejut.

"Ya, mungkin seperti itu" Jawab Kagami.

"Kau betul-betul ingin jadi kuat, ya? Pakai segala cara" Tanya Kuroko sekali lagi. Dia bingung apa yang dipikirkan teman masa kecilnya ini.

"Habis-"

"Kurokocchi, ngobrolnya nanti saja" Ucap Kise yang langsung menyela pembicaraan Kagami dan Kuroko.

"Ada 2 roh lagi, sana tangkap. Aku akan membantumu. Kalau gak aku juga yang repot" Ucap Kise yang kembali memasang wajah horornya dan Kagami hanya mengganggukan kepalanya.

"Kalau begitu, kita cari bersama-sama. Kuroko, tunggu disini"

"Hey, tunggu kalian" Teriak Kuroko.

Tanpa mereka sadari, dibalik tembok ada Midorima dengan senyum liciknya.

"Nah" Midorima langsung membuka tutup botol air dan mengarahkan roh yang sedang dicari Kagami ada disampingnya, mengarahkan air itu ke roh itu.

"Roh mana pun yang kena air suciku, pasti akan hancur berantakan. Nah, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Midorima dengan nada menyeramkan, membuat roh itu ketakutan.

"Kau mau jadi hancur atau mau pergi?" Ucap Midorima dengan seringainya. Roh itu semakin takut dan menangis.

Kemudian langsung pergi mengarah dimana Kuroko berada. Kuroko yang merasakan ada aura aneh menoleh kebelakang dan terkejut melihat roh gentanyangan terbang kearahnya.

"KYAAAAAAA" Teriak Kuroko. Sedikit-sedikit Kuroko berubah wujud ke wujud Tetsuna.

Sebelum sepenuhnya berubah, ada seseorang menutup pandangannya dan langsung pergi meninggalkan roh itu.

Midorima yang melihat itu, yang ternyata Kise yang berhasil mengagalkan rencananya hanya bisa menghela nafas disertai tatapan sendu.

...

Dikelas hanya ada Kise dan Kuroko yang sedang duduk dibangku mereka. Kuroko hanya memandangi Kise yang masih terus mengerutu.

"Jangan-jangan, Kise-kun mencegahku supaya gak berubah wujud?" Batin Kuroko yang sekarang menundukkan kepalanya, sekali-kali melirik sedikit kearah Kise.

"Tentu saja, dia tidak mau. Aku juga tidak ingin membuat Kise-kun kesal dan merasa gelisah begini. Aku tidak ingin mengkhianatinya" Batin Kuroko yang masih menunduk. Tanpa disadari, Kise sedang memerhatikan Kuroko dengan tatapan sendunya.

"Sepertinya aku sudah hilang dari sisinya. Kegelisahan ini tidak bisa dibendung lagi" Batin Kise.

"Selesai juga. Ini roh terakhir yang ku tangkap" Muncul Kagami didepan kelas Kise dan Kuroko. Masuk kedalam dan duduk dibangku, samping Kuroko.

"Kagami-kun, kau terluka" Kuroko yang khawatir melihat keadaan Kagami.

"Gak apa-apa, sudah biasa"

"Hah, sudah biasa terluka begini?" Ucap Kuroko terkejut dengan jawaban Kagami.

"Iya, karena ini keinginanku untuk menjadi kuat. Cuma ini yang bisa kulakukan supaya jadi kuat" Jelas Kagami.

"EH?" Seru Kuroko yang sedikit gak percaya.

"Aku gak bercanda, kok. Aku gak punya kelebihan lain kecuali kekuatan roh ini" Ucap Kagami sambil memperlihatkan kaleng yang sudah disegel oleh Kagami.

"Aku sejak dilahirkan punya kekuatan roh. Tapi orang-orang di sekelilingku menganggapku aneh. Mereka ketakutan dan kabur, tidak mau berteman denganku. Dan akhirnya keluargaku pun meninggalkan aku sendirian" Jelas Kagami sambil memasang senyum sedihnya.

Kuroko yang mengetahuin masa lalu Kagami hanya bisa diam. Dia bingung harus berkata apa.

"Tapi….Suatu hari, aku bertemu dengan seorang gadis yang juga punya kekuatan sepertiku. Aku menolongnya dari roh jahat, lalu berkata 'Terima Kasih'." Kagami menjelas kembali ceritanya.

"Apakah yang dimaksud adalah Tetsuna-san?"

"Aku sangat senang, jadi kupikir kalau aku jadi lebih kuat. Aku akan mendapatkan lebih banyak ucapan 'Terima Kasih'. Cuma kekuatan roh ini yang kumiliki" Lanjut Kagami sambil menopak dagunya dengan telapak tangannya.

"Ternyata begitu—"

"Kagamicchi, bukan cuma itu yang kau miliki. Nanti kau akan tahu sendiri kelebihan apa dalam dirimu" Ucap Kise dengan kali ini sangat bijak. Kagami yang mendengar itu hanya bisa tersenyum.

"Aku ingin tanya pada dia. Roh yang berambut merah panjang. Kise juga melihatnya berkali-kali"

"Kau belum sadar juga, ya?" Tanya Kise.

"Kagami-kun, belum tahu rupanya" Teriak Kuroko. Kagami tidak peduli dan langsung melanjutkan perkataannya.

"Roh itu mengatakan hal yang sama denganku. Karena kekuatan rohnya terlalu besar, dia ditakuti semua orang. Itu sebabnya, selama hidup dia tidak pernah menyukai seseorang. Dia lebih kesepian dibandingkan aku. Kasihan sekali, aku bilang begitu tanpa pikir panjang"

"Itulah sampai sekarang, aku penasaran. Apakah dia sudah menyukai seseorang sekarang"

Tiba-tiba Kuroko merasakan gejolak yang sangat kuat didalam tubuhnya. Hangat, kuat, dan meluap-luap.

Ini bukan keinginan Kuroko, tidak ada roh gentayangan, apalagi roh jahat. Tapi ini keinginan tersendiri dari Tetsuna. Mengambil ahli tubuh Kuroko dan berubah wujud.

Perubahan wujud yang terjadi didepan Kagami hanya bisa terkejut melihat itu. Kise jangan ditanya, dia sudah pasti terkejut.

Setelah berubah wujud dan mengambil ahli tubuh Kuroko, Tetsuna langsung beranjak untuk pergi. Kise yang melihat itu langsung menggenggam pergelang tangan Tetsuna.

Kise menatapnya, sedangkan Tetsuna menatap Kise dengan tajam. Langsung menepis melepaskan diri dari genggaman Kise, langsung pergi tanpa mempedulikan Kise.

"Jangan Pergi"

"Kumohon jangan pergi"

"KUROKO!"

Kise hanya bisa berteriak memanggil Kuroko, tapi tubuh Kuroko diambil ahli oleh Tetsuna dan terus melanjutkan langkah tanpa mempedulikan teriakkan Kise.

...

Di perpustakaan, Midorima yang sedang berdiri didepan jendela. Merasakan hembusan angin dan menatap langit senja.

"Kalau memang Tetsuna tidak membenciku. Mungkin masih ada kesempatan" Batin Midorima tanpa menyadari ada seseorang yang sedang menghampirinya. Hanya beberapa menit Midorima merasakan aura yang dia kenal, menolehkan kepalanya dan melihat Tetsuna.

"Kenapa aku datang kesini?! Padahal aku sadar, bahwa tindakanku ini salah. Tapi…" Batin Kuroko yang hanya bisa melihat tubuhnya diambil ahli oleh Tetsuna, tanpa melakukan apapun dialam bawah sadarnya. Kuroko tidak bisa berbuat apa-apa.

"Kenapa dalam wujudmu ini, perasaan ini begitu sangat menyakitkan. Kukira aku bisa melupakanmu dari dalam hidupku. Tapi nyatanya, aku tidak bisa" Inilah yang ingin Midorima ucapkan kalau bertemu Tetsuna. Tetsuna yang mendengar pengakuan Midorima hanya bisa membulatkan matanya.

Midorima langsung membawa Tetsuna kedalam pelukannya. Memeluknya sangat erat, tidak ingin kehilangan sosok ini. Midorima tahu kalau Tetsuna ini sudah mati dan menjadi roh, tapi dia melupakan fakta itu karena perasaannya sangat kuat dan menyakitkan, membuat Midorima semakin gila.

Dengan bibir bergetar Tetsuna menjawab "A-aku juga…Tidak bisa melupakanmu" Tetsuna menangis dan melingkarkan kedua lengannya dileher Midorima, memeluknya sangat erat.

"Kalau aku bisa mengambil kesempatan ini. Dia tidak akan kulepaskan lagi. Meskipun itu berarti aku harus menyakiti perasaan seseorang" Inilah tekad Midorima, dia tahu bahwa dia egois tapi perasaannya kepada Tetsuna sudah membuat dia mengambil langkah ini.

Mengarahkan kedua tangannya ke pipi Tetsuna, mengusap air mata yang mengalir. Mendekatkan wajahnya ke wajah Tetsuna, lalu bibir mereka bertemu, dengan penuh perasaan dan lembut.

Dilain tempat, Kise hanya terduduk diam dengan tatapan kosongnya, sedangkan Kuroko hanya bisa menangis dialam bawah sadarnya. Kuroko tidak bisa menghentikan Tetsuna membuat dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.

"Aku tidak bisa lagi kembali kesisi Kise-kun"

Perpisahan Kuroko dan Kise tidak akan lama lagi.

TBC...


Akhirnya...chapter 14 muncul untuk serial Kuroko's Moon

sesuai janji,,klo masih ada yg menunggu saya langsung lanjut

saya gak banyak cangcingcong, butuh 1 ato 2 komen aja sudah cukup buat saya untuk mengetahui bahwa fanfic ini masih ditunggu

oh ya tambahan, mulai chapter ini saya ngilangin kata tambahan yang biasa Kise dan Midorima ucapkan -ssu dan -nanodayo,,,entah kenapa kek berasa ribet yha jadi yha begitu,,,paling sufix -chan -kun -san -cchi masih ada kok

makasih yha sudah mau menunggu ini fanfic sangat lama selama 2 tahun

akhir kata jangan lupa review nya :)