Frozen Heart

FROZEN, Rise of The Guardians, Tangled "Not Mine"

Waning : Typo, Alur berantakan, OOC

Bulan bersinar dengan sangat terang dan Elsa melihatnya dari balkon istana esnya yang tinggi. Dari tempatnya berdiri ia dapat melihat bulan dengan lebih jelas, bulan itu terlihat begitu besar dan menggumkan tanpa ada awan yang berani mengahalangi sinar terangnya.

"Ratu Elsa. Kenapa kau tidak menyerang para Guardian yang telah menculik adikmu? Bisa saja mereka membawa adikmu pergi atau menyadarkannya." Pitch Black menatap Ratu Es dari Arendell itu dari kegelapan ruangan yang tak tersinari bulan.

"Meraka takkan bisa menyadarkan Anna. Karena hanya cinta yang benar- lah yang dapat menyelamatkannya. Tapi Anna tidak mengerti bahwa didunia ini tak ada yang namanya cinta sejati. Ia akan selamanya tertidur dalam dekapan sihirku. Para Guardian itu juga tidak bisa membawa Anna pergi. Karena semakin sihir yang mengikat Anna jauh dariku makan sihir itu akan semakin memberontak dan menyerang sekitarnya. Tak ada yang bisa mematahkan sihir penuh mimpi buruk ini." Kedua tangan Elsa saling memgepal, Mata birunya menatap kerjaan Arendell di jauh sana dengan tajam. "Kutukan ini. Kau yang memberikannya kan? Moon." Elsa menatap bulan yang menyinari wajahnya dengan benci.

.

Flashback

Kreajaan Arendel tengah bersuka cita, Ratu mereka Idun Arendelle akhirya mengandung. Para rakyat berharap bayi yang lahir kelak dapat memimpin kerajaan dengan baik dan mensejahterakan rakyatnya. Kabar baik itu menyebar keseluruh pelosok negeri Arendel juga negeri tetangga. Berbondong-bondong bara bangsawan dan kolega kerja datang mengucapkan selamat dan memberikan hadiah. Kebahagiaan jelas tesirat diwajah kedua pasang Raja dan Ratu itu.

Namun pada suatu malam di masa kehamilan menginjak usia tujuh bulan, sang Ratu tiba-tiba merasakan sakit yang teramat sangat di rahimnya. Para dokter di panggil untuk memastikan apakah itu karena kehamilan, kelahiran yang lebih awal atau hal lainnya. Menurut dokter rasa sakit itu bukan diakibatkan oleh kelahiran yang lebih awal, tetapi karena terjadi komplikasi yang membahayakan kondisi sang ibu dan janin. Berbagai macam obat telah di berikan tapi kondisi sang ratu tak kunjung membaik malah sebaliknya. Hari demi hari disisa kehamilannya sang Ratu tampak semakin kurus dan menderita. Adgar, Raja Arendelle telah pasrah ketika membayangkan kehilangan istri dan bayinya.

Tapi pada suatu malam raja yang sedang menemani Istrinya di ruang perawatan istana mendapat sebuah mimpi. Ia sedang berada di tepi sebuah danau yang tak asing. Ia ingat pernah mengajak istrinya ke danau itu beberapa bulan lalu saat kandungan istrinya menginjak usia empat bulan. DI tepi danau itu Adgar melihat sebuah kuncup bunga lili harimau putih yang tampak sangat cantik. Lili itu mekar seiring dengan sinar bulan yang terus menyinari tumbuhan itu, kelopak bunga itu berpendar keperakan dan permukaan tanah didekat bunga itu terlapisi serbuk putih. Dalam mimpinya Adgar melihat bunga itu dipetik oleh seorang gadis cantik beramput pirang keperakan. Gadis itu mengenakan gaun biru indah dengan lambang kerajaan Arendelle menghiasinya. "Papa." Ucap gadis kecil itu manatap Adgar sebelum menghilang di bawah cahaya bulan.

.

Mimpi itu memberikan sebuah harapan bagi Raja Arendelle itu. Dengan segera dia memperintahkan prajuritnya untuk mencari bunga itu. Seharian penuh prajurit menyusuri danau yang dimaksud namun tak satupun bunga yang sesuai dengan gambaran dari sang raja. Menjelang sore para prajurit satu-persatu kembali ke istana dengan tangan kosong. Merasa kesal kesal karena prajuritnya tak kunjung membawakan bunga yang dimaksud, Raja Adgar pun turuntangan. Dengan seorang diri ia memacu kudanya menuju danau yang ada dalam mimpinya tidak memperdulikan matahari mulai terbenam. Prajuritnya mengikuti dibelakang dengan segera tanpa diperintahkan. Tak memperdulikan bahwa mereka barusaja tiba di istana.

Raja Adgar telah mengelilingi danau yang ada didalam mimpinya lebih dari dua kali tapi bunga yang di maksud tak kunjung ia temukan. Matahari telah terbenam, langit dipenuhi cahaya bintang dan bulan yang bersinar terang. Danau yang tenang memantulkan cahaya bulan ke tepi danau, kunang-kunang berpendar cahaya kehijauan terbang dengan indah di pinggir hutan. Beberapa kunang-kunang berkumpul di sebuah titik di tepi danau yg terkena cahaya bulan, lambat laun titik itu mulai tumbuh membentuk sebuah tanaman dengan bunga yang masih kuncup. Raja Adgar menatap dengan kagum ketika kuncup itu mulai mekar dan kunang-kunang mulai mengitari bunga itu memperlihatkan sebuah bunga White Tiger Lily yang berpendar indah.

Serasa mendapatkan tujuan hidupnya kembali, Raja Adgar dengan segera memetik bunga itu dan membawanya ke istana tidak memperdulikan helaian dauan dan batangbunga yang mengristal dan pecah menjadi butiran es. Sesampainya di istana bunga Lily itu segera di hidangkan dalam minuman kepada sang Ratu. Air dalam gelas yang berisi estrak bunga itu berpendar keperakan dan diminum dengan segera oleh sang ratu. Dalam sekejap kondisi sang ratu membaik.

.

Beberapa minggu kemudian bayi yang dinantikan pun lahir. Sosok bayi cantik berambut keperakan dan bermata saphire indah memukau seluruh rakyat. Tak perduli bayi itu adalah perempuan, sang Raja mamutuskan menjadikan putrinya sebagai penerus tahta. Sang Raja dan Ratu merasa bersyukur atas anugrah yang telah mereka dapatkan. Mereka sangat menyayangi putri mereka. Sebelum tidur sang Raja selalu menceritakan kisah bunga ajaib kepada putrinya. Bunga yang tak hanya menyelamatkan istri dan putrinya tetapi juga memberikan anugrah kekuatan sihir yang memukau. Sang Raja dan Ratu selalu berharap agar Elsa, putri mereka akan selalu dilimpahi kebahagiaan. Namun layaknya roda yang terus berputar, hari-hari bahagia mereka kini mendekati awal mimpi buruk. Semua diawali dengan rasa takut seorang rakyat lalu menyebar kepelosok negeri. Kekuatan sihir sang Putri yang awalnya tampak indah dan memukau berubah menjadi mengerikan dan awal mimpi buruk itu dimulai.

End Flashback

.

Untuk mencari tahu cara mengalahkan Pitch Black dan menyadarkan Elsa, para Guardian memustuskan untuk membagi kelompok menjadi dua. North dan Toothiana akan kembali ke Kutub untuk bertanya pada Man in Moon sementara Bunny, Sandy dan Jack akan menjaga Anna. Tanpa mereka sadari seekor burung hantu salju mengamati dari dahan di luar jendela. Menatap dengan cermat ketika kereta luncur North masuk ke portal dan menghilang.

.

"Pitch Black, Apa kau tahu kemana para guardian itu pergi?" Elsa bertanya sembari melepas topeng esnya. Pitch Black tengah menatap langit lewat balkon ruangan yang terbuka.

"Memangnya mereka pergi kemana?" Tanpa mengalihkan pandangan dari bulan yang bersinar.

"Dua diantara mereka menaiki sebuah kereta luncur yang menghilang saat memasuki sebuah portal." Mendengar jawaban dari Elsa wajah Pitch Black menegang. Pandangannya kembali ia arahkan pada bulan yang masih bersinar terang. 'Apa yang kau rencanakan Moon?'

"Kemungkinan mereka berdua kembali ke pabrik North untuk mencari cara untuk menyadarkan adikmu."

"Aku sudah bilang, tak ada cara untuk menyadarkan Anna." Ucap Elsa kukuh. Kedua tangannya terkepal erat dan mata birunya menatap Pich Black dengan tajam.

.

North dan Toothiana menatap potongan petunjuk yang terlihat dikristal biru di hadapan mereka. Tetesan cahaya matahari, bunga ajaib yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit, seorang putri yang terkurung di atas menara, sebuah perjalanan takdir dan sang putri yang kembali ke pelukan orang tuanya. Selain gambaran itu Man in Moon juma memperlihatkan tentang tetesan cahaya bulan yang jatuh kebumi, membentuk bunga ajaib dan dipetik oleh seorang raja hingga putri yang terlahir berkat kekuatan bunga ajaib itu.

Dari gambaran itu North ragu, ada gadis lain yang mendapatkan kekuatan seperti Elsa dan gadis itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan Anna.

TBC