Rated : M-T
Pair : Chanbaek
Purely my wild imagination.
Genre: Angst, Hurt, Romance.
Drama ++
(with some Humor feeling)
.
CERITA INI TIDAK DIBUAT UNTUK MENJATUHKAN PIHAK ATAU KARAKTER MANAPUN.
.
.
.
3. That Is Why I Didnt Tell You (1).
June, 2014.
Aku kembali pagi-pagi sekali, belum benar-benar memiliki waktu untuk tidur. Park sialan itu mengganguku. Berita skandal akan segera diluncurkan dan manager hyung memintaku mengikutinya. Agar tak terlalu terlihat mencurigakan dan mengindari komentar buruk pengguna internet, aku meminta Se Ho hyunguntuk mengantarku. Pengguna internet akan beranggapan bahwa aku tak mementingkan acara, Ga Yeon pernah mendapatkan komentar tersebut ngomong-ngomong.
Sebelum matahari sempat meninggi beberapa derajat, aku sudah berada di gedung agensi, bersama Taeyeon noona. Direktur masih sibuk membuat suatu panggilan pada salah satu media. Beliau sedang menjelaskan bagaimana berita ini harus diluncurkan, headline yang pas, bahkan jam berapa yang paling strategis untuk memberitahu seluruh dunia. Sudah kukatakan, ini SM, kami terbiasa bermain mulus disini.
"ya, tidak, rencana kedua lebih baik. Ini akan meledak. Bukan, aku tak ingin mereka mendengar saat benar-benar bangun tidur, itu akan dianggap lelucon"
Sayup-sayup aku mendengar direktur berbicara dengan seseorang. Taeyeon noona tepat disebelahku dan terus memandangiku dengan khawatir.
"apa tak apa-apa?" tanyanya. Ini sudah pertanyaan kesekian kali sejak satu minggu yang lalu. Kalaupun aku jawab dengan kalimat "aku keberatan" memang ada yang akan mendengarkan?.
"ini bukan masalah, noona" balasku. Saat ini mungkin bukan masalah, tapi setelah ini, siapa yang tau?.
Aku sudah menganggap Taeyeon noona sebagai saudara dalam artian sesungguhnya. Jika kau bekerja dibawah naungan SM, kesempatan emas untuk bertemu idola tentu ada, dan kesempatan itu harus kau gunakan sebaik-baiknya. Begitu juga denganku dan Taeyeon noona.Saat awal memasuki gedung SM aku memang bertemu dengan beberapa orang termasuk Park Chanyeol. Masa-masa Trainee adalah pertama kali kami bertemu, sebagai penggemar beratnya aku tentu senang bertemu dengannnya.
Banyak hal yang telah aku ceritakan padanya -ini yang membuat kami dekat- hingga rasanya mengencani seseorang yang telah kuanggap sebagai kakak sendiri merupakan tindakan yang tak pernah ada dalam pikiranku.
Aku tau dia khawatir, aku sangat awal di SM. Belum mengerti dampak apa yang akan terjadi. Tapi, yang kutau tidak akan sedikit yang kecewa.
" Jadi, Byun Baekhyun hari ini aku meresmikanmu sebagai kekasih Kim Taeyeon, Selamat." Direktur menangkup kedua tangannya dibawah dagu dan berbicara tanpa nada menyesal sedikitpun, alih-alih terasa sangat bahagia.
Seisi ruangan - aku dan Taeyeon noona serta beberapa staff juga manager- tidak memberikan komentar apapun. Semua hanya mendengarkan dan menunggu instruksi yang harus dilakukan.
"beberapa jam lagi beritanya akan dirilis, tak perlu mengucapkan apa-apa, jangan berjalan-jalan keluar dan tak perlu berkomentar atau memposting apapun sampai mananger memberi kode aman" itu instruksi untukku dan Taeyeon noona. Kami hanya mengangguk tanda mengerti.
"aku akan mengabari kapan suasana sudah mulai aman dan pantau terus artis kalian. Aku tak peduli dengan apa yang terjadi setelahnya. Saham mulai melemah akhir-akhir ini, itu yang harus kalian ingat dan bekerjalah lebih keras. Perbaiki semua kondisi, ingat itu!" selanjutnya adalah instruksi untuk para manager dan mereka mulai mencatat setiap detail kecil yang harus diingat.
Kami semua dipersilahkan keluar dan meninggalkan beberapa staff, tim itu yang akan merumuskan apa hal-hal sepele yang harus kami lakukan. Penggemar merupakan pihak yang amat peka. Mereka akan merumuskan apa saja yang pernah dilakukan pasangan secara bersamaan. Bahkan mereka akan melihat postingan yang berhubungan dan mengaitkan kondisi tersebut sebagai bentuk tanda hubungan asmara idolanya. Maka, tim ini dibentuk, rencana ini harus berjalan baik walau hanya diawal -yang bahkan sudah dimulai sejak 3 bulan lalu-.
Aku keluar dari ruangan direktur dan menghembuskan nafas dengan kasar, lelah. Belum sempat beristirahat dengan baik dan beberapa jam lagi dapat kupastikan telephone genggamku akan penuh dengan banyak pertanyaan. Itu akan lebih melelahkan.
Kupandangi lift lantai tiga yang belum terbuka. Kami tidak bisa keluar dari gedung agensi sekarang. Mungkin aku harus ke studio dan melihat-lihat sampai gelap.
" Ingin main ke Apartemenku?" Taeyeon noona menawarkan pilihan lain.
" Skandal yang lebih panas?" godaku sambil terkekeh.
Saat pintu lift terbuka, kami masuk tanpa tau akan menekan tombol ke lantai berapa. Manager hyung sedang membelikan beberapa makanan karna makanan terakhir yang masuk ke perutku adalah makanan yang kumakan saat syuting Roommate.
Taeng noona yang kemudian berinisiatif untuk menekan salah satu tombol yang kutau akan mengantarkan kami ke ruang latihan tari. Sepagi ini belum ada yang menggunakan ruangan itu. Lagipula, ruangan itu sangat besar, sehingga kami bisa beristirahat sebentar disana.
"bagaimana rasanya setelah jadi idola, Baek?" lagi, wanita disampingku yang pertama membuka percakapan.
"noona pasti tau jawabannya, sedikit melelahkan sejujurnya" ujarku menanggapi pertanyaannya.
Alasan lain kenapa kami bisa begitu dekat karena dia pelatihku. Wanita disebelahku ini mengajarkanku banyak hal. Aku hanya dilatih dalam waktu singkat, dan langsung diajukan untuk debut. Jelas saja itu memiliki banyak masalah, seperti kemampuan hafalanku atau komentar murid asuhan lain. Seperti kebanyakan senior lain, dia menolongku, mendengarkanku, dan sesekali menemaniku. Banyak orang yang kadang menyalah artikan kedekatan kami. Dia sangat cantik -tidak salah jika kujadikan pacar sungguhan- tapi kami murni hanya berteman.
"apa sudah ada yang tau tentang ini selain kita?" aku beralih bertanya padanya, tak sopan jika dianggap mengabaikan wanita apalagi senior, sedekat apapun kita.
"hmm, aku telah memberitahu Tiffany dan Hyohyeon, aku yakin mereka sudah menyebarkannya, para wanita" Taeng noona mengerling padaku dengan maksud bercanda.
Pintu lift terbuka dan kami mulai memasuki studio tari. Saat kami masuk, beberapa staff nampak sibuk membersihkan ruangan. Benar dugaanku, sepagi ini belum ada yang menggunakannya. Padahal saat aku-dan grupku- dalam masa awal debut harus berlatih sepanjang malam hingga pagi lagi, tanpa berhenti.
Kami memilih duduk disudut ruangan, diatas matras hingga Taeng noona bisa berguling-guling, dia masih mengantuk. Aku masih memilih untuk duduk dan mengeluarkan ponsel dari saku jeansku. Kemudian menyalakan salah satu permainan.
"bagaimana denganmu, sudah ada yang tau?" Tae noona sudah kembali duduk dan menatapku penuh minat, walau terlihat masih mengantuk.
"mungkin Joonmyeon hyung, aku tak tau pasti" balasku kemudian beralih melihatnya.
Dia kembali berguling dan menutup mata sebentar. Ruangan tari memang kadang dijadikan tempat istirahat setelah berlatih oleh beberapa orang. Karena itu Taeng noona terlihat santai-santai saja berguling disana. Menjadi idol dengan waktu istirahat yang sangat sedikit membuatmu bisa tidur dimana saja.
Kami masih seperti itu hingga tak lama setelahnya manager hyung masuk membawa beberapa makanan dan perlengakapan kami. Ini lebih terlihat seperti kemah. Jika kalian bertanya kenapa tak kembali saja, jawabannya adalah karena ini masih pagi. Fans bisa dimana saja dan melihat kami, resikonya akan lebih besar.
"Kim Taeyeon dan Byun Baekhyun meninggalkan Gedung SM pagi itu sebelum berita kencan mereka dikeluarkan"
Bisa saja ada fans yang melihat kami dan menjadi ragu dengan berita kencan yang beredar. Berbeda jika kami keluar saat tengah malam atau hari sudah gelap. Hanya akan ada beberapa orang yang tidak mengenal kami.
Berita kencan biasanya menyertakan bukti idola tersebut sedang keluar dimalam hari. Berhubung kami hanya settingan, maka media tidak akan meliput apapun jika kami keluar nanti malam. Kami dan media tersebut dalam satu tim, ingat?.
Kami menyantap makanan dengan cepat dan Taeng noona kembali berbaring. Aku mengikutinya dengan berbaring diatas matras tak jauh darinya.
"Baekhyun, bagaimana kalau kita memesan ice cream?" Taeng noona menoleh kearahku, menjauhkan pandanganya dari ponsel.
"Baekhyun, bagaimana kalau kita memesan ice cream?" aku mengulangi perkataannya bermaksud bercanda. Moodku sudah baik ngomong-ngomong.
" Ya! hoobae kurang ajar! jangan mengulangi perkataanku" mata sipitnya semakin menyipit.
" Ya ! sunbae kurang ajar ! jangan mengulangi perkataanku" aku ikut mengecilkan pandangan, seperti menantangnya.
" kemari kau Byun Baekhyun ! " Tae-nun -panggilan lainnya dariku- bangkit dan berjalan kearahku, siap mengepalkan tangan.
"hehehehe, ampun noona hehe " aku berusaha menghindarinya, takut dia serius akan memukulku.
Tapi, yang dilakukannya hanya memelototiku. Kami berdua suka bercanda seperti ini, tapi dia serius dalam hal memukul, aku pernah mengalaminya 2 kali.
Pintu terbuka dan Sooyoung noona ada disana dengan beberapa kantung belanja.
"wah, lihat pasangan baru kita, sangat manis"
Sekarang berganti menjadi aku dan Tae-nun yang memelototi Sooyoung noona.
" apa? Kenapa? Jangan melihat ku seperti itu, tidak akan berpengaruh tau ! mata kalian sipit tak seperti Kyungsoo atau Chanyeol " balas Sooyoung noona tak kalah galak.
Kenapa selalu nama itu?
,
,
,
" Aku pulang !"
Aku kembali saat dorm sudah sepi. Hanya ada Suho hyung dan Sehun yang belum tertidur. Leader itu memang terbiasa memeriksa dorm dan jadwal esok hari sebelum benar-benar istirahat. Tapi kali ini sepertinya dia sengaja menungguku, entah sebagai ketua atau sebagai kakak. Sedangkan maknae EXO itu terbiasa melakukan panggilan telephone hingga berjam-jam bersama Luhan hyung, entah apa yang mereka bicarakan.
Peraturan sederhana dalam dorm adalah jangan mengucapkan "aku pulang !" jika kau kembali lewat tengah malam, hanya masuk dan jangan membuat keributan. Semua orang butuh istirahat. Tapi aku terbiasa melakukannya.
" kau pulang, Baek?" Suho hyung menoleh padaku dan bertanya basa-basi sambil terus memainkan ponsel, memantau media sosial.
" ya hyung, aku akan keramas dulu" aku memberi tau karna sudah paham maksudnya. Duduk langsung di depan pintu.
"cepat mandi dan kembali kesini"
Aku lebih memilih masuk ke dalam kamar dan langsung melakukan niatku. Kepalaku butuh satu guyuran air asli bukan kekuatan pura-pura Suho hyung.
Selama menyiram kepalaku dikamar mandi-aku hanya menyiram kepala, bukan badanku, kan sudah kukatakan- banyak hal terlintas dipikiranku. Kris hyung, penggemarku, penggemar Taeng noona, nasib grup kami, dan Chanyeol.
Tahun itu, kami belum pindah ke apartementnya, dia belum membeli apartement sendiri dan Minseok hyung belum memergokiku dalam satu level sebelum titik terendah. Jadi aku memikirkan apa yang akan kukatakan jika dia membaca berita itu, bagaimana reaksinya, dan jika aku bertemu hanya berdua dengannya dikamar kami, apa aku masih bisa memeluknya sesekali?.
Aku terdiam cukup lama sebelum menyadari mungkin kurang dari 24 jam lagi ada banyak hal yang harus kuhadapi. Sedari tadi siang saja ada ratusan pesan masuk dalam aplikasi chatku. Dan mungkin ada ratusan ribu komentar penggemar dalam akun sosial media yang sengaja belum kubuka.
Setelah selesai mencuci rambut tanpa mengeringkannya, aku kembali ketempat dimana Suho hyung menungguku. Dia masih memantau media sosial yang kutebak aplikasi dengan lambang burung berwarna biru.
"banyak komentar Baek, banyak yang mendukung tapi lebih banyak yang menghujat"
"jadi kenapa kau menungguku, hyung?"
Joonmyoen-dia sedang serius- hyung menatapku dalam. Aku balik menatapnya sekilas dan pura-pura memainkan kuku setelahnya. Terlihat menyedihkan sama sekali bukan gayaku. Aku tak menemukan maknae manja kami diruangan ini, dia ke kamar mandi mungkin.
"apa kau sudah bilang pada Chanyeol?"
Aku tak salah dengarkan? Chanyeol?. Setelah pura-pura memainkan kuku aku mencoba pura-pura mengorek telinga -menjadi Baekhyun yang hiperaktif-.
"Kenapa dengan Chanyeol?"
Ekspresiku seakan terkejut walau kenyataannya terkejut secara nyata. Apa Joonmyeon hyung sudah tau? Bagaimana bisa?.
"jangan berakting seolah aku bercanda, Baek. Aku mungkin terlihat tidak penting, tapi aku paham banyak hal".
Biasanya Joonmyeon hyung suka memberikan candaan yang hanya dia sendiri dapat paham. Lalu tertawa sendiri juga, namun aku menunggunya dan dia sama sekali tidak tertawa, tolong dicatat, dicetak miring, dan huruf kapitalkan, DIA SAMA SEKALI TIDAK TERTAWA. Oke, ini serius.
"kenapa harus?" aku balik bertanya dengan nada serius. Sudah cukup malam untuk sekedar bertele-tele. Lagipula mana ada orang yang bersedia menunggu hingga larut hanya untuk bercanda.
"kalian berdua, aish, aku tau kalian berdua lebih dari yang agensi arahkan" dia mengambil nafas sejenak.
"ayolah, Baek. Jujur saja, aku bisa melihat gerak-gerik kalian berdua"
"kalau kau masih juga tidak mau mengaku, aku bisa mengambil jatah sumbangan suara agar Chanyeol memiliki skandal berikutnya"
Dia mulai menggunakan ancaman main-mainnya-walau hak itu memang ada-. Semua akan lebih buruk jika Chanyeol sepertiku.
Andai semua semudah yang tampak, hyung. Bahkan saat itu kami belum seperti sekarang, tapi Joonmyeon hyung sudah bisa melihatnya.
"setidaknya katakan dalam posisi sebagai teman"
"semua terlalu rumit, hyung. Bahkan aku sendiri tidak paham bagaimana" aku menyerah, mungkin rahasia ini memang harus dibagi pada orang lain.
"kau tau, sejak aku sering dilibatkan dengannya, dia malah terlihat membenciku, dia tidak suka aku berada disekitarnya hyung"
Kadang untuk meruntuhkan tembok antar member, semua orang bisa bercerita tentang apapun. Termasuk masalah seperti ini. Kami semua sudah berjanji harus menerima bagaimanapun atau siapapun objek dan subjeknya. Dilarang menghakimi.
"padahal awalnya kalian begitu akrab"
Ya, sangat disayangkan. Kami berdua awalnya begitu akrab.
"Kau tau emosinya sangat sulit dikontrol, jika dia tau ini dari orang lain semua tak akan mudah. Walau sekarang dia terlihat membencimu, aku tau kau akan tetap mempertahankannya. Kalian berduanya hanya butuh waktu untuk saling mengerti"
"Jangan jatuh, Baek. Jangan lemah dan kembali menikmati titik terendahmu hanya karna ini"
Aku tau itu, aku sangat mengerti maksud Joonmyeon hyung.
Tapi yang tidak kumengerti, kenapa aku harus memberitahumu sedangkan aku tau kau tak akan peduli?
Setelahnya aku memilih untuk masuk ke kamarku sendiri. Kasur disebelahku nyaris tanpa penghuni akhir-akhir ini. Hari ini cukup melelahkan dan aku langsung memilih memejamkan mata, menyiapkan mentalku untuk esok hari.
Nyatanya tak semudah itu. Mungkin satu atau dua jam setelah aku mencoba memejamkan mata, seseorang memelukku dari belakang. Aku mengenal cukup baik lengan itu. Tapi memutuskan untuk tidak terjaga.
Itu Park Chanyeol, dia merengkuhku dan membenamkan mukanya didalam rambutku, entah untuk apa. Dia juga menepuk pipiku beberapa kali.
"Baek"
Aku tau itu semacam panggilan perintah, jadi aku berbalik menghadap tubuh tingginya. Dia mengecup-bukan mencium- bibirku, dan membiarkannya lama-lama hingga rasanya aku berbagi nafas dengannya. Aku memilih kembali tertidur setelah menyerah dan menjauhan wajahku. Aku butuh tidur lebih banyak.
Mataku terbuka keesokan paginya, tapi aku tak melihat dia dimanapun. Mungkin dia sudah kembali ke tempat tinggalnya. Ada banyak hal yang harus kulakukan setelah ini. Skandal tak akan mengubah apapun, aku tetap harus bekerja lagi dan lagi.
Menandatangani kontrak berarti kau menjual sebagian besar raga dan jiwamu pada perusahaan. Aku akan berlatih pementasan drama musikal dengan Jay hyung hari ini. Dan berlatih untuk konser setelahnya.
Aku memasuki ruang latihan dan menemukan semua anggota grup didalamnya, termasuk Chanyeol. Semua hampir menyerah saat sadar bahwa konser semakin dekat tapi kami harus memperbarui gerakan. Biasanya ada Kris hyung disana, ikut memperhatikan anggota lain dan menghibur mereka.
Chanyeol menatapku dalam diam, tak menyapa.
"Hyung, aku butuh kamar kita diganti" itu suaranya.
Semua orang menatapnya dengan pandangan bertanya, lalu beralih padaku. Kenapa dengannya? Kemarin dia masih baik-baik saja. Apa aku melakukan kesalahan?.
Suho hyung balik menatapnya seolah mengerti. Tapi, aku tak bisa paham ada apa.
"kita akan bahas setelah ini Chanyeol-ah, lagipula akan ada rekaman aktivitas kita di dorm untuk Happy Camp, ingat?"
Suho hyung mengalihkan atensi pada setiap orang. Memberi pemahaman.
Kau mungkin tak nyaman, tapi kita harus berpura-pura lagi Chanyeol-ah.
.
.
.
Aku kembali ke kamar dengan takut. Chanyeol mengikuti dari belakang tapi tak mengatakan apapun. Rasanya dia menguliti dan menilaiku dengan matanya.
"kau idol yang buruk, Byun"
Itu kalimat pertamanya. Dia benar dan aku memilih tak menjawab.
"apa kau sudah membaca semua komentar penggemar? Mereka membencimu, huh, kau sudah berusia 35 tahun ya? Dasar munafik"
Kenapa mulut Park ini sialan sekali, sih.
"mereka tak suka penghianat, Byun. Kau yakin ada yang akan menonton acaramu itu?"
Aku tak tau, Park. Mungkin tidak, atau aku hanya akan mendapatkan cacian di panggung? Atau lemparan telur? Atau sampah?
"memacari senior, ya? Agensi sialan, aku harus putus dengan Yejin, tapi kau bahkan boleh memacari senior"
Wanita itu lagi?. Mereka putus karna semua calon idol yang akan debut dilarang memiliki hubungan. Apa semua kata-katanya hari ini karna itu?.
"apa karna kekasihmu itu juga idol? Ah, aku tau, kau memacarinya untuk menarik perhatiankan? SNSD, siapa yang tidak tau itu. Haus perhatian sekali kau, Byun"
Aku memilih berbaring dan tak membalas apapun yang dikatakan mulut brengseknya. Mulut itu yang kemarin menyesap bibirku kan, Park? Kenapa sekarang menghinaku?
Ponselku masih memunculkan banyak notifikasi dan aku memilih membuka salah satunya.
"wooah, aku malas mengatakannya, tapi kau benar-benar Baekhyun. Aku pikir aku tak bisa percaya lagi padamu. Apa kau senang bisa membohongi kami? Atau kau sedang menyeringai? Apa kami tampak begitu bodoh? Tak ada lagi yang bisa kukatakan. Aku telah memutuskan untuk meninggalkanmu, bawa saja wanita itu dan berbahagialah"
"pembohong ini, aku menghabiskan waktu untuk mendengarkan suaramu, dan membeli barang-berang dengan wajahmu, sepertinya aku akan membuangnya"
Kenapa aku membaca ini? Apa aku benar-benar akan ditinggalkan?
"Chanyeol, apa semua orang mulai membenciku?"
Aku menoleh padanya, dia berbaring ditempat tidurnya. Disebelahku.
"aku kira kau bisu, Sialan. Kenapa wajahmu tidak betsalah sedikitpun, Brengsek?"
Sialan, brengsek, munafik, setelah itu apalagi, Chan?.
"mukamu cukup tebal ya? Kenapa tidak kau saja yang meninggalkan grup? Sekarang berani bertanya padaku"
Dia melipat tangannya dan meletakkannya diatas kepala, menutupi mata.
"hei Baekhyun, sadarlah, tidak semua anggota menyukaimu, apa itu? Berlatih hanya dalam 7 bulan? Bahkan Suho hyung butuh 7 tahun. Sekarang kau yang pertama boleh memiliki pacar, satu agensi. Apa yang kau lakukan dengan Direktur? Berpura-pura lemah, eoh?"
aku melihatnya bangkit dan berjalan kearahku. Aku tau ini. Dia semakin mendekat dan aku tidak sadar bahwa aku mulai menahan nafas.
Dia menendangku, tepat diperut dan aku terbatuk. Sudah cukup terbiasa.
"jadi jangan bertanya, semua orang tentu membencimu, Bajingan."
Kenapa aku tak memberitahumu? Karena aku tau, kau membenciku.
.
.
tibisi
.
.
Holla.. !
Aku blank dan tanpa ide. Feel Chanbaek 2014 agak sedikit abu-abu buatku. Jadi lumayan susah dapat feelnya dan berhenti di 1000-an word. Paling sulit adengan sama Taeyeon-sungkem-.
Semakin kubaca fakta 2014, semakin sesak hati hayati mak..
KENAPA JADINYA AGUST, BANYAK DRAMA SEDIKIT BUMBU CILOK KOMEDI GINI !
Maafkan daku.
Mind to review?
Ini udah ngecek berkali-kali, apus, edit, kalau masih typo dan jelek maafkeun.
Btw aku mungkin nambahin sedikit summary.
Semoga kalian dapat feelnya dan sengaja di cut sampai sana dulu ((alesan mulu sih lu))
SEE YA -REALLY- SOON !
