Penulis : Ohdeerwillis

Disclaimer : Tuhan dan keluarga mereka

Peringatan : Kesalahan penulisan, yaoi, boyxboy, kesalahan tata bahasa, dll

Cast : Sehun, Luhan, dan other exo members

Chap 4

Baekhyun tidak pernah membayangkan sepeninggalan Luhan, dirinya benar-benar merasa kesepian. Yang Baekhyun ingat 5 tahun lalu ketika Luhan memutuskan untuk kembali ke China dirinya benar-benar mearasa sedih, entahlah yang saat itu Baekhyun pikirkan adalah ia pasti jarang bertemu dengan sahabatnya itu. Dan ternyata bayangannya menjadi kenyataan, dia dan Luhan benar-benar jarang bertemu. Baekhyun masih ingat terakhir kali dia bertemu Luhan sekitar 3 tahun yang lalu sebelum Luhan memutuskan untuk pindah ke London. Hal yang paling Baekhyun ingat saat itu adalah Luhan memberi tahunya sehari sebelum keberangkatannya ke London.

"Lu tumben sekali kamu datang ke Korea tanpa memberi tahuku dulu? Bagaimana perkembangan perusahaan babamu? Aku tidak menyangka kita bertemu lagi setelah 2 tahun lamanya." Baekhyun memberikan pertanyaan beruntut untuk Luhan

"Ya, Baekki bertanyalah satu-satu tidak usah terburu-buru, makanlah pelan-pelan," Luhan dan Baekhyun sedang berada di salah satu café favorit mereka di Seoul. Café itu sudah ada semenjak mereka SMA.

"Arra, aku hanya penasaran Lu, mendadak tadi pagi kamu bilang sedang di Korea, untung saja aku sedang tidak banyak pekerjaan dan Chan mau mengantarku kesini. Kamu tau kan tempatku sekarang lebih jauh dari sini," Baekhyun menggembungkan pipinya. Hal yang sangat disukai Luhan adalah tingkah lucu sahabatnya itu.

"Mianhae, aku benar-benar lupa kalo kamu sudah pindah Baekki. Setidaknya Chanyeol kan siap mengantarmu. Bagaimana hubunganmu dengan dia? Bertahan lama ya," Luhan memandang sahabatnya dengan hangat. Chanyeol adalah pacar Baekhyun, mereka sudah berpacaran ketika SMP. Saat itu Luhan tidak mengenal Chanyeol sama sekali. Ketika Luhan memutuskan untuk pindah ke Korea, Baekhyun dan Chanyeol lah yang membantu Luhan hingga akhirnya Luhan menjadi dekat dengan Chanyeol. Menurut Luhan, Baekhyun dan Chanyeol adalah sepasang "Happy Virus", mereka selalu membuat Luhan tertawa dan menghibur Luhan ketika sedih.

"Hubungan kami? Masih sama Lu, awalnya aku sempat ragu menerima tawaran Chanyeol untuk tinggal bersama, tapi setelah aku pertimbangan tidak ada salahnya agar kami mengenal lebih baik," Baekhyun tersenyum lalu menyuapkan ice cream vanillanya. Luhan tersenyum melihat sahabatnya benar-benar menjadi dewasa dari sebelumnya, salah satunya berkat Chanyeol.

"Bukankah memang lebih baik kalian tinggal bersama dari awal, Chanyeol adalah tipe pria bertanggung jawab. Pilihanmu untuk hidup dengannya cukup baik Baekki," Ucap Luhan lalu tersenyum.

"Yaa Lu, kamu selalu membanggakan hubungan kami, bagaimana denganmu? Kamu benar-benar berhenti di posisimu sekarang ini? Ayolah Lu waktunya kamu bergerak," Luhan hanya bisa menahan getir mendengar perkataan sahabatnya ini.

"Kwaenchanayo Baekhyun-ah, tidak ada yang perlu diubah. Aku masih belum tertarik bergerak," Luhan menyesap coklat panasnya. Baekhyun menatap wajah Luhan lamat-lamat, yang diatatap bales menatap.

"Wae Bekki? Ada yang salah?" Baekhyun menggeleng, dia benar-benar merasa sedih melihat Luhan seperti ini.

"Ya Baekki jangan menatapku seperti itu, kau menyeramkan," Luhan melempar tisu ke arah Baekhyun

"Lu, jangan terus terdiam disana. Itu menyakitkan," Baekhyun menatap mata Luhan.

"Jangan terlalu serius Baekki, aku baik-baik saja," Luhan terseyun dengan tulus.

"Jam berapa Chanyeol akan menjemputmu?" Luhan berusaha mengganti topik pembicaraan.

"Mungkin setengah jam lagi, dia harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya."

"Wahh, Chanyeol benar-benar serius di dunia musik ya. Menjadi penulis dan prosuder musik memang impiannya," Baekhyun mengangguk setuju. Chanyeol, namjacingunya itu memang sangat serius dalam melakukan pekerjaannya. Setelah dipercaya dalam pembuatan album salah satu boyband terkenal dirinya mulai sangat sibuk.

"Lalu bagaimana butikmu? Setiap bulan kau selalu mengirimiku baju baru, mama benar-benar menyukainya,"

"Syukurlah kalo eommonim menyukainya, aku hampir saja putus asa dalam merancang baju yeoja. Sangat sulit dibandingkan harus merancang baju namja," keluh Baekhyun lalu meneguk air mineralnya.

"Aigoo uri Baekki, jangan patah semangat kamu pasti bisa," Luhan menyentuh pundak Baekhyun.

"Yaa Lu, kamu belum menjawab pertanyaan pertamaku tadi. Kenapa kamu mendadak sekali berada di Korea, A-" Cringg.. suara pintu bersentuhan dengan bel kecil yang menggantung diatasnya terdengar. Reflek Baekhyun menghentikan omongannya dan menoleh ke arah pintu masuk.

"Chanyeol-ah, kami disini," Baekhyun melambaikan tangannya ke arah namja tinggi yang baru saja masuk.

"Ahh mian, aku telat ya. Banyak pekerjaan yang aku harus selesaikan hari ini," ucap namja itu lalu mengambil posisi duduk disamping Baekhyun.

"Tidak apa-apa, aku tau kamu sedang menyelesaikan project besar. Apa kabar?" Luhan menyambut Chanyeol dengan senyuman lalu mengulurkan tangannya.

"Sangat baik Lu, bagaimana dengamu?" Chanyeol menjabat tangan Luhan lalu tersenyum. Chanyeol memang mengantar Baekhyun hanya saja dia terburu-buru sehingga belum sempat menyapa Luhan.

"Sama seperi mu Chanyeol-ah," Chanyeol mengangguk paham.

"Berapa lama kamu akan disini Lu? Seminggu? Ani sebulan?" Tanya Chanyeol yang membuat Baekhyun mengingat apa yang belum selesai ditanyakannya pada Luhan

"Ahh benar, kamu belum menjawab pertanyaanku juga Lu," Luhan membetulkan posisi duduknya dan menghembuskan nafasnya perlahan, semua itu diikuti tatapan dari 2 sahabatnya.

"Mianhaeyo Baekhyun-ah,Chanyeol-ah," Ucap Luhan pelan lalu menatap 2 orang di depannya yang memasang tampang bingung,

"Wae Mianhaeyo?" Chanyeol bingung dengan tingkah Luhan yang tiba-tiba meminta maaf.

"Aku akan pergi ke London besok," keheningan terasa beberapa saat.

"MWO? MWORAGO?" Kedua sahabat Luhan kompak membulatkan mata.

"Ani, wae Lu? niga nahante eotteohke geureol suini?" Baekhyun sama sekali tidak percaya dengan pendengarannya.

"Mianhaeyo, aku harus seperti ini. Aku benar-benar tidak bisa hidup di Korea terlalu lama." Luhan meremas jarinya. Dirinya tidak sanggup menatap mata kedua sahabatnya itu.

"Kenapa mendadak Lu? Kamu teman kami kan? kenapa harus seperti ini," Baekhyun masih tidak percaya dan berusaha keras menahan tangisnya. Sudah cukup dirinya ditinggal berulang kali oleh Luhan, bahkan dirinya sudah banyak berharap Luhan akan kembali ke Korea. Tapi kenyataannya, Luhan bahkan akan meninggalkannya lebih jauh dari China. Mungkin Baekhyun berlebihan, dirinya egois ya cukup egois. Namun, bukankah itu hal yang wajar, dirinya menganggap Luhan lebih dari seorang sahabat. Luhan adalah saudaranya, tempat dimana dia bisa menceritakan segalanya. Dan sekarang Luhan akan ke London? Ayolahh hal konyol macam apa ini.

"Lu kamu bercanda kan? ini bahkan lewat april mob," Baekhyun masih mencoba menahan suaranya. Dia masih yakin jika Luhan berbohong.

"Baekki maafkan aku, aku benar-benar tidak bisa memberi tahumu dari awal, karena aku tau akan sulit. Kumohon mengertilah, bukannya kita telah dewasa?"Luhan berusaha keras meyakinkan Baekhyun dan Chanyeol masih sulit menerima pembicaraan ini. Luhan akan ke London?

Baekhyun sekuat tenaga menahan suaranya agar tidak bergetar. Luhan akan pergi besok, dia tidak mungkin menangis di depan Luhan. Dia tidak ingin Luhan terbebani,

"Mianhae hal gotkkajineun obseo, kamu benar Lu kita sudah dewasa," Luhan bisa mendengar dengan jelas getaran suara Bekhyun karena menahan tangisnya. Dirinya benar-benar tak menyangka akan sangat sulit seperti ini. Luhan mengenggam tangan Chanyeol dan Baekhyun, dia ingin sahabatnya kuat dan meyakinkan dirinya akan baik-baik saja.

"Baekhyun-ah, Chanyeol-ah, kita masih bisa berkomunikasi seperti biasa ne? jangan terlalu bersedih, aku juga ingin berkembang seperti kalian." Chanyeol dan Baekhyun membalas genggaman Luhan. Seujujurnya, mereka masih berat hati mengenai keputusan Luhan itu.

Baekhyun mengelap air matanya, dirinya selalu menangis jika mengingat pertemuan terakhirnya dengan Luhan sebelum dia pergi ke London. Baekhyun sudah berjanji untuk tidak menangis di depan Luhan, bahkan ketika ia dan Chanyeol mengantar Luhan ke bandara keesokan harinya Baekhyum sekuat tenaga menahan tangisnya demi Luhan. Tapi tidak jika dirinya sendirian, terlalu banyak kenangan sehingga membuatnya selalu saja cengeng. Baekhyun bangkit dari duduknya, membawa mug berisi susu vanilla hangat dan berjalan menuju balkon. Dia selalu menyukai butiknya, bangunan berlantai 2 ini memiliki balkon yang menghadap langsung ke arah jalanan Seoul yang padat. Seoul baru saja turun hujan, sehingga aroma petrichor tercium jelas olehnya. Dia mengamati orang-orang yang berlalu lalang dengan payung warna-warni mereka, beberapa diantara mereka terlihat basah karena tidak membawa payung. Sebenarnya di saat seperti ini Baekhyun akan mempunyai ide untuk rancangan pakaian selanjutnya, hanya saja dirinya malas beranjak dari balkon itu. Susu vanilla di Mug beruangnyapun mulai mendingin, Baekhyun bisa merasakan angin menyentuh pelan kulit wajahnya.

"Lu, cepat pulang, neo-rul bogosipheo," Baekhyun berguman pelan sambil menatap lalu lalang di kota Seoul.

.

.

.

.

.

R

C

L

terimakasih buat yang baca, semoga suka ff pertama dari aku TT review sangat membantu dalam menentukan chap berikutnyaaaaa

Maaf kalo alurnya terlalu cepat? Atau mungkin terlalu lambat? Aku berusaha keras agar tidak terlalu bertele-tele karena dari itu mohon reviewnya

Maafkan juga ceritanya belum sempurna :") aku bekerja semaksimal mungkin chingu ^^

silahkan kirim email untuk berteman di ohdeerhunhan

Sarangahaeee chinguu