Rated : M-T

Pair : Chanbaek

Purely my wild imagination.

Genre: Angst, Hurt, Romance.

Drama ++.

CERITA INI TIDAK DIBUAT UNTUK MENJATUHKAN PIHAK ATAU KARAKTER MANAPUN.

6. Potongan 1

Pindah ketempat yang sama dengan Chanyeol sebenarnya bukan hal yang luar biasa. Kami sebelumnya memang tinggal bersama, dalam dorm. Perbedaannya adalah sekarang hanya ada aku dan dia dalam satu bangunan yang sama, berdua saja, nyaris 24 jam.

Itu berbahaya, terutama untuk hatiku.

Hari dimana Chanyeol mengatakan bahwa aku akan tinggal bersamanya, hari itu pula dia membawa semua barang-barangku. Mengemaskannya dan menyusunnya kembali dikamar baruku.

Para member hanya menatapku biasa tanpa heran saat barang-barangku dibawa keluar. Kecuali komputer dan mejanya, benda itu telah berpindah kedalam kamar Suho hyung. Mengantisipasi kejadian serupa, aku hanya boleh bermain game dikamarnya, diawasi.

" bawa saja bocah nakal itu Chanyeol, tidak apa-apa, terimakasih telah mengurangi tukang rusuh di dorm ini, aku sudah tak tahan " Suho hyung berucap main-main.

Chanyeol adalah member pertama yang memilih memliki tempat tinggal lain selain dorm. Satu tahun sesudahnya Sehun menyusul, mengantisipasi Rusa Beijing jika tiba-tiba ingin ke Korea.

Aku dan Chanyeol tidak tidur dalam satu kamar yang sama. Kebiasaan kami berbeda, ingat ? dia tidak bisa tidur dalam kondisi panas sedangkan aku sebaliknya. Tapi, terkadang dia akan masuk ke kamarku dan ikut bebaring disampingku. Sesukanya.

Kondisiku perlahan membaik. Setelah benar-benar mampu memakan makanan dengan tekstur yang lebih padat, infusku resmi dilepas. Itu melegakan.

Infus dilepas sama dengan aku kembali melakukan semua aktivitasku. Perusahaan tidak mentolerir keadaan-keadaan seperi ini dalam jangka waktu yang lama. Kontrak tetaplah kontrak.

Setiap pagi aku akan melihat Chanyeol keluar kamar setelah bangun tidur. Lalu kami akan pergi bersama untuk melakukan aktivitas grup atau individu. Lalu kembali lagi untuk beristirahat. Seperti itu selalu hingga berbulan-bulan.

Orang-orang mengatakan bahwa rasa cinta bisa datang karna sering bertemu, aku mempercayainya. Awalnya, aku mengira semua yang kurasakan pada Chanyeol hanya semacam rasa suka atau kagum. Aku terpesona pada tinggi badan yang dia punya, juga pada caranya tertawa. Dilain hari aku akan kagum pada kemampuannya menciptakan serangkaian nada, atau pada kemampuannya memainkan gitar dan mengiringi anggota lain saat bernyanyi.

Dikemudian hari, aku sadar, aku tidak suka saat dia akan bercerita tentang program yang dilakukannya. Bagaimana cerianya Jin-Ah noona, lalu aku mulai melihat diriku, aku tak bisa tersenyum sebaik dan seceria itu. Kadang masih canggung jika bertemu orang baru untuk pertama kali. Pelan-pelan aku mulai melatihnya. Berusaha lebih ceria dari biasanya. Tersenyum lebih banyak dan menyapa lebih sering.

Kadang, saat Chanyeol sedang melakukan pengambilan gambar hingga pagi kembali. Aku akan mengirimkan pesan ratusan kali. Agar dia sibuk pada ponselnya dan tak punya waktu sekedar melihat wanita lain. Dengan bodohnya aku tak sadar dia tak akan melihat ponsel saat pengambilan gambar. Semua pesanku berakhir sia-sia.

Jika masa istriahat diberikan, kadang Chanyeol akan pulang ketempat ibunya. Sedangkan aku akan kembali Bucheon jika libur yang diberikan cukup panjang. Kadang aku akan mengungsi ke dorm dan bermain game seharian. Tapi ada hal diam-diam yang kulakukan jika anggota lain keluar. Aku akan kembali ke apartemen dan menyesap aroma yang tertinggal milik Chanyeol dikasurnya.

" Chanyeollo, apa yang sedang kau lakukan?"

2 menit,5 menit, 10 menit, dia tak kunjung membalas pesanku. Mataku mulai mengantuk dan akhirnya tertidur dikasurnya. Saat aku terbangun, sudah ada pesan balasan miliknya yang dikirim tiga jam lalu.

"bermain billiard, aku akan pulang malam ini, kau ingin menitip sesuatu?"

Aku melihat jam dan menyadari malam dalam artian Chanyeol hampir datang. Aku segera merapikan kasurnya seperti sebelumnya dan keluar secepat mungkin.

Menceritakan semua yang Chanyeol dan aku lakukan satu persatu tentu akan membosankan. Jadi aku membawa kalian menuju hal-hal terjadi lainnya. Kalian ingin bagian yang mana? Kecuali bagian dewasa. Lagipula rasanya terlalu erotis jika menceritakan itu diawal bab. Benarkan?

Seperti yang kukatakan. Semua kegiatanku kembali seperti biasa. Drama musikal itu tinggal beberapa hari dan aku lumayan gugup lebih dari apa yang aku bayangkan. Ku kira semua masalah sudah berangsur selesai tapi saat manager hyung datang dan memberitauku kabar terbaru, aku merasa aku telah kehilangan keseimbangan. Penonton mengembalikan tiket-tiket itu.

Bagi agensi itu bukanlah suatu yang harus ditakutkan. Sudah diperhitungkan. Lagi pula untungnya tidak terlalu banyak dan berdampak pada saham. Itu hanya seperti merelakan recehanmu terjatuh, sesederhana itu. Tapi bagiku, itu berarti kiamat kecil. Pengembalian tiket sama saja mereka kecewa padaku atau yang lebih buruk membenciku. Tidak ingin melihatku lagi.

Ketakutanku yang lain. Aku ditinggalkan oleh mereka yang menyayangiku, mengagumi dan mendukungku.

Aku kembali saat hari sudah lewat tengah malam dan Chanyeol ada disana. Mungkin tampangku terlalu kusut sehingga Chanyeol langsung datang dan menghampiriku.

" ku dengar penjualan tiket cukup buruk " ujarnya saat sudah didepanku. Membantu membawa satu tas yang sedari tadi dibahuku.

" ya begitulah " aku menjawab sekenanya. Pikiranku melayang pada malam-malam sebelum ini dimana Chanyeol bertanya dengan sinis tentang kelanjutan dramaku. Waktu itu aku berfikir mungkin penonton akan melemparku, opsi itu lebih baik karna bisa saja tampilannya bagus dan mereka batal melemparkan sumpah serapah padaku. Ternyata lebih buruk, pengembalian tiket sama saja dengan tidak sudi melihatku. Tak ada kesempatan.

Aku memilih duduk di sofa dan dia ada diujung sana membantu memijat kakiku.

Terlepas dari apa yang terjadi padaku, grup juga sama buruknya. Ada banyak hal yang harus dilakukan dan diperbaiki. Tao menangis seharian setelah apa yang ditulisnya dimedia sosial. Keadaan Luhan hyung bukan semakin membaik malah sebaliknya. Harusnya aku mengganti istilah 'minggu terburuk' menjadi 'tahun terburuk'.

Bahkan aku bisa melihat dengan jelas kantong mata Chanyeol. Semua orang memiliki jam tidur yang lebih mengerikan dari sebelumnya. Aku juga harus membagi antara latihan konserku dan latihan drama musikal.

Kami akan kembali pukul 4 pagi dan harus siap pukul 7 kembali, itu termasuk mandi dan makan juga istirahat. Benar-benar sulit.

Waktu berlalu dan tiba-tiba saja aku sudah berdiri diatas panggung untuk dramaku. Semua tidak benar-benar baik. Saat aku menyelesaikannya, aku langsung kembali untuk latihan. Kuharap seseorng ada dibalik panggung atau diruang tunggu untuk mengucapkan selamat. Nyatanya tidak.

Aku sadar bahwa semua hanyalah tentang pekerjaan. Anggota terlalu sibuk hingga mereka hanya mampu menyambutku diruang latihan.

Walaupun Chanyeol masih melakukan syuting untuk program acaranya, kadang aku tetap menginap di apartemen tanpa pulang ke asrama.

Hari-hari semakin menyiksa saat kusadari bahwa aku dan Chanyeol seperti dua orang yang memang harus memiliki kehidupan bersama tapi hanya berinteraksi seperlunya.

Walau kami lebih sering bertemu, ada hal baru yang berbeda dari Chanyeol. Dia masih berada dalam sisi baiknya dengan kadar pembicaraan yang minim. Aku sadar. Chanyeol perlahan mulai menjauh dan mencoba membuat dunia sendiri. Dia masih berjalan didekatku jika kami berada di bandara tapi disatu sisi ada sosok lain yang sekarang mulai sering bersamanya. Sosok yang sebelumnya bahkan sangat jarang ia ajak bicara, itu Kyungsoo, dan aku hanya bisa melihat mereka berdua tertawa

.

Chanyeol selalu meminta untuk sarapan di dorm agar bisa makan dengan makanan yang dibuat Kyungsoo. Itu menyiksaku. Selain karna aku mulai benci melihat bagaimana perhatian Chanyeol mulai terbagi pada orang lain aku juga harus bangun lebih pagi dan mengurangi waktu istirahatku. Pagi hari saat aku bersiap kembali ke asrama dan bergabung dengan anggota lainnya, aku melihat Chanyeol melakukan panggilan dengan Kyungsoo. Kyungsoo dan wanita-wanita lain yang mengikis mulai eksistensiku.

Kami bahkan ke Tiongkok dengan keadaan hati yang kurang baik. Chanyeol terlalu sibuk dengan ponselnya entah untuk apa.

Bandara masih terisi penggemar tapi aku merasa hawa yang berbeda. Aku mungkin butuh Chanyeol, tapi aku sadar Chanyeol mungkin sedang mengambil jarak denganku. Entah karna apa.

Saat pengecekan suara bahkan mereka membuat lelucon tentang microphone dan aku merasa udara disekitarku bertambah panas saja. Setelah semua reheseal dilakukan dan kami mendapat sedikit istirahat aku mengikuti Chanyeol kemanapun dia melangkah, persis seperti anak ayam dan induknya.

" Chanyeol, bisakah kita bicara?"

Setelah ini mungkin Chanyeol akan menobatkanku sebagai orang aneh atau sejenisnya.

Aku bahkan mengikutinya disepanjang lorong hotel. Untung saja anggota yang lain tak ambil pusing dan bertanya macam-macam.

"kau barusan bicara, Baek. Kalau kau lupa" dia membalas perkataanku tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya. Sebenarnya apa yang menarik disana?

" Chanyeol, lihat aku"

" apakah itu harus?"

Dia masuk ke dalam kamar dan aku masih mengikutinya. Untuk yang ini, kami memang berada dalam satu kamar yang sama.

" iya, harus ! lihat aku !" aku menangkup dua sisi wajahnya dan langsung mengarahkan padaku.

Dia mengalihkan pandangan kearahku tanpa semangat.

Aku tak perlu menjinjit untuk itu, tapi tetap saja menatap keatas terus menerus bisa membuat tengkukku sakit. Jadi, aku membawanya duduk dipinggir tempat tidur miliknya.

" jadi, Chanyeol... hmmm.. aku ingin mengatakan sesuatu, maksudku.. bertanya Hmm-"

"bicara yang jelas, Baek"

" apa kau dan Kyungsoo punya proyek atau semacamnya?" aku bertanya dengan sedikit ragu.

" ha?"

" maksudku, kau tau? Aku melihatmu dekat dengan Kyungsoo akhir-akhir ini, agak sedikit aneh jadi apa kau punya suatu hal yang harus dikerjakan berdua?"

" aneh?"

" ya, kau lebih sering bermain atau menghubunginya"

" apa itu begitu penting bagimu?" dia kembali mengarahkan pandangannya pada ponsel -sialan itu-.

" hanya sedikit aneh"

Dia mengalihkan atensinya kearahku.

" Baek, kurasa dengan siapa aku berteman bukan urusanmu. Aku juga tak pernah bertanya dengan siapa kau berteman atau berhubungan"

Chanyeol sedang menyindirku? Selama ini dia memang tak pernah bertanya atau menyinggung tentang aku dan Taeng noona.

" apa kau sedang menyindirku ?"

" kau merasa begitu?"

Sekarang berbalik, aku merasa di introgasi.

" Chan, hmmm aku... aku dan Taeng noona"

" kau seperti baru belajar bicara"

" Aku dan Taeyeon noona tidak berpacaran Chanyeol !" aku mengucapkannya dalam satu tarikan.

"heh?"

" aku... Tae-nun.. kau tau? Seperti.. kau.. aku.. agensi..kami tidak"

" kenapa?"

" apa? Agensi yang menyu-"

" kenapa kau mengatakan ini padaku? Lalu apa? Aku terlihat ingin tau? Atau aku terlihat harus tau? Apa menurutmu aku butuh penjelasan...?"

Dia menarik nafas dan bangkit.

" Dengar Baekhyun, ada jutaan penggemarmu yang lebih butuh penjelasanmu dari pada aku. Aku bahkan tak butuh apapun"

Dia pergi, meninggalkanku.

Malam itu dia tidak kembali. Aku menangis saat menyadari, mungkin saja dia tak pernah benar-benar peduli padaku.

Esoknya kami bertemu saat sarapan. Bahkan saat konser dimulai kami bertingkah bahwa tak pernah terjadi apapun dan kami baik-baik saja. Acting kami cukup bagus bukan?.

Aku menatap penggemar dari arah panggung dan aku menyadari banyak hal. aku mungkin terjebak dalam pekerjaan dan semua yang harus kulakukan tetap akan kulakukan, suka ataupun tidak. Orang-orang yang mencintaiku ini akan selalu ada dan bertahan untukku tapi akan ada juga yang memilih pergi dan meninggalkanku.

Tanpa adanya perusahaan dan pekerjaan yang kulakukan, belum tentu aku atau mereka akan saling mengenal. Memang ada yang akan meninggalkanku, tapi hanya karna mereka tidak tau apa yang terjadi. Bahkan masih ada yang mencintaiku dan bertahan sampai sekarang.

Chanyeol benar. Ada jutaan penggemarku yang masih percaya padaku, yang butuh penjelasan dari keterdiamanku. Aku tidak bisa terus diam dan bersembunyi. Ada mereka. Sekarang yang perlu kulakukan adalah meminta maaf dan menyakinkan mereka untuk bertahan denganku. Aku boleh saja tersiksa disini dan mengalami patah hati tapi tidak penggemarku.

Aku menulis permintaan maaf dan memastikannya berkali-kali. Tanpa diketahui siapapun bahkan managerku sendiri. Apa yang kutulis hari ini bisa saja mengundang kemarahan agensi, tapi aku tidak peduli. Aku menulis semua yang ingin kusampaikan pada penggemar bahkan pada Chanyeol. Mungkin terlihat seperti hanya basa-basi tapi aku menulis kata maaf dari dalam hatiku. Mungkin tidak akan mengobati seluruh kekecewaan namun maaf tetap harus diungkapkan, benar?.

Tanda send sudah kutekan dan ribuan notifikasi masuk secara cepat. Aku membiarkannya, mengunci ponsel lalu memejamkan mata.

Ponselku berdering, manager hyung.

" aku bersumpah, Byun Baekhyun, buka pintu dan aku akan menghajarmu atau hapus postingan itu dan aku akan mengirimmu ke kantor agensi !"

Tidak ada sapaan, berita buruk.

" aku hanya meminta maaf, apa itu salah?"

" Direktur menyuruhmu untuk menunggu, kau bisa melakukannya kapan-kapan"

" aku tidak tau, maaf"

" hapus postinganmu sekarang ini juga ! semua pemburu berita sibuk menurunkan artikel tentangmu ! Semua pengguna internet sedang mengutukmu !"

Apa seburuk itu?

" ya, aku mengerti, akan kututup"

Dalam acara di Jepang Chanyeol menyebutkan bahwa fans adalah tipenya. Dia memang menyayangi semua pendukungnya.

Fans, eoh?. Sebuah jawaban bagus disamping setiap penggemar ingin idolanya sebagai teman hidup.

Disatu sisi aku sadar, bagaimanapun, Chanyeol tetap akan memiliki seseorang dimasa depan, entah itu dari kalangan penggemar seperti yang sering dia katakan atau kalangan artis cantik. Seperti teman dalam variety shownya yang belakang sering kubaca kedekatannya di sosial media.

Ngomong-ngomong jadwal semakin padat dan manager hyung memutuskan Chanyeol akan keluar dari kegiatan itu. Berita baiknya, dia dan wanita itu mustahil akan bertemu -penyebab aku selalu mengirim pesan disela syutingnya-.

Wanita-wanita disekeliling Chanyeol terus bertambah tanpa kurun waktu yang tetap. Tidak hanya saat dia mengerjakan satu acara atau film yang sama tapi juga dari kalangan pertemanannya.

Chanyeol bermain bowling, esoknya aku akan menemukan pesan dari nomor baru diponselnya. Seberapa banyak kegiatan Chanyeol yang kalian tau? Sebanyak itu juga nomor-nomor baru diponselnya.

Chanyeol bukan pencinta minuman sejenis alkohol. Dia sama sekali tak suka rasanya. Maka tak ada satu pun minuman itu di penyimpanan apartemen. Jika aku kembali ke dorm, kondisinya hampir sama. Tidak ada satupun, Suho hyung memutuskan setiap orang hanya boleh minum diluar kawasan tempat tinggal termasuk acara-acara penting.

Itu hanya terjadi setelah semua orang memutuskan untuk berkumpul dan makan sekaligus minum-minum. Saat Hallowen party perusahaan bahkan kurasa semua mata anggota memperhatikan gelas yang kupegang.

Karna itu juga, setelah melalui pementasan drama musikal yang menurunkan tingkat bahagia perasaanku, aku menarik Chanyeol keluar gedung latihan. Masuk kedalam mobil dan melumat bibirnya secara tergesa. Itu juga kulakukan setiap kali aku menemukan satu nomor baru diponselnya. Aku bahkan dengan senang hati mengigit bibirnya, melimpahkan kekesalanku pada wanita-wanita itu.

Sudah berapa lama kita bermain-main pada kenangan lama? Apa itu membosankan? Mungkin aku harus berganti tahun dengan kejadian yang lebih baru? Baiklah.

Sudah berganti tahun. Berita kencanku dengan Taeyeon noona hilang bagai terbawa angin musim gugur. Menyisakan spekulasi sesuai dengan apa yang masing-masing kepala pikirkan. Agensi juga tak ingin ambil pusing.

Setelah semua berlalu, agensi berterimakasih padaku. Kerja yang amat bagus, 4% saham perusahaan meningkat. Menaikkan saham dan popularitas sekaligus tanda aman untuk mengeluarkan Girlgroup baru.

Lain halnya media, yang tidak tau masih akan bertanya bagaimana kabar hubungan settingan itu. Mereka mulai membuat berita berdasarkan sumber orang terdekat yang kuyakini hanyalah fiktif belaka. Berusaha untuk menyakini dan memperkuat berita, sebagian menyatakan hubungan itu masih baik-baik saja. Lainnya mengatakan hancur dengan alasan yang bisa kau temui disetiap alasan berakhirnya hubungan idola, kesibukan masing-masing. Aku tertawa dengan keras saat membaca berita itu. Tau apa mereka?

Lalu kenapa perusahaan masih diam? Mudah saja. Ada banyak penggemar seperti kalian yang sejak awal percaya itu hanya permainan agensi. Ada banyak orang yang dari awal berada pada jalur pikirannya sendiri. Sudah kukatakan, selain dengan Taeyeon noona, agensi juga memasangkanku dengan Chanyeol. Sumber keuntungan lainnya.

Staff tentu tidak buta dengan banner-banner besar yang selalu kalian bawa disetiap acara. Atau akun-akun media sosial yang bahkan saat awal pengetikan nama sudah mengarah pada akun pendukung lainnya. Maka perusahaan mendiamkannya. Sengaja, jika berita berakhirnya hubungan itu diterbitkan, kolom komentar bukan berisi hal-hal menyedihkan atau penyesalan. Kolom komentar akan penuh dengan sumpah serapah untuk agensi, selamat untukku atau Chanyeol, dan komentar bahagia lainnya. Berapa banyak yang akan bahagia, berapa persen yang akan marah dan patah hati?.

Lalu ? Artikel lain dengan hightlight " Baekhyun EXO- Taeyeon SNSD berakhir fans ucapkan selamat" ?. jadi, semua lebih baik ditunda.

Aku tidak lagi perlu menafsirkan apa yang kurasakan pada Chanyeol dengan menebak-nebak antara suka atau perasaan lainnya. Jawaban itu telah kutemukan tanpa sadar. Sejak saat itu aku akan memperhatikannya tanpa sadar.

Sejak kejadian itu, memperbaiki hubunganku dan Chanyeol bukan hal yang mudah. Tapi juga tidak terlalu sulit. Selain dia selalu dalam mood yang bagus, dia juga belum mengibarkan bendera perang lagi padaku. Artinya aku belum membuat masalah.

Setiap hari terasa lebih menyenangkan. Hari-hari libur akan kami habiskan dengan bermain game dan kadang berbelanja. Kami sudah memiliki cincin berdua yang sengaja ditukar pemiliknya. Aku memakai milik Chanyeol dan sebaliknya. Disamping itu, ada beberapa hal yang masih kusimpan, akan kuceritakan lain hari.

Suatu hari, saat aku memilih bermain game di dorm, dia datang dan mengajakku pulang dengan terburu-buru. Aku mengikutinya dengan tanda tanya di kepala.

Saat kami menginjakan kaki di Apartemen, dia langsung mengajakku duduk.

" lihat, Baek. Aku membawa sesuatu"

Dia mengeluarkan sesuatu dari sebuah kantung kecil, didalamnya terdapat sebuah kotak seperti kotak perhiasan.

" aku menabung untuk membeli ini sejak pertama kali gaji bersih kita keluar dari perusahaan. Kau harus lihat ini"

Terdapat cincin, itu dua pasang. Dia memberiku cincin?. Maksudku benar-benar memberiku?. Cincin yang kami miliki sebelumnya benar-benar aku dan dia yang membelinya.

" apa ini cincin? Untuk apa? Kita sudah punya cincin, Nyeol"

"Lihat, yang kecil ini milikmu dan yang ini milikku. Kau harus menjaganya ya?"

Aku mengambil cincin yang dimaksud. Berwarna perak dan hitam, ini indah, tidak cantik, tapi indah. Itu berbeda.

" Pasang di jari tengahmu, Baek"

" eh, kenapa harus?"

" pasang saja"

Aku mengikuti instruksinya. Cincin itu sangat pas. Seperti mengikat.

" kau membeli cincin? Atau jangan-jangan kau sedang memesan cincin untuk wanita lain ya? Lalu kau membelikan ini untukku sebagai alibi?"

"tidak, aku berani bersumpah"

"aduh, hatiku sakit sekali" balasku main-main seraya memegang bagian dadaku pura-pura.

" yang penting simpan saja. Tidak usah bertanya macam-macam. Hargai usahaku"

Aku terdiam dan mengikutinya.

Dihari lain, aku mencari tentang cincin itu di mesin pencari. Aku terkejut mengetahui bahwa itu adalah cincin pernikahan dari salah satu brand terkenal. Namun setelahnya, aku kecewa. Saat aku membaca halaman lain, dan mendapatkan fakta bahwa bagi orang Korea, menggunakan cincin dijari tengah berarti untuk keberuntungan.

Ah, keberuntungan ya?

Raksasa itu suka sekali mengganti warna rambutnya sesuka hati. Jauh sebelum semua penggemar dikejutkan dengan rambutnya yang mulai menipis aku sudah sering mengingatkannya.

Jika si Tempramen Chanyeol sedang dalam mood yang bagus, dia akan berbaring disebelahku dan mengecek ponselnya. Saat itu aku akan mengecek rambutnya yang sudah mulai menipis.

"setelah ini warna apa lagi, Chan?"

"apa?"

"rambutmu"

"mungkin merah"

"lihat, ini sudah sangat tipis, kau ingin rambutmu habis ya"

"kau sudah terlalu sering mengatakannya, Baek. Jangan bahas lagi, semua idol punya keharusan yang kuat terhadap penampilan, kalau kau lupa"

"terserah padamu saja bodoh" aku memukulnya.

Dia tertawa dan menatap tepat dimataku...

" terimakasih Baekhyunie, kau sudah memperhatikanku"

Seperti tepat memanah hatiku

Senyuman itu, kau telah membuatku tenggelam ke jurang paling dalam pesonamu.

" jika dirimu tersenyum seperti itu

Sulit bagiku untuk mengatakan bahwa aku tidak merasakan apa-apa"

-Unfair- EXO

POTONGAN 1 : END

Kenapa jadi manis-manis gitu? Gue udah ngantuk dan masih kekeuh pengen update tanpa punya ending*sebenarnya ada.

Gue update manis dalam rangka MENEMANI BAPER MUBANK. Hehehe

Dan semoga gue bisa update lagi nanti mengatasi kegalauan pas hari H Mubank dengan update atau new ff fluff or married life. Atau langsung ketiganya. Semoga saja. Doakan.

Review juseyoo..

Ps: kalian udah mulai bosan? Sejujurnya gue iya, gue bakal naikin tahunnya dan mungkin ngelewatin beberapa moment biar lebih cepet ketemu sama END :).

See yaa..