Penulis : Ohdeerwillis

Disclaimer : Tuhan dan keluarga mereka

Peringatan : Kesalahan penulisan, yaoi, boyxboy, kesalahan tata bahasa, dll

Cast : Sehun, Luhan, dan other exo members

(Sebelum membaca ini diharapkan membaca chapter terakhir sebelum ini agar paham) (Karena ini epilog jadi tidak akan sepanjang chapter-chapter sebelumnya ^^)

EPILOG

You can be my guided light
Keep me, company in the night
That's all I need, all I want
Is for you to stay a little longer now
With arms around me, like a border
Like the air I breathe, I let you in
Keep me warm underneath my skin
Cause i'm
Giving in to your touch
I can never get enough
Diving deep into the ocean
Ocean
Ocean
Ocean

You can be my safety zone
Somewhere I can go when I feel alone
That's all I need, all I want
Is to stay a little longer now
Arms around me like a border
Like and endless stream
You take me in
To a place that I've never been
Now i'm

-Mike Perry x Shy Martin : The Ocean-

.

.

-Beberapa Tahun Kemudian-

"Jangan menarik ekornya jika bermain dengan kucing Ziyu-ah." Teriak seseorang dari balik meja dapur, sosok yang sibuk dengan masakannya saat ini.

"Ruruuuuu… Haowen Ge cubit Yujie," Teriak sosok anak perempuan dari ruang tengah.

"Jangan nakal Haowen," Balas sosok dari dapur.

"Yujie yang mulai Ru," Sosok dengan apron menggantung di tubuhnya itu hanya bisa menggeleng. Pria manis dengan apron itu sibuk memotong berbagai jenis sayuran segar, ia Luhan atau sekarang bisa disebut Oh Luhan pria manis berambut caramel yang telah resmi dinikahi Oh Sehun beberapa tahun yang lalu.

"Ruruuuuuuu! Huaaaaaaa Ziyu di cakar,"Dengan sigap Luhan meletakkan pisaunya dan segera melangkah menuju ruang tengah namun seseorang menahan lengannya,

"Lanjutkan saja pekerjaanmu, aku yang akan mengurus anak-anak," Sehun, pria tampan itu tersenyum ke arah Luhan.

"Kamu dari mana saja?"

"Maaf, tadi aku harus mengirim beberapa surel sayang," Luhan mendesah pelan.

"Berhentilah mengurusi pekerjaanmu sayang, ini waktunya libur," Sehun mengangguk lalu mengecup bibir Luhan singkat.

"Aku akan bersama anak-anak," Sehun berlalu dan meninggalkan Luhan dengan ekspresi kesalnya.

Suasana itulah yang terasa di kehidupan Luhan setelah menikah dengan Oh Sehun beberapa tahun lalu. Beberapa bulan setelah menikah mereka berdua memutuskan untuk pindah ke London karena pekerjaan Sehun. Setelah itu tepat setahun Sehun dan Luhan menikah, keduanya memutuskan untuk mengangkat anak. Luhan beruntung, keinginannya memiliki anak di dukung pasangannya, Sehun. Dengan senang hati, pria itu menyetujui saran Luhan, karena mereka berdua menyukai kehadiran anak-anak. Dan setelahnya, mereka sepakat mengangkat anak bernama, Oh Haowen. Anak laki-laki tampan yang memiliki sifat hampir sama dengan Sehun, bahkan banyak yang bilang jika Haowen adalah versi kecil dari Sehun yang membuat orang-orang menganggap Haowen cocok menjadi anak kandung mereka berdua. Tiga tahun setelahnya, mereka sepakat untuk mengangkat anak lagi karena permintaan Haowen yang menginginkan teman bermain. Dan pasangan Sehun-Luhan sepakat untuk mengangkat dua anak sekaligus, seorang anak perempuan dan laki-laki yang bernama, Oh Ziyu dan Oh Yujie.

Jika Haowen adalah versi Sehun kecil, maka dapat dikatakan Ziyu adalah anak laki-laki versi Luhan kecil. Wajahnya yang manis dan sifat lucunya benar-benar seperti menggambarkan Luhan. sedangkan Yujie adalah anak perempuan cantik dengan perpaduan Sehun dan Luhan, versi lengkap. Walaupun Ziyu dan Yujie diangkat secara bersamaan namun mereka memiliki perbedaan umur dan Ziyu yang lebih tua. Setelah memiliki tiga orang anak, mereka memutuskan untuk membeli rumah baru dan pindah dari apartemen, dari sanalah kehidipan Luhan dan Sehun berubah banyak.

Kehidupan mereka bertambah ramai dengan kehadiran anjing kesayangan mereka, Vivi dan dua ekor kucing menggemaskan berwarna hitam dan coklat, hadiah pernikahan dari mama Luhan yang diterima Luhan dengan binar bahagia berbanding terbalik dengan Sehun yang terlihat suram ketika mendapatkan dua kucing itu dan ketika Luhan bertanya, pria tampan itu menjawab,

"Kucing itu menakutkan Xiao Lu," Yang setelahnya hanya mendapatkan gelengan dari pria manis.

Semua itulah yang membuat kehidupan mereka berdua lebih terasa lengkap dan berwarna dari sebelumnya. Walaupun, terkadang tingkah anak-anak mereka dan tiga peliharaan mereka mengesalkan seperti sekarang ini, tidak ada penyesalan dalam diri keduanya karena memilih hidup seperti ini.

"Waktunya mandi anak-anak," Luhan muncul di ruang tengah masih dengan apronnya.

"Yujie dimandiin Ruru ya," Ucap Yujie lalu berlari kecil ke arah Luhan.

"Ahh~ Ziyu juga," Seru anak laki-laki manis lalu menyusul adiknya.

"Haowen!" Dan ketiga anak-anak itu sudah menempel di kaki Luhan dengan menggemaskan.

"Tidak ada yang mau mandi dengan appa?" Ketiganya menggeleng serempak.

"Why?"

"Appa terlalu keras menggosok tubuh Ziyu," Jawab Ziyu lalu menempel lebih dekat dengan kaki Luhan dan saat itu juga ekspresi Sehun berubah kesal.

"Kalau begitu appa juga ikut kalian mandi,"

"Kamu bisa mandi sendiri Sehunnie,"Balas Luhan lalu menggeleng.

"Kamu pilih kasih sayang," Sehun mengerucutkan bibirnya dan Luhan tertawa.

"Kalau begitu pergilah ke kamar mandi, nanti Ruru menyusul setela melepas apron, okay?" Ketiganya mengangguk lalu berlari ke arah tangga secara bersamaan.

"Jangan berlari jika naik tangga," Seru Luhan.

"Kamu pasti sangat lelah hari ini karena terlalu banyak memasak dan mengurus anak," Ucap Sehun lalu mendekati Luhan.

"Hmm, lelahnya selalu hilang jika melihat mereka sesenang itu,"Balas Luhan lalu menerima pelukan dari Sehun.

"Kenapa kamu menolak memesan makanan di luar untuk acara hari ini sayang?"

"Lebih bahagia jika bisa memasak untuk orang-orang tersayang Sehunnie," Sehun mengangguk lalu melepas pelukannya dan mengusak rambut Luhan.

"Kalau begitu akan ku bantu memandikan anak-anak, jika perlu memandikan Rurunya juga," Goda Sehun dan mendapat pukulan pelan dari Luhan.

"Kenapa sifat menggodamu itu tidak pernah hilang sih," Sehun terkekeh.

.

.

"Yujie jangan menyentuh kue coklatnya sayang, nanti bajumu kotor," Ucap Luhan lalu meletakkan piring terakhir di atas meja makan yang telah penuh dengan berbagai jenis masakan dari Luhan.

"Haowen tolong panggil appa ya, sebentar lagi mereka datang," Haowen mengangguk lalu bergegas menuju kamar orangtuanya.

"Ruru, can you help me?" Ziyu mendekat ke arah Luhan yang sedang menata piring.

"Ini," Ziyu mengarahkan tangannya, meminta agar dikancing.

"Okay," Luhan tersenyum lalu berjongkok dan membantu Ziyu mengancing bagian tangannya.

"Cha, done." Ziyu tersenyum,

"Thanks Ruru," Ucapnya lalu memeluk leher Luhan dan Luhan mencubit pelan hidung Ziyu.

"Waahh~ appa iri," Keduanya menoleh secara bersamaan, dan mendapati Sehun tengah menatap mereka dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat.

"Ziyu tidak ingin memeluk appa?" Sehun berjongkok lalu merentangkan tangannya. Ziyu menatap Sehun dengan bingung lalu menatap Luhan di sampingnya.

"Peluk appa," Bisik Luhan dan pria kecil itu melepaskan lingkaran tangannya di leher luhan lalu beralih ke arah Sehun, memeluk pria tampan itu dengan erat.

"Ahh~senangnya dipeluk Ziyu," Ucap Sehun lalu mengeratkan pelukannya.

"Appaaaa, Yujie mau gendong,"Sehun menoleh ke arah Yujie yang telah berdiri di sampingnya dan Ziyu.

"Ziyu jugaaaa," Rengek pria kecil yang tengah di peluk Sehun.

"Yujieee," tangan kecilnya menarik lengan baju Sehun.

"Arra..arra, appa gendong semuanya," Sehun merentangkan tangannya lebih lebar dan Yujie masuk bersama Ziyu.

"One..two..three," Sehun berdiri dengan Ziyu dan Yujie dalam gendongannya.

"Kalian semakin berat,"Ucap Sehun lalu terkekeh, Yujie dan Ziyu menempel erat dengan Sehun.

"Apakah sakit?" Tanya Yujie, khawatir dengan appanya.

"Ani, kalian tidak lebih berat dari Ruru," Semuanya menoleh ke arah Luhan dan pria manis itu melotot ke arah Sehun yang sedang tersenyum.

"Ruru sering minta gendong?" Kali ini Ziyu yang bertanya.

"Setiap hari," Jawab Sehun lalu terkekeh.

"Jangan percaya anak-anak, appa kalian sedang menggoda Ruru," Luhan menggeleng lalu mendekati Haowen yang sedang menikmati pudding.

"Haowen ingin digendong juga?"Tanya Luhan dan mendapati gelengan dari pria kecil.

"Appa tidak akan kuat jika menggendong kita bertiga Ru," Luhan tersenyum

"Ruru yang akan menggendongmu,"Haowen tersenyum,

"Jangan sayang, biarkan aku saja yang menggendong mereka," Ucap Sehun lalu mendekat.

"Kamu tidak akan bisa, tidak apa,"Luhan menggendong Haowen dengan pudingnya.

"Karena sebentar lagi libur musim panas, kalian ingin kemana?" Tanya Luhan lalu melihat ketiga anaknya yang nampak berpikir.

"Ke rumah nai nai!" Seru Haowen.

"Iyaa, ke rumah Halmoeni," Lanjut Ziyu dan Yujie.

"Boleh kan appa?" Tanya Yujie lalu menatap appanya.

"Jangan menatap appa seperti itu kalian berempat," Sehun mendesah pelan.

"Baiklah," Ke empat orang itu bersorak.

-Tinggg-

"Mereka sudah datang," Ucap Luhan lalu menurunkan Haowen.

"Bermainlah dengan baik ya anak-anak," Sehun menurunkan Ziyu dan Yujie. Pasangan itu berjalan menuju pintu lalu membukanya,

"Haloooo," Semua tamunya datang secara bersamaan dengan wajah bahagia.

"Best Times" begitu mereka menyebutnya, acara perkumpulan yang rutin diadakan setiap setahun dua kali dan wajib di hadiri. Entah bagaimana awalnya, sehingga para sahabat itu memiliki acara rutin seperti saat ini, yang jelas mereka sangat menikmati waktu berkumpul secara bersama-sama untuk bertukar cerita atau membicarakan hal yang menyenangkan dan hari ini pasangan Luhan dan Sehun lah yang mendapat kunjungan dari sahabat-sahabatnya yang rela mengunjungi mereka di London.

"Kalian datang secara bersamaan?" Tanya Luhan lalu tersenyum.

"Selamat datang," Sehun bersalaman dengan Chanyeol dan Baekhyun sebagai pasangan pertama lalu memeluk mereka berdua diikuti Luhan.

"Kami membawakanmu wine dari Paris," Ucap Baekhyun lalu menunjukkan bawannya. Pasangan Chanyeol dan Baekhyun telah menikah dua tahun setelah Luhan dan Sehun menikah. Mereka melakukan upacara di Paris, negara favorit Baekhyun. Selain itu juga mereka telah menetap di Paris karena Baekhyun berhasil membuka butiknya disana tiga tahun yang lalu, walaupun Chanyeol masih sering sibuk dengan kerjaannya di Korea, tetapi tidak menghambat kehidupan keduanya.

"Samchooonnn," Sehun menoleh ke bawah, melihat sosok kecil yang menarik pelan celananya.

"Halo jagoan, bagaimana kabarmu?" Sehun berjongkok menyetarakan tingginya.

"Baik, apakah ada kue coklat untuk Jesper?" Sehun mengangguk.

"Tentu, sangat banyak untuk Jesper," Balas Sehun lalu mengusak rambut Jesper. Sosok kecil itu adalah anak angkat dari Chanyeol dan Baekhyun, selain Jesper mereka juga mengangkat tiga anak lainnya karena Baekhyun sangat menyukai anak-anak.

"Yeaayy!" Jesper bersorak kecil.

"Jiwon juga mau uncle," Sehun menoleh ke samping dan mendapati anak terakhir itu menatapnya.

"Sure, masuklah, Haowen, Ziyu dan Yujie menunggu kalian." Ucap Sehun lalu bergeser membiarkan kedua anak itu masuk dan Luhan tersenyum melihat tingkah Sehun.

"Auntyy," Luhan menoleh ketika merasa celananya di tarik.

"Jackson? Wae? Ahh~ jangan panggil aunty, panggil Ruru saja ne?" Luhan berjongkok.

"Mommy menyuruh Jack memanggil seperti itu," Luhan menatap Baekhyun yang sedang menahan tawanya.

"Ahh~ kalau begitu, mulai belajar memanggil Ruru, right?" Jackson mengangguk.

"Tapi aunty sangat cantik," Sehun terkekeh disampingnya.

"Anak kecil selalu jujur Xiao Lu," Luhan menyenggol Sehun lalu tersenyum.

"Masuklah," Luhan berdiri di susul Sehun lalu membiarkan Jackson menyusul yang lain.

"Kalian masuklah," Ucap Sehun menunjuk Chanyeol dan Baekhyun.

"Berhenti mengajarkan mereka memanggilku aunty, Baekki," Kesal Luhan lalu mencubit pelan lengan Baekhyun.

"Kamu cocok dipanggil seperti itu," Balas Baekhyun lalu tertawa.

"Yaaak!" Baekhyun segera menghindar dan masuk.

"Eh? Taehyung?"

"Annyeong samchon, annyeong Ruru," Anak laki-laki remaja itu melambai ke arah Sehun dan Luhan.

"Kamu tidak membawa pacarmu?" Goda Sehun dan Taehyung hanya memasang wajah sedih.

"Aku belum siap membawa Kookie kesini samchon," Sehun mengangguk.

"Kwaenchana, kalian masih remaja. Nikmatilah waktu bersama-sama," Balas Sehun lalu menepuk bahu Taehyung. Remaja laki-laki itu adalah anak dari kakak laki-laki Baekhyun, Daehyun. Karena Baekhyun dan Chanyeol telah mengurus Taehyung dari kecil dan karena kakak laki-laki Baekhyun telah meninggal ketika Taehyung masih kecil sehingga Baekhyun dan Chanyeol memutuskan untuk merawat Taehyung hingga saat ini, bahkan Taehyung telah menganggap Chanyeol dan Baekhyun sebagai orangtuanya sendiri.

"Tolong jaga anak-anak kecil itu ya Tae," Ucap Luhan dan dibalas anggukan dari Taehyung.

Pasangan kedua yang telah sampai adalah pasangan Suho dan Lay.

"Hyung," Sehun memeluk Suho lalu tersenyum dan bersalaman dengan Lay.

"Aku harus sering-sering mengunjungi rumah kalian," Ucap Suho dan disambut tawa.

"Halo Judy," Sapa Luhan kepada anak perempuan yang sedang digandeng Lay.

"Halo Ruru," Judy tersenyum lalu memberikan papper bag yang dia bawa.

"Apa ini?" Tanya Luhan setelah menerima papper bagnya.

"Oleh-oleh dari Judy, Lu. Selama liburan ia ingin membelikanmu itu ketika melihat satu toko berisi pernak pernik rusa." Balas Lay lalu terkekeh. Luhan membuka papper bagnya dan mendapati boneka rusa menggemaskan di dalamnya.

"Ahhh~ cute," Luhan berjongkok di depan Judy.

"Gomawo cantik," Luhan mengusak pelan rambut Judy dan anak perempuan itu tersenyum.

"Dimana Anson?"Tanya Sehun ketika tidak melihat anak laki-laki dari Suho dan Lay bersama mereka.

"Dia sedang bersama Zhuyi," Sehun mengangguk. Suho dan Lay menikah setahun setelah Baekhyun dan Chanyeol menikah. Mengikuti sahabat-sahabatnya, pasangan itu juga memilih mengangkat anak untuk menemani mereka yang sekarang menetap di Korea, bahkan Lay telah memilih untuk berkarir di Korea bersama Suho yang sekarang telah menjadi dokter spesialis yang handal.

"Masuklah," Ucap Luhan lalu tersenyum.

"Hai Brother," Sapa sosok yang telah berdiri di depan Sehun lalu memeluknya.

"Yaa! Jangan memelukku hitam," Sehun mendorong sosok yang memeluknya.

"Yaa! Kau memeluk Chanyeol dan Suho tapi tidak mau memelukku?"

"Nanti hitammu nular Kai," Ejek Sehun lalu mendapatkan cubitan di lengan dari Kai.

"Halo Kai, Kyung," Sapa Luhan lalu memeluk Kyungsoo.

"Senangnya bisa bertemu kamu lagi Lu," Luhan tersenyum.

"Bagaimana dengan Jepang?" Tanya Luhan. Pasangan itu baru-baru ini menetap di Jepang karena pekerjaan Kai disana.

"Cukup baik tapi aku masih sulit untuk menikmatinya," Luhan tersenyum lalu mengusap bahu Kyungsoo.

"Aku akan mengunjungimu nanti," Kyungsoo membulatkan matanya.

"Janji?" Luhan mengangguk, gemas dengan mata besar Kyungsoo.

"Lu, kenapa pasanganmu ini sangat menyebalkan sih? Berbanding terbalik denganmu," Ucap Kai lalu melirik Sehun.

"Dia selalu seperti itu Kai," Luhan tertawa dan Sehun cemberut.

"Halo sayang, tumben sekali kamu tidak banyak bicara," Luhan berjongkok menyapa anak yang menempel pada kaki Kai.

"Dia mengalami jetlag Lu," Balas Kyungsoo.

"Ahh~ tumben sekali, pasti rasanya tidak enak. Nanti Ruru buatkan coklat hangat ya, dan di dalam ada banyak sekali daging kesukaanmu, Taeoh." Luhan mengelus pipi anak bernama Taeoh itu.

"Benarkah?" Luhan menganguk dan Taeoh tersenyum.

"Kalian masuklah, Taeoh butuh banyak istirahat," Ucap Luhan lalu mempersilahkan pasangan itu masuk.

"Chen!" Luhan tersenyum ketika melihat pasangan lain yang datang, Chen dan Xiumin. Pasangan itu menikah di Korea pada tahun yang sama dengan Sehun dan Luhan. Sekarang Chen dan Xiumin juga menetap di London sama seperti Sehun- Luhan karena Sehun dan Chen memiliki bisnis bersama.

"Halo, maafkan aku Lu karena tidak membantumu. Daeul cukup bad mood dari pagi," Ucap Xiumin lalu menatap Daeul dalam gendongan Chen.

"No problem, aku mengerti," Jawab Luhan lalu tersenyum.

"Hai jagoan uncle, kenapa kamu bad mood hm?" Tanya Sehun lalu mengambil Daeul dari gendongan Chen dan anak kecil itu hanya menggeleng pelan di gendongan Sehun.

"Jika kamu tersenyum akan uncle belikan mainan yang banyak," Ucap Sehun dan sukses membuat Daeul tersenyum.

"Nahh~ ini lebih baik," Sehun terkekeh lalu mengembalikan Daeul ke gendongan Chen.

"Bagaimana bisa kamu menerima tawaran uncle daripada appa?" Chen mencium pelan pipi Daeul dan semuanya tertawa.

"Oh iya, aku membawakanmu asinan," Ucap Xiumin lalu mengangkat bungkusan di tangannya.

"Kamu yang terbaik," Luhan tertawa lalu membiarkan pasangan itu masuk.

"Ahh~ pasangan terakhir kita telah datang," Ucap Sehun ketika melihat Kris dan Tao berjalan ke arah mereka. Kris dan Tao adalah pasangan yang terakhir menikah, mereka menikah lima tahun setelah Luhan dan Sehun menikah dan menetap di China.

"Bo~" Panggil anak perempuan di gendongan Kris dan Sehun tersenyum.

"Shuyaa," Sehun bersalaman dengan Kris lalu mengusak rambut Shuya.

"Mu~" Luhan menoleh ketika merasakan tarikan di ujung bajunya.

"Kamu semakin cantik saja Boxuan," Ucap Luhan lalu mencubit pipi anak perempuan itu.

"Mu juga cantik," Tao terkekeh mendengar perkataan anaknya.

"Berhentilah mengajari mereka yang aneh-aneh Tao-ya," Bisik Luhan lalu tersenyum ke arah Shuya.

"Gege kalian mana?" Jari kecil Boxuan menunjuk ke belakang dan mata Luhan mengikutinya lalu melihat dua anak laki-laki yang sibuk dengan PSP nya.

"Ahh~ mereka sibuk bermain,"

"Ge, bagaimana kabar mama?" Tanya Luhan.

"Baik, semuanya baik. Kamu harus pulang liburan nanti," Balas Kris dan Luhan menganguk.

"Kalian masuklah, semuanya sudah menunggu," Ucap Sehun.

"Bo~"

"Ru~" Kedua anak laki-laki yang sibuk dengan PSPnya tadi memanggil Sehun dan Luhan bersamaan.

"Kalian terlalu sibuk bermain PSP," Sehun tertawa lalu berjongkok dan merentangkan tangannya.

"Berikan bo dan uncle pelukan dulu," Anson dan Zhuyi berlari ke arah Sehun dan memeluknya dan Sehun menggendong mereka.

"Ayo kita susul yang lain," Ucap Luhan lalu masuk diikuti Sehun yang menggendong Anson dan Zhuyi.

.

.

Suasana di rumah Luhan sangat ramai namun hangat. Semua pembicaraan mengalir dengan mudah tanpa ada batasan, secara tidak langsung mereka membentuk kelompok sendiri. Seperti Sehun, Suho, Chen, Kai, Kris dan Chanyeol yang berkumpul dan membahas tentang pekerjaan mereka masing-masing lalu menuju hobi mereka yang kebetulan memiliki beberapa hobi yang sama seperti otomotif dan musik. Berbeda dengan perkumpulan Luhan, Baekhyun, Kyungsoo, Lay, Xiumin dan Tao yang lebih banyak membahas liburan, tips untuk beberapa hal, dan trend pakaian tahun ini. Walaupun begitu semua menikmati waktu kebersamaan mereka dengan sangat menyenangkan termasuk para anak-anak.

"Mommy, Tae hyung nakal" Jesper mendekati Baekhyun dan melapor perbuatan hyungnya.

"Aku hanya menggodanya," Elak Taehyung.

"Kamu harus menjaga adik-adikmu Tae, jangan menggoda mereka," Balas Baekhyun.

"Bersabarlah karena kamu yang paling tua," Ucap Xiumin lalu terkekeh.

"Ne," Taehyung mengerucutkan bibirnya lalu kembali ke perkumpulan anak kecil.

"Sudah samchon katakan untuk membawa Jungkook bersamamu," Bisik Sehun ketika Taehyung melewatinya dan membuat anak laki-laki itu semakin mengerucutkan bibirnya.

"Aku akan membawanya ketika pertemuan selanjutnya," Bisik Taehyung membalas perkataan Sehun.

"Apa kalian memiliki rencana saat liburan musim panas nanti?" Tanya Baekhyun ketika semuanya telah berkumpul jadi satu.

"Anak-anak ingin bertemu mama, jadi kita akan berlibur ke China tapi mungkin setelahnya akan ke Jepang menemui Kai dan Kyung," Balas Luhan.

"Ahh~ bagaimana kehidupanmu di Jepang Kyung?" Tanya Lay dan pria bermata bulat itu menggeleng.

"Jepang sangat menyenangkan, hanya saja aku belum bisa beradaptasi dengan baik, Taeoh juga." Jawab Kyungsoo.

"Bagaimana jika kita liburan bareng musim panas nanti?" Semua orang menoleh ke arah Tao.

"Setelah kalian berlibur masing-masing kita tutup dengan liburan di Jepang sekalian mengunjungi Kyungsoo," Lanjut Tao.

"Ahh~ ide yang bagus," Baekhyun tersenyum dengan cerah.

"Aku akan menyiapkan baju khusus untuk kalian saat musim panas nanti," Kumpulan Luhan bertepuk tangan menerima saran dengan baik.

"Jika kalian mengunjungiku, aku akan memasak yang banyak," Ucap Kyungsoo senang.

"Setujuuu~"Seru Lay diikuti yang lain kecuali perkumpulan Sehun.

"Hmm tunggu, kalian tidak meminta pendapat kami sebagai pasangan kalian?" Kali ini Suho yang bersuara setelah melihat tingkah para pasangannya.

"Tidak-tidak, pilihannya hanya dua," Lay mengacungkan dua jarinya,

"Apa?" Tanya Sehun.

"Pertama, mengikuti saran kita atau.."

"Atau?" Kris tampak penasaran.

"Serahkan kartu kalian dan jadiah penjaga anak-anak selama kita berlibur ke Jepang," Lanjut Lay diikuti sorakan setuju dari yang lain.

"What? Ini tidak adil,"Chen bersuara.

"Kalau begitu kalian harus siap-siap tidur sendiri selama libur musim panas," Ucap Xiumin dan didukung teman-temannya.

"Tunggu, tapi kami memiliki pekerjaan," Suho menatap Lay minta pembelaan dan yang ditatap hanya memasang wajah cuek.

"Terserah, semua keputusan berada di tangan kalian," Tutup Baekhyun dan disambut wajah cemberut dari pasangan masing-masing.

"Lagipula, ada atau tidak ada kalian liburan kita tetap berjalan baik, yang jelas semua kartu akan kita bawa," Ucap Tao lalu melirik Kris yang memasang wajah kesal.

"Kita bekerja untuk kalian," Kai bersuara, walaupun ia tidak terlalu keberatan dengan saran dari pasangannya.

"Karena kalian bekerja untuk kita, jadi tidak ada salahnya kita meminta kan?"

"Ahh~ baiklah baiklaah" Sehun menyerah ketika melihat wajah memohon Luhan.

"Yeayyyy~" Luhan bersorak.

"Bagaimana dengan yang lain?" Dengan serempak semua orang menatap pasangan mereka masing-masing dengan wajah memohon.

"Aku menyerah," Itu Kris

"Aku juga," Chen menggeleng.

"Ahh~ kapan aku bisa melarangmu hm?" Chanyeol mencubit pipi Baekhyun.

"Baiklah, aku setuju,"Suho mengangkat tangannya.

"Aku tidak punya pilihan," Kai mengangguk. Dan dengan keputusan itu perkumpulan Luhan bersorak senang hingga semua anak-anak keluar dari kamar bermain.

"Wae Ru?" Luhan menoleh ketika mendengar suara Ziyu diikuti ana-anak lain di belakangnya.

"Kalian semua akan mengunjungi Taeoh akhir musim panas nanti," Balas Luhan dan bisa ditebak, semua anak-anak itu bersorak gembira terutama Taeoh.

"Kita akan ke Jepang lagi," Judy tersenyum melihat orangtuanya.

"Kamu senang Taeoh-ah?"Tanya Kyungsoo dan dibalas anggukan anaknya.

"Waktunya makan anak-anak," Ucap Luhan lalu beranjak dari duduknya diikuti Sehun dibelakangnya.

"Siapa mau kue coklat?" Tanya Sehun diikuti acungan tangan dari anak-anak kecil itu.

"Ayo kita makan kue coklat," Sehun mengajak anak-anak kecil itu menuju meja yang berisi kue-kue manis.

"Kamu tidak mau Tae?" Goda Luhan dan dibalas gelengan.

"Tolong berikan aku jus buah Ru," Pinta Taehyung dibalas anggukan Luhan.

"Arra, duduklah."

"Kalian silahkan menikmati makanannya," Ucap Luhan dan diikuti pasangan-pasangan yang mulai beranjak.

Luhan menyiapkan jus buah untuk Taehyung diikuti Sehun dibelakangnya.

"Kamu tidak lelah Xiao Lu?" Sehun melingkarkan tangannya ke perut Luhan.

"I'am fine sayang," Luhan menepuk pelan tangan Sehun. Sehun meletakan dagunya di atas bahu Luhan.

"Kamu yang terbaik sayang,"Luhan mengusap pelan pipi Sehun.

"Kamu juga yang terbaik sayang, jangan lupakan perjalanan China dan Jepang," Sehun mendesah pelan,

"Kamu serius akan ke Jepang?" Luhan mengangguk.

"Kamu juga harus ikut Sehunnie,"

"Hmm"

"Saranghae," Ucap Luhan lalu terkekeh.

"Kamu mengucapkannya di saat seperti ini, baiklah aku ikut. Nado saranghae," Sehun mengeratkan pelukannya lalu mengecup leher Luhan.

..

..

This air is a breath I take with permission
I swim but this is still within your chest
Even in my dreams I dream of you All night (All night)

The moment I stretch my arm
This feeling ripples at the tip of my fingers
That is You all of it is You

Our times are dyed with the color of the water
Your warm smile is Beautiful
I am happy just as it is
So don't give me freedom

You are the one I found, One and One and Only
Touching the tip of our toes, touching our hands, touching our space
All of it is you

Your soft caress that draws me
When I'm still in your frame
I am the most comfortable
I am caged inside of you

Yeah like I can be almost caught by your hand
Inside this fish bowl
Is filled with your warmth
This is my transparent space

Past the glass wall, the seasons are reflected
They don't matter to me at all

The seasons that touch my skin
Are all you yeah

Your hands that cover my eyes
I fall into a deep sleep

From the faint sliver of sunlight
That can be seen between your fingers

-EXO : One and Only-

-END-