Truth? This is it!
Shaka: *clears throat* Kami persembahkan fic TTIT yang dibuat oleh author dengan PenName yang dibuat tanggal 22 september, pukul 17.50 dan selesai beberapa sangat lama kemudian karena fic ini diketik selagi dia belajar buat ujian. Gimana? udah bisa?
Mu: Udah deh kayaknya. Tapi kenapa kita jadi bagian pengenalan coba?
Shaka: Ketrin masih belajar buat ujian.
Mu: *sweatdrop* Singkat, padat, agak gaje yah?
.
.
Beberapa minggu kembali berlalu, Kasuga ditugaskan di tempat lain karena akhirnya Tatsumi sudah menyelesaikan tahap pemulihannya. Percaya atau tidak percaya, seluruh anak-anak Kido langsung menerjang Tatsumi sekuat tenaga sehingga pingsan. Henna tetap diluar kategori tentunya.
Alhasil Tatsumi marah-marah lagi. Seiya dkk pengen aja ngejek Tatsumi jangan marah melulu biar gak ubanan. Tapi sekarang point masalahnya adalah DIA BOTAK LICIN.
Pertemuan pertama Mitsuki Kamishiro dengan Henna membuat Mitsuki sendiri sering juga berkunjung ke mansion Kido. Entah karena dia mau main dengan Saori atau sekadar ingin ngobrol dengan Henna.
"Henna, ohayou!" sapa Mitsuki.
"Hnn.." balasnya.
"Bagaimana kabarmu? Baik saja kan? Aku baik kok!"
"Sama.."
"Semalam aku ada baca buku tentang serangga! Mereka semua unik! Sugoi!"
"Oh.."
Mitsuki agak heran sendiri. Jawabnya kok sedikit banget.
"Semalam aku ketemu sama anjing yang bisa berbicara dan bisa meramal lho! Sugoi!"
"Hnn.."
.
.
.
.
.
"Hah?" Akhirnya Henna tersadar sendiri dan melotot heran ke Mitsuki.
"Yahuu! Henna akhirnya memperhatikanku! Sugoi!" seru Mitsuki senang.
Henna geleng kepala mendengarnya lalu hanya berkomentar.
"Kamu sudah berapa kali bilang 'Sugoi' sih?"
Mitsuki hanya bisa buat muka konyol sambil menjulurkan lidah.
"Itu hanya kebiasaan saja kok~ hihihi! Kalau Henna? Punya kebiasaan tersendiri tidak?"
Henna melengkungkan bibirnya ke bawah dan kembali fokus ke bukunya.
"Eh? Ayolah Henna. Aku jangan ditinggalin lagi dong."
Mitsuki menatap Henna lekat lengkap dengan puppy eyesnya yang super adorable. Henna akhirnya pasrah sendiri dan langsung menoleh ke Mitsuki.
"Kebiasaanku itu harus tidur dengan peliharaan-peliharaanku bersamaku. Biasanya 2 kelinci besarku dan seekor anak anjing."
Mitsuki bengong sendiri. "Apa gak takut kena bulunya?"
"aku sudah terbiasa dan malahan jadi keharusan."
"J-Jadi waktu Henna tidur disini.. gimana dong?"
Muka Henna bengkok delapan(?) seketika. Aura dongkol juga keluar dari tubuhnya yang langsung membuat Mitsuki dan sekitarnya sweatdrop akut.
"Aku gak sengaja memeluk sesuatu yang mengerikan."
"H-Hah? Apa itu? Hantu ya?"
"Nggak. Dia lebih parah dari hantu sama setan didunia ini sama dunia lain."
Mitsuki sweatdrop total sambil memikirkan siapa yang dimaksud Henna ini. Tanpa menyadari sebenarnya yang dimaksud Henna itu sedang berdiri dibelakang Mitsuki. (emangnya kuntilanak apa?)
"Enak banget kau! Nyebar fitnah tentang aku."
Pandangan Mitsuki langsung tertuju pada calon saint Phoenix itu, sang sumber suara.
"Buat info, Ikki. Itu bukanlah sebuah fitnah melainkan fakta. Memangnya kau kira fitness apa?"
"Secara itu, gue ini makhluk tuhan yang paling kece dan hot sedunia! Nggak melebihi setan dedemot yang elu bilang tadi." Serunya pede.
Satu ruangan termasuk Author, terkecuali Henna dan Mitsuki langsung muntah dan kejang-kejang seketika.
"Oh tuhan. Ampunilah dosa kakak hamba ini." Doa Shun begitu kushyuk.
"Bapa di Sorga, hamba meminta hal yang sama dengan sohib gue, Shun ini." Doa Hyoga gak kalah kushyuk.
"Kakak eee.. kenapalah gue diculik lalu disuruh bareng si narsisan ini?" ratap Seiya.
"..."Shiryu tengah shock.
"OKE! OKE! GAK PERLU DILANJUTKAN! MACAMNYA HANYA AKU YANG NARSIS DISINI!"
Henna berdehem dan mendapatkan seluruh perhatian.
"Seingatku, hanya engkau yang berkata se-pede itu. Juga hanya engkau yang berkaca kalau tiap jalan ada lewat kaca maupun cermin. Belum lagi sisirannya tata sana-sini. Parfum juga pernah curi punya kakek tua itu kan?"
"Issh! Ternyata kau selalu menguntit aku ya, Henna?" tanya Ikki curiga.
"Malahan apa kau tak sadar kalau kau selalu melakukan hal hal tadi yang kubilang ketika bersama kami maupun tidak?"
Gelak tawa terdengar jelas.
"Kalian tak punya hak untuk tertawa. Selain Ikki, Seiya dan Jabu narsisnya pun gak kalah parah! Hanya Shun dan Shiryu yang masih waras asal kalian tahu saja!" sahut Henna dongkol.
Semuanya sweatdrop seketika. Tak disangka Henna ini kalem-kalem tapi juga selalu merhatiin sekitarnya.
"Iya deh, nyonya. Kami mohon ampun." Celetuk Ichi.
Melayanglah buku tebal itu, mendepak wajahnya yang gantengnya 1/10000 dari si Docrates (?) hingga dia pingsan.
"Silahkan antri bagi yang mau menyusul." Ujar Henna pakai smirk andalannya.
Seketika yang lainnya ngacir seketika. Mitsuki masih sweatdrop ditempat dan Henna memungut buku tadi lalu melanjutkan bacaannya yang tadi. Hari yang normal kembali berlanjut.
Beberapa hari kemudian di tempat yang lain, suara nyanyian ultah memenuhi suasana. Tak lain dari ultah ke 7 Saori kecil.
"Oji-sama! Aku boleh ga minta satu kado lagi?" pinta Saori dengan jutsu wajah moe (?)
"Haha, apa kado yang kamu mau memangnya?" tanya Mitsumasa.
"Aku ingin bermain dengan anak pirang yang latihan di mansion kita! Dia jutek banget! Aku malu deketin dia." ujar Saori dengan bohongnya. Masih ingat siapa yang dipaksa makan sepatu siapa kan?
"Kalau itu harusnya kamu sendiri dong."
"Ayolah Oji-sama! Besok Oji-sama yang bilang sama dia ya!"
"Hahaha, oke oke. Besok kita temui dia ya."
Sesuai janji Mitsumasa, dia dan Saori menghampiri gadis itu yang rutinitas biasanya yang masih tidak ganti ganti.
"Selamat pagi, Michiyo." Sapa Mitsumasa.
"Hn. Pagi juga."
"Nee, bagaimana kalau kalian berdua saling bermain? Saori suka main salonan lho. Jadi kalian dua cocok."
"Gak tertarik."
Mitsumasa cengo sejenak.
"A-Ah jangan begitu dong. Lagipula kasihan Saori kan? Anggap aja ini sebagai hadiah ulang tahun Saori."
"Katakan pada orang tuaku agar membelikan hadiahnya."
Mitsumasa bingung sendiri sementara akhirnya Saori ngambek tingkat tinggi. Merasa tak bisa lagi tenang baca buku, gadis pirang itu langsung beranjak.
"Cih. Hari ini DAN UNTUK HARI INI SAJA kau mau main apa, Kido?!"
Wajah ngambek itu berseri seketika dan tangan Saori tahu-tahu sudah menarik Henna duluan ke kamarnya. Mitsumasa tersenyum sendiri, memikirkan apakah mereka bakal akrab atau tidak.
Sedangkan para anak yatim piatu lainnya, mereka semua sudah melotot horor. Siksaan apa yang akan diturunkan pada Henna dari Saori?
Sementara itu, di kamarnya Saori. Sang pemilik kamar sudah mengeluarkan sejumlah peralatan rambut. Entah catok, hairdryer, dsb. Cuman menimbangkan kemampuan Saori dengan alat-alat elit itu pastilah hasilnya buat sport-jantung.
"Nah, aku ingin menata rambutmu seperti ini!" serunya Saori riang sambil menunjukan gambar seorang wanita dengan rambut yang mengembang ala rambut wanita zaman victoria.
"Tuhan Yesus Kristus sang juru selamat, selamatkan hamba dari cobaan ini." Henna sudah mulai baca doa.
Mau tak mau, akhirnya eksekusi gadungan itu dimulai juga. Belum lagi apa-apa, panas menyengat dari besi yang dipegang Saori terasa pekat di kulit kepala Henna. Belum lagi rambut pirangnya yang ditarik sana-sini tidak jelas.
"Aduh! Sakit! Pelan juga dong!" ketus Henna yang mulai meronta.
"Hei, diam dulu! Aku masih mau mengurus bagian itu!" bentak Saori sambil mengambil sebuah silet.
Mata Henna melotot total ke arah besi tajam mengkilap itu.
"JANGAN BILANG KAU MAU MENCUKUR RAMBUTKU?!"
"Tidak kok. Aku hanya akan mengikisnya sedikit biar cantik."
"Arrgh! Lepasin! Siapa bilang kau boleh memotong rambutku?!"
"Issh! Bisa tenang gak sih?!"
Nah, kita tentu tahu kan kalau anak umur 7 tahun terkadang bisa sedikit ceroboh? Kali ini Saori melakukan kecerobohan yang fatal dengan tak sengaja menyayatkan silet itu ke kulit kepala Henna agak dalam.
Gadis kecil itu tumbang dan hanya bisa berbaring sementara kepalanya berdarah untuk kesekian kalinya. Saori membeku di tempat dan bingung mau berbuat apa. Untunglah Seiya dan 4 orang lainnya melewati kamar Saori yang pintunya tak tertutup.
"Kido! Kali ini apa ulahmu?!" jerit Ikki sambil memeriksa Henna.
Saori tetap bisu dan membeku ditempat. Sementara Shiryu sudah lari kebawah dan mencoba mengambil pertolongan pertama.
Keesokannya, Henna sudah bisa ditemukan di salah satu ruang rumah sakit dengan kepala yang dibalut perban untuk kedua kalinya. Kali ini Henna tidak membaca buku apapun saking dongkolnya dia tentang kondisinya.
"Oi, semangatlah Michi!" hibur Miki. "Mau kupanggilin teman-temanmu dari mansion Kido?"
"Gak perlu." Jawab Henna kesal.
Sementara Miki dan Mikio asik menghibur adiknya, tiba-tiba 5 orang bocah kesayangan kita sudah nongol didepan pintu. Tak lain dari Seiya dkk.
"Ohayou Henna!" Hyoga menunjukkan cengirannya.
"Kalian.. kemari dengan apa?" tanya Henna cengo.
"Kami numpang truk sampah yang lewat dari mansion lalu kemari. Ini idenya Seiya lho." Ujar Shun sementara yang dibilangin bangga aja.
"T-Tunggu! Sejak kapan truk sampah mau memberi tumpangan? Setahuku kursinya cukup buat 2-3 orang aja deh."
"Kami gak numpang di tempat duduknya tapi kami kan numpang di dalam tong sampahnya."ujar Shiryu polos.
"Ide rada bodoh tapi oke juga sih." Ujar Ikki.
Henna illfeel seketika, Miki dan Mikio hanya tepuk tangan sambil muji-muji ide kreatif 5 bocah itu. Tapi belum lagi selesai masalah Seiya dkk, Julian ikutan nongol sambil marah-marah.
"DASAR CEWEK TENGIK SIALAN! SIAPA BANGET DIA SEENAK JIDAT BIKIN KAU MASUK RUMAH SAKIT?!" jeritnya gak jelas.
Miki dan Mikio yang tadinya tertawa kini jawdrop akut melihat teman sepermainannya. Apalagi henna yang sudah pasang wajah -Iih_nggak_banget_deh- .Plis deh Julian Solo. Toh nantinya kamu melamar si Saori. (Itu mah si Posseidon kali.)
Setidaknya hari-hari Henna terisi juga di rumah sakit. Belum lagi Mitsuki yang turut berkunjung.
Setelah keluar dari rumah sakit, Henna berlatih seperti biasa sampai akhirnya melewati pergantian tahun. namun beberapa bulan setelah pergantian tahun, Henna tak muncul lagi. Kabarnya dia pulang ke mansionnya tapi tidak kembali lagi.
Entah kenapa suasana yang timbul jadi sepi. Ikki entah kenapa hilang semangat sendiri dan hanya menerawang jauh didepan jendela.
"Nii-san mikirin Henna ya?"
"E-Eh?! Nggak ah!"
"Nii-san.. sejak Henna tak kemari, Nii-san selalu lemas lho."
"Itu karena biasanya dia partner sparing aku."
"Nii-san bohong."
"Nggak."
"Iya."
"Nggak."
"Iya."
"Nggak."
"Iya."
"Iya sih.. Eh lho kok?!"
Shun tertawa geli sementara Ikki merona total. Tapi ujung-ujungnya Ikki kembali menerawang jauh.
"Nii-san, semangat yah? Henna pasti jadi kesal kalau Nii-san lemes ginian." Hibur Shun.
Memaklumi kalimat Shun yang benar itu, Ikki akhirnya mau kembali latihan. Ketika dia tak sengaja melirik kalender, tanggal yang terpampang adalah 21 JUNI.
Ikki tersenyum sendiri lalu menggumamkan Otanjoubi Omedetou. Lalu dirinya kembali berlatih mati-matian dan mungkin sedikit barbar kembali. Tapi itulah Ikki. Kemudian Tatsumi datang membawa sebuah kotak dengan lubang diatasnya. Kotak yang berisi lembaran-lembaran kertas dengan nama-nama tempat tertulis disitu.
Nama tempat dimana mereka semua akan dikirim dan akan dipertemukan 6 tahun lagi.
.
.
.
TBC
Shaka: Dan to be continued.
Mu: Knapa masih kita terus?
Shaka: Karena Ketrin masih belajar.
Mu: 'Apa author itu memang bisa belajar ya?' #MuDitendangKeFandomSnK
Shaka: dan juga mohon maaf atas typo(s), kalimat gaje, OOC, Dll. Harap nantikan kelanjutannya.
Mu: #DikejarTitan
