Happy Reading! :D
Chapter 4: Menunggu di depan toilet yang dipakai sama Everest
Zuma
"WAAAAA!" jerit Zuma di depan toilet.
"Lu kenapa sih, Zuma?" tanya Chase.
"K, E, B, E, L, E, T!" jawab Zuma (dengan mengeja ala anak TK) sambil meringis.
"Tahan!" usul Chase.
"KAGAK BISA!" pekik Zuma sambil jingkrak-jingkrak.
"Lu kalau lompat-lompat gitu sama aja makin menjadi!" balas Chase datar.
"TERUS GIMANA?!" tanya Zuma minta saran.
"Kiss me!" ujar Chase watados.
"NOOOO!" teriak Zuma kagak terima.
"Jadi?" tanya Chase bingung.
"KAGAK BAKALAN! UKH!" bentak Zuma yang meringis lagi.
Chase pun pergi meninggalkan Zuma yang jingkrak-jingkrak sendirian di depan toilet.
"Siapa sih di dalem?!" tanya Zuma sambil gedor-gedor pintu.
"Apaan sih gedor-gedor?!" balas seseorang di dalam toilet.
"CEPETAN!" teriak Zuma yang sangat kebelet.
"Bentar dulu! Lagi... Ugh!"
Terciumlah aroma 'wangi' di seluruh ruangan yang sukses membuat Zuma muntah dan pingsan dengan mulut berbusa.
Skye
"Nggggg!" erang Skye meringis.
"Ke-kenapa, Skye?" tanya Marshall.
"Kebelet pipis!" jawab Skye yang tak sengaja melihat Zuma terkapar dengan tidak elitnya sambil bertanya, "Kenapa Zuma pake pingsan (dan ngeluarin busa) di sini, ya?
"Entahlah!" balas Marshall sambil angkat bahu.
Beberapa menit kemudian, tidak ada tanda-tanda orang yang keluar dari toilet.
"Ngggg... Ugh! Kagak tahan lagi..." erang Skye lagi.
"Tahanin, lha!" usul Marshall.
"Sebenarnya-" balas Skye yang terpotong karena...
PROOOTH... BROOT... Pssssh...
"Gue pengen BAB, hehehe!" lanjut Skye sambil nyengir.
"Mama..." gumam Marshall sambil nangis kecil.
Rubble
'Aduh, gue kebelet BAB!' batin Rubble sambil meringis.
"Kenapa?" tanya Rocky heran.
"Ka-kagak, cuma pengen pake toilet buat ngecek 'itu' gue doang!" jawab Rubble watados.
"Eksotis banget, sih!" balas Rocky risih.
"I-Iyalah!" ujar Rubble gelagapan.
"Moncong-moncong, kenapa Zuma dan Skye terkapar kayak begitu di sana?" tanya Rocky sambil menunjuk kedua orang yang terkapar di depan toilet.
'Pasti nungguin si Rest (?) gara-gara... Kebelet?' batin Rubble agak kaget.
"Kenapa, Rubble?" tanya Rocky lagi.
"Kagak!" balas Rubble singkat.
Sejam kemudian, Rubble pun langsung pingsan di tempat saking kagak kuatnya.
Rocky
Entah karena ketularan penyakit kebelet (?) dari Rubble atau apa, tiba-tiba Rocky ikut-ikutan kebelet.
"Aku kagak kuat!" kata Rocky yang langsung pingsan sebelum diceritakan lebih lanjut.
"Aneh banget, deh! Mereka mirip banget kayak kebo pingsan gara-gara disuruh ngomong 'Kecap', tapi 'P'-nya panjang!" gumam Chase sweatdrop.
Marshall
"Et, deh! Kenapa mereka semua terkapar begini?" tanya Marshall yang bingung melihat keempat kawannya yang tepar di depan toilet dengan tidak elitnya.
"Au dah, tuh!" jawab Chase cuek.
"Ukh!" ringis Marshall yang langsung membatin, 'Mampus, gue kebelet pipis!'
"Kenapa, Marshall?" tanya Chase.
"Ka-kagak!" balas Marshall gelagapan.
"Bohong lu!" seru Chase.
"Beneran!" bantah Marshall.
Chase pun langsung menekan perut Marshall sampai pingsan dengan cara yang mengenaskan sambil mengeluarkan bunyi plus bau kentut yang mematikan.
BROOTH... Psssssh...
"Anjay, bau-nya busuk banget!" ujar Chase sambil nutup hidung.
Chase
"Anjrit, Everest kagak selesai-selesai juga!" ujar Chase sambil jingkrak-jingkrak karena ikutan kebelet kayak kelima kawannya yang lain.
Vroothh... Vrooth... Psssh...
"Et, dah! Bau-nya terlalu 'WOW' dan 'Amazing' sampe mau ping-" Perkataan Chase pun terpotong karena dia langsung pingsan menyusul kawan-kawannya yang lain saking kagak kuatnya dengan bau 'menyegarkan' tersebut.
Everest yang baru keluar dari toilet pun langsung cengo melihat keenam kawannya yang udah terkapar dengan tidak elitnya di depan toilet.
"Kenapa mereka semua terkapar di sini, ya?" tanya Everest bingung.
To Be Continue...
Everest adalah anggota Paw Patrol yang muncul di Season 2 (kalau kagak salah di episode 'A New Pup'), tapi di Indonesia baru tayang beberapa episode di Season 1! T-T
Review! :D
