Happy Reading! :D
Chapter 8: Janjian sama seseorang tapi malah dikira orang lain
Zuma
Zuma sedang asik duduk di kursi pelaminan untuk menikah sama Marshall (?). *plak!*
Eh, salah deng! Ulangi!
Zuma sedang asik duduk di kursi malasnya ketika sebuah pesawat kertas mendarat di atas kepalanya. Karena penasaran, dia pun membuka lipatan kertas itu dan membaca isinya.
Jika kau membaca surat ini, temui aku di taman secepatnya!
"Dawi siapa, ya?" tanya Zuma bingung. "Apa aku mesti ke sana?"
Setelah lama berpikir, akhirnya dia memilih untuk menemui penulis surat tersebut.
Di taman...
Zuma yang tiba di sana melihat seorang gadis berambut pirang twintail sedang duduk di sebuah kursi yang membelakanginya.
"Aku senang kau datang, karena aku ingin bicara sesuatu yang serius padamu!" kata gadis itu.
"Apa itu?" tanya Zuma bingung.
"Bisakah kau duduk di sini?" Gadis itu memberikan sebagian tempat duduknya untuk Zuma.
"Maaf, aku tak bisa!" tolak Zuma.
"Kau tak pernah berubah!" Gadis itu hanya tertawa kecil. "Aku ingin tau, apa... Kau siap menikah denganku, Idham-kun?"
Webek, webek...
'Mampus! Gue dikira pacarnya! Kabur aja, ah!' batin Zuma yang langsung kabur secepat kilat.
"Idham-kun?" tanya gadis itu yang bingung dengan suasana yang hening sesaat.
"Faeroe-chan, kamu ngobrol sama siapa?" tanya Luthias sambil menghampiri gadis itu.
"Hah? Kenapa kamu nanya begitu, Greeny?" Gadis itu malah nanya balik dengan bingung.
"Kagak, sih! Cuma... Kayaknya suratmu nyasar ke tempat Paw Patrol, deh! Pasti ada yang nerima dan langsung kabur pas tau kamu ngira dia itu Idham! Soalnya aku melihat tuh surat mendarat di halaman belakang Paw Patrol Mansion, makanya aku mau kasih tau kamu soal itu!" jelas Luthias panjang lebar.
"Yaah, berarti aku mesti nungguin beberapa tahun lagi dong buat bisa nikah sama Idham-kun!" kata gadis itu kecewa.
"Jangan terlalu cepat berharap, Faeroe-chan!" balas Luthias sweatdrop.
Di Paw Patrol Mansion...
BRAK!
"Astaga Kambing! Ketok pintu dulu, Zuma!" seru Marshall yang kaget melihat Zuma membanting pintu dengan tampang kesal.
"Lu kagak usah nasehatin gue, ya!" bentak Zuma yang langsung kabur ke kamarnya.
"Kenapa dia?" tanya Rocky bingung.
"Mungkin jadi korban surat salah alamat!" jawab Chase datar yang sukses dihadiahi tatapan sweatdrop dari keempat kawannya yang lain sampai terdengar bunyi dari HP Skye.
Skye
"Skye! HP lu bunyi, tuh!" kata Marshall yang menyadari hal itu.
"Eh? Oh, iya!" seru Skye sambil mengambil HP-nya dan bercakap-cakap dengan seseorang di telepon.
Beberapa menit kemudian, Skye pun langsung keluar Mansion sambil blushing, "Semuanya, gue ke taman dulu ya! Dipanggil Ryder, nih!"
"Ngapain?" tanya Rubble.
"Kagak tau, tuh! Udah, ya!" jawab Skye yang langsung kabur.
"Kita ikutin, yuk!" ajak Rocky.
"Ayo!" balas Chase.
Kelima orang itu pun mengikuti Skye.
Di taman, Skye sedang berlari dan melihat Ryder berdiri membelakanginya.
"Oh, kau sudah datang?" tanyanya yang masih membelakangi Skye.
Skye dengan blushing bertanya, "A-ada apa, Ryder?"
Zuma, Chase, Rocky, Rubble, dan Marshall ngumpet di semak-semak untuk nguping.
"Si Ryder gaje banget! Masa ngomong kagak menghadap orangnya?" komentar Rocky.
"Malu, kali! Gue yakin dia mau confess, tuh!" timpal Marshall.
"Atau mungkin dia malu gawa-gawa ada jewawat di jidatnya (?)!" sahut Zuma.
"Kayaknya kagak mungkin, Zuma! Lagian, lu ngomongnya enak banget deh!" ujar Chase sweatdrop.
"Eh, video-in! Nyalain handycam-nya!" usul Rubble antusias.
Alright, back to Skye and Ryder!
"Oy, gue suka sama lu..." kata Ryder yang masih kagak menghadap Skye dengan muka merah.
"Eh? Gu-gue... Gue.. I-ini... Bu-bukan berarti gue suka sama lu, ya! Ka-kalau suka, ya... Ya-ya udah! Gu-gue teri-ma... Ba-Baka Taichou..." balas Skye terbata-bata.
Ryder pun berbalik dan langsung terkejut sambil bertanya, "Lho, Skye? Kamu ngapain di sini?"
"Eh? Bukannya tadi lu yang nelpon gue?" Skye nanya balik dengan bingung.
Ryder pun mengecek HP-nya dan langsung tepuk jidat.
"Anjrit! Gue kira Katie! Sorry ya, Skye... Gue tarik kata-kata barusan! Gue balik dulu, ya? Bye!" kata Ryder yang langsung kabur dengan ATV-nya.
Para anggota Paw Patrol yang lainnya pun langsung keluar dari semak-semak.
"Tabah ya, Skye..." hibur Rubble sambil menepuk bahu Skye.
Rubble (Warning tambahan: Kayaknya bagian ini bakalan kagak nyambung, tapi intinya hampir sama!)
Rubble sedang asik jalan-jalan di taman (ketika kawan-kawannya sedang sibuk) saat seorang anak kecil berbaju pelaut menarik bajunya sambil ngomong, "Kakak!"
Rubble menengok dan bertanya, "Kenapa?"
"Oh, kirain Kakak Nor! Maaf ya, Kak!"
JLEB!
'Sialan, gue dikira orang lain!' batin Rubble kesal.
"Sea-kun! Kamu ngapain sama dia?" tanya seorang pria berambut pirang dengan jepit Nordic Cross sambil menghampiri Rubble dan anak itu.
"Bang Lukas?" tanya Rubble yang mengenali pria itu.
"Maafkan Peter, Rubble! Dia memang begitu!" ujar Lukas sambil menarik tangan Peter. "Ayo pulang, Sea-kun! Nanti Sverige sama Fin khawatir!"
"Iya, Kak Nor!" balas Peter sambil mengikuti Lukas pergi.
Sementara Rubble? Dia memilih untuk pulang walaupun masih kesal karena dikira orang lain.
Rocky
Suatu hari, Rocky yang sedang sendirian di Mansion mendapat SMS dari seseorang.
From: The Unknown Number
Temui aku di taman jam tiga! Ini penting!
"Apaan ini? Ke sana aja, dah!" gumam Rocky bingung dan langsung pergi.
Di taman...
"Kau sudah datang?" tanya seorang pemuda berambut hitam ponytail yang berdiri membelakangi Rocky.
"Memangnya ada apa?" Rocky malah nanya balik.
"Aku menyukaimu sejak lama! Salah, ya?"
"Entahlah, memangnya aku harus perduli dengan itu?"
"Ne-nej, men... Jeg eskler dig!" (1)
Rocky pun hanya bisa bengong dengan kalimat terakhir tersebut dan langsung kabur ke belakang pohon terdekat ketika pemuda itu hendak menengok dan...
"Lho? Kemana orangnya? Kayaknya aku ngomong sama hantu, deh! Padahal aku pengen banget bilang suka sama Luthias-pyon!" kata sang pemuda yang langsung sedih sambil meninggalkan taman itu.
'Olala, jadi dia suka sama adiknya Paman Mathias! Kayaknya dia salah nomor sampai SMS-nya nyasar ke HP-ku! Kapan-kapan aku kasih tau Paman Mathias, deh!' batin Rocky yang mengintip sebentar dari balik pohon dan langsung pergi secepat mungkin.
Marshall (Warning tambahan: Kayaknya yang ini juga bakalan kagak nyambung, deh! -_-a)
"Orangnya kemana, ya?" tanya Marshall sambil menunggu di taman karena ada janji dengan seseorang.
Tanpa dia sadari, ada dua anak cowok yang berada di belakangnya dan langsung menyiraminya dengan lumpur dan salah satu ember yang dipakainya diletakkan di kepala Marshall.
"He-hey, siapa yang mematikan lampu?" tanya Marshall sambil berusaha berjalan tanpa menabrak apapun.
Tapi karena ketutupan ember, dia pun tersandung batu kecil dan mendarat dengan tidak elitnya di depan sepuluh Daimyo yang (kebetulan) lagi piknik.
"HYAAAAAAAAAA! ADA MONSTER LUMPUR MENYERANG!" teriak mereka semua sambil kabur tunggang-langgang.
"Hah?! Mana monsternya?! Biar kusiram dia!" tanya Marshall sok berani sambil berusaha untuk berdiri.
"Justru kau yang monster-nya!" kata Ieyasu datar sambil menyiram Marshall dengan meriam air yang dipasangkan pada Tadakatsu.
Setelah lumpur di tubuh Marshall menghilang, Ieyasu pun melepaskan ember di kepala Marshall dan membantunya berdiri sambil bertanya, "Daijobu ka, Marusharu (2)-san?"
"Aku tidak apa-apa! Lumpur dan ember itu benar-benar mengganggu!" jawab Marshall santai.
Ieyasu pun memberinya sebuah handuk sambil ngomong, "Keringkan dulu tubuhmu dengan ini!"
"Terima kasih, emm..." balas Marshall yang tak tau nama pemuda di depannya tersebut.
"Ieyasu, desu!"
"Ehehe! Terima kasih, Ieyasu!" ujar Marshall sambil mengeringkan diri dengan handuk.
Chase
Hari ini Chase ada janji dengan Everest untuk bertemu di taman. Ketika sampai di sana, dia melihat Everest berdiri membelakanginya dan berkata, "Wah, kau sudah datang ya? Soalnya ini penting, lho!"
"Kau perlu bantuan?" tanya Chase bingung.
"Iya, penting banget! Ada beberapa kucing yang terjebak di lubang galian sumur dan aku butuh bantuanmu untuk menyelamatkan mereka!" jawab Everest sambil tersenyum jahil (tanpa disadari Chase).
"Ku-kucing? Ka-kau salah orang! A-aku punya alergi dengan kucing!" tolak Chase terbata-bata.
Everest langsung menengok dan memasang tampang sedih sambil ngomong, "Oh, rupanya Chase! Kirain Rubble! Padahal gue pengen banget ngerjain dia!"
Alhasil, perkataan Everest barusan sukses dihadiahi tendangan maut dari Chase yang berteriak, "JANGAN BERHARAP KAU BISA MENIPU RUBBLE, GADIS SALJU (3) SIALAN!"
To Be Continue...
Indeks:
(1): Sebenarnya itu bahasa Denmark. Artinya, 'Ti-tidak, tapi... Aku mencintaimu!'
(2): Itu pengucapan Jepang untuk 'Marshall'!
(3): Everest itu aslinya anjing salju, lho! ^^V
Yeah, i dont know what to say! So, i just writing with my own best skill!
Review! :D
