Happy Reading! :D


Chapter 9: Digombalin sama anak muridnya (Lanjutan dari Chapter 'Menjadi guru'!)


Chase

Setelah mengajar dan sekarang waktunya istirahat, Chase berniat pergi ke Kantin saat seorang anak cewek mendatanginya dan bertanya, "Pak Chase! Boleh nanya, kagak?"

"Nanya apa?" Chase nanya balik.

"Bapak itu... Anggota polisi, ya?"

"Kok tau?"

Sebenernya, Chase kagak terlalu berharap bakalan digombalin. Dia kira anak itu akan menjawab 'karena Bapak telah menangkap hatiku', tapi ternyata malah...

"Habis tampang Bapak tegas banget, sih! Mirip banget sama polisi, atau kagak tentara!"

JEBREEEEET!

Anak itu pun langsung diketapel (?) sampai terbang ke angkasa oleh Chase.

"BILANG KEK DARI TADI! DIKIRANYA KAMU MAU GOMBALIN BAPAK!" teriak Chase emosi yang sukses bikin sweatdrop Marshall yang kebetulan melihatnya.

"Chase kagak pernah berubah!" gumam Marshall sambil geleng-geleng kepala.


Marshall

PUK PUK!

Marshall yang menyadari tepukan di pundaknya pun menengok ke belakang dan langsung kaget mendapati Luciela dan Ciel di belakangnya. Saat berbalik, dia tak sengaja menginjak kulit pisang sampai jatuh terguling ke belakang dan menabrak pohon.

SYUUUUNG! PRANG! GEDUBRAK! DUAK! DAK! DUK! BUK! GABRUK! GUBRAK!

"Ya ampun, Marshall! Kau tidak apa-apa?" tanya Luciela panik.

"Ugh!" Marshall mengusap kepalanya yang sakit akibat jatuh barusan dan ngomong, "Aku tidak apa-apa!"

Luciela dan Ciel pun menghampiri Marshall dan menolongnya berdiri.

"Kamu ngapain di sini? Ngajar juga?" tanya Ciel datar.

"I-iyalah! Pake ngagetin aja nepuk pundak dari belakang!" jawab Marshall agak sewot dan berjalan meninggalkan mereka berdua.


Di Kantin...

"Pak Marshall!" panggil Dini sambil menghampiri Marshall.

"Apa?" tanya Marshall yang lagi duduk di salah satu meja Kantin sambil minum jus buah.

"Bapak tau kagak kenapa saya suka sama Bapak?" jawab Dini nanya balik.

"Memangnya kenapa?" Marshall langsung bingung dan berharap kalau jawabannya bukan gombalan.

Tapi harapannya langsung musnah ketika Dini ngomong, "Karena kecerobohan Bapak telah membuat hatiku terpeleset dan jatuh ke jurang cinta yang terdalam!"

"CIIIEEEEEEEEE~ DINI GOMBALIN PAK MARSHALL~ SO SWEET BANGET~" sorak para murid cewek yang berada di Kantin.

Marshall langsung gugup dan ngomong, "O-oke, oke! A-ada lagi yang lain? Mu-mungkin yang ada di sini mau ikut ambil bagian?"

"Pak Marshall, apa bedanya bulan sama Bapak?" tanya Sisi yang duduk di pojok Kantin.

"Entahlah, memangnya apa?" jawab Marshall nanya balik.

"Kalau bulan kan hanya bersinar sebentar di malam hari! Nah, kalau Bapak bersinar selamanya di hatiku~" balas Sisi yang langsung disambut dengan tepuk tangan dari seluruh penjuru Kantin plus blushing dari Marshall.

Di sisi lain, Nordic Five yang kebetulan melihat kejadian itu dari kejauhan langsung sweatdrop berjamaah.

"Kagak nyangka kalau kemunculan mereka bisa bikin sekolah seheboh itu!" komentar Emil dengan tampang skeptis.


Rocky

"Eh, kalian ngapain ngalangin jalan?" tanya Rocky saat sekumpulan murid cewek menghalanginya saat ingin berjalan ke ruang guru.

"Pak Rocky mau lewat? Terima gombalan kita dulu, dong~" jawab salah satu anak watados.

Rocky hanya bisa masang tampang skeptis sambil bertanya, "Jadi ceritanya kalian mau nyari perhatian?"

"Iyalah, Pak Rocky! Memangnya apalagi?" balas anak yang lainnya.

"Hmmm, baiklah!" Rocky pun terpaksa mengalah. "Sekarang, apa gombalan kalian?"

"Begini ya, pak! Kalau boleh tau, Pak Rocky itu... Petugas daur ulang, ya?" tanya seorang anak cewek.

"Kok tau, sih?" Rocky nanya balik.

"Karena Pak Rocky telah mendaur ulang hatiku menjadi cinta yang lebih berguna~" jawab anak itu watados.

"Ciiieeeeeeeeeee~" sorak kawan-kawannya.

Rocky hanya bisa tersenyum gugup sambil bertanya, "A-ada lagi yang lain?"

"Pak Rocky, catchphrase (1) Bapak apaan?" tanya seorang anak yang lain.

"Kenapa nanyanya begitu?"

"Saya kan kepo, Pak! Kasih tau, lha!"

"Hmm, 'Hijau artinya jalan'!"

"Wah, berarti Pak Rocky suka lampu hijau dong! Soalnya hijau itu melambangkan cinta saya kepada Bapak yang akan terus berjalan selama tidak berubah menjadi merah!" ujar anak itu yang sukses dihadiahi blushing dari Rocky dan tepuk tangan dari kawan-kawannya.


Rubble

"Eh, Diskon-chan! Lu berani kagak gombalin Pak Rubble?" tanya Luthfi kepada Dissa saat berkunjung ke kelas 9D untuk mengobrol.

"Ih, ogah banget gue! Dia kan tukang konstruksi, pasti ngancemnya pake buldoser!" tolak Dissa sewot.

"Ya elah!" Luthfi langsung manyun.

"Lagian, kenapa kagak lu aja yang gombalin dia sendiri?" usul Dissa.

"Idih, ogah amat! Gue kan bukan maho!" sembur Luthfi kagak nyelow.

"Gue aja yang gombalin, mau?" sahut Provoseat tiba-tiba.

Webek, webek...

"Ci-ciyus?" tanya Luthfi agak khawatir.

"Setentra rius malah!" balas Provoseat datar.

"Ya udah, deh! Terserah lu aja!"


Provoseat pun mencari Rubble dan mendapatinya lagi makan di salah satu meja Kantin yang berada dekat lapangan.

"Pak Rubble!" panggil Provoseat.

"Hm, hehaha?" tanya Rubble dengan mulut penuh makanan.

"Bapak telan dulu makanannya!" saran Provoseat yang melihat kelakuan orang di depannya tersebut.

Rubble pun menelan makanannya dan bertanya lagi, "Kenapa kamu manggil?"

"Saya mau nanya, tapi jangan ketawa ya!" balas Provoseat.

"Apaan itu?" tanya Rubble bingung.

"Apa persamaan dan perbedaan Bapak dengan tikus tanah?"

"Hmm, aku tidak tau!"

"Bapak dan tikus tanah itu sama-sama suka menggali!" Provoseat langsung nyengir sebelum melanjutkan kalimatnya, "Bedanya, kalau tikus tanah menggali di tanah, Pak Rubble menggali di hatiku~"

Luthfi, Dissa, dan Sho yang lagi mengintip adegan gombalan itu pun langsung jawdrop berjamaah.


Skye

Selagi Skye mengajar MTK di kelas 9C, dia terus aja digombalin anak muridnya. Salah satunya seperti ini!

"Bu Skye, Bu Skye! Boleh nanya, kagak?" tanya Nova.

"Boleh!"

"Nah, apa bedanya perjumlahan dengan cinta?"

"Kagak tau, memangnya apa?"

"Kalau perjumlahan kan satu tambah satu, nah kalau cinta itu saya tambah Ibu!"

"Ciieeeeeeee~" sorak para cewek serentak.

"Ada lagi nih, Bu!" seru Fahreza. "Bu Skye itu... Pilot, ya?"

"Kok tau?" tanya Skye yang mengharapkan jawaban normal kayak 'karena saya tau dari topi Ibu'.

Tapi yang keluar dari mulut anak itu malah, "Soalnya Ibu telah menerbangkan hatiku ke lapisan langit tertinggi!"

Sorakan pun kembali menggelegar di seluruh kelas dan gombalan itu pun sukses membuat Skye canggung parah plus bikin Rubble yang kebetulan lewat dan memperhatikan dari jendela langsung cemburu.

Sabar, Rubble! Sabar! Orang sabar pantatnya lebar (?), lho! *digiles buldoser.* Eh, salah deng! Maksudnya, orang sabar disayang Tuhan!


Zuma

Di Kantin, terlihat beberapa anak dari kelas 9E dan Zuma yang sedang bermain ToD (Truth or Dare).

"Oke, siapa yang mau muter botolnya?" tanya Dark sambil membaringkan sebuah botol plastik.

"Kau saja, emm..." jawab Zuma yang kagak hafal nama anak muridnya.

"Panggil aja Darukun, Kak!"

"Baiklah, Dawukun! Putaw botolnya!"

'Apa ini hanya gue, atau memang Kak Zuma punya masalah dengan 'speech issue'?' batin beberapa anak bingung.

Dark pun memutar botolnya dan berhenti di Luthias.

"Truth or Dare?" tanya Dark.

"Truth!" jawab Luthias datar.

"Kenapa sih lu takut berenang?" tanya Dark dengan tampang jumawa.

Maklumi aja! Luthias merupakan satu-satunya warga NNG yang selalu menghindari acara renang sebisa mungkin.

"Trauma masa kecil!" balas Luthias singkat yang sukses bikin Zuma, Dark, dan kawan-kawannya yang lain sweatdrop.

Luthias memutar botolnya dan berhenti di Zuma.

"Truth or Dare, Kak Zuma?" tanya Luthias.

"Hmm, Dawe!" jawab Zuma santai.

"Ehehem!" Entah kenapa, pemuda jabrik itu langsung nyengir kecil dan bertanya, "Kak Zuma boleh kagak saya gombalin?"

GUBRAK!

Dark dan kawan-kawan pun langsung ber-gubrak ria dengan kagak elitnya, sementara Zuma hanya bisa memasang senyum gugup plus sweatdrop. Dia pun mikir sebentar dan ngomong, "Hmm, boleh aja!"

"Oke! Kalau boleh tau, bapaknya Kak Zuma itu... Penyelam, ya?" tanya Luthias.

"Kok tau, sih?" Zuma nanya balik.

"Karena Kak Zuma telah membuat hatiku menyelam ke dasar laut cinta yang paling dalam!" jawab Luthias watados.

Zuma hanya bisa bertepuk tangan sambil tertawa dengan bingung.

Di tempat lain, Rocky dan Renka yang kebetulan melihat hal itu langsung sweatdrop.

"Aku baru tau kalau dia bisa gombal!" gumam Rocky risih.

"Paling buat modal dapetin Giro, kale!" balas Renka datar.

"Eh, kamu tau dari mana? Terus, memangnya di sekolah ini suka ada kejadian Gay atau Lesby?" tanya Rocky kaget.

"Sering banget malah! Pak Rocky mau bukti? Tuh salah satunya!" jawab Renka sambil menunjuk sepasang cowok berambut merah dan silver sedang berciuman di pojok Kantin yang sukses membuat Rocky langsung jawdrop.


To Be Continue...


Indeks:

(1): Catchphrase itu lebih mirip dengan 'kalimat khas' (kalau kagak salah)!


Maaf kalau gombalannya garing atau apa, soalnya aku kagak jago bikin gombalan sih! ^^V

Oke, mari balas Review sebentar! :D

tsungumi: Wah, penggemar Paw Patrol juga ya? Yah, butuh keberanian buat publish fic Indo pertama di Fandom ini! Ryder muncul di Chapter 8, tapi hanya sebentar karena aku hanya berusaha untuk fokus ke anak anjingnya! *digilas ATV.* Baiklah, terima kasih Review-nya! :D

Hanazawa Yuki: Cari aja di FB-ku, link-nya ada di profil kok! Haha, kayaknya Chase di sini memang cakep jadi Yandere! *dilindas mobil polisi Chase.* Okay, Thanks for Review! :D

Review! :D