Happy Reading! :D
Chapter 10: Terjadi pemadaman listrik
Di suatu malam, penghuni Paw Patrol Mansion sedang mengalami kehebohan.
Mau tau kejadian apa yang bikin mereka gempar? Simak aja di bawah ini!
Chase
Chase sedang sibuk mengerjakan sesuatu di kamarnya dengan komputer ketika...
BYAR! PEEET!
Seluruh Mansion langsung gelap gulita.
"WOY, SIAPA NIH YANG ISENG MATIIN LISTRIK DI SINI?!" teriak Chase emosi.
"KAGAK ADA YANG ISENGIN LU, CHASE! KAMI SEMUA MASIH DI KAMAR, TAU!" balas Rocky dari dalam kamarnya.
"WOY, BEWISIK! GUE LAGI BOBO GANTENG, NIH!" pekik Zuma berkoar-koar dari dalam kamar mandi yang sukses bikin Chase dan Rocky langsung cengo di kamar masing-masing.
Iya, bobo ganteng di kamar mandi biar anti mainstream!
Marshall
"Kok gelap, ya?" tanya Marshall saat mendapati seisi kamarnya gelap gulita.
Dia pun langsung mengambil senternya di bawah bantal (yang sengaja diletakkan di situ untuk jaga-jaga) dan pergi keluar untuk mencari tau apa yang terjadi.
Di luar Paw Patrol Mansion, terlihat Everest yang sedang berdiri membelakanginya sambil melihat sesuatu.
"Lu ngapain di sini, Everest?" tanya Marshall.
"Eh, Marshall!" sapa Everest sambil nengok ke arah Marshall dan menghampirinya. "Gini, lho! Katanya kompleks sini lagi pemadaman listrik!"
"Lu tau darimana?" tanya Marshall lagi sambil mengangkat alisnya.
"Dari pria jabrik yang tinggal di situ!" balas Everest sambil menunjuk Nordic Mansion di seberang.
Marshall pun hanya bisa ber-'oh' ria sambil angguk-angguk.
Rocky
"Beh, sebenernya ada apaan sih? Masa tiba-tiba langsung gelap begini?" tanya Rocky bingung.
Saat dia ingin keluar kamar, tiba-tiba Marshall membuka pintu kamarnya sambil membawa senter.
"Lho, Marshall? Ngapain ke sini?" tanya Rocky yang heran melihat Marshall masuk dengan membawa senter.
"Ternyata di sini lagi ada pemadaman listrik! Tadi Everest bilang dia dikasih tau sama Paman Mathias!" jawab Marshall datar.
Webek, webek...
"MATI LAMPU?!"
"PEMADAMAN LISTRIK?!"
Begitulah reaksi Rocky dan Chase (yang kamarnya bersebelahan dan kagak sengaja nguping) saat mendengar penjelasan Marshall barusan.
"Bad luck for Paw Patrol!" (Rocky)
"BAKAR PLN, BAKAR PLN!" (Chase)
"Chase menggila, Chase menggila!" (Marshall)
"GUE TABOK MULUT LU, MARSHALL!" (Chase)
"Ngungsi aja, yuk!" (Rocky)
Ketiga orang itu pun langsung mencari tempat pengungsian.
Rubble
Mari kita liat kondisi Rubble dan Skye yang berada di ruang tengah.
"HUWEEEEEEEE! GELAP, AKU TAKUT! SKYE, KAMU ADA DIMANA?!" teriak Rubble panik.
"TENANG, RUBBLE! AKU KAN ADA DI DEPANMU TADI!" balas Skye.
"IYA, TAPI AKU TAKUT! HUWEEEEEEEE!" Rubble langsung nangis kejer.
Skye
"Ya Tuhan, Rubble! Tenanglah!" kata Skye sambil berusaha menenangkan Rubble. "Chase, Marshall, Rocky, Zuma! Kalian dimana? Cepat ke sini!"
"Sebentaw, Skye! Gue bakalan ke sana!" balas Zuma dari kamar mandi.
"Cepatlah, Zuma! Aku takut!"seru Rubble ketakutan.
Zuma
Zuma pun langsung menyalakan senter di helm-nya (yang jangan dipertanyakan apa alasannya) dan segera keluar dari kamar mandi untuk menuju ke ruang tengah dimana Rubble dan Skye berada.
Di ruang tengah, Rubble dan Skye melihat cahaya yang menuju ke arah mereka dan bertanya, "Kalian tidak apa-apa?"
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" jerit mereka berdua kaget.
"Woy, ini Zuma tau! Kenapa malah tewiak?! Masih untung aku datang!" balas Zuma sewot.
"Maaf, Zuma!" kata Rubble.
"Habisnya kami kaget, sih!" sambung Skye.
"Huh, udahlah! Cepat bantu aku cawi lilin!" perintah Zuma.
"Iya, Zuma!" balas keduanya.
Beberapa menit kemudian, Paw Patrol (plus Everest yang disuruh -atau dipaksa?- masuk sama Marshall) sekarang sedang duduk di lantai ruang tengah sambil mengelilingi sebuah lilin yang menjadi penerangan mereka.
"Huuh, kenapa mati lampunya harus malam sih? Aku kan lagi baca komik!" keluh Rocky.
"Rocky, memangnya PLN tau kalau kamu lagi baca komik?" tanya Marshall sweatdrop yang hanya dibalas Rocky dengan ucapan, "Iya juga, sih!"
"Haah, bosan!" keluh Skye.
"Lho? Bukannya tadi kamu lagi main game? Kenapa sekarang kagak main lagi?" tanya Rubble.
"Baterai-nya habis!" jawab Skye lemas.
"Chase!" panggil Zuma.
"Iya, Zuma?" balas Chase.
"Laptop-mu lagi kagak dibawa Paman Mathias, kan?" tanya Zuma.
"Kagak, sih! Tapi kayak Skye, baterai-nya juga habis!" jawab Chase.
"Waduh! Jangan-jangan semua baterai di sini pada habis, dong?" tanya Rubble.
"Hahaha!" Everest hanya menjawabnya dengan tawa gugup. "Sekarang kita mesti ngapain, nih? Masa hanya nunggu aja?"
Setelah hening sesaat, tiba-tiba Marshall menggumamkan sebuah nyanyian, "Mati lampu, mati lampu lagi~ Ku tak tau harus apa~"
Keenam kawannya pun ikutan bernyanyi, "Gelap gelap aku kesepian, maka aku bernyanyi~"
Beberapa detik setelah nyanyian itu, tiba-tiba lampunya menyala.
"Wah, udah nyala!" seru Zuma, Rocky, dan Everest bersamaan.
To Be Continue...
Sebenarnya Chapter ini berasal (?) dari Talkloid 'Mati Lampu' di Youtube, tapi sengaja diubah sedikit plus dikasih selingan biar greget! *plak!*
Well, bagian Zuma bobo ganteng di kamar mandi itu memang iseng kubuat karena Zuma suka air! *ditabrak Hovercraft.*
Review! :D
