Happy Reading! :D
Chapter 11: (Nonton film/main game/denger lagu/baca cerita) horror (Pokoknya salah satu dari itu!)
Zuma
"Ada sesuatu yang bisa dilakuin, kagak?" tanya Rubble lemes.
"Gue juga lagi mikir, Rubble!" balas Skye yang juga ikutan lemes.
"Kerjain Zuma, yuk!" ajak Marshall.
"Caranya?" tanya mereka berdua.
Marshall langsung membisikkan ide jahanamnya kepada kedua orang itu.
Di ruang makan...
"Ah, tidak ada yang lebih baik selain makan kudapan!" gumam Zuma yang berniat untuk makan dengan khidmat, sampai...
Pup pup pup pup! Pup pup pup pup! (Sound effect macam apa itu?!)
"Hm, apaan itu?" tanya Zuma sambil berjalan ke depan pintu menuju dapur sebelum...
BUK!
Dia langsung pingsan digebukin Skye tepat di wajah dengan frying pan keramat Elizaveta sang personifikasi Hungary. (Elizaveta: "Ada yang melihat frying pan-ku, kagak?!" *dark aura.*)
"Skye, itu kayaknya terlalu berlebihan!" kata Rubble sweatdrop.
"Biarlah, yang penting pingsan!" balas Skye watados.
"Betul!" sahut Marshall sambil membunyikan terompet pencet yang dicolongnya dari tukang roti setempat (?).
Beberapa menit kemudian...
Zuma yang tersadar langsung cengo mendapati dirinya terikat di sebuah kursi dan TV di depannya menayangkan film horror 'SAW'.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!" jerit Zuma.
Sementara itu...
"Mission complete!" ujar Marshall sambil high five dengan Skye dan Rubble.
Skye
Skye memutar mata dan hanya bisa menghela nafas pasrah saat Everest memintanya untuk mendengarkan cerita 'Trick and Treat'.
"Baiklah, Everest! Terserah katamu!"
"Oke!"
Seorang gadis berjalan ke tengah hutan dan melihat sebuah rumah tua. Saat dia masuk, gadis itu disambut dengan ramah oleh sepasang anak kembar yang tinggal di sana.
Skye terlihat bosan, tapi Everest melanjutkannya.
Si Kembar melayaninya dengan baik, tapi itu hanya tipu daya karena Si Kembar punya niat jahat dengan gadis itu.
Skye mulai penasaran, Everest tetap bercerita.
Ketika gadis itu terbangun, dia melihat bayangan aneh yang terbentuk di belakang Si Kembar dan terkejut karena menyadari sesuatu.
"Everest!" potong Skye.
"Ya, Skye?" balas Everest.
"Bagian seramnya dimana?" tanya Skye.
"Nanti kau juga akan tau!" jawab Everest watados.
Si kembar yang menyadari gadis itu terbangun menghampirinya dan salah satu dari mereka berkata, "Wah, dasar gadis nakal! Beraninya kau bangun secepat ini!"
Skye mulai merasakan firasat buruk.
Si kembar itu pun mulai melakukan sesuatu kepada gadis itu, dan...
Skye mulai merinding, sementara Everest memasang senyum kecil.
Keesokan harinya, sang gadis ditemukan tidak bernyawa di tengah hutan bersama sepasang boneka.
Skye langsung menghela nafas lega setelah Everest menyelesaikan ceritanya.
"Gimana?" tanya Everest.
"Sedikit menakutkan!" jawab Skye ngos-ngosan.
Rubble
"Itu buku apa?" tanya Rubble saat melihat Chase sedang membaca sebuah buku.
"Oh, ini? Judulnya 'Dark Wood Circus'!" jawab Chase. "Mau baca?"
"Mau, mau!" balas Rubble antusias.
"Tapi jangan dibaca malam-malam, soalnya serem banget lho!" nasihat Chase sambil memberikan buku itu kepada Rubble.
Tapi malamnya, Rubble malah melanggar wasiat (?) dari Chase dan iseng membaca buku itu jam sepuluh malam (karena dia lagi insomia saat itu).
Di tengah hutan, terdapat sebuah sirkus yang dipimpin oleh seorang 'chairman' bermata besar dengan tinggi sepuluh kaki.
Halaman pertama yang dibaca Rubble telah membangkitkan suasana horror di kamarnya.
Ada sepasang kembar dalam satu tubuh, penyanyi dengan kaki kuda, dan masih banyak lagi anggota di sirkus itu.
Halaman berikutnya, Rubble mulai merinding membacanya.
Sebenarnya para anggota sirkus itu berasal dari anak-anak yang datang tanpa orang tua dan menjadi korban dari pemimpin sirkus itu.
Rubble semakin merinding membaca halaman berikutnya.
Mereka tidak berharap akan tetap hidup dengan tubuh yang membusuk dan menginginkan kematian menghampiri mereka. Tapi bagaimanapun, mereka tetap bermain di sirkus itu.
Setelah membaca halaman terakhir, Rubble mendadak tidak berani tidur sendiri dan memilih untuk tidur di sofa ruang tengah yang sukses membuat cengo Rocky yang kebetulan lagi begadang.
"Lu ngapain tidur di sini, sih? Habis baca buku horror?" tanya Rocky sweatdrop.
Rubble mengabaikan pertanyaan barusan sambil tetap menyelimuti diri dengan badan merinding.
Rocky
"Ayo main 'Slenderina'!" ajak Everest yang entah kenapa, malah bikin Paw Patrol (min Rocky) langsung merinding disko.
"Boleh!" Hanya Rocky yang menerima ajakan Everest, sementara yang lainnya hanya bisa cengo mendengarnya.
'Rocky, lu udah gila kali ya?!' batin kelima temannya dan memilih untuk kabur.
"Cara mainnya gimana?" tanya Rocky sambil memperhatikan menu di Tab Everest dan menekan ikon 'Slenderina'.
"Begini, nih! Jadi..." Everest menjelaskan permainan itu yang kagak bisa ditulis di sini karena Author malas searching. *plak!*
Setelah penjelasan panjang lebar Everest (yang pastinya kagak bisa di-dikte sama Author), Rocky pun mulai mencoba memainkannya.
"Kok gelap, ya?"
"Memang seperti itu! Maka dari itu nyari bukunya harus pake usaha!"
"Baiklah!"
Entah kenapa, suasananya berasa cukup horror, ditambah lagi dengan badai petir yang melanda saat itu dan kemudian...
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!" pekik Rocky yang menggelegar bersamaan dengan petir yang bergemuruh.
Satu hal yang pasti, Rocky langsung trauma dan paham betul kenapa kawan-kawannya yang lain menolak bermain 'Slenderina' bareng Everest:
Hantunya terlalu menakutkan!
Marshall
Zuma berniat balas dendam kepada Marshall yang (diketahuinya) telah mengerjainya dengan mengikat badannya di kursi dan menayangkan tontonan 'SAW' tepat di depannya.
Untuk menyukseskan rencana gilanya ini, Zuma meminta bantuan Rocky dan Chase.
"Marshall! Mau dengerin musik di kamar Zuma bareng kita, kagak?" tanya Chase saat mengunjungi kamar Marshall.
"Boleh!" jawab Marshall tanpa curiga.
Di kamar Zuma...
"Oke, semuanya! Jangan tutup kuping, ya?" ujar Rocky sambil memutar lagu di MP3-nya.
Terdengarlah lagu Karl Mayer bercampur lagu 'Kagome Kagome' yang sukses membuat Marshall merinding disko, ditambah lagi mereka berempat mendengarnya di malam Jumat Kliwon tanggal 13.
Bayangin aja sendiri seberapa horrornya!
"Z-Zuma, to-tolong matiin d-dong! Me-merinding, nih!" kata Marshall terbata-bata.
"Sowi, Mawshall! Gue kagak dengew, nih!" balas Zuma santai.
Marshall semakin merinding, sampai...
"Booooooooooo~" Muncullah sebuah makhluk hitam bermuka scream yang sukses bikin Marshall nyaris jantungan.
"HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!" jerit Marshall yang langsung pingsan.
Sosok itu pun membuka wajah (baca: topeng) scream-nya dan ternyata dia adalah Rocky.
"Apa lu kagak kasihan sama dia, Zuma?" tanya Chase risih.
"Biawin aja! Hitung-hitung balas dendam!" jawab Zuma watados.
Chase
"Chase, ayo ikut main!"
"Kagak mau!"
"Ayolah, sekali aja!"
"Marshall, perlukah gue giles badan lu dulu biar ngerti?"
"Oh, Chase!"
"Haah, baiklah! Gue ikut, tapi hanya sekali ini aja! Oke?"
"Yeah, makasih Chase!"
Begitulah percakapan awal antara Marshall dan Chase ketika Chase dipaksa Marshall (yang saking maksanya, sampai-sampai Marshall ngeluarin 'Dalmatian Puppy Eyes no Jutsu' yang -menurut Chase- sangat menggelikan) bermain game yang baru aja di-download Rocky, 'Five Nights at Freddy's'.
"Gimana mainnya, nih?" tanya Chase.
"Kak Luthias bilang kita harus mengawasi animatronic jangan sampai ke tempat penjaga malam sambil muter kotak mesin entah buat apa, kira-kira begitu!" jelas Rocky panjang lebar.
"Lu tau game ini dari Kak Luthias?!" tanya Zuma kaget. "Gimana kejadiannya, tuh?"
"Jadi..."
-Flashback-
"Kak Luthias main apa?" tanya Rocky yang melihat Luthias sibuk memainkan Tab-nya di sofa ruang tengah Nordic Mansion.
"Five Nights at Freddy's!" jawab Luthias singkat. "Mau ikutan?"
"Boleh!" Rocky langsung duduk di sebelah pemuda jabrik itu. "Kayaknya seru, tuh!"
Keduanya pun asik memainkan game itu, sampai...
"Rocky, sepertinya kau harus mainkan ini sendiri di rumah!" ujar Luthias tiba-tiba. "Baterai-nya low batt dan Aniki bakalan marahin aku kalau sampai kurang dari 12 persen!"
"Tapi, gimana download-nya?" tanya Rocky sambil membuka HP Android-nya.
Pemuda jabrik itu tersenyum kecil sambil men-charger Tab-nya dan menghampiri Rocky sambil menjawab, "Sini kubantu carikan, sekalian jelasin cara mainnya!"
-Flashback End-
"Enak amat, tuh!" keluh Marshall sambil manyun. "Oh, kayaknya udah mulai!"
Keempat makhluk itu memainkan game tersebut dengan khidmat (dikate upacara bendera?), sampai...
"Eh, Chase! Itu dayanya mau habis!"
"Iye, sabar! Rocky, lu jangan ceramahin gue ya!"
"Ye eleh, Chase! Tuh kotak musik kagak diputar?"
"Haduh, Marshall! Diem aja lu, ya!"
"Chase!"
"Ape lu, Zuma?!"
"Liat ke layaw itu, deh!"
Ketika mereka berempat menatap layar HP-nya Rocky, tiba-tiba sesosok wajah boneka langsung muncul dari layar tersebut.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!" teriak keempatnya kaget.
Keesokan harinya...
"Ya ampun, Chase! Seharusnya kau mengikuti apa yang aku katakan!" nasihat Luthias datar setelah mendengar cerita Rocky tentang game yang mereka mainkan barusan.
"Hiiiiiiiiiiiiii~ Tuh boneka ngagetin aja!" seru Chase merinding.
"Maksudmu 'The Puppet'? Dia suka muncul kalau kotak musiknya kagak diputar!" jelas Luthias sambil mendorong kacamatanya yang hampir jatuh.
"Kok Kak Luthias tau, sih?" tanya Marshall.
"Karena aku sering memainkannya jutaan kali!" jawab pemuda jabrik itu datar yang sukses membuat keempat anak itu langsung jawdrop.
To Be Continue...
Entah harus bilang apa untuk yang satu ini! Yang jelas, aku hanya berusaha sebaik mungkin! ^^V
Well, aku kasih tau ide dari beberapa bagian di Chapter ini! (Maaf kalau ngacak! m^^m)
Zuma: Terinspirasi dari nosta(l)gia (no offense) waktu abangku suka nonton 'SAW'. Serem banget deh bagian game perangkap itu!
Chase: Kisah nyata pas diajakin mainin FNAF sama abangku dan trauma berat gara-gara si 'Puppet'. *death glare sesosok makhluk di Prize Cove.*
Rocky: Terinspirasi pas ngeliat temenku yang cewek (inisial AP) mainin 'Slenderina' di Tab temenku yang cowok (inisial IR) yang suka kaget ngeliat hantunya muncul dari layar Tab-nya.
Marshall: Kisah nyata pas abangku iseng muterin 'Karl Mayer' di HP-nya yang bikin merinding minta dimatiin atau ditukar lagu lain.
Rubble: Kalau kalian nonton video 'Dark Wood Circus' di Youtube, kalian bisa bayangkan sendiri seperti apa kejadiannya! Aku hanya menceritakan sesuai persepsi sendiri! ^^V
Skye: Cerita Everest terinspirasi dari lagu 'Trick and Treat' Kagamine Twins. Ini juga pake persepsi sendiri, kok! ^^V
Review! :D
