Balas Review! :D
Hanazawa Yuki: Yah, mungkin kagak sering, tapi akan aku usahakan! :) Baiklah, terima kasih Review-nya! :D
Happy Reading! :D
Chapter 12: Dikerjai sesama penghuni Mansion
Zuma
Satu masalah yang dihadapi Paw Patrol saat pergi ke tempat rekreasi: Zuma yang menolak pergi ke rumah hantu.
Mereka semua tau kalau Zuma takut hantu, tapi sepertinya salah satu dari mereka berniat untuk jahil.
"Kau yakin ini akan berhasil?" tanya Rocky sambil memasukkan sebuah cairan ke dalam segelas jus.
"Dijamin!" jawab Marshall sambil angkat jempol.
Rocky pun pergi menemui Zuma untuk memberikannya jus yang dikasih 'entah cairan apa itu' dan selanjutnya jangan dipertanyakan.
Beberapa menit kemudian...
"Aaaaah, apa-apaan ini?!" tanya Zuma shock saat mendapati dirinya terikat di sebuah kereta di dalam rumah hantu.
Well, kalian pasti bisa menebak maksud dari semua ini, bukan?
Skye
"KYAAAAAAAAAAAAAAA!"
Jeritan Skye barusan sukses mengagetkan seisi Mansion.
"Ada apa, Skye?" tanya Rubble yang mendatangi kamar Skye.
"A-a-a-a-a..." jawab Skye gemetaran yang sukses membuat Rubble mengangkat alisnya karena bingung dan bertanya, "Kenapa, sih?"
"A-ada se-sesua-tu!" balas Skye terbata-bata.
Rocky, Chase, dan Zuma yang baru sampai langsung masuk ke dalam dan ternyata...
"AHAHAHAHAHAHAHAHA!"
Rupanya ketiganya tertawa karena melihat boneka elang raksasa di tempat tidur Skye.
"Kirain apaan, rupanya beginian!" seru Rocky sambil ngakak gegulingan.
Skye langsung manyun dan setelahnya, mereka ketiga udah tewas dilindas buldoser Rubble dan dibuang Skye ke Greenland dengan helikopternya.
Padahal kalau diteliti, pelaku yang menaruh boneka itu di sana adalah satu-satu anggota terjahil mereka.
Marshall!
Rubble
Suatu hari, Rubble mimpi buruk dikejar-kejar laba-laba raksasa dan menceritakannya kepada Marshall.
Tapi dia tidak tau kalau Marshall memanfaatkan cerita itu untuk mengerjainya.
Malam itu, ketika dia masuk ke kamarnya, terlihat sebuah benda raksasa yang tak seharusnya berada di sana.
"HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Jeritan Rubble pun sukses mengagetkan seisi Mansion dan kejadian selanjutnya jangan ditanyakan lagi.
Rocky
Malam minggu yang membosankan dan sepertinya Marshall mulai kumat lagi jahilnya.
"Rubble, boleh pinjam sekopmu?" tanya Marshall di kamar Rubble.
"Buat apaan?" Rubble nanya balik sambil mengambil sekopnya dan memberikannya kepada Marshall.
"Mau menggali harta terpendam, tapi kau jangan ikut ya!" balas Marshall watados sambil pergi membawa sekop itu.
Setelah meminjam sekop Rubble, Marshall dengan usilnya ngangkat Rocky dengan sekop itu saat tengah malam dan menaruhnya di dalam bak mandi. Setelah itu, Marshall melakukan sesuatu yang tidak diketahui Rocky sampai keesokan paginya...
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!"
Zuma menemukannya tergeletak di dalam bak mandi dengan tubuh basah kuyup dan penuh lumpur. Rocky sendiri langsung shock melihat keadaannya sekarang.
Sekarang kalian bisa menebak apa yang dilakukan Marshall padanya, kan?
Marshall
Marshall terkenal dengan julukan 'Si Raja Jahil'. Tapi apa jadinya kalau dia yang dikerjai kawan-kawannya?
Malam itu, Chase dan Zuma menyeretnya ke ruang tengah untuk menonton film 'Anaconda Invasion' bersama dan ditantang tidak boleh teriak atau tutup mata.
Kenapa begitu?
Karena Rocky bilang itu untuk melatih keberaniannya terhadap ular, padahal dia dan keempat kawannya udah tau kalau Marshall takut sama ular.
Setelah menonton film itu, Marshall tidak berani tidur sendiri dan memilih tidur di kamar Zuma.
Tapi keesokan paginya, dia ditemukan tergantung terbalik di pohon dengan tubuh terikat tali rafia.
Chase
Chase sibuk ngorok dengan suara ala truk tronton di sofa ruang tengah karena kelelahan berlatih sehari. Tapi suara dengkurannya sukses mengganggu Rocky dan Marshall yang lagi main catur di dekatnya.
"Eh, Rocky! Cari cara kek buat bangunin Chase! Tuh anak udah tidur kayak kebo, ngoroknya keterlaluan pula!" suruh Marshall sambil menutup kupingnya.
"Tapi gimana caranya? Lu tau sendiri kan dia tuh susah banget bangun tanpa alarm!" balas Rocky sambil menggerakkan bidak kuda putihnya. "Giliranmu!"
"Yah, pake apa kek! Yang penting dia bangun dan pindah tempat! Please, coy! Gue kagak tahan dengerin dengkurannya!" ujar Marshall sambil menggerakkan bidak menteri hitamnya dan kembali tutup kuping.
"Hmm, sebentar! Sepertinya aku punya sesuatu di trukku!" kata Rocky sambil keluar lewat jendela dan masuk ke dalam truknya dan melempar beberapa barang keluar. "Hmm, bukan! Bukan yang ini! Ini juga bukan! Aha, eureka!"
"Dapat sesuatu?" tanya Marshall dari jendela.
"Kemoceng ini mungkin bisa berguna! Kau tau sendiri kan reaksi Chase di dekat bulu!" jawab Rocky sambil mengeluarkan sebuah kemoceng.
Sontak, Marshall langsung memasang evil smile pertanda berniat melakukan kejahilan.
Kedua anak itu pun mengendap-endap mendekati Chase yang masih ngorok dan Rocky mulai mendekatkan kemoceng itu ke hidung Chase sampai...
"Ha-ha-HACHIUW!"
Chase dengan kagak elitnya langsung bersin dan sukses membuat Marshall dan Rocky langsung mental membentur rak buku.
"Beh, siapa sih yang i-" Chase langsung cengo mendapati Marshall dan Rocky yang terjelembab (?) di rak buku dan tak sengaja melihat kemoceng di tangan Rocky.
"Oh, jadi ini ulah kalian ya?" tanya Chase dengan dark aura super mengerikannya.
'Waduh, habislah kita!' batin Marshall dan Rocky merinding.
Kejadian selanjutnya sangatlah tidak lulus sensor.
To Be Continue...
Karena sering kena 'buntu ide', mungkin fic ini akan berakhir sekitar 5 atau 10 kali update! (1 kali update 3 Chapter, hitung aja sendiri jumlah seluruh Chapter-nya!)
Kalau berminat, mungkin aku akan menerima Request! Jadi, akan aku usahakan sebisanya! ^^V
Review! :D
