Happy Reading! :D


Chapter 13: Kehilangan sesuatu


Chase

"Hmm, kemana ya?" tanya Chase dengan tampang mikir saat mendapati vas bunga di ruang tengah Mansion hilang tanpa jejak.

"Chase, kamu ngapain?" tanya Rubble bingung.

"Begini, Rubble! Kau tau tidak kenapa vas di sini hilang?" jawab Chase nanya balik sambil menunjuk meja tempat vas itu biasanya berada.

"Aku juga tidak tau!" balas Rubble sambil angkat bahu. "Apa jangan-jangan ada pencuri, ya?"

"Sepertinya kita perlu mencari tau hal ini!" gumam Chase sambil melipat tangannya.

Di saat yang bersamaan, Rocky datang membawa vas bunga baru untuk diletakkan di atas meja.

"Ini udah berapa kali ya barang-barang di rumah kita hilang? Aku jadi bingung, deh!" ujar Rocky sambil meletakkan vas bunga tersebut.

"Lebih baik kita selidiki saja malam ini!" usul Rubble.

"Ide bagus!" balas Chase datar.


Malam harinya, Chase, Rocky, dan Rubble pun bersembunyi di balik tembok dapur. Mereka sedang menyelidiki pencuri yang selain menghilangkan barang-barang di Mansion, juga menghabiskan makanan di kulkas.

"Kapan dia akan datang?" tanya Rubble setengah berbisik.

"Sebentar lagi!" jawab Chase pelan.

Tanpa diduga sesosok bayangan muncul menghampiri kulkas dan membukanya. Rocky dengan sigap menyoroti sosok itu dengan senter dan ternyata dia adalah...

"Marshall?!" tanya mereka bertiga yang terkejut melihat sosok pemuda berambut putih itu di depan kulkas.

Rupanya Marshall lagi mengalami 'Sleep Walking', pemirsa! Itu, lho! Kejadian dimana orang berjalan sambil tidur!

"Pantesan aja selama ini kamawku selalu kedatangan bawang asing dawi Mansion, tewnyata dia!" ujar Zuma yang berdiri tepat di belakang ketiga kawannya (yang langsung kaget menyadari kehadirannya) sambil membawa sebuah gayung berisi air.

"Zuma, mau kau apakan air dalam gayung itu?" tanya Rocky yang merinding karena dia punya hydrophobia.

Zuma dengan cuek mengabaikan pertanyaan Rocky dan mendekati Marshall. Kemudian, dia pun mengarahkan gayungnya di atas kepala Marshall dan...

BYUR!

"Hah? Hah? Apa? Kenapa aku di sini?" tanya Marshall kebingungan yang terbangun setelah disiram Zuma.

"Lu ngigau, Mawshall!" balas Zuma datar sambil meninggalkan dapur diiringi tatapan bingung dari Marshall plus sweatdrop dari Chase, Rocky, dan Rubble.


Marshall

"Waduh, topiku mana? Perasaan ada di sini, deh!" kata Marshall saat mendapati topi pemadamnya yang seharusnya berada di atas meja menghilang. "Apa jangan-jangan ada yang ngambil, ya? Aku tanya aja, deh!"

"Skye, kamu liat topiku kagak?" tanya Marshall kepada Skye.

"Wah, kagak tuh Marshall!" jawab Skye.

"Chase, kamu liat topiku kagak?" tanya Marshall kepada Chase.

"Eeh? Aku kagak liat, tuh!" balas Chase bingung.

"Rocky, kamu liat topiku kagak?" tanya Marshall kepada Rocky.

"Hmm, aku kagak liat!" ujar Rocky datar.

"Hmm, Marshall?" panggil Rubble.

"Iya, Rubble?" tanya Marshall.

"Maaf, ya! Sebenarnya, ini topimu!" jawab Rubble sambil memberikan topi Marshall yang basah.

"Lho? Kok jadi basah begini?" tanya Marshall yang kaget melihat topinya jadi basah.

"Tadi waktu aku lagi bakar dedaunan di halaman depan, tiba-tiba apinya jadi besar! Terus, karena kagak ada ember, jadinya aku pake aja topi kamu buat bawain airnya!" jelas Rubble sambil garuk kepala. "Jadi, sekali lagi maaf ya!"

"Rubble!" gerutu Marshall sambil ngeluarin api dari tubuhnya yang sukses bikin Rubble cengo.

"Wah, hangat!" komentar Rocky di sebelah Marshall.


Rocky

Marshall yang lagi mengunjungi kamar Rocky langsung cengo mendapati ruangan yang kacau balau kayak diterjang pasukan gajah liar. Rupanya, Rocky sibuk mencari sesuatu.

"Oy, Rocky! Lu ngapain, sih? Kamar lu kok kayak kapal pecah begini?" tanya Marshall.

"Gue lagi nyari kamera gue, nih! Lu liat, kagak?" jawab Rocky nanya balik sambil mengobrak-abrik lemarinya.

"Kagak, memangnya lu terakhir kali taruh dimana?" tanya Marshall lagi.

"Gue kagak inget!" balas Rocky watados yang sukses bikin Marshall sweatdrop.

"Makanya naruh barang jangan sembarangan, jadi hilang kan?" ujar Marshall setengah menyindir.

"Iya, iya, maaf! Bantuin gue nyari, dong!" pinta Rocky.

"Iya, deh! Gue bakalan bantu-"

Marshall langsung memotong kalimatnya saat melihat sebuah kamera tergantung di atas tempat tidur Rocky. Perempatan pun langsung nonggol di kepalanya dan...

"ROCKY, YOU IDIOT! KAMERA LU ADA DI ATAS KASUR, TAU! NANGKRING DI DINDNG PAKE PAKU BEGITU MALAH KAGAK NGELIAT! GUE SIRAM JUGA LU, YA!" bentak Marshall sambil menyiapkan pipa airnya.

Kejadian selanjutnya sangatlah tidak lulus sensor anti-air (?) karena Marshall sukses membuat kamar Rocky beserta penghuninya langsung basah kuyup.


Rubble

Rubble menyukai boneka miliknya dan selalu membawanya kemana saja ibarat itu adalah jiwanya. Tapi, pada suatu hari, dia kehilangan boneka itu dan menangisinya semalaman.

Beginilah komentar Marshall yang merupakan salah satu temannya mengenai hal itu:

"Rubble kalau sudah galau memang merepotkan! Dia selalu saja berbuat yang aneh-aneh! Contohnya saja semalam!"


-Flashback-

"Aduh, aku jadi tidak bisa tidur gara-gara tangisannya!" gerutu Chase sambil nonton TV bareng Marshall dan Zuma.

"Iya, kenapa sih dia berisik banget?" tanya Marshall sambil menopang dagunya.

"Iya, aku juga bingung!" balas Zuma sambil melipat kedua tangannya.

"Hmm, apaan ini?" tanya Chase saat mengganti Channel TV-nya yang menampilkan iklan dan ternyata...

Terlihat Rubble yang memegang sebuah kertas dengan gambar boneka dan tulisan 'Dicari, boneka' dan terdengarlah bunyi gaje di iklan itu.

DOENG!

"Bonekaku hilang, hilang, hilang!"

DOENG!

"Bonekaku hilang, hilang, hilang!"

DOENG!

"Bonekaku hilang, hilang, hilang!"

Iklan itu pun sukses membuat ketiga orang yang melihatnya langsung jawdrop dengan tidak elitnya.

"Apaan tuh tadi?" tanya Zuma cengo.

Chase pun sukses menjatuhkan remote TV-nya.

-Flashback End-


"Tak masalah kubuat iklan di TV! Yang penting, bonekaku kembali!" kata Rubble sambil menghela nafas kecil. "Tapi, sampai saat ini, bonekaku masih belum juga kembali!"

"Rubble? Ini punyamu?" tanya Rocky sambil memberikan sebuah boneka kepada Rubble.

"Wah, kau menemukannya ya?"

"Iya!"

"Wah, senangnya! Eh, tapi kenapa kotor begitu?"

"Aku menemukannya di kloset sana tadi!"

"Apa?! Kloset?!"

"Iya!"

Rubble pun langsung shock mendengarnya.


Skye

"Sisirku kok kagak ada, ya?" tanya Skye bingung saat mendapati sisir miliknya yang biasanya berada di atas meja riasnya menghilang.

Dia pun mencari sekeliling Mansion, tapi masih aja belum ketemu.

'Kemana ya hilangnya?' batin Skye makin bingung dan mencoba mengingat-ingat.

1 detik...

2 detik...

5 detik...

10 detik...

30 detik...

1 menit...

5 menit...

30 menit...

Oke, sepertinya dia kelamaan mikir!

"Skye?"

"A-ah!" Skye langsung terlonjak kaget dan segera berbalik saat mendapati kalau ternyata si Everest yang telah memanggilnya tadi. "A-ada apa?"

"Lu kenapa, sih? Kayak orang kebakaran jenggot, deh! Gue mau balikin sisir, nih!" balas Everest agak skeptis sambil menyerahkan sebuah sisir kepada Skye.

'KOK GUE BISA SEGOBLOK INI, SIH?! MASA GUE KAGAK NYADAR KALAU SISIR GUE DIPINJEM SAMA EVEREST?!' jerit Skye dalam hati dan langsung pingsan di tempat yang sukses membuat Everest panik dan berteriak, "SKYE, LU KENAPA PINGSAN?! OY, MINNA! CEPAT PANGGIL AMBULANS!"


Zuma

Zuma sibuk mencari sesuatu saat Chase yang sedang mengunjunginya agak skeptis melihat betapa berantakannya kamar Zuma.

"Oy, Zuma! Lu ngapain, sih? Kok kamar lu jadi kayak kapal pecah begini?"

"Chase, lu liat komik gue kagak?"

"Lha, ngapain nanya gue? Gue kan kagak suka baca komik!"

"Tapi gue udah janji sama Kak Luthias mau balikin nanti siang!"

"Yah, salah sendiri naruhnya kagak bener! Udah, deh! Kalau lu udah selesai, kamarnya rapiin lagi ya!"

"Iya, Chase!"

Setelah Chase pergi meninggalkan kamar Zuma, sang pemilik kamar pun mulai mikir, 'Hmm, kayaknya aku simpan di suatu tempat deh! Apa jangan-jangan...'


Setengah jam kemudian...

"Permisi! Zuma-nya ada?" tanya Luthias di depan Paw Patrol Mansion.

"Oh, ada kok! Sebentar, ya!" jawab Chase sambil berbalik untuk memanggil Zuma. "Zuma, Kak Luthias dateng nih!"

"Sebentaw!" Zuma pun langsung menuruni tangga.

"Zuma, mana komik yang waktu itu kau pinjam?" tanya Luthias.

"A-anu, sebenewnya ini..." Zuma memberikan komiknya yang udah lepek.

"Lho, kok jadi begini? Kau apakan komiknya?" tanya Luthias yang bingung melihat komiknya berubah seperti itu.

"Kemawin aku tak sengaja masukin komikmu ke saku celanaku, tewus komiknya ikutan kecuci sama celananya, jadinya aku kewingin aja sambil nungguin Kak Luthias dateng!" jelas Zuma watados.

"Kau ini ada-ada aja, Zuma!" gumam Luthias sweatdrop.


To Be Continue...


Sebenarnya bagian Marshall, Rubble, dan Zuma itu terinspirasi dari Talkloid di Youtube, lho! Coba aja cari yang judulnya 'Topiku hilang', 'Malam Minggu Miku: Negi Hilang', dan 'Komik Piko', pasti ada yang mirip! ^^V

Review! :D