Happy Reading! :D


Chapter 14: Ketauan merusak sesuatu


Chase

"Siapa yang mecahin nih vas?!" tanya Skye dengan sangarnya saat mendapati vas bunga di ruang tengah pecah berantakan.

"Yang pasti bukan gue!" jawab Zuma datar.

"Bukan gue juga, ya!" ujar Chase tanpa ekspresi, padahal dalam batinnya seperti ini: 'Mampus! Jangan sampai ketauan atau Mama Skye (?) bakalan gebukin gue!'

"Eh, Chase! Beneran lu kagak mecahin vas bunga?" tanya Rubble.

"Hah, apa?"

Perkataan Chase barusan sukses dihadiahi tatapan aneh dari yang lainnya.

"A-anu..." Chase mulai bingung harus bilang apa.

"Beneran lu yang mecahin?" tanya Rocky mengintrogasi.

"Ka-kagak! Dari tadi gue kagak di sini, kok!" bantah Chase gelagapan.

"Masa, sih? Perasaan yang terakhir di ruang tengah itu lu, deh!" celetuk Marshall.

Menyadari bahwa Chase kagak bisa berkutik, dia pun langsung kabur sambil teriak, "AMPUN, MAMA SKYE!"

"BALIK LU KE SINI, CHASE!" pekik Skye sambil membawa sendok sayur buat gebukin Chase.

Alhasil, kejar-kejaran antara Skye dan Chase pun terjadi dan keempat kawannya yang lain malah nontonin mereka sambil makan popcorn.


Marshall

"Buku gue siapa yang wobekin?!" tanya Zuma emosi saat mendapati bukunya di kamarnya ada yang sobek.

"Oh, itu gue!" jawab Marshall watados.

"ASTAGA KAMBING, NGAPAIN LU PAKE NGAKU?!" teriak Rocky stress.

"Lagian juga gue kagak bakalan diapa-apain!" balas Marshall santai.

"Salah, justru lu bakalan digampar habis-habisan kayak Chase!" ujar Rubble datar.

Marshall pun langsung kabur dan Zuma segera mengejarnya dengan sebuah dayung.


Rocky

"SIAPA YANG KEMPESIN BAN MOBIL GUE?! YANG KAGAK NGAKU GUE HAJAR SATU PER SATU!" teriak Chase emosi saat mendapati ban mobil polisinya di garasi kempes.

"Waduh, bakalan tamat aku!" gumam Rocky sepelan-pelannya.

"Hah? Kayaknya gue dengar suara seseorang, ya!" kata Marshall yang merasa mendengar sesuatu.

"Iya, siapa ya?" tanya Zuma penasaran.

"Kayaknya dia pelakunya, deh!" timpal Rubble.

Rocky diam-diam berusaha kabur dari garasi sebelum...

"Meriam jaring, tembak!"

Pemuda berambut abu-abu itu pun langsung terjelembab di jaring yang ditembak Chase dan kejadian selanjutnya sangatlah tidak lulus sensor!


Rubble

"Aduh, gawat!" gumam Rubble agak merinding.

"Kenapa, Rubble?" tanya Marshall yang bingung melihat pemuda berambut dirty blonde itu ketakutan.

"Aku merusak barang kesayangan Rocky, gimana nih?" jawab Rubble panik sambil menunjuk sebuah gelas keramik yang retak.

"Yah, kenapa kagak ngaku aja?" tanya Marshall santai.

"Takut, Marshall!" balas Rubble ketakutan.

"Ya udah, gue kagak mau tau ya!" ujar Marshall cuek.

"Ish, kau ini!" bentak Rubble kesal.

"Ada apa ini?"

Rubble langsung nelan ludah karena rupanya Rocky udah berada di hadapan mereka dan Marshall langsung menunjuk Rubble dengan santai sambil ngomong, "Dia ngerusakin gelas lu, tuh!"

Sontak, Rubble langsung sujud sambil meluk kaki Rocky dan berteriak, "AMPUNI AKU, WAHAI KAWANKU SANG AHLI DAUR ULANG! HAMBA KAGAK KUAT MENERIMA SIKSAANMU, JADI TOLONG LEPASKAN HAMBA!"

Webek, webek...

"Apa maksudmu, Rubble? Siapa juga yang mau menyiksamu?" tanya Rocky sweatdrop. "Justru gue mau minta bantuan! Si Chase mabuk pas kagak sengaja minum akvavit-nya Paman Mathias yang dikasih sama Skye gara-gara dikira air putih! Lu berdua bisa bantuin gue bikin dia pingsan, kagak?"


Skye (Bagian sebelumnya dari yang di atas)

"Cih, ini siapa yang rusakin?!" tanya Marshall sambil menghentakkan kakinya karena kesal saat mendapati sapu miliknya patah terbelah dua dan tergeletak di lantai dapur.

"Menekedele, orang bukan gue yang terakhir pake!" celetuk Rocky datar. "Entar gue ganti deh kalau lu mau!"

"Terserah lu aja dah, Rocky!"

Rocky pun pergi membawa potongan sapu itu untuk diperbaiki di truk daur ulangnya sampai kagak sengaja bertemu dengan Skye di halaman depan.

"Rocky, lu mau bawa kemana tuh sapu?" tanya Skye.

"Kenapa lu pake nanya, Skye? Memangnya ada yang aneh?" Rocky nanya balik sambil ngangkat alis.

"Soalnya..." Skye langsung menunduk karena suatu hal dan berbisik dengan suara pelan. "Gue yang matahin sapunya Marshall!"

Rocky hanya mengangguk kecil dan pergi membawa potongan sapu itu, sementara Skye langsung masuk ke dalam Mansion.


Di Mansion...

"Skye, lu darimana aja?" tanya Chase yang berada di ruang tengah.

"Jalan-jalan!" jawab Skye.

"Lu yang terakhir di dapur, kan? Lu tau kagak siapa yang matahin sapunya Marshall?" tanya Chase mengintrogasi.

GLEK!

"A-aaaa, ka-kagak! Aku kagak tau!" balas Skye agak gelagapan.

"Beneran?" Chase mengangkat alisnya karena bingung melihat gelagat si gadis pirang itu.

"Iya!" bantah Skye agak ngotot dan mengalihkan bahan pembicaraan. "Oh iya, mau minum?"

"Ambilkan aku air putih!" perintah Chase datar sambil mengambil sebuah koran di atas meja dan membacanya.

"Baiklah!" Skye pun langsung kabur ke dapur.

'Fyuuuh~ Untung kagak ketauan!' batin Skye lega sambil mengambil sebotol air (yang sebenarnya akvavit (1) dari Mathias sewaktu berkunjung minggu lalu, tapi dia tidak menyadarinya) dan menuangkannya ke dalam gelas biru milik Chase.

Skye pun membawa gelas (yang berisi akvavit) itu ke ruang tengah dan meletakkannya di atas meja, kemudian kabur ke kamarnya.

Chase pun meminum air itu dan beberapa menit kemudian, bisa dilihat bahwa ruang tengah Mansion itu langsung berubah kacau balau dalam waktu sekejap.

Zuma, Skye, dan Rocky yang melihatnya hanya bisa menjaga jarak agar tidak menjadi korban.

"Itu dia kenapa, sih?" tanya Zuma bingung.

"Kayaknya dia mabuk, deh!" jawab Rocky dengan tampang mikir.

"Perasaan kita kagak punya alkohol di sini, deh!" balas Skye agak skeptis.

"Siapa bilang? Lu inget kagak pas Paman Mathias berkunjung ke sini minggu lalu? Nah, dia tuh ninggalin sebotol akvavit di sini!" jelas Rocky datar.

"Wah, gawat nih!" gumam Skye agak panik.

"Kenapa, Skye?" tanya Zuma bingung.

"Kayaknya gue kagak sengaja masukin minuman itu ke gelasnya, deh!"

Webek, webek...

'Mampus lu, Skye! Itulah karma untuk orang yang ngerusakin sapu keramat Marshall! Ketauan tuh sapu ada kutukan bagi yang matahin!' batin Rocky dengan muka jutek dan berniat pergi sebelum Zuma mencegahnya sambil bertanya, "Lu mau kemana, Wocky?"

"Mau manggil Rubble sama Marshall, gue butuh tenaga tambahan buat hentiin Chase!" balas Rocky datar sambil berjalan pergi.

Sementara Skye, dia langsung merinding dan bertanya, "Gimana nih, Zuma?"

"Menekedele, itu dewita lu aja ya!" jawab Zuma cuek sambil berjalan pergi.

"Huwaaah~ Dengan kekuatan polisi (?), akan kuhukum siapapun yang merusak sapu keramat itu!"

Entah kenapa, kayaknya igauan Chase tadi benar-benar menohok bagi Skye yang memang udah salah dari sananya.

Mari berdoa untuk keselamatan Skye sebelum bala bantuan datang!


Zuma

"Hiks, hiks!" Terdengar isakan tangis Zuma di pojok ruang tengah.

"Si Zuma kenapa, sih? Bad mood?" tanya Skye saat melihat pemuda berambut coklat yang pundung tersebut.

"Maksud ente galau?" tanya Marshall agak skeptis.

"Sama aja, keles!" balas Rocky sweatdrop.

"Udahlah, sekarang kasih tau gue kenapa si Zuma bisa nangis di situ!" pinta (baca: perintah) Chase agak sangar.

"Hmm, sebenarnya..." Rocky pun mulai bercerita.


-Flashback-

"Tolong bantu aku, ya!" pinta Rubble sambil pergi membawa setumpuk kertas diikuti Zuma yang membawa sekardus boneka ke lantai bawah.

"Kenapa hawus aku, sih? Kan kau bisa minta bantuan yang lain!" tanya Zuma yang tidak terima harus membantu Rubble.

"Yang lainnya sibuk!" balas Rubble sambil manyun.

Sesampainya di ruang santai, mereka pun meletakkan barang yang dibawanya di lantai.

"Tunggu bentar ya, Zuma!" Rubble pun pergi sebentar.

Zuma pun hanya bisa manyun sambil duduk di depan perapian dengan pusing karena memikirkan kenapa harus dia yang melakukannya.

"Nyebelin, nyebelin banget! Kenapa Wubble nyuwuh aku buat ngelakuin ini?" tanya Zuma frustasi dan tanpa sengaja melempar...

SALAH SATU BONEKA MILIK RUBBLE!

Tiba-tiba, terdengar suara buku jatuh dari depan pintu dan Zuma menengok ke belakang. Dia mendapati Rubble yang terdiam di depan pintu dengan beberapa buku yang terjatuh di depan kakinya, sementara Rocky yang berada di belakangnya hanya bisa memasang tampang iba yang mengatakan 'Semoga dia tidak membunuhmu!' sambil geleng-geleng kepala.

"E-eh?" Zuma langsung cengo mendapati raut sedih plus air mata di wajah pemuda dirty blonde (2) tersebut.

"HUWAAAAAAA! BONEKAKU!" jerit Rubble histeris sambil kabur keluar ruangan yang tak sempat dicegah Rocky.

Sementara Zuma, dia hanya bisa shock plus merasa bersalah dengan apa yang baru saja dia lakukan.

-Flashback End-


"Jadi Zuma bad mood-"

"Galau!" ralat Marshall memotong perkataan Skye.

"Gara-gara kagak sengaja melempar boneka milik Rubble ke tengah perapian?" tanya Skye melanjutkan kalimatnya dengan agak skeptis.

"Iya!" jawab Rocky datar.

"Pantesan aja Rubble seharian ngurung diri di kamar!" ujar Chase sweatdrop.


To Be Continue...


Indeks:

(1): Akvavit merupakan minuman dengan kadar alkohol sekitar empat puluh sampai enam puluh persen dan biasanya, minuman ini terdapat di daerah Eropa Utara yang terkenal cukup dingin di musim dingin.

(2): Maunya kutulis 'pirang kecoklatan', tapi mungkin 'dirty blonde' sedikit menggambarkan aja sih!


Aku berusaha menulis apa yang ada di otak, jadi begitulah! ^^V

Review! :D